
Papa Kevin khawatir karena Alexa meneleponnya dalam keadaan menangis. Ia mengecek ponselnya, ternyata Alexa mengirimkan sebuah pesan kepadanya. Ia pun membaca pesan dari Alexa.
"Mana mungkin Felix menculik Gia ?? Felix kan sahabat Gia. Dan Alamatnya seperti bukan rumah Felix." batin Papa Kevin.
Papa Kevin menyudahi meeting hari ini. Ia bergegas pulang untuk memastikan apakah Alexa benar-benar diculik atau Alexa hanya mengerjainya saja. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, Papa Kevin tiba di rumah. Ia berteriak memanggil Mama Nessa.
"Ma.. Alexa sudah pulang ??" tanya Papa Kevin.
"Belum Pa.. memangnya kenapa sih ??" tanya Mama Nessa.
Papa Kevin menceritakan kepada Mama Nesaa bahwa Alexa mengiriminya pesan dan meminta pertolongan karena ia telah diculik oleh Felix. Mama Nessa terkejut dan ketakutan. Mama Nessa bercerita kepada Papa Kevin bahwa Alexa telah menolak pernyataan cinta Felix dan Felix seperti tidak terima saat Alexa menolaknya.
Mama Nessa mulai menangis karena khawatir dengan Alexa. Papa Kevin mencoba menghubungi ponsel Alexa, akan tetapi tidak tersambung. Mama Nessa meminta Papa Kevin menghubungi teman Alexa di sekolahnya. Tetapi mereka semua bilang bahwa Alexa tidak masuk sekolah.
"Pa.. Kita lapor polisi saja..." pinta Mama Nessa.
"Polisi tidak mungkin bertindak jika Alexa belum menghilang selama 24 jam Ma.." kata Papa Kevin yang juga mulai khawatir.
Papa Kevin yang merasa sangat khawatir mulai berfikir keras untuk menyelamatkan Alexa. Mama Nessa memberikan saran agar Papa Kevin mengerahkan anak buahnya untuk membantu menyelamatkan Alexa. Papa Kevin pun menghubungi preman-preman yang ia berdayakan sebagai tenaga keamanan di seluruh cabang perusahaannya.
Hari mulai malam, Mama Nessa masih menanti kabar dari Alexa. Akan tetapi Alexa tidak kunjung menghubunginya. Sedangkan Papa Kevin kini menemui anak buahnya dan ikut serta menyelamatkan Alexa.
Felix menemui Alexa yang duduk dalam kondisi tangan terikat. Ia hendak memberikan makanan kepada Alexa. Saat melihat Felix masuk ke dalam kamar, Alexa berteriak meminta Felix melepaskannya dan membiarkannya pulang. Upaya yang dilakukan Alexa menjadi sia-sia saat Felix menutup mulutnya menggunakan selotip besar.
"Andai saja kamu mau menuruti semua keinginanku, pasti kamu tidak akan mengalami hal seperti ini Gia sayang.." bisik Felix di telinga Alexa.
Mencium aroma tubuh Alexa, fikiran kotor Felix mulai muncul. Ia menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam. Alexa mulai takut saat melihat Felix dengan tatapan mata yang berbeda. Felix mulai mendekati Alexa.
"Aku sudah tidak sabar Gia, aku mau melakukan itu sekarang. Kamu harus jadi milikku saat ini juga sayang.." kata Felix sembari melepaskan T-Shirt yang ia kenakan.
Alexa mulai menangis ketakutan. Alexa berteriak minta tolong. Oleh karena mulut Alexa di tutup menggunakan selotip, suara Alexa tidak dapat terdengar dari luar kamar. Felix mulai mencium kening dan pipi Alexa dengan lembut. Felix mengusap air mata Alexa yang telah membanjiri wajah cantiknya. Ia mencium kedua mata indah Alexa.
"Jangan menangis Gia..Please aku mohon" kata Felix yang hatinya juga merasakan sakit saat Alexa menangis. Alexa semakin menangis melihat Felix yang kini memohon di depannya.
"kamu jangan nangis yaa sayang.. aku janji aku akan pelan-pelan.." kata Felix sembari melepaskan ikatan di tangan Alexa. Alexa hanya bisa pasrah karena meskipun ikatan di tangannya telah terbuka, Felix tetap memegang tangannya dengan erat kemudian menindihnya. Ia pasrahkan nasibnya kepada Tuhan sang pencipta alam.
