Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Queen Devils


__ADS_3

Vallerie menceritakan semua yang terjadi di ruang kelapa sekolah kepada Yunna, Angel dan Anna. Mereka turut bahagia karena rencana mereka berhasil. Untuk merayakan kemenangannya, Vallerie mentraktir Yunna, Angel dan Anna makan sepuasnya di kantin. Mereka pergi ke kantin dengan semangat.


Saat tiba di kantin, mereka terkejut saat melihat Jean, Rose dan Sally bersama Martin, Jonathan dan Kenzo sedang makan dengan santainya sambil bercanda.


"Katanya mereka dihukum ?? Tapi kenapa mereka masih disini Val ??" tanya Anna heran.


"Gue juga tidak tahu An.. Tadi gue dengar sendiri mereka akan dihukum kok !!" kata Vallerie yang juga bingung.


Vallerie, Yunna, Anna dan Angel duduk di dekat meja Jean, Rose dan Sally. Mereka kesal karena saat sedang menjalani hukuman pun mereka masih tertawa bahagia. Yunna pun tergerak untuk menyindir mereka.


"Guys...ada orang tidak tahu malu loh.. sedang dihukum tapi malah pacaran dengan santainya..!!!" sindir Yunna. Jean, Rose dan Sally tersenyum sinis sembari menatap Vallerie dan teman-temannya.


Kenzo berbisik kepada Sally bahwa editor foto vulgar telah berhasil ia temukan. Kenzo memberitahu bahwa IP sang editor mengarah kepada Yunna. Sally berbisik kepada Jean dan Rose. Jean yang bersebelahan dengan Martin membelakangi Martin dan mendekat ke arah Sally.


Martin yang penasaran dengan obrolan para gadis pun menguping pembicaraan Jean dan Sally dengan mendekatkan kepalanya ke arah Jean. Setelah mendapatkan informasi, Jean meneruskan informasi dari Kenzo kepada Martin. Saat ia hendak berbisik ke Martin, tanpa sengaja ia mencium bibir Martin karena wajah Martin tepat menghadap ke wajah Jean.


Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally menyoraki Jean dan Martin yang tidak sengaja berciuman. Jean segera mendorong wajah Martin karena malu.


"Cieeeee.... jadian aja napa siiih.. hahahahaha" kata Sally.


"Apa kalian tidak ingin melakukan seperti ini.." kata Jonathan sembari mencium pipi Rose. Pipi Rose merah seketika memerah karena malu bercampur senang karena Jonathan tidak malu menunjukkan hubungan mereka.


"Heiii.. !!! kalian berani sekali..!!!!" kata Kenzo yang heran dengan sahabatnya.


"Oke... kalau begitu, Jean.. aku mencintaimu sejak beberapa minggu ini. Maukah kamu menerima cintaku ?? Aku benar-benar mencintaimu Jean.." kata Martin. Jean tersenyum manis mendengar pernyataan cinta dari Martin. Jean mengangguk dengan malu-malu kucing karena proses jadiannya bersama Martin di saksikan oleh sahabat-sahabatnya.


"Ja..jadi kamu mau jadi pacar aku Jean ???" tanya Martin mencari kepastian.


"iya Martin sayaaang.." kata Jean dengan lembut. Martin memeluk Jean karena ia sangat bahagia karena cintanya diterima oleh Jean.


Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally bersorak dan turut bahagia dengan jadiannya Martin dan Jean. Sebagai wujud rasa bahagianya, Martin mengajak sahabat-sahabatnya makan malam. Martin menghubungi Sean.


"King bisakah nanti malam kita makan malam bersama ? Gue juga ngajak Alexa kok" tanya Martin via telepon


"Tidak untuk saat ini !!!! datanglah ke markas sekarang !!!!" kata Sean dingin kemudian memutuskan panggilan Martin.


Tampak raut kecewa di wajah Martin karena Sean menolak ajakannya. Martin memberitahu yang lainnya bahwa Sean menolak ajakannya. Raut kecewa juga terlihat dari wajah mereka. Martin memberitahu Jonathan dan Kenzo bahwa Sean memerintahkan mereka segera berkumpul ke markas.


