
Sean dan Alexa tiba di sekolah. Seperti biasa, Jean, Rose dan Sally menunggu Alexa di parkiran bersama Martin, Jonathan dan Kenzo. Setelah turun dari mobil, Sean dan Alexa menghampiri teman mereka masing-masing.
Bel masuk berbunyi. Semua siswa mulai memasuki kelasnya masing-masing termasuk Sean dan Alexa beserta teman-temannya.
Saat hendak beranjak dari tempatnya, empat orang menghadang langkah Sean, Alexa dan teman-temannya. Felix datang bersama anak buahnya untuk berpamitan kepada Sean dan Alexa. Felix berpesan kepada Sean agar menjaga Alexa dan membahagiakannya. Sean pun mengangguk saat Felix menyampaikan pesannya.
"Jika sekali saja gue tahu Alexa menangis gara-gara loe, gue pastikan akan merebut Alexa dari loe Sean.." ancam Felix.
"Jangan mimpi !!! Gue tidak akan membiarkan loe merebut istri gue.." kata Sean dengan nada dinginnya.
Mendengar Sean menyebut Alexa sebagai istrinya, hati Felix terasa sangat sakit. Ia masih tidak percaya bahwa perjuangan cintanya kepada Alexa harus berakhir saat ini juga. Felix juga berpesan kepada Alexa untuk tidak melupakannya karena dirinya dan Alexa adalah sahabat.
"Lex.. jika Sean berbuat buruk kepadamu, datanglah padaku. Aku selalu ada buat kamu." kata Felix sembari menggenggam tangan Alexa. Alexa hanya mengangguk merasakan kesedihan karena jauh dari sahabat. Alexa pun memeluk Felix.
"Loe juga harus move on Felix. Carilah gadis yang baik, gadis yang bisa membuat loe bahagia. Dan maafkan gue karena pernah menyakiti loe.." kata Alexa dengan lembut.
Melihat Felix dan Alexa berpelukan, Sean mulai merasa kesal. Akan tetapi ia tidak bisa egois, ia sadar bahwa Felix dan Alexa hanya sebagai sahabat. Namun tidak dapat ia pungkiri bahwa di hatinya masih ada rasa cemburu dan sakit saat Alexa memeluk Felix.
"Kamu tidak pernah salah Lex. Bahkan kamu sudah memperingatkanku bahwa kamu sudah mencintai orang lain. Jangan pernah salahkan diri kamu ya.." kata Felix sembari mengelus rambut Alexa yang masih berada dalam pelukannya.
Sean pun tidak tahan melihat istrinya berpelukan dengan lelaki lain. Ia melepaskan pelukan Felix dan Alexa secara paksa. Felix melihat wajah Sean sudah berubah dari sebelumnya.
"Loe ingat semua yang gue katakan Sean !!!" kata Felix kemudian berpamitan untuk kembali ke Negara B bersama ketiga anak buahnya. Sean dan Alexa beserta para sahabatnya masuk ke kelas mereka.
/////////////////////
Bel pulang sekolah berbunyi. Rose dan Sally sudah pulang bersama Jonathan dan Kenzo. Alexa dan Jean ke toilet terlebih dahulu, sedangkan Sean dan Martin menunggu pasangan mereka di parkiran. Saat Alexa dan Jean keluar dari toilet, tiba-tiba Vallerie dan Yunna menghadang langkah mereka.
"Heh... ******.. loe tahu kan Sean sudah menikah ??" kata Vallerie mengawali pembicaraannya. Alexa hanya diam menyimak perkataan Vallerie.
"Nanti malam, bokap gue diundang di pesta tuan Robbert dan nyonya Ivanka. Loe tunggu saja yaa..gue bakal buat loe sadar biar loe menjauh dari Sean." kata Vallerie mencoba mematahkan hati Alexa.
"Lalu apa hubungannya sama gue ??" tanya Alexa dengan nada sinisnya.
"gue akan perlihatkan ke loe kalau Sean benar-benar sudah menikah" kata Vallerie.
"Gue tunggu..!!!" tantang Alexa kemudian menggandeng Jean meninggalkan toilet.
////////////////////
Jean dan Alexa tiba di parkiran dan menghampiri pasangan mereka masing-masing. Jean dan Martin berpamitan pergi ke Mall terlebih dahulu. Sean memeluk Alexa kemudian mengajaknya pergi dari sekolah. Saat sedang fokus mengemudi, ponsel Sean berdering. Ternyata Darren memberitahu Sean bahwa Mansionnya sudah siap ditempati.