Felix mulai membuka kancing baju seragam Alexa. Kaki Alexa mencoba berontak akan tetapi tenaganya tidak sekuat tenaga Felix. Ia hanya bisa menangis saat Felix melucuti pakaiannya satu persatu. Felix mulai menciumi leher Alexa. Tangannya meraba dada Alexa yang masih mengenakan bra.
Steve tiba di Markas setelah menempuh perjalanan jauh. Ia bergegas mencari keberadaan Felix. Ia sangat takut adik kesayangannya melakukan sesuatu yang buruk kepada orang yang dicintainya.
"Dimana Felix ??!!" tanya Steve kepada salah satu anak buahnya.
"di..ru..ruang pri..pribadinya King !!!" jawab anak buah Steve dengan ragu dan takut dihukum oleh Felix jika dirinya memberitahu Steve tentang keberadaannya.
__ADS_1
Steve bergegas menuju ke ruang pribadi Felix. Ia mengetuk pintu dan menguping dari luar pintu ruang pribadi Felix. Akan tetapi ia tidak mendengar apapun. Felix yang masih sibuk bersama Alexa di kamarnya tidak mendengar suara ketukan pintu. Oleh karena tidak ada respon dari Felix, Steve mendobrak pintu ruang pribadi Felix.
Ia bergegas menuju ke kamar. Saat di depan pintu kamar, ia mendengar suara mencurigakan dari dalam kamar Felix. Tanpa membuang waktu, ia mendobrak kamar Felix. Alangkah terkejutnya Steve saat melihat Felix menindih tubuh Alexa.
"Bangsat !!!!! Apa yang loe lakukan !!!!" bentak Steve sembari menarik tubuh Felix agar Felix menghentikan aksinya. Steve menutup tubuh Alexa menggunakan selimut.
"Kamu segera pergi dari sini !!!" kata Steve meminta Alexa segera pergi dari markas. Alexa pun bergegas pergi sambil memakai seragam sekolahnya.
"Jangan pergi Gia !!! kalau kamu pergi, aku akan menyakiti keluarga kamu!!!" kata Felix sembari memegang tangan Alexa. Mendengar ancaman Felix, Alexa berhenti seketika.
"Felix apa yang loe lakukan !!!! Gue tidak pernah mendidik loe untuk melecehkan wanita !!! loe udah salah Felix !!!" bentak Steve.
"Gue mencintainya Kak !!! Gue tidak akan melepaskannya." bentak Felix.
Steve mendekat ke arah Felix. Dengan gerakan cepat ia memegangi Felix dan meminta Alexa segera pergi sebelum Felix terlepas dari tangannya. Sambil menangis, Alexa pergi dari kamar Felix. Anak buah Dragons terdiam menyaksikan kejadian tersebut. Felix berteriak dan meminta anak buah Dragons mengejar Alexa. Saat Alexa tahu anak buah Dragons mengejar, ia pun bersembunyi.
"Gue jadi bingung !!! king bilang kita tidak boleh ikut campur, tapi tuan muda bilang kita harus mengejar gadis itu. Dilema antara menuruti perintah King Mafia atau adik King Mafia !!!" kata anak buah Dragons. Alexa yang sedang bersembunyi mendengar perkataan anak buah dragons. Ia terkejut mengetahui kebenaran tentang Felix.
"Jadi.. Felix adalah adik seorang King Mafia ???!!!" batin Alexa yang semakin ketakutan karena ia tahu bahwa dirinya berada di tempat yang berbahaya.
Felix yang mulai berontak terlepas dari pegangan Steve. Ia bergegas memakai celananya kemudian bergegas mencari Alexa. Steve pun mengikuti Felix dari belakang.
"Felix !!! Hentikan semua ini !!!!" teriak Steve. Akan tetapi Felix masih keras kepala dengan keputusannya. Felix mencari Alexa ke seluruh penjuru markas.
"Felix.. Markas kita diserang !!! hentikan urusan loe dengan gadis itu !!!" bentak Steve.
"Aaaaaarghh..Brengsek !!!!!!" umpat Felix yang sudah tidak dapat berbuat apa-apa.
Papa Kevin pun ikut serta menyusup ke dalam Markas. Ia berteriak memanggil Alexa. Alexa mendengar suara Papa Kevin samar-samar. Ia pun memanggil Papa Kevin. Papa Kevin mendengar suara Alexa dengan jelas. Ia pun bergegas menghampiri Alexa.
"Gia.. Papa mendengar suara kamu. Kamu dimana sayang ??" teriak Papa Kevin sembari mencari Alexa
"hiks..hiks.. aku bersembunyi di bawah tangga, Papa dimana ??? selamatkan aku Pa.. hiks..hiks.." jawab Alexa dengan menangis dan suara yang mulai lemah.
