Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Berkunjung ke S.A Company


__ADS_3

Sean menggandeng Alexa ke tempat parkir, Alexa pun menurut kepada Sean, akan tetapi ia masih terdiam seperti syok dengan kejadian di kantin. Sean yang melihat wajah Alexa seperti orang syok pun segera memeluknya.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang ? Kamu jangan khawatir, aku akan melindungimu Alexa" tanya Sean yang sangat khawatir kepada Alexa sambil memeluk dan mengelus rambut Alexa.


"Sean, apa benar yang tadi itu Felix ??? Kalau dia menculikku gimana Sean ?? Kalau Felix menyakitiku lagi gimana Sean ?? Apa yang harus aku lakukan ?" kata Alexa dengan air mata yang berjatuhan dari mata indahnya. Rasa takut Alexa tergambar jelas dari matanya. Sehingga Sean dengan sigap memeluknya.


"Dia tidak akan bisa menyentuhmu Alexa, apalagi menyakitimu. Aku akan menjadi orang pertama yang membunuhnya jika hal itu terjadi" kata Sean dengan lembut. "Aku selalu bersamamu sayang. Tolong percayalah kepadaku ya ???" imbuh Sean.


Mendengar ucapan Sean, Alexa merasa sedikit tenang. Tiba-tiba ponsel Sean berdering. Darren menghubungi Sean dan meminta Sean ke perusahaan karena ada meeting mendadak yang harus dihadiri langsung oleh Sean. Sean pun menyetujui permintaan Darren. Ia pun mengajak Alexa ke S.A Company. Alexa pun hanya menurut kepada Sean.


Dalam perjalanan, sambil mengemudikan mobil, Sean menggenggam tangan Alexa dengan satu tangannya. Tak lupa ia pancarkan senyuman untuk menenangkan Alexa. Akan tetapi justru Alexa salah faham dengan senyuman Sean.


"Sean kenapa kamu senyum-senyum sih ? kamu menertawaiku ??!!!" tuduh Alexa. Sean terkejut saat Alexa menuduhnya seperti itu sehingga ia merasa kesal.


"Aku tersenyum agar kamu tenang Alexa. Kenapa kamu negatif thinking kepadaku sih ?!!" kata Sean dengan kesal. Alexa tersenyum saat Sean menjelaskan alasannya tersenyum kepadanya.


"Maaf ya Sean.. kamu kan tidak biasa tersenyum. Jadi aku merasa aneh saat melihat kamu tersenyum. Hehehehe.." kata Alexa sembari menggenggam jemari Sean berharap agar ia dimaafkan.


"enggak !!! aku tidak akan memaafkanmu !!" kata Sean yang berpura-pura marah kepada Alexa. Alexa pun terdiam karena Sean sudah bilang bahwa ia tidak memaafkannya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di S.A Company. Selama sisa perjalanan, Sean hanya diam. Sementara Alexa berfikir keras mencari cara agar Sean memaafkannya. Sebelum turun dari mobil, Alexa kembali meminta maaf kepada Sean.


"Sayang.. maafin aku yaa.. aku udah salah sama kamu" kata Alexa dengan wajah memelas. Sean tersenyum seringai saat Alexa kembali minta maaf kepadanya.


"Oke.. aku maafin tapi ada syaratnya !! Yuk.. ikut aku.." kata Sean sambil tersenyum menggandeng Alexa. Alexa pun tersenyum mengikuti Sean. Semua karyawan Sean membungkuk memberi hormat saat Sean dan Alexa masuk ke lobi perusahaan.


Disepanjang perjalanan menuju ke ruangan Sean, semua karyawan menyapa Sean dan Alexa. Alexa terheran saat Sean hanya diam tanpa menjawab sapaan para karyawannya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu diam saja ? kamu tidak membalas sapaan mereka ??" tanya Alexa.


