Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
King and Queen ?


__ADS_3

Vallerie, Anna, Yuna dan Angel menyaksikan Sean dan Alexa dari lantai 2 di depan ruang kelas mereka. Anna, Yuna dan Angel terus menerus memancing emosi Vallerie agar Alexa segera menerima perhitungan dari Vallerie. Vallerie pun terpancing dan larut dalam emosinya.


"Sudah gue peringatkan berkali-kali tapi tetap saja dia berani mendekati Sean gue. Kalau cara halus tidak bisa menghentikan dia, gue harus pakai cara kasar !!!!" kata Vallerie dengan senyuman jahat yang menghiasi wajah cantiknya.


"Val.. kemarin gue baru jadian sama anggota geng mafia loh... Loe mau nggak minta bantuan ke cowok gue ?" kata Yuna menawarkan bantuan.


"Biar gue fikirkan dulu Yun. Gue takut kalau rencana kita akan berdampak pada sekolah bokap gue" kata Vallerie kurang yakin.


Vallerie memang ingin sekali memberikan pelajaran kepada Alexa agar ia tidak lagi mendekati Sean. Akan tetapi ia masih memiliki akal sehat untuk memikirkan kembali akibat yang muncul dari perbuatannya setelah memberi pelajaran kepada Alexa.


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally menghampiri Sean dan Alexa untuk membantu sahabat mereka yang sedang menjalani hukuman. Saat mereka tiba di halaman, tempat Sean dan Alexa menyapu, mereka melihat Sean dan Alexa seperti sedang berciuman. Mereka pun saling bertanya tentang hubungan antara Sean dengan Alexa.


"Apa mereka sudah jadian ya ??" tanya Jean kepada Martin.


"Kita juga nggak tahu Jean. Tapi Sean tidak pernah dekat dengan wanita. Baru kali ini dia terlihat dekat dengan wanita." jawab Martin dengan pandangan fokus ke arah Sean dan Alexa


"Tapi mereka cocok banget loooh... iya kan ???!!!??" kata Rose sambil tersenyum melihat Sean dan Alexa karena kagum dengan keserasian mereka berdua.


"Gimana kalau kita comblangin mereka aja guys?" kata Sally antusias.


"Ide bagus tuh, gue setuju sama Sally. Lagian Alexa sangat cantik, cocok banget jadi Queen kita.." kata Jonathan sambil tersenyum melihat Alexa.


Rose tiba-tiba menjadi murung saat Jonathan memuji Alexa. Jean dan Sally sangat tahu bahwa sahabatnya saat ini sedang cemburu. Meskipun Rose tidak pernah mengatakan ia menyukai Jonathan, akan tetapi dari gerak geriknya sudah terlihat jika Rose sangat menyukai Jonathan.


"Tapi kita harus menguatkan mental kita saat Sean marah kepada kita karena kita terus-menerus menghubungkan ia dengan Alexa" kata Kenzo. Semua mengangguk dan setuju dengan konsekuensi yang akan mereka terima pada akhirnya.


Mereka berenam telah sepakat untuk menjodohkan Sean dan Alexa. Rencana mereka dimulai pada saat itu juga. Mereka mendekati Sean dan Alexa yang masih asyik tiup-meniup mata Alexa yang kelilipan akibat lemparan daun kering dari Sean. Mereka menyoraki Sean dan Alexa hingga keduanya terkejut. Alexa pun mendorong Sean dengan keras hingga Sean terjatuh ke tanah. Mata Alexa melotot saat melihat Sean terjatuh karena dorongan kuat darinya.


"Sean.. Maafin gue, gue nggak sengaja. Gue kaget karena mereka datang dengan tiba-tiba." kata Alexa yang merasa tidak enak dengan Sean. Tanpa berkata-kata, Sean berdiri dan pergi ke arah taman.


"Hayo loooh.. Sean marah tuh.." kata Jonathan yang semakin membuat Alexa tidak enak.


"Lagian loe udah di tolongin kenapa malah jahatin dia sih Lex ??" kata Sally. Alexa semakin bimbang. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan agar Sean memaafkannya.


