Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Penangkapan Samuel dan Vallerie


__ADS_3

Martin, Jonathan dan Kenzo mendobrak pintu kamar yang ditempati Vallerie dan Samuel. Martin, Jonathan dan Kenzo terdiam sejenak melihat posisi Samuel yang berada di atas tubuh Vallerie dalam keadaan tanpa sehelai pun benang menempel di tubuh mereka.


"Waaah.. sorry bro, kita mengganggu aktivitas bercocok tanam kalian !!!" kata Jonathan.


"Brengsek !!!!" umpat Samuel kemudian turun dari tubuh Vallerie. Oleh karena merasa sangat malu, Vallerie menutupi tubuhnya menggunakan selimut yang tersedia di motel tersebut.


"untuk apa kalian kemari !!!" bentak Samuel.


"untuk apa ????? tentu saja untuk membawa loe dan pasangan loe ke markas kami" kata Kenzo dengan senyum sinisnya.


Tanpa banyak bicara, Martin meraih tangan Vallerie kemudian memborgolnya.


"Martin !!! apa yang loe lakukan !!! lepasin gue !!!!" bentak Vallerie sembari mencoba melepaskan borgol yang membelenggu tangannya meskipun pada akhirnya tetap gagal. Martin sama sekali tidak mempedulikan perkataan Vallerie. Ia pun membawa Vallerie ke mobil secara paksa.


Melihat Vallerie sudah ditangkap oleh Martin, Samuel berfikir untuk kabur. Samuel pun mencoba berlari keluar dari kamar akan tetapi Jonathan menghalanginya. Kenzo menendang punggung Samuel hingga Samuel tersungkur ke lantai.


"loe mau kemana ha ??? lebih baik loe ikut kita Sam.. kita akan mengajak loe berpesta. Hahahahaha.." kata Jonathan.


"Brengsek !!!!!" umpat Samuel kemudian bangkit dari jatuhnya. Ia memukul Jonathan dengan keras. Jonathan hanya diam karena pada dasarnya ia tidak siap menerima pukulan yang cukup keras daei Samuel. Akibat pukulan Samuel, hidung Jonathan pun berdarah.


"Bangsat !!!! beraninya loe mukul gue hingga berdarah seperti ini !!!" umpat Jonathan. Ia sangat kesal saat Samuel berhasil memukulnya. Ia pun memukul Samuel secara bertubi-tubi untuk membalaskan dendamnya. Samuel yang tidak mampu menahan pukulan Jonathan pun babak belur dan pingsan.


Setelah mengetahui Samuel pingsan, Kenzo meminta Jonathan menghentikan pukulannya dan segera membawa Samuel ke Markas.


/////Rumah Sakit Negara B/////


Sean dengan telaten menyeka tubuh Alexa dengan air hangat setiap pagi dan sore hari. Sean dengan setia menemani Alexa yang masih terbaring tidak sadarkan diri diatas ranjang. Sesekali ia mengajak Alexa mengobrol tentang masa lalu, masa depan dan hal-hal menyenangkan lainnya.


"Sayang.. besok kita akan kembali ke Negara S, kamu akan dirawat disana. Dengan begitu kamu bisa bertemu Jean, Rose dan Sally. Apakah kamu senang mendengar berita ini sayang ??." kata Sean sembari mengelus kepala Alexa. Alexa sama sekali tidak merespon perkataan Sean. Sean tersenyum sabar sembari menatap Alexa. Sean meraba perut rata Alexa karena usia kehamilan yang masih muda.


"baby.. bangunkan mommy dong..Daddy kangen sama Mommy" kata Sean sambil mencium perut Alexa.


Sudah beberapa hari berlalu semenjak Alexa mengalami koma. Sean sungguh merindukan saat-saat mengobrol dan bercanda bersama Alexa. Kini ia harus menemani Alexa berjuang agar sadar dari komanya. Sean berharap agar istrinya bisa segera sadar dari komanya dan kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala. Saat Sean masih asyik mengobrol dengan calon anaknya, ponsel yang ia letakkan diatas nakas berdering. Tertera nama Martin yang menghubunginya. Ia pun menjawab panggilan Martin.


"ada apa !!!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"King, kami sudah meringkus pelaku yang mencelakai Queen. Loe akan terkejut jika tahu siapa yang kami tangkap !!" kata Martin berharap agar Sean senang dengan keberhasilannya menangkap Samuel dan Vallerie.