Alexa meminta kepada Sean untuk diperlihatkan Mansion yang akan ia tempati. Akhirnya mereka berangkat ke Mansion baru mereka. Setelah puas melihat-lihat ke dalam Mansion, Sean dan Alexa pulang ke Mansion Keluarga George untuk bersiap-siap pergi ke acara keluarga Astin.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka tiba di Mansion keluarga George. Mama Nessa dan Papa Kevin telah menunggu kedatangan Sean dan Alexa. Mama Nessa meminta Sean dan Alexa segera bersiap. Mereka berdua pun masuk ke kamar.
"Sayang, mandi bersama yuk ??" ajak Sean.
"Sayang.. kita sudah ditunggu, kalau kita mandi bersama, yang ada makin menyita waktu. Lain kali saja ya ??" tolak Alexa secara halus kemudian masuk ke kamar mandi. Sean hanya mengangguk. Sean mandi setelah Alexa menyelesaikan ritual mandinya.
Beberapa saat kemudian Sean keluar dari kamar mandi. Langkahnya terhenti, matanya seakan tersihir saat melihat Alexa yang memakai gaun merah dengan bagian punggung yang terekspose jelas. Alexa terlihat sangat cantik dengan gaun yang berwarna kontras dengan kulitnya. Sean mendekati Alexa yang masih merapikan riasannya.
"Sayaang.. kamu cantik banget. Jangan terlalu cantik yaa.. aku takut banyak yang memperhatikanmu" kata Sean sembari memeluk Alexa dari belakang dan menciumi punggung halus Alexa. Alexa tersenyum mendengar perkataan Sean.
"Meskipun banyak yang memperhatikanku, tapi cuma kamu yang aku cinta sayang.. jadi jangan khawatir.. Aku milikmu dan kamu milikku." kata Alexa.
"Tapi aku belum memilikimu seutuhnya sayang.." kata Sean dengan nada manjanya.
"Nanti pasti kita berhasil melakukannya sayang.. Kan kita akan tinggal di Mansion kita sendiri" kata Alexa.
"Aku nggak mau nanti sayang, aku maunya sekarang.." gumam Sean sambil menciumi leher Alexa.
Alexa memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir Sean. Masih memeluk Alexa, Sean mulai menyusupkan tangannya ke dalam gaun Alexa dari bagian punggung Alexa sehingga tangannya dapat meraih dua gunung Alexa secara langsung. Sambil menciumi leher Alexa, Sean meremas dua gunung Alexa dengan lembut. Tiba-tiba terdengar Mama Nessa berteriak memanggil Sean dan Alexa. Sean dan Alexa terpaksa menghentikan aktivitasnya.
"Siaaallllll !!!! selalu saja seperti ini !!!!!" kata Sean kesal.
"Sabaaar.. suatu saat kita pasti berhasil melakukannya sayang.." kata Alexa kemudian mengajak Sean turun.
Suasana pesta sangat ramai dan mewah. Sebagian tamu adalah rekan bisnis Papa Robbert termasuk Tuan Bennedict dan Tuan Leon yang mengajak putri-putrinya. Sean dan Alexa masuk dan menghampiri Mama Ivanka dan Papa Robbert untuk mengucapkan selamat. Mama Ivanka dan Mama Nessa mengajak Alexa untuk bertemu dengan teman-teman sosialita mereka. Sedangkan Sean bersama Papa Robbert, Papa Kevin dan beberapa Klien lainnya termasuk tuan Leon.
Tuan Leon memperkenalkan putrinya kepada para rekan bisnisnya. Oleh karena sudah saling mengenal, Rachel mengajak Sean mengobrol. Sean melihat Rachel dengan tatapan aneh. Rachel mengenakan mini dress dengan bagian dada terbuka sehingga memperlihatkan belahan dadanya. Ia sengaja memancing Sean dengan tubuh seksinya untuk mendapatkan simpati Sean.
"Sean.. apa loe sudah punya pacar ?" tanya Rachel penasaran.
"Jangan bahas itu.." kata Sean dengan nada dinginnya.
"Ternyata loe tidak berubah sama sekali Sean. Loe tetap dingin seperti dulu." kata Rachel.
"Dan itu yang membuat gue jatuh cinta lagi sama loe Sean. Bahkan loe jauh lebih tampan dibandingkan saat SMP dulu" batin Rachel.
"Itu memang sudah kepribadian gue. Sampai kapanpun gue juga tetap seperti ini" kata Sean.
"seharusnya loe berubah Sean, jika loe dingin seperti ini kelak anak loe akan takut sama loe. Gue yakin anak loe akan takut sama loe jika loe seperti ini terus" kata Rachel.
