
Zelea menunduk malu di tatap begitu intens oleh Radit.
Hah apa Tuan Radit terpesona dengan penampilan baruku? Jika iya berarti aku berhasil, batin Zelea tersenyum.
Dan melihat tingkah Zelea yang malu-malu seperti itu membuat Radit gemas.
Radit melangkah lebih mendekati Zelea, berdiri di depan Zelea tanpa jarak. Radit meraih dagu Zelea untuk menatapnya.
Deg. Zelea seketika membeku saat pandangan matanya bertemu, merasa sat ini berada pada adegan di film-film romantis, membayangkan Zelea jadi tersenyum kecil.
Tunggu dulu Tuan Radit mau apa ya? Ke-kenapa, Zelea tidak melanjutkan kata batinnya saat merasakan tangan Radit menyelipkan anak rambut Zelea ke belakang telinga.
"Kita makan siang di restoran sebelah." Radit menggenggam tangan Zelea dan mengajaknya keluar dari sana.
Apa bila sedang jalan berdua seperti ini mereka memang terlihat seperti seorang ayah dan putrinya, padahal mereka adalah pasangan suami istri.
"Tuan, apa Tuan tidak malu jalan berdua sama saya?" tanya Zelea mereka masih berjalan menuju parkiran mobil.
Radit malah tertawa seraya mengacak rambut Zelea gemas. "Aku pikir kamu kadang aneh juga, mengapa caramu memanggil aku berubah-ubah. Kadang Tuan kadang Mas?"
Zelea tersenyum kecil. "Ah, iya itu karena-,"
"Sudah jangan dilanjutkan jawabnya, aku tidak masalah apa pun panggilan yang keluar dari bibirmu." Radit menghentikan langkahnya, menatap Zelea yang tingginya hanya sepundaknya, Radit sedikit menunduk untuk bisa melihat jelas wajah Zelea.
"Tidak usah pikirkan yang macam-macam, mari kita nikmati kebersamaan kita yang singkat ini."
Nyuutt, hati Zelea seketika merasa sedih mendengar ucapan Radit barusan. Seolah mengingatkan dirinya bahwa akan terpisah secepatnya.
Dan hal ini membuat Zelea berpikir untuk segera menuntaskan balas dendamnya pada Nofal. Tidak ingin terlalu lama hubungan ini khawatir akan ada perasaan mendalam dari salah satu pihak.
Jika ayahnya sebaik itu mengapa anaknya brutal ya? Terkadang aku berpikir Nofal tidak pantas menjadi putra Tuan Radit, batin Zelea.
Gadis itu tetap melamun saat memasuki mobil, bahkan sampai mobil berjalan, Zelea tetap melamun memandang ke arah luar jendela mobil.
*
__ADS_1
*
Pesanan makanan yang di pesan Radit sudah tiba, Zelea dan Radit makan siang bersama. Saat ini mereka duduk di dekat air mancur dan ada pohon hias, sengaja tidak memilih ruang VVIP karena ingin menikmati makan siang sembari melihat suasana di luar.
Dan ternyata hal ini lebih menyenangkan, hawa sejuk berasal dari hembusan angin, bukan dinginnya AC.
Zelea dan Radit makan siang dengan tenang.
Di tempat duduk tidak jauh dari mereka, ada empat anak muda yang saat ini juga sedang menikmati makan siang.
Nofal meminum jus buah, tanpa sengaja matanya melihat ke arah Radit, bibir anak muda itu tersenyum berniat mau menyapa ayahnya.
"Gaes, aku ke sana dulu ya? Mau menyapa Daddy aku," ucap Nofal pada ketiga temannya.
"Ok silahkan," jawab dari salah satu temannya.
Nofal bangkit dari duduknya, berjalan menuju meja tempat Radit berada.
Kebetulan saat Nofal sudah mau dekat dengan meja Radit, pria itu mengangkat kepalanya karena sedang minum. Bibirnya tersenyum saat melihat putranya datang menghampirinya.
"Iya Dad, tapi aku sudah makan bersama teman-teman, aku kemari hanya mau menyapa Daddy," ucap Nofal, pria itu belum tahu bahwa yang duduk di sebelahnya saat ini adalah Zelea.
