Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB 12. Balas dendam terbayar.


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Hubungan cinta terlarang yang Zelea jalani bersama Nofal tidak terasa selama itu, Zelea butuh waktu satu bulan untuk benar-benar membuat pria itu tidak curiga dengannya.


Semua Zelea lakukan dengan rencananya yang ia susun begitu apik, meski dipenuhi sandiwara tapi Nofal tidak tahu sama sekali.


Nofal hanya tahu bahwa dirinya merasa happy bisa bersama Zelea, tidak jarang mereka liburan bersama, dengan alasan yang Nofal buat untuk meyakinkan Radit.


Dan sejauh ini, Radit tidak mengetahui hubungan terlarang mereka.


Radit malah merasa senang melihat mereka berdua tampak rukun.


Dan hari ini Zelea sudah lelah dengan semua sandiwara yang ia buat, setelah mendapat kepercayaan penuh dari Nofal. Hari ini Zelea akan mengakhiri semuanya, tentu setelah menghancurkan karir Nofal.


Menjadi seorang selebriti terkenal itu ternyata adalah hidup Nofal. Pria itu pernah bicara dalam suatu wawancara bahwa bisa gila andai keluar dari dunia entertainment, karena begitu cinta dengan pekerjaannya itu.


Dan Zelea akan menghancurkan Nofal melalui karirnya itu.


Dan ucapan Nofal dalam wawancara tersebut langsung Zelea dengar, karena saat itu dirinya ada dalam lokasi.


Dan kebetulan pagi ini Zelea kurang enak badan, ia mau minta ijin sama Radit untuk tidak masuk kerja. Zelea punya tujuan ingin masuk ke kamar Nofal setelah Radit dan Nofal tidak ada di mansion.


"Ze ... Minumlah obatnya," titah Radit dengan suara lembut, memberikan obat serta segelas air putih ke Zelea.


Wanita itu langsung meminum obat pereda panas.


"Hari ini kamu tidak usah berangkat kerja, istirahatlah di kamar saja." Radi membenahi selimut Zelea.


Ya, saat ini mereka berdua berada di dalam kamar, Radit yang sudah rapih dengan pakaian kerja, sementara Zelea masih menggunakan kemeja tidur duduk bersandar.


Sungguh, perhatian dan kebaikan Radit ini lah yang membuat Zelea tidak tahan harus berlama-lama bersandiwara.


Tidak tega sekaligus kasihan, hanya demi ambisinya yang ingin balas dendam sampai harus melukai hati pria itu.


Zelea yakin pasti Radit akan marah padanya, andai tahu tujuannya masuk ke dalam keluarga Radit.


Dan setelah semua selesai, Zelea berniat akan kabur, dan pernikahan kontrak ini juga selesai.

__ADS_1


Zelea menatap sendu ke arah Radit saat tangan pria itu mengusap rambutnya dengan sayang.


Maafkan aku Mas, aku yang diam-diam menyakiti kebaikan hatimu, aku yang tidak bisa membalas kebaikan hatimu, tapi aku malah memanfaatkan kebaikan hatimu. Tanpa kebaikan hatimu aku tidak akan bisa mewujudkan balas dendamku pada Nofal, dan maaf bila aku sangat membenci putramu itu, batin Zelea.


"Aku berangkat kerja." Radit tersenyum sebelum ahirnya pergi keluar kamar meninggalkan Zelea sendirian di sana.


Di lantai satu Radit bertemu Nofal yang baru masuk habis dari halaman mansion. Pria itu menatap heran pada ayahnya yang tidak biasanya keluar kamar tanpa Zelea.


"Dad, Mommy di mana? Mengapa sendiri?" tanya Nofal, tentu hatinya penasaran dan ingin tahu dimana wanita itu, melalui jawaban ayahnya.


Ya, selama menjalin kasih dengan Zelea lagi, Nofal terbiasa memanggil Zelea dengan sebutan Mommy di depan Radit, supaya ayahnya yakin bahwa kedekatannya dengan Zelea hanya sebatas ibu dan anak. Sungguh licik bukan?


Sebelum menjawab ucapan sang putra, Radit menghela nafas panjang, semakin membuat Nofal penasaran, karena wajah Radit juga menampakkan guratan kesedihan.


"Mom Zelea sakit."


Satu kalimat berhasil Nofal dengar, dan seketika pria itu kaget.


