Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri
BAB. 88. Nonton bioskop.


__ADS_3

Dalam waktu bersamaan di tempat yang berbeda, Zeon dan Zelea saat ini sedang berbelanja untuk membeli kebutuhan perlengkapan untuk bayinya.


Nyicil-nyicil membeli perlengkapan bayi, karena semua tidak bisa dadakan, sekaligus Zelea ingin jalan-jalan sama Zeon, belanja dan berakhir nonton.


"Nanti ada film horor baru judulnya sosok ketiga."


Ucap Zelea pagi tadi saat baru bangun tidur, sudah merengek seperti anak kecil. Mau belanja juga mau nonton juga bilangnya.


Dan disinilah mereka sekarang, di salah satu pusat perbelanjaan tersebut di kota ini.


Zelea merangkul mesra lengan Zeon, mereka berjalan mau menuju perlengkapan bayi, di belakang mereka ada empat pelayan pria yang akan membantunya untuk membawa barang-barang belanjaannya nanti.


Kini mereka telah sampai, Zeon dan Zelea menuju bak mandi untuk bayi, ada bermacam jenis warnanya.


"Yang biru."


"Yang pink."


Ucap Zeon dan Zelea bersamaan.


Zelea mendengus. "Ish, Sayang. bagusan warna biru, itu cocok untuk perempuan juga laki-laki, kalau yang pink hanya cocok untuk perempuan tidak untuk laki-laki."


"Pokoknya yang biru," lanjut ucapnya.


"Dua-duanya," jawab Zeon, sembari meminta dua pelayannya untuk mengambil dua bak mandi itu.


Zelea menahan perintah Zeon yang berlebihan. "Sayang, untuk apa?"


"Dua aku beli semua," jawab Zeon tetap kekeh.


"Hah, sudahlah." Zelea ahirnya menyerah, toh yang buat bayar bukan uangnya.


Zelea mengikuti Zeon yang merangkul pundaknya mengajaknya berjalan lagi mengelilingi seisi toko ini mencari yang mau dibeli.


Sekarang tujuan mereka ke bagian kereta dorong bayi. Ada banyak macam warna juga variasi.


Dari sekian banyaknya kereta dorong bayi, Zelea langsung jatuh cinta dengan warna hitam, terlihat bagus dimatanya.


"Sayang, warna hitam bagus, pilih warna hitam ya? warnanya netral buat cewek juga cowok bisa," rayu Zelea sembari menggelayut di lengan Zeon.


"Yakin tidak-,"


"No! Warna hitam aja, Sayang," potong Zelea cepat, matanya melotot ke arah Zeon.

__ADS_1


Hahah, Zeon tertawa. "Baiklah warna hitam."


Kali ini Zeon menurut, tidak bisa memilih warna, tapi ya sudahlah warna juga tidak penting.


"Tolong bawa kereta dorong bayi yang warna hitam ya?" pinta Zelea pada pelayannya.


"Baik, Nyonya."


Zeon dan Zelea kembali berjalan, membeli perlengkapan bayi yang lain, setelah semua di dapat Zeon membayar semuanya di bagian kasir.


"Mau beli popok bayi juga gak?" bisik Zeon di telinga Zelea, saat ini mereka masih berdiri di depan kasir.


"Tidak, aku mau nonton habis ini," jawab Zelea, yang belum mau belanja sejenis popok bayi.


Setelah pembayaran selesai, Zeon mengajak Zelea pergi dari sana, pelayan yang ikut belanja juga sekalian diajakin nonton bioskop.


Namun pelayan harus membawa belanjaan ke mobil dulu, dan akan kembali lagi langsung menyusul ke tempat bioskop nantinya.


Ada empat pelayan juga bersama dirinya, total tiket masuk ke gedung bioskop ada enam tiket.


Zelea duduk di kursi, Zeon yang sedang mengantri membeli tiket kini sudah kembali lagi, duduk di sebelah Zelea.


"Tiketnya sudah dapat." Zeon menunjukan enam tiket pada Zelea.


"Yakin nih tidak takut nonton horor?" Zeon menggerak-gerakkan alisnya naik turun.