Zelea tetap melanjutkan makannya tanpa terusik sedikitpun dengan kehadiran Nofal.
"Dimana istri muda Daddy? Mengapa Daddy sendiri, sepertinya tadi pagi Daddy pergi bersama."
Mendengar pertanyaan Nofal sontak saja Radit langsung tertawa, jelas saja Zelea saat ini duduk di sebelah Nofal tapi pria itu malah bertanya dimana keberadaan gadis itu, pasti karena sekarang Zelea berubah penampilan makanya Nofal tidak mengenali pikir Radit.
"Coba tengok yang duduk di sebelah kamu itu siapa, dan cermati betul-betul." Bibir Radit tersenyum saat bicara, sungguh membuat Nofal makin tidak mengerti apa maksudnya.
Perlahan Nofal menoleh dan melakukan seperti perintah Radit bahwa dirinya harus mencermati betul-betul.
Deg!
Astaga! benarkah dia Zelea mengapa dia berubah? kemana rambut keritingnya selama ini dan kulit hitamnya. Dia merubah diri menjadi cantik, hah pasti karena Daddy yang membiayai perawatannya, batin Nofal.
__ADS_1
"Bagaimana ibu tirimu cantikan sekarang?"
Dengan bangganya Radit mengatakan pada Nofal, dan seketika membuat Nofal tersadar akan lamunannya.
"Hem Daddy, dia jadi cantik." Nofal menanggapi ucapan Ayahnya supaya ayahnya senang.
Nofal melirik lagi ke arah Zelea.
Sial dia benar-benar berubah menjadi cantik, dahulu aku tidak berpikir bahwa dia bisa cantik juga andai perawatan, tapi aku masih penasaran. Apa kah Daddy menikah dengannya karena cinta? Sepertinya aku harus bertanya ke Daddy, batin Nofal.
Semakin Nofal lihat, saat ini dirinya melihat banyak perubahan pada diri Zelea. tidak hanya berubah cantik dan berkulit putih, tapi tubuh wanita itu saat ini berisi jadi terlihat seksi, dan hal itu memanjakan mata para pria. Jauh berbeda dengan dahulu yang kurus kering.
Hah sial! Aku malah membayangkan tubuh indahnya saat ini di balik pakaian itu, batin Nofal.
Yang dilihatin tetap santai tidak peduli dan terus melanjutkan makannya sampai habis.
"Daddy aku pergi sekarang," pamit Nofal pada Ayhnya dan segera berlalu dari sana.
Nofal berjalan keluar restoran, melalui gerakan tangannya ia memanggil tiga temannya untuk diajaknya pergi.
"Bawa mobil gue, elo yang nyopir." Nofal melempar kunci mobilnya ke salah satu temannya, dan segera masuk ke dalam mobil.
Saat di dalam mobil yang sedang melaju, Nofal hanya diam terus kepikiran Zelea yang saat ini makin berubah cantik dan seksi.
Di saat dahulu Zelea kurus buah dadanya kecil, dan sekarang di saat Zelea tubuhnya berisi buah dadanya juga ikutan berusi.
Dan apa yang dilihat Nofal barusan jadi ingin membuat dirinya meniduri Zelea seperti waktu itu. Tapi pertanyaannya apa kah Zelea mau? Nofal makin frustasi.
Hah aku menyesal mengapa dulu aku tinggalkan dia, harusnya aku kasih dia uang untuk perawatan. Sekarang Daddy yang menang, batin Nofal.
"Elo kenapa diam saja? kesambet?" Teman Nofal yang duduk di sebelahnya menepuk pundak pria itu.
Nofal menanggapi dengan tersenyum kecil, apa an sih kesambet rang aku lagi melamun, begitulah arti senyum kecil Nofal.
Sementara itu yang tadi masih berada di restoran, saat ini Zelea dan Radit juga pergi meninggalkan tempat tersebut menuju pulang.
__ADS_1
Aku yakin dengan tatapan Nofal tadi melihat ke arahku pria itu sedang terpesona padaku, hemm sebentar lagi rencana aku pasti akan berhasil, batin Zelea tersenyum miring.