
Brian tak henti menatap Alexa. Sejak masih sekolah dasar, Brian selalu ingin berteman dengan Alexa. Akan tetapi Alexa selalu menghindarinya, ia lebih memilih menempel dan mengikuti Sean kemanapun Sean pergi. Ia mengira bahwa Seanlah yang meminta Alexa untuk menjauh darinya. Kini ia dipertemukan kembali oleh Alexa. Ia tidak menyangka jika Alexa tumbuh sebagai gadis yang sangat cantik. Sayangnya, Alexa masih saja menempel kepada Sean seperti saat sekolah dasar dahulu.
Jean, Rose dan Sally bertanya kepada Alexa tentang siswa baru yang mengenalnya. Alexa pun menjelaskan semua kepada Jean, Rose dan Sally.
"Jadi sebelum keluarga gue pindah ke Negara B, kita pernah satu kelas saat sekolah dasar. Dia selalu mendekati gue, tapi gue malah nempel terus ke Sean. Bahkan dia juga meminta gue untuk menjauhi Sean dengan alasan-alasan yang konyol. Tapi sejak keluarga gue pindah, kita bertiga sudah benar-benar lose contact dan baru kali ini kita dipertemukan kembali" cerita Alexa.
"Jadi dari dulu loe emang sudah bucin ke Sean yaa Lex.. hahahaha..." kata Sally asal ngomong.
"Heiiii... asal kalian tahu !!! dulu Sean itu ganteng banget. Semua wanita ingin mendekati Sean. Dan yang lebih memalukan lagi, gue mengklaim bahwa Sean adalah milik gue sampai orang tua Sean memaksanya berteman sama gue" kata Alexa dengan sangat antusias.
"Oh... My... dimana rasa malu loe Lex !!!!" kata Jean yang juga antusias mendengar cerita Alexa.
"Itu kan dulu Jean.. sekarang sudah berbeda. Gue yakin sekarang SeanLah yang bucin ke gue..hehehehe.." kata Alexa dengan rasa percaya diri yang tinggi sambil melihat Sean dengan senyum seringainya.
"PeDe banget loe Lex... hahahaha..." kata Rose.
Sean melihat Alexa yang sedang asyik mengobrol dengan sahabat-sahabatnya tanpa mempedulikan pelajaran yang sedang berlangsung. Sesekali ia melirik ke arah Brian yang tak henti melihat Alexa dengan senyuman penuh kekaguman. Emosi Sean seakan meningkat saat melihat lelaki lain melihat Alexa dengan tatapan berbeda.
Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan meninggalkan kelas untuk melepas rasa lelah setelah menjalani kegiatan belajar mengajar selama beberapa jam. Alexa, Jean, Rose dan Sally hendak pergi ke kantin. Akan tetapi Brian menghadang mereka kemudian meminta bergabung bersama.
"Gue ikut kalian yaa ?? gue belum hafal dengan sekolah ini.. jadi akan lebih baik jika gue ikut kalian" kata Brian dengan ramah.
Alexa tidak merespon perkataan Brian sama sekali. Akan tetapi Rose berbaik hati membiarkan Brian ikut bersama mereka. Mengetahui Rose memperbolehkan Brian masuk ke gengnya, Jonathan segera menggandeng Rose dan mengajaknya ke kantin bersama. Begitupun dengan Martin dan Kenzo yang juga tidak ingin pacar mereka dekat dengan Brian. Martin mengajak Jean bersantai di Taman sekolah sedangkan Kenzo mengajak Sally ke perpustakaan untuk menemaninya mengembalikan buku yang telah habis masa pinjamnya.
Tinggallah Alexa yang masih berdiri sendirian. Sean tidak ingin Brian mendekati Alexa, jadi ia dengan cepat membawa Alexa bersamanya.
"Sayang.. kita pergi dari sini" kata Sean dingin sambil menggandeng Alexa. Brian menarik tangan Alexa dan mencegah Sean membawa Alexa dengannya. Mengetahui hal itu, emosi Sean muncul kembali.
"Singkirkan tangan loe dari Alexa !!!!" kata Sean dingin sambil menahan amarah yang mulai berkobar di dadanya. Alexa hanya diam saat merasakan mood Sean mulai berubah. Brian pun enggan melepaskan tangan Alexa.
"Oh.. jadi sekarang panggilan loe Alexa ??? Karena teman-teman loe sudah pergi bersama pacar-pacarnya, jadi loe harus menemani gue Lex.. gue tidak tahu seluk beluk sekolah ini" kata Brian tanpa mempedulikan kehadiran Sean.
"Gue bilang lepaskan tangan Loe !!!!" bentak Sean dengan suara menggelegar hingga menggema di ruang kelas Sean. Alexa mulai panik saat emosi Sean sudah tidak terkendali. Ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Brian. Dengan susah payah, akhirnya ia berhasil melepaskan diri.