"nggak penting sayang !!!" kata Sean singkat dengan nada dingin khas dirinya kemudian menggandeng Alexa ke ruangannya.


Sean dan Alexa masuk ke ruang kerja Sean. Sean meminta Alexa menunggunya di ruangannya sementara dirinya pergi ke ruang Darren untuk memastikan waktu meeting. Alexa yang baru pertama kali masuk ke ruang kerja Sean pun melihat-lihat ruangan Sean. Mata Alexa tertuju pada album foto yang terletak di rak buku Sean. Ia pun mengambil dan melihat isi album foto tersebut. Tiba-tiba seorang wanita berumur sekitar 30an mengetuk pintu kemudian masuk ke ruangan Sean. Wanita itu terkejut saat melihat seorang gadis di ruangan Sean.


"Siapa kamu??? beraninya kamu masuk ke ruang Presdir !!!! Letakkan barang yang kamu ambil !!!" bentak wanita itu kepada Alexa. Alexa pun meletakkan album foto tersebut kemudian duduk di kursi kerja Sean.


"Hei.. kamu jangan sembarangan, itu tempat duduk presdir !!!! turun kamu !!!! siapa yang nyuruh kamu masuk ruangan ini !!!!" bentak wanita itu.


"Pemilik ruangan ini yang meminta saya menunggunya di sini. Lagian anda hanya karyawan disini !!!! kenapa anda ngatur-ngatur saya !!!" kata Alexa yang mulai terpancing emosi karena bentakan karyawan Sean.


"Wah...meremehkan gue nih cewek !!!. Asal kamu tahu, saya bukan karyawan biasa, saya kepala divisi keuangan di S.A Company" kata wanita itu dengan sombongnya.


"Baru kepala divisi saja anda sudah sombong . Kalau anda jadi sekretarisnya, seberapa sombong anda ha ????" kata Alexa meremehkan wanita itu.


"Arghh...sakit !!!!!" keluh Alexa yang kesakitan saat wanita itu menarik rambutnya dengan kuat. Alexa mencubit tangan wanita itu hingga memar. Sean keluar dari ruangan Darren setelah menyelesaikan urusannya. Ia mendengar ada suara ribut dari dalam ruangannya. Ia bergegas masuk dan melihat apa yang terjadi. Ia takut jika Alexa kenapa-kenapa. Ia terkejut saat melihat Alexa dan karyawannya berkelahi.


"Hentikan !!!!!" bentak Sean. Suara Sean yang menggelegar membuat wanita itu ketakutan. Alexa yang mendengar suara Sean segera mengaktifkan mode manjanya. Ia bergegas memeluk Sean.


"Sayang, karyawan kamu menarik rambutku. Rasanya sakit sekali sayang.." adu Alexa kepada dengan suara manja sembari memeluk Sean dengan erat. Sean menahan tawa saat mengetahui Alexa berpura-pura manja kepadanya. Karyawan Sean terdiam saat melihat Alexa memeluk Sean dan memanggilnya sayang.


"Apa mungkin tuan Sean memiliki kekasih ?? tapi kenapa dia memilih wanita seangkuh dia ?? Gue tidak yakin dengan pilihan tuan Sean" batin wanita itu.


"Devi.. kamu keluar sekarang !!!" kata Sean dingin. Devi meletakkan dokumen untuk Sean kemudian pergi dari ruangan Sean.


Setelah memastikan Devi sudah pergi, Alexa segera melepas pelukannya. Akan tetapi sayang sekali, Sean menahannya sehingga Alexa tetap berada di pelukan Sean. Alexa mendorong Sean agar pelukan mereka terlepas. Sean pun terdorong hingga pelukan mereka terlepas. Alexa tersenyum senang karena berhasil lepas dari Sean. Akan tetapi Sean tidak membiarkan Alexa begitu saja.