__ADS_1


"Gue sudah tahu siapa pelaku sebenarnya !!! jadi loe jangan menyombongkan diri atas keberhasilan penangkapan yang loe lakukan hari ini !!!" kata Sean yang masih setia dengan nada dinginnya.


"Siap king!!!" kata Martin dengan lantang.


"ingat pesan gue !!! jangan eksekusi sebelum gue tiba disana !!" kata Sean kemudian mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Martin.


Sean menggenggam tangan Alexa dan mengatakan bahwa Samuel dan Vallerie telah berhasil dilumpuhkan oleh Martin, Jonathan dan Kenzo. Sean terus memandangi wajah Alexa.


"Aku ingin bercanda seperti dulu sayang.. aku mohon bangunlah.. aku tidak sanggup jika seperti ini terus sayang..hiks..hiks.." kata Sean meluapkan semua emosi yang terpendam.


Sebenarnya Sean tidak bisa jika tidak berbicara dengan Alexa walau hanya satu menit pun. Di satu sisi Sean lelah dan putus asa saat ia berbicara tanpa mendapatkan respon dari Alexa yang masih koma. Disisi lain, ia harus memberikan rangsangan dengan berbicara dan bercerita sesering mungkin agar Alexa bangun dari komanya. Sehingga ia tetap harus melakukannya agar Alexa bisa segera sadar.


///////Markas Devil///////


Mobil Martin, Jonathan dan Kenzo telah tiba di Markas Devils. Tanpa mereka sadari, di belakang mobil mereka terdapat anak buah Fire yang menyaksikan penculikan Samuel dan Vallerie. Setelah menyadari bahwa tempat penyekapan Samuel dan Vallerie bukanlah tempat biasa, mereka memutuskan untuk memberitahu David yang kini menjadi King Fire.


Martin dan Jonathan memaksa Samuel dan Vallerie turun dari mobil. Mereka menyeret Samuel dan Vallerie dengan kasar hingga ke tempat penyekapan. Dalam benaknya Samuel bertanya-tanya tentang tempat asing dimana saat ini ia dan Vallerie berada. Sekilas ia merasa pernah melihat atribut dan bendera yang terpasang di setiap sudut Markas.


"Kenapa atribut disini mengingatkan gue dengan pisau yang dulu Sean gunakan untuk menusuk gue" batin Samuel. Samuel kembali mengamati tempat disekitarnya. Vallerie mulai ketakutan karena ia merasa berada di tempat yang jauh dari kata aman.


"Tempat apa ini !!! kenapa kalian membawa gue ke tempat seperti ini !!!! Siapa kalian sebenarnya !!!" bentak Samuel.


"Apa maksud kalian !!! gue tidak melakukan apapun !!!! lepaskan gue !!!" kata Vallerie yang mulai menangis ketakutan.


"Heiii.. diam loe *j*a*l*a*n*g* !!!!" bentak Jonathan.


Martin, Jonathan dan Kenzo menempatkan Samuel dan Vallerie kedalam satu ruangan yang sama di ruang penyekapan. Mereka menunggu kedatangan Sean untuk mengeksekusi keduanya seperti yang Sean minta. Vallerie menyembunyikan wajahnya ke lengan Samuel karena ketakutan.


"Sam.. bisakah kita keluar dari sini Sam.. !!! aku tidak mau berada disini Sam !!! hiks..hiks.." kata Vallerie sambil menangis di lengan Samuel.


"Kamu jangan khawatir, kita pasti akan keluar dari sini" kata Samuel kemudian memeluk Vallerie.


/////Markas Fire/////


Setelah menyaksikan penculikan yang dialami Samuel dan Vallerie, anak buah Fire melaporkannya kepada David.


"King !!! kami melihat Samuel dan kekasihnya diculik Martin, Jonathan dan Kenzo." kata salah satu anak buah Fire. David terdiam sejenak saat mendengar kabar penculikan Samuel.

__ADS_1


"Pergilah !!!" perintah David kepada anak buahnya.


David memikirkan cara untuk membebaskan Samuel dari teman-teman Sean. Dalam benaknya penuh dengan pertanyaan tentang tempat Samuel dan Vallerie dibawa. Kini ia yakin bahwa Sean dan teman-temanya bukanlah orang sembarangan. Akhirnya ia mengumpulkan semua anak buahnya untuk membahas misi penyelamatan Samuel.


Ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi tentang Sean dan teman-temannya. Selain itu ia meminta anak buahnya yang menjadi saksi penculikan Samuel memberitahukan lokasi Samuel berada. Setelah mengetahui lokasi Samuel, ia meminta anak buahnya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan seperti senjata dan peralatan perang lainnya untuk menyelamatkan Samuel.