"Sorry Brai.. loe cari teman yang lain yaa.. gue ada keperluan sama Sean.." kata Alexa kemudian menggandeng Sean keluar dari kelas sebelum terjadi perkelahian. Brian terpaksa melepaskan Alexa karena ia tidak mau terlibat masalah dengan Sean saat hari pertamanya masuk sekolah.
Sean menggandeng Alexa menuju ke parkiran. Ia meminta Alexa masuk kedalam mobil. Alexa heran karena Sean menyalakan mesin mobilnya. Ia menjadi overthinking dengan sikap Sean.
"sayang, kita mau kemana ??" tanya Alexa.
__ADS_1
"kita tidak akan kemana-mana. Aku cuma ingin mengajak kamu mendinginkan diri di mobil." kata Sean dengan nada dinginnya. Alexa sangat faham jika saat ini Sean mencoba meredam amarahnya.
"Sean.. sebenarnya antara kamu sama Brian ada apa sih ??? Kenapa kamu membencinya ?? Dan Brian juga sepertinya tidak suka berteman sama kamu ?" tanya Alexa.
"Kapan-kapan aku akan menceritakannya sayang. Saat ini aku hanya ingin berduaan denganmu" kata Sean sembari memegang kedua pipi Alexa.
Sean tersenyum melihat wajah cantik calon istrinya. Ia merasa beruntung memiliki calon istri secantik dan sebaik Alexa. Sean mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa pun terbawa suasana, ia ******* bibir Sean. Sean mulai memasukkan lidahnya ke mulut Alexa dan memainkan lidah Alexa dengan lincah. Tangan Sean membuka satu kancing baju seragam Alexa. Kini ia melepaskan ciuman di bibir Alexa, Sean melanjutkan ciumannya ke leher dan dada Alexa. Ia ciumi dada putih Alexa dan meninggalkan tanda kepemilikan disana.
"Kamu milikku Alexa. Tidak ada yang boleh menyentuhmu kecuali aku" kata Sean sambil mengancingkan kembali seragam Alexa. Alexa tersenyum sambil mengelus pipi Sean.
Alexa tidak mau kalah dengan Sean. Ia mencium leher Sean dengan lembut. Sean memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Alexa di lehernya. Alexa pun meninggalkan tanda kepemilikan di leher Sean.
"Heii... ternyata calon istriku sudah mulai berani ya..." kata Sean sembari melihat tanda cinta Alexa dari spion mobilnya.
"Kamu juga milikku Sean. Tidak ada yang boleh menyentuhmu kecuali aku" kata Alexa dengan posesif. Sean tersenyum kemudian mengacak rambut Alexa karena gemas.
Perut Alexa berbunyi karena dari tadi pagi ia belum sempat sarapan. Sean menertawai suara cacing di perut Alexa. Ia pun mengajak Alexa ke kantin untuk mengisi perutnya.
////////////////
Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally berkumpul di taman sekolah. Jean, Rose dan Sally penasaran dengan alasan pacar mereka meminta mereka menjauh dari Brian.
"Dari cerita Alexa, sepertinya Brian menyukainya sejak mereka masih kecil" kata Rose menyimpulkan cerita Alexa. Jean mencubit Rose yang tidak bisa mengontrol mulutnya.
"Hei...ini rahasia Alexa Roje.. mulut loe bocor banget sih !!!! Andai ada lem pasti sudah gue lem tuh mulut loe !!!!" kata Sally yang kesal dengan Rose. Rose tersenyum sambil menutup bibirnya karena ia tidak sengaja menceritakan kisah Alexa dan Brian.
"Jadi si murid baru itu mengincar Alexa, pantas Sean bersikap seperti itu" kata Kenzo yang mulai faham dengan situasi Sean.
"Menurut gue masalah mereka tidak se- sederhana itu deh !!! Pasti ada masalah yang lain yang membuat Sean membenci si murid baru itu" kata Martin yang mulai penasaran dengan Sean dan Brian.
Obrolan mereka terhenti saat melihat Sean dan Alexa berjalan hendak menghampiri mereka. Setelah tiba di taman, Alexa mengajak mereka ke kantin dan berniat mentraktir mereka semua makan di kantin.
"Biar aku saja yang mentraktir mereka sayang." kata Sean dengan nada datarnya.
"Baiklah.." kata Alexa kemudian menggandeng Jean menuju ke kantin.
/////////////////
Brian pergi ke kantin sendiri. Ia mencoba bergabung dengan murid lain yang masih satu kelas dengannya. Di kantin, Felix bersama anak buahnya masih menunggu kedatangan Alexa. Di sebelah mereka ada Vallerie, Angel, Anna dan Yunna yang menemani mereka.