Akhirnya Martin, Jonathan dan Kenzo berpamitan kepada Jean, Rose dan Sally untuk pulang terlebih dahulu karena ada hal yang mendesak. Jean, Rose dan Sally mengangguk akan tetapi rasa kecewa tergambarkan di wajah cantik mereka. Martin, Jonathan dan Kenzo pun bergegas meninggalkan kantin.


"Naaah... wajah seperti itu yang pantas buat kalian.. hahahahaha..." kata Vallerie yang juga di iringi tawa oleh Yunna, Angel dan Anna.

__ADS_1


"Pantas pala loe !!!!!! Kita hanya akting... hahahaha..." kata Sally mengejek Vallerie dan teman-temannya.


"Kalian pulang saja sana, kena skorsing tapi malah bersenang-senang di kantin. Nggak tahu malu banget siih!!" kata Yunna.


"Waaahh... si emak-emak ini... udah dapat hukuman dari Tuan tapi tidak juga insyaf. Loe ini manusia atau siluman sih ???" kata Jean berdiri dari tempatnya dan menyenggol Yunna yang duduk di kursi.


"Hei... brengsek loe !!!!" umpat Yunna.


"Nih.. buat kalian semua.. hahahahaha.." kata Rose sembari meletakkan bungkus snack dan mengelap tangannya ke baju Anna kemudian pergi menyusul Jean. Sedangkan Sally pergi sambil menatap Vallerie dan teman-temannya dengan tatapan sinis.


"Dasar wanita jalaaang !!!!!" umpat Anna yang seragamnya kotor karena dijadikan lap tangan oleh Rose.


//////////////


Setelah makan siang selesai, Papa Robbert dan Papa Kevin dijemput oleh sopir perusahaan mereka masing-masing. Tinggallah Sean dan Alexa yang masih duduk berdua di restoran. Alexa meminta Sean mengantarnya pulang, akan tetapi Sean menolaknya.


"Kamu ikut aku ke markas sebentar ya sayang.." kata Sean setelah meminum milkshake strawberry kesukaannya.


"Apa tidak apa-apa aku ikut ke markas ??" tanya Alexa ragu.


"tidak apa-apa sayang. Aku akan memperkenalkan kamu kepada para anak buahku" kata Sean kemudian ia menggandeng Alexa menuju ke parkiran.


"Sayang, kamu yakin mau memperkenalkanku kepada anak buah kamu ??? Kalau mereka tidak menerimaku bagaimana ??" tanya Alexa yang merasa khawatir.


"Mereka menerima atau pun tidak, itu semua sudah keputusanku sayang. Kamu tidak perlu khawatir. Meskipun mereka mafia, mereka tidak sembarangan berbuat buruk kepada orang lain." jelas Sean. Alexa pun mencoba untuk menenangkan hatinya.


/////////////////


Martin, Jonathan dan Kenzo telah tiba di Markas 666. Disana Darren juga sudah datang. Mereka tinggal menunggu kedatangan King mereka. Beberapa saat kemudian, Sean tiba di Markas 666. Jonathan yang melihat mobil Sean masuk ke area Markas pun segera memberitahu yang lainnya agar bersiap ke ruang sidang.


Sean menggandeng Alexa memasuki Markas dengan elegan. Anak buah Sean membungkukkan badan mereka memberi hormat kepada Sean dan Alexa. Langkah Alexa mulai lambat. Sean yakin bahwa Alexa merasa khawatir jika terjadi sesuatu dengan dirinya. Sean pun merangkul pundak Alexa dan mengajaknya masuk ke ruang sidang.


Saat Sean dan Alexa memasuki ruang sidang, Martin, Jonathan, Kenzo, Darren, Zayn dan Thomas membungkukkan badan mereka, menyambut kedatangan Sean. Zayn dan Thomas terkejut saat Sean membawa orang asing kedalam Markas. Mereka berdua saling berbisik membicarakan gadis yang dibawa oleh Sean.


"Diantara kalian pasti sudah ada yang tahu siapa gadis disamping gue. Dia Alexa Georgia, kekasih masa kecil dan masa depan gue. Dia calon istri gue" kata Sean memperkenalkan Alexa.