///////Keesokan Harinya//////


Sean mempersiapkan Alexa untuk terbang ke Negara S. Felix, Steve dan Rachel datang berkunjung ke Rumah Sakit setelah mengetahui bahwa Alexa akan dipindahkan ke negara S. Rachel menemani Alexa di dalam ruang perawatannya. Sedangkan Sean menemani Steve dan Felix di luar ruang perawatan Alexa. Rachel menyapa Alexa yang masih terbaring tidak sadarkan diri.


"Selamat pagi Alexa !!!!! Gue kangen banget sama loe.. bangun dong !!! memangnya loe nggak capek tidur terus ???" tanya Rachel sembari memandangi wajah pucat Alexa. Semakin ia memandang wajah Alexa, semakin ia tidak dapat menahan tangisnya.


"Hiks...Lex... loe jangan gini dong.. bangun lex.. Ayo kita ke Taman seperti kemarin-kemarin Lex hiks..hiks.. loe suka naik odong-odong kan ??? loe boleh menyuruh gue naik odong-odong lagi asal loe bangun Lex.. hiks...hiks... please...bangun Lex...hiks...hiks.." kata Rachel sembari menggenggam tangan Alexa. Ia terdiam sejenak mengingat kenangan bersama Alexa hingga ia yakin untuk menerima perjodohannya dengan Steve. Air mata kembali jatuh dari mata indah Rachel. Ia bergegas keluar karena ia tidak ingin Alexa mendengar suara tangisnya. Steve melihat Rachel yang membuka pintu dengan terburu-buru. Ia pun bertanya kepada Rachel.


"Sayang.. kamu mau kemana ??" tanya Steve yang melihat Rachel keluar dari ruangan Alexa.


"Aku mau ke toilet dulu Steve.." jawab Rachel kemudian berlari meninggalkan ruang perawatan Alexa.


Felix tahu bahwa Rachel menahan tangisnya saat melihat Alexa. Felixpun mengintip Alexa dari pintu ruangan Alexa yang sedikit terbuka setelah Rachel keluar. Kesedihan tampak jelas di wajah Felix. Ia tidak tega melihat Alexa yang terbaring tidak sadarkan diri. Steve pun merangkul pundak Felix untuk menenangkannya.


"Loe yakin akan memindahkan Alexa Sean ??" tanya Steve.


"Gue yakin Steve, dia akan merasa lebih nyaman jika berada dalam lingkungannya." jawab Sean.


"Bisakah gue mempercayai loe untuk menjaga Alexa Sean ???" tanya Felix. Felix ingin mengetahui kesungguhan Sean dalam menjaga Alexa.


"Gue suaminya, mau ataupun tidak loe tetap harus mempercayai gue !!!! mana mungkin gue membiarkan Alexa celaka Fel !!! Gue sangat mencintainya !!!" kata Sean yang sedikit tersinggung dengan ucapan Felix


"loe bilang mana mungkin ???? loe nggak tahu malu atau apa Sean !!! ini semua terjadi karena loe lengah menjaga Alexa !!!! Jika gue di samping Alexa, gue tidak akan mungkin pergi darinya walau 1 meterpun !!!!" teriak Felix.


"Brengsek !!!!!!!!! beraninya loe bermimpi berada disamping Alexa !!!!!" bentak Sean kemudian ia mencengkeram kerah baju Felix.


"Hei.. stop !!! sekarang bukan saatnya kalian bertengkar !!! lihatlah dokter sudah datang !!!" kata Steve mencoba melerai Sean dan Felix.


"Loe ajak dia pulang Steve !!!! Dia hanya membawa masalah disini !!!!" teriak Sean meminta Steve membawa Felix pulang kemudian mengikuti dokter yang masuk kedalam ruang perawatan Alexa.


"Loe camkan kata Gue !!! gue akan merebut Alexa dari loe jika Alexa kembali celaka !!!!" teriak Felix. Steve pun segera mengajak Felix pergi dari Rumah sakit. Disaat bersamaan, Rachel menghampiri mereka. Akhirnya mereka kembali pulang ke mansion mereka tanpa berpamitan kepada Sean. Sebenarnya Sean mendengar ancaman Felix, akan tetapi ia hanya diam tanpa menjawab ancaman yang dilayangkan Felix karena ia tidak ingin Alexa mendengar perselisihannya dengan Felix. Sean pun memilih fokus kepada dokter yang sedang memeriksa Alexa.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2