"Tidak apa-apa.. asalkan Mommynya tetap cinta sama gue" jawab Sean sambil tersenyum.
"Memangnya siapa mommynya ??" tanya Rachel dengan wajah serius.
__ADS_1
"Loe.. hahahahaha.." canda Sean. Perkataan Sean membuat Rachel terpaku. Ia bimbang apakah yang Sean katakan hanya sebuah candaan atau ada maksud dibaliknya. .
Vallerie yang datang bersama Tuan Bennedict menyaksikan kedekatan Sean dengan Rachel. Meskipun hatinya sangat sakit saat melihat kebersamaan Sean dengan wanita lain, ia tetap harus memotret Sean dan Rachel untuk diperlihatkan kepada Alexa. Ia ingin Alexa mundur dari hidup Sean sehingga ia bisa berjuang mendapatkan Sean kembali.
Dari kejauhan, Sean melihat Alexa sedang tersenyum bersama Papa Robbert, Papa Kevin, Mama Ivanka, Mama Nessa dan beberapa rekan bisnis beserta istrinya sambil makan malam dalam satu meja besar. Sean berpamitan kepada Rachel untuk menemui Papa Robbert dan Mama Ivanka. Rachel yang masih terpaku karena syok atas jawaban Sean hanya bisa mengangguk. Sean bergegas menghampiri istrinya kemudian duduk disamping Alexa.
"Sayang.. sudah malam, kita pulang yuk ??" ajak Sean dengan nada manjanya.
"sebentar lagi sayang. Aku merasa tidak enak jika kita pulang terlebih dahulu" bisik Alexa sambil minum jus jeruk yang ia bawa. Sean pun kesal dengan jawaban Alexa. Ia pun menyuapkan steak kepada Alexa dengan wajah kesalnya.
"Kalian pasangan yang serasi. Kelak anak kalian pasti akan menjadi anak yang sangat tampan" kata istri rekan bisnis Papa Robbert.
"Uuhhkkk...uhhkk.." Alexa tersedak mendengar perkataan istri rekan bisnis Papa Robbert. Papa Kevin yang duduk diantara Alexa dan Papa Robbert segera mengambil minuman di tangan Papa Robbert dan memberikannya kepada Alexa. Alexa pun meminumnya hingga habis. Papa Robbert terlihat syok melihat Alexa meminum minumannya.
"Apa kamu baik-baik saja sayang ??" tanya Papa Kevin dan Sean bersamaan. Alexa hanya mengangguk.
"Kenapa loe berikan minuman gue ke Alexa ?" kata Papa Robbert khawatir.
"Gue refleks Rob.. Memangnya kenapa ??" tanya Papa Kevin.
"Minuman itu seharusnya untuk Ivanka. Gue sudah campurkan obat perangsang di minuman itu" bisik Papa Robbert. Mata Papa Kevin membulat seketika mendengar ucapan Papa Robbert.
"Loe gila ya Rob !!!!" bentak Papa Kevin sembari mengangkat kerah baju Papa Robbert.
"Loe yang gila..!!! seharunya loe tanya dulu !!!!" bentak Papa Robbert yang juga mengangkat kerah baju Papa Kevin. Sean dan Alexa hanya diam melihat kedua orang tuanya hendak beradu otot.
Melihat rekannya sedang bertengkar, rekan bisnis Papa Robbert segera meninggalkan meja makan. Mama Nessa menghentikan Papa Kevin yang hendak memukul Papa Robbert. Sedangkan Mama Ivanka mencoba memegangi Papa Robbert agar tidak memukul Papa Kevin.
"Kalian ini kenapa ?? Jangan seperti anak kecil begini !!!" bentak Mama Nessa.
"Sebenarnya ada apa ??!!! apa yang kalian ributkan !!!!" bentak Mama Ivanka.
Papa Kevin dan Papa Robbert berbisik kepada istri mereka tentang Alexa yang tidak sengaja meminum minuman yang telah dicampur obat perangsang.
"Lagian loe sudah tua Rob.. ngapain pakai obat seperti itu" kata Mama Nessa yang tak habis pikir dengan ulah Papa Robbert.
"Sekarang kan peringatan pernikahan gue. Gue juga ingin melakukannya dengan cara gue.." kata Papa Robbert.
Sean dan Alexa bingung dengan pertengkaran antar orang tua di depannya. Sean segera berpamitan kepada kedua orang tuanya dan Alexa. Mereka berempat hanya diam dan mengangguk karena takut Sean akan marah kepada mereka saat tahu Alexa sudah meminum minuman yang tidak semestinya.
__ADS_1