Papa Kevin bergegas menghampiri Alexa yang bersembunyi. Papa Kevin senang karena bisa menemukan Alexa. Saat Papa Kevin mengajaknya pulang, tiba-tiba Alexa pingsan.
"Sayang.. bangun nak.. ayo kita pulang.. kamu kenapa sayang ??" kata Papa Kevin sembari membangunkan Alexa.
Alexa masih tidak merespon. Papa Kevin pun menggendong Alexa yang pingsan dan membawanya keluar dari Markas Dragons. Dari kejauhan, Felix melihat Papa Kevin membawa pergi Alexa.
"Aaargh... bangsat" umpat Felix.
Ia bergegas menemui Steve dan memberitahu Steve bahwa ia mengenal penyusup yang masuk ke Markas.
__ADS_1
"Brengsek !!! berani sekali orang-orang itu masuk kemari. Siapa mereka Fel !!!" bentak Steve menahan marah.
"O..om Kevin. Papanya Gia beserta anak buahnya.." kata Felix sambil menundukkan kepalanya.
"Sial !!!!!!!" kata Steve sembari menendang pintu kemudian meninggalkan Felix.
Sebenarnya Steve ingin memarahi Felix. Karena kecerobohannya menculik anak orang, keberadaan Markas Dragons yang semula di rahasiakan kini telah terbongkar.
Beberapa saat kemudian Papa Kevin dan Alexa tiba di rumah keluarga George. Mama Nessa yang menanti kepulangan suami dan putrinya telah menunggu di depan pagar. Mama Nessa segera menghampiri Papa Kevin yang membawa Alexa masuk ke dalam rumah.
"Ma... tolong panggil dokter keluarga Ma.." perintah Papa Kevin. Mama Nessa pun menghubungi Dokter Louise.
"Gia kenapa Pa ??? hiks..hiks.. kenapa banyak sekali luka memar di leher dan dadanya..hiks..hiks.." tanya Mama Nessa yang tidak tega melihat Alexa.
Papa Kevin pun menangis. Ia mengira Alexa telah diperkosa oleh Felix hingga ia lemah. Papa Kevin merasa telah gagal menjalankan kewajibannya sebagai orang tua.
"Hiks..hiks.. aku gagal menjaga putri kita Ma.. Aku bukan orang tua yang baik...hiks..hiks.." kata Papa Kevin sambil menangisi putrinya yang terbaring lemah.
"Papa jangan bilang seperti itu Pa.. kita tidak tahu apa yang terjadi kepada Gia..kita tunggu saja sampai Gia sadar dan menceritakannya kepada kita. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan Pa.." kata Mama Nessa.
Beberapa saat kemudian dokter keluarga tiba di rumah keluarga George. Dokter Louise mulai memeriksa Alexa.
"Bagaimana kondisi putri saya El??" tanya Papa Kevin kepada Dokter Louise.
"Putri anda sangat syok dengan apa yang ia alami. Akibat buruknya dia bisa mengalami trauma bahkan phobia dengan suatu hal. Semoga saja itu tidak terjadi Tuan.." kata Dokter Louise. Papa Kevin menunduk sedih mendengar penjelasan dokter.
//////////FLASHBACK OFF////////////
"Jadi setelah 3 bulan aku terapi dengan Psikiater dan trauma aku sudah membaik. Aku sudah bisa mengontrol rasa takutku. Jadi Papa sama Mama mengajakku pindah ke Negara K untuk memulai kehidupan baru disini !!!" cerita Alexa.
"Mulai sekarang kamu jangan takut yaa Sayang. Aku akan selalu ada buat kamu. Aku akan melindungimu.." kata Sean dengan lembut. Alexa mengangguk sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di Mansion Keluarga Astin. Sean mengajak Alexa masuk dan mengantar Alexa ke kamarnya. Akan tetapi, belum sempat Sean dan Alexa menaiki anak tangga, Mbok Yeti sudah menghadang mereka terlebih dahulu.
"Apa-apaan ini mbok !!!!" kata Sean dingin.
"Saya telah ditugaskan Tuan Robbert dan Nyonya Ivanka untuk melarang Tuan Muda Sean membawa nona Alexa ke kamar anda." kata Mbok Yeti dengan tegas.
"Dasar Pak Tua Kejam !!!!" teriak Sean.
Alexa menahan tawa mendengar teriakan Sean yang ditujukan kepada Papa Robbert. Mbok Yeti mengantarkan Alexa ke kamar tamu yang telah disiapkan oleh Mama Ivanka.
~bersambung~
__ADS_1