Zeon hanya menggelengkan kepalanya. "Kalau takut ngapain nonton horor, Nyonya." Zeon gemas ke Zelea. Sampai geget-geget menggerak-gerakkan kepala Zelea.


Zelea menanggapi dengan tertawa.


"Bilang aja kalau lagi pengen ngumpet di ketiak, ngapain harus nonton horor," ucap Zeon lagi.


"Ish! Beda kalau sambil nonton horor ada sesuatunya gitu." Mata Zelea mengerling ke arah Zeon.


Zeon yang gemas langsung mencium pipi Zelea, sampai membuat kulit wajah Zelea merona.


Tanpa mereka sadari ada yang senyum-senyum melihat kemesraan mereka berdua, berandai-andai nantinya bisa miliki pasangan yang romantis seperti mereka.


Dia adalah Cika yang baru masuk bersama tiga pelayan temannya.


Zeon baru berhenti menciumi pipi Zelea setelah Zelea dorong dadanya. "Malu di tempat umum banyak orang," keluh Zelea dengan bibir mayun.


Zeon tersenyum.

__ADS_1


"Eh, kalian sudah datang," ucap Zelea saat melihat Cika bersama tiga pelayan lainnya sedang berjalan ke arahnya.


Zeon menoleh ke belakang, kini melihat mereka berempat.


"Duduklah di sini, acaranya belum mulai." Zelea meminta empat pelayan itu duduk di sebelahnya.


"Sayang, beli cemilan sama minuman," ajak Zelea. Zeon bangkit dari duduknya mengikuti maunya Zelea.


Zelea dan Zeon memesan enam minuman dan jenis cemilan juga, karena ada banyak, Zelea melambaikan tangan ke Cika untuk memanggil gadis itu.


Cika berjalan mendekati, membantu membawa minuman dan cemilan yang khusus untuk mereka para pelayan.


Minuman dan cemilan untuk Zelea dan Zeon sudah Zelea bawa sendiri.


Mereka kembali duduk di tempat semula, setelah menunggu tiga puluh menit, barulah ruang gedung bioskop dibuka.


Mereka berenam langsung memasuki gedung bioskop itu, ada banyak orang yang ikut masuk di bioskop yang menayangkan film horor berjudul sosok ketiga.


Zeon dan Zelea mendapat bagian duduk di barisan tengah, bersama empat pelayannya juga.


Menunggu beberapa saat, lampu dimatikan dan kemudian film mulai di putar.


Semua hanyut dalam film tersebut, dan setiap kali hantunya muncul, Zelea selalu menyembunyikan wajahnya di ketiak Zeon.


Bahkan tidak hanya Zelea saja, semua wanita yang nonton pasti langsung menutup mata, setiap kali hantunya muncul dalam film, bahkan tidak jarang menjerit sekencang mungkin karena terkejut melihat hantunya.


Kini mulai tenang lagi, bisa menikmati film-nya lagi, masih dalam tayangan yang tidak menyeramkan.


Cika tidak fokus dengan menonton film nya, karena teringat malah memeluk Udin tiap kali hantunya muncul, Cika sangat takut.


Cika senyum-senyum sendiri, bisa-bisanya memeluk Udin.


Mengalihkan rasa bersalahnya, Cika menatap ayar bioskop lagi, dan ....


Aaaaaa! Semua wanita di dalam bioskop hampir bersamaan menjerit semua, Cika kembali memeluk Udin, bahkan kali ini pelukannya lebih erat.


Cika lama sekali memeluk Udin, sampai Udin bersuara baru Cika melepaskan pelukannya.


"Sudah tidak ada lagi tuh hantunya."


Mendengar suara itu, Cika buru-buru melepas pelukannya, ah? Rasanya malu sekali, saat lagi-lagi kembali memeluk Udin saat takut melihat hantunya muncul.


Setelah film selesai, mereka semua langsung pulang, kini menuju parkiran mobil.

__ADS_1


"Seru banget film nya ..." teriak Zelea saat tiba di samping mobil.


"Halah, penakut gitu pakek bilang seru segala," cibir Zeon, yang langsung mendapat cubitan di pinggangnya.


__ADS_2