"Gu..gue kan nggak sengaja. Kalian sih.. ngagetin gue.. jadi gini kan !!!" kata Alexa kesal.


"Loe susul dia Lex.. Sean kalau marah akan menghancurkan semuanya.." kata Martin menakut-nakuti Alexa.

__ADS_1


"Loe mau satu sekolah kena imbas karena perbuatan loe ??" kata Kenzo yang semakin membuat Alexa takut.


"Loe susul dia sekarang Lex !!! kenapa loe mendadak jadi bego gini sih !!!!." kata Jean dengan nada kesal.


Alexa pun mengejar Sean yang sedang menuju ke arah taman. Ia berteriak memanggil Sean, akan tetapi Sean tetap mengabaikannya. Ia mempercepat langkah kakinya agar bisa menyamai langkah Sean. Ia pegang lengan Sean dengan paksa. Sean pun menoleh ke arah Alexa.


"Sean, gue emang salah, tapi gue nggak sengaja mendorong loe. Please maafin gue.." kata Alexa sembari menangkupkank kedua tangannya agar Sean berbelas kasih memaafkannya.


Sean masih diam sambil menatap Alexa. Sebenarnya ia tahu Alexa tidak sengaja mendorongnya. Ia hanya malu karena terpergok oleh sahabat-sahabatnya saat ia dan Alexa tidak dalam posisi yang wajar. Akhirnya ia memilih pergi untuk menutupi rasa malunya.


Ia tidak menyangka Alexa akan merasa bersalah karena telah membuatnya jatuh. Ia pun berfikir untuk memanfaatkan kesempatan yang ada di depan matanya.


"Oke.. gue akan maafin loe.." kata Sean dingin.


"benarkah ?? terimakasih Sean... !!!!!" kata Alexa yang secara tidak sadar memeluk lengan Sean. Sean pun terkejut, ia melotot kepada Alexa karena bertingkah sembarangan kepadanya. Alexa segera melepaskan tangannya dari lengan Sean.


"Tapi ada syaratnya.." kata Sean dingin.


"Apa ?" kata Alexa yang tidak percaya bahwa Sean tidak tulus memaafkannya.


"Loe harus jadi budak gue selama 3 hari mulai besok. Tugas loe akan gue beritahu via aplikasi chatting" kata Sean.


"Loe bener-bener tampan Sean" batin Alexa sembari mengelus pipi Sean dan tersenyum tulus kepada Sean. Tanpa sadar ia menikmati wajah tampan Sean. Sean pun sejenak terhipnotis oleh kecantikan Alexa.


"Ekhem..Ekhemm.. Loe nggak pernah akan bisa mukul gue baby.." bisik Sean di telinga Alexa.


Wajah Alexa seketika memerah mendengar Sean memanggilnya dengan "baby". Ia bergegas meninggalkan Sean karena malu. Sean pun mulai sadar dengan apa yang ia katakan. Ia seakan ingin mengutuk dirinya sendiri dan mengubur dirinya dalam-dalam karena telah berkata yang tidak semestinya.


"bisa-bisanya gue memanggil Alexa dengan sebutan "baby" ???? Hash... !!!! Gue bener-bener gila !!!!" batin Sean kemudian pergi meninggalkan taman.


Alexa menuju ke kantin menemui Jean, Rose dan Sally. Jean meminta Alexa duduk disampingnya. Sambil makan, mereka berbincang dengan asyik. Rose terlihat sangat bersemangat memakan makanan yang ia pesan.


"Gue merasa kenyang saat liat roje makan seperti itu Roje" kata Sally sembari menelan ludahnya karena heran dengan Rose.


"Kalau loe kenyang, mending makanan loe buat gue aja Sall.." kata Rose dengan mulut yang penuh dengan makanan. Sally hanya nyengir karena ill feel dengan Rose yang sangat rakus.