__ADS_1


Sean mendekat ke arah Alexa. Alexa pun berjalan mundur agar ada jarak antara dirinya dengan Sean. Saat Alexa mundur ia terduduk di sofa karena kakinya terbentur sofa di ruang kerja Sean. Sean pun duduk di sofa bersam Alexa sambil menghadap ke Alexa. Alexa yang semula tersenyum kini menjadi panik karena Sean mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa.


"Kamu masih berhutang maaf kepadaku sayang. Aku akan memaafkanmu jika kamu mau menciumku hingga aku puas." bisik Sean di telinga Alexa. Alexa tidak bisa menjawab perkataan Sean, ia hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


Tanpa menunggu persetujuan Alexa, Sean mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa pun memejamkan matanya menikmati bibir lembut Sean yang menyusuri bibir indahnya. Tanpa melepaskan ciuman, Sean menidurkan Alexa di sofa, kemudian ia menindihnya. Ciuman Sean dan Alexa yang semula lembut telah berubah menjadi ciuman penuh gairah. Alexa mengalungkan tangannya ke leher Sean. Sedangkan tangan Sean mulai membuka kancing seragam Alexa.


Darren melihat jam yang menunjukkan bahwa waktu meeting sudah tiba. Ia pun bergegas memanggil Sean di ruangan Presdir. Tanpa mengetuk pintu, Darren masuk begitu saja ke ruangan Sean. Ia terkejut sekaligus tidak percaya saat ia melihat Sean dan kekasihnya berciuman di ruang kerja Presdir. Alexa yang merasakan kehadiran seseorang segera membuka matanya. Ia terkejut saat melihat Darren bengong melihat dirinya dan Sean. Ia pun secara refleks mendorong Sean dengan keras.


"Ma..maaf Tuan, Nona, saya tidak melihat sama sekali.." kata Darren kemudian bergegas keluar dari ruangan Sean.


"Brengsek !!!! Sial banget gue hari ini !!! Bisa-bisanya gue melihat anak bau kencur ciuman. Sedangkan gue, sekali saja belum pernah berciuman" batin Darren.


Sean dan Alexa terdiam setelah kepergian Darren. Sean meratapi kebodohannya yang tidak mengunci pintu ruangannya sehingga ia dan Alexa terpergok saat berciuman. Sean memecah keheningan di ruangannya. Ia pun meminta Alexa bersiap karena ia akan mengajaknya meeting di luar S.A Company. Sebelumnya, Sean telah menyiapkan pakaian untuk Alexa di kamar pribadinya.


Darren memutuskan untuk menunggu Sean di lobi perusahaan. Meskipun ia lebih tua dari Sean, ia merasa tidak enak karena telah memergoki aktivitas pribadi Sean. Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa sudah siap untuk berangkat meeting. Saat melewati Divisi Keuangan, Alexa melepaskan genggaman tangan Sean kemudian menemui Devi.


"Mbak.. maafin aku ya.. aku sudah tidak sopan dengan mbak.." kata Alexa yang meminta maaf dengan tulus sambil mengulurkan tangannya kepada Devi.


Sean tersenyum saat menyaksikan Alexa meminta maaf kepada orang lain karena dalam hal ini Alexa memang bersalah. Awalnya Devi mengabaikan Alexa, akan tetapi saat Devi melihat Alexa, ia menemukan ketulusan di matanya. Ia pun membalas uluran tangan Alexa. Alexa memeluk Devi yang telah memaafkannya. Ia pun mulai memperkenalkan dirinya.


"Kenalin, aku Alexa.. Sean adalah calon suamiku" kata Alexa yang kembali mengulurkan tangannya kepada Devi.


"Ca..calon suami ??? Tapi kamu masih SMA kan ??" tanya Devi tidak percaya.


"Meskipun kami masih SMA tapi yang dikatakan Alexa benar. Alexa calon istri saya" kata Sean dengan nada dinginnya. Tanpa menunggu respon dari Devi, Sean segera menggandeng Alexa karena waktu meeting sudah tiba.


__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2