"Sakit Dad!" ulang Nofal dengan suara meninggi tanpa sadar. Dan Radit menganggukkan kepalanya tanda benar.


"Apa aku boleh melihatnya, Dad?" ijin Nofal dengan perasaan panik.


Nofal segera mendatangi kamar ayahnya yang ada Zelea di dalam sana, sampainya di sana Nofal langsung duduk di pinggiran ranjang dan menggenggam tangan Zelea.


"Apa perlu aku antar ke rumah sakit? Hem." Nofal menatap Zelea penuh kasih. Dan wanita itu hanya bisa membalas dengan senyuman.


"Aku sudah minum obat, dan sebentar lagi pasti akan baikan," suara Zelea terdengar lemah, dan Nofal semakin menggenggam tangan wanita itu.


Tatapan dalam penuh kekhawatiran.


Namun tiba-tiba ponsel Nofal bunyi ada yang nelpon, pria itu mengangkatnya dan bicara dengan seseorang di sambungan telepon, setelah telepon diakhiri, Zelea mendengar helaan nafas kasar keluar dari bibir Nofal.


Nofal kembali menatap Zelea, namun kali ini memberikan tatapan penuh rasa bersalah. "Ze, aku harus pergi karena pekerjaanku di lokasi syuting tidak bisa ditinggal, aku minta maaf tidak bisa menemanimu."


"Pergilah, aku tidak apa-apa." Zelea menjawab mantap meski dengan suaranya yang begitu lemah, meyakinkan pria itu untuk tidak khawatir.


Sungguh, saat ini Zelea bahagia dalam hati, tidak menyangka semua rencananya berjalan lancar, tanpa harus meminta Nofal pergi, ternyata pria itu memang harus pergi karena pekerjaan.

__ADS_1


Zelea hanya membalas senyuman atas tatapan sendu Nofal.


"Setelah semua selesai aku akan segera kembali," ucap Nofal, dan di detik kemudian ia mencium bibir Zelea.


Dengan berat hati Nofal ahirnya pergi meninggalkan Zelea.


Setelah Nofal pergi, aura hangat di wajah Zelea seketika berubah dingin dan menusuk, wanita itu turun dari ranjang seraya menyibak selimut dengan kasar.


Berjalan keluar kamar saat ini tujuannya kamar Nofal, namun sebelum datang ke sana Zelea mau ke sebuah ruangan untuk mematikan CCTV di kamar Nofal.


Tinggal di mansion beberapa bulan ini membuat Zelea banyak mengetahui seisi mansion ini, dan semua ini ia lakukan tentu untuk memperlancar rencananya.


Setelah CCTV di kamar Nofal tidak aktif, Zelea segera masuk ke dalam kamar pria itu, Zelea menggunakan kunci cadangan yang sudah ia siapkan.


Mata Zelea mengedarkan ke seluruh ruangan tersebut, dan langkah kakinya membawa di depan almari, Zelea mengecek seisi almari itu.


Namun tidak menemukan bukti apa-apa di sana, tidak tinggal diam dan Zelea terus mencari. Setelah membuka laci meja ternyata didalamnya adalah sebuah laptop.


Zelea membuka laptop tersebut, bukan perkara sulit baginya, karena sudah mengetahui kata sandinya.


Semua file di dalam laptop tersebut Zelea buka, sampai pada file yang setelah Zelea buka menampilkan sebuah Vidio mesum.


Mata Zelea menyala tajam, hatinya murka melihat Vidio tersebut, yang ternyata banyak sekali Vidio mesum Nofal bersama wanita yang berbeda-beda.


Tanpa menunggu lama Zelea segera menyalin ke flashdisk miliknya, dan setelah semua tersimpan, Zelea pergi dari sana kembali ke kamarnya lagi.


Zelea duduk di atas ranjang, matanya melihat flashdisk di tangannya, bibirnya tersenyum miring.


Semua karirmu akan hancur Nofal.


Tanpa menunggu lama Zelea segera mengakses laptopnya dan mengunakan akun palsu, Zelea menyebarkan Vidio mesum tadi. Akun yang sudah Zelea perkuat jadi tidak akan ada yang bisa menghapus kecuali Zelea sendiri. Dalam hal ini tentu Zelea sudah belajar dengan seseorang yang ahli di bagian I T.


3


2


1

__ADS_1


Vidio mesum Nofal bersama wanita lain telah berhasil terposting.


Zelea tersenyum miring.


__ADS_2