__ADS_1
"Mana Gia ?? kenapa sampai saat ini dia belum terlihat sama sekali ?" bisik Felix kepada Zidane.
"Mungkin sebentar lagi Fel.." kata Zidane. Felix melarang Lucas, Zidane dan Victor memanggilnya Tuan saat berada di sekolah. Ia tidak ingin identitasnya sebagai adik king mafia di negara B terbongkar.
Angel menawari mereka untuk memesan makanan, akan tetapi Felix menolaknya. Sebenarnya Felix merasa risih saat Vallerie dan teman-temannya menemaninya ke kantin. Akan tetapi, sebagai murid baru, ia mencoba menerima tawaran Vallerie dan teman-temannya untuk pergi ke kantin bersama agar mendapatkan citra yang baik di mata teman-temannya.
Tak lama kemudian datanglah Alexa dan sahabatnya beserta Martin, Jonathan dan Kenzo. Sean tidak terlihat karena ia ke toilet terlebih dahulu. Mata Felix terpaku pada Alexa yang sedang tersenyum dan bercanda dengan Jean, Rose dan Sally.
"Bagaimana Tuan ?? apakah dia gadis yang anda cari ??" bisik Victor kepada Felix.
"Semuanya sempurna. Dia adalah Gia, pacar gue" kata Felix sambil tersenyum ke arah Alexa.
Disisi lain, Brian tidak melihat Sean bersama Alexa. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk bergabung bersama Alexa dan teman-temannya. Martin, Jonathan dan Kenzo memantau pergerakan Brian di samping meja para pacar mereka. Rose memesan makanan, sedangkan Alexa memesan minuman untuk mereka semua.
Saat Alexa membawa banyak minuman dalam satu nampan, Brian khawatir jika salah satu minuman terjatuh dan pecahan gelasnya mengenai Alexa. Ia pun menghampiri Alexa dan hendak membantunya membawa minuman. Akan tetapi belum sempat ia mengambil nampan dari tangan Alexa, nampan yang dibawa Alexa sudah terlebih dahulu direbut oleh Felix. Alexa yang bingung sekaligus takut karena kehadiran Felix hanya bisa diam dan terpaku ditempatnya.
"Loe siapa ?? berikan nampan itu ke gue. Gue teman sekelasnya" kata Brian dengan nada dinginnya.
"Gue pacarnya. Lebih baik loe menyingkir darinya" kata Felix dengan gaya bicara tak kalah dingin dari Brian.
Semua mata tertuju pada drama antara Brian, Alexa dan Felix. Bahkan Jean, Rose dan Sally bingung dengan apa yang terjadi di hadapan mereka. Mereka terlalu syok hingga tidak bisa berkata-kata.
"alamat perang dunia dimulai nih!!!!" kata Martin sambil tersenyum sinis melihat drama percintaan di depannya.
Drama itu tak luput pula dari pandangan Vallerie dan teman-temannya. Bahkan Vallerie merasa iri dengan Alexa yang diperebutkan cowok-cowok tampan di sekolahnya.
"Dia seperti wanita jal*ng yang memiliki banyak kekasih" bisik Yunna kepada Vallerie.
"Dia memang jal*ng Yun.." kata Vallerie kesal kemudian meninggalkan kantin. Yunna, Angel dan Anna mengikuti Vallerie dari belakang.
"Loe jangan ngaku-ngaku !!!!! Loe anak baru di sekolah ini. Mana mungkin loe pacar Alexa !!!" kata Brian yang mulai terpancing emosi. Felix mengembalikan nampan berisi minuman kepada Alexa.
"Siapa yang ngaku-ngaku ha ??!!!! Loe jangan pernah menyentuh dia, atau loe akan berhadapan dengan gue !!!" kata Felix sambil menarik kerah baju Brian.
Sean tiba di kantin. Ia terkejut saat melihat calon istrinya diperebutkan dua orang lelaki yang ia anggap musuh besarnya. Darah Sean terasa mendidih menyaksikan Alexa diperebutkan lelaki lain. Tangan Sean mengepal dengan erat. Aura membunuh mulai terpancar dari wajahnya. Tanpa membuang waktu ia mendekati Alexa yang masih terpaku di tempatnya. Ia membuang nampan berisi minuman yang dibawa Alexa hingga gelas minuman itu pecah dan berserakan.
Semua orang yang ada di kantin terdiam dan terkejut mendengar suara pecahan gelas. Mereka ketakutan saat melihat wajah Sean yang tidak seperti biasanya. Tanpa berkata apapun, Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya pergi dari kantin. Felix dan Brian masih terdiam di tempatnya sambil menyaksikan kepergian Alexa bersama Sean.
__ADS_1
~bersambung~