Jean mengajak Alexa, Sally dan Rose nongkrong di Star cafe di dekat sekolah. Alexa menolak karena ia harus pulang sebelum sore. Jean, Sally dan Rose terus memaksa Alexa agar ia ikut nongkrong di Star cafe. Bahkan Jean bersedia mengantar Alexa pulang. Akhirnya Alexa pun bersedia ikut karena ada yang bersedia mengantarnya pulang.

__ADS_1


/////////S.A Group/////////


Darren menyiapkan dokumen penting untuk Sean tandatangani. Dokumen yang disiapkan berkaitan dengan aset peninggalan kakek Sean, sehingga Darren sangat berhati-hati saat membawanya. Jam sudah menunjukan pukul 12.00. Darren bergegas menemui Sean ke Markas 666.


Akan tetapi saat keluar dari ruang kerja Sean, ada seseorang tidak dikenal merebut dokumen yang dibawa oleh Darren. Dengan sigap Darren memukul tengkuk orang yang mencoba merebut dokumen tersebut.


"Brengsek !!!!! beraninya kutu seperti loe merebut dokumen seorang King !!!!" bentak Darren sembari memukul dengan keras wajah penyusup hingga babak belur.


"Siapa yang nyuruh loe ??!!!" bentak Darren dengan tatapan tajam.


"Fer..Ferro.." jawab sang penyusup kemudian pingsan.


Darren memanggil anak buahnya dan meminta mereka membawa penyusup ke Markas 666. Sebelumnya ia menghubungi Thomas dan Zayn agar mereka berdua mengurus penyusup di S.A Group, sedangkan ia hendak menemui Sean. Ia menghubungi Sean dan memberitahukan keladanya bahwa penyusup telah berhasil dilumpuhkan. Tak lupa pula Darren memberitahu bahwa Ferro yang mengirimkan anak buahnya untuk menyusup ke S.A Group.


"Loe hubungi Ferro sekarang juga." kata Sean kemudian menutup panggilannya.


Ferro adalah seorang King Mafia dari Kelompok Mafia Wolfs, kelompok mafia yang kehadirannya tidak begitu dikenal. Akan tetapi jumlah anak buah Ferro tergolong cukup banyak. Sean meminta Darren mengatur penyelesaian masalah antara dirinya dengan Ferro. Setelah memerintahkan Darren, Sean beranjak menuju ke kelasnya. Martin, Jonathan dan Kenzo tersenyum melihat Sean masuk ke dalam kelas.


"Cieee... yang sudah ketemu queennya..." kata Jonathan meledek Sean.


"akhirnya kita punya Queen nih guys" kata Kenzo yang turut berbahagia.


"diam loe bangsat !!!" bentak Sean. Jonathan dan Kenzo terdiam seketika setelah Sean membentak mereka. Martin menertawai Jonathan dan Kenzo yang dibentak oleh Sean.


"Apa yang loe tertawakan !!!!" bentak Sean. Martin pun terdiam seketika.


Kini giliran Jonathan dan Kenzo yang menahan tawa karena Martin yang juga sama-sama mendapat bentakan dari Sean. Tiba-tiba ponsel Kenzo berbunyi. Saat melihat, ternyata Darren yang menghubunginya.


"Ada apa Dren ??" tanya Kenzo. Sean, Martin dan Jonathan melihat ke arah Kenzo saat Kenzo menyebut Nama Darren.


"Loe bilang ke king, Ferro mengajak bertemu di star cafe setelah kalian pulang sekolah!!!" kata Darren kemudian memutuskan panggilannya.


Kenzo memberitahu Sean sesuai dengan yang dikatakan Darren kepadanya. Sean hanya mengangguk setuju. Martin, Jonathan dan Kenzo penasaran dengan apa yang terjadi. Martin pun memberanikan diri bertanya kepada Sean.


"Apa yang dimaksud Darren, Ferro king Wolfs Sean ?" tanya Martin. Sean mengangguk dengan pasti kemudian menceritakan semua yang terjadi kepada Martin, Jonathan dan Kenzo.


Sean memerintahkan Martin mempersiapkan senjata yang diperlukan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tak terduga saat pertemuan antara Kelompok Mafia Devils dan Kelompok Mafia Wolfs.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2