Martin, Jonathan, Kenzo dan Darren tahu bahwa Alexa adalah kekasih Sean. Akan tetapi mereka tidak tahu bahwa gadis yang selama ini Sean cari adalah Alexa. Mereka tidak menyangka jika Alexa adalah Gia. Martin, Jonathan dan Kenzo pernah bertanya tentang keberadaan kekasih masa kecil Sean, akan tetapi Sean menjawabnya secara ambigu sehingga mereka tidak faham jika maksud Sean gadis yang dicarinya selama ini sudah berhasil ia temukan.


"Loe serius Alexa itu Gia Kinh?" tanya Jonathan kurang yakin. Sean mengangguk dengan ekspresi datarnya.


"Berarti kita sudah punya Queen dong King??" tanya Darren.

__ADS_1


"Tentu saja..." jawab Kenzo sembari mengambil kursi kebesaran Queen dan meletakkannya disamping kursi kebesaran Sean. Sean meminta Alexa duduk disebelahnya.


"Ternyata Queen kita cantik banget yaa.." kata Thomas sembari menatap kagum Alexa yang berada disamping Sean.


"Singkirkan mata loe dari Alexa !!! atau loe mau gue congkel bola mata Loe ??!!" kata Sean dengan nada dingin. Thomas bergegas menunduk saat Sean mengancamnya. Zayn tertawa mendengar Thomas diintimidasi oleh Sean.


Sean mulai membicarakan tentang dirinya yang bertemu anak buah Steve. Ia meminta anak buahnya, terutama Martin, Jonathan dan Kenzo untuk mempersiapkan senjata dimana pun dan kapan pun mereka berada. Kenzo memberitahu Sean bahwa pelaku edit foto Alexa adalah Yunna. Bukti kuatnya adalah IP yang mengarah kepada identitas Yunna.


"Loe tahu balasan apa yang harus kalian berikan ???!!!" tanya Sean.


"Siap.. tahu king.. kita akan membalas hal yang sama. Bahkan lebih parah dari apa yang dia lakukan kepada Queen !!!" jawab Martin.


"Bagus !!! Gue percayakan kalian membalas perbuatan wanita itu !!!!" kata Sean.


"Siap King.." jawab anak buah Sean serentak.


Kenzo juga memberikan kepastian informasi kepada Sean bahwa anak buah Steve mencari seorang wanita yang merupakan kekasih dari Felix Marquise, adik Steve Marquise. Mendengar nama Felix, tangan Alexa gemetar. Perasaan traumanya mulai muncul dalam dirinya. Alexa mulai berkeringat dingin karena teringat saat dirinya diculik oleh seseorang yang bernama Felix. Ia pun mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"mungkin bukan Felix yang itu.. yaa.. semoga saja bukan dia.." batin Alexa sembari mengeratkan genggaman tangannya.


Sean melihat Alexa yang merasa kurang nyaman dengan pertemuannya bersama para anak buahnya. Ia pun menghentikan meeting dan meminta anak buahnya segera meninggalkan ruang sidang. Tinggallah Sean dan Alexa berdua di ruang sidang.


"Sayang.. kamu kenapa ??" tanya Sean sembari menggenggam tangan Alexa.


"Tangan kamu dingin sekali, apa kamu sakit sayanylg ??" tanya Sean yang kini mulai khawatir dengan kondisi Alexa.


"Aku baik-baik saja sayang. Antar aku pulang sekarang yaa.." pinta Alexa. Sean tersenyum dan mengangguk.


Sean pun mengantar Alexa pulang ke Mansion keluarga George. Alexa segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam tanpa meminta Sean masuk terlebih dahulu. Sean mulai curiga dengan tingkah Alexa yang terlihat aneh. Ia akan menyelediki perubahan Alexa yang secara tiba-tiba.


////Markas Dragons di Negara K////


Lucas, Zidane dan Victor tiba di Markas setelah makan siang dan membeli peralatan untuk bersekolah esok hari. Mereka juga mempersiapkan senjata untuk berjaga-jaga. Lucas, Zidane dan Victor menghubungi Felix yang saat ini masih berada di Negara B dengan menggunakan Video Call.


"Sudah kalian temukan ??!!!" tanya Felix dengan nada dinginnya.


"Kita mulai beroperasi besok Tuan." jawab Lucas tegas.


"Oke.. jangan terlalu banyak membuang waktu. Segera temukan dia !!" kata Felix kemudian menutup panggilannya.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2