
Jonathan, Kenzo dan Sally dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit. Kenzo memikirkan apakah Sean sanggup melihat rekaman cctv yang memperlihatkan Alexa dianiaya oleh Samuel dan Vallerie. Ia masih ingat betapa syok Sean saat melihat Alexa terluka parah. Ia khawatir jika memberikan rekaman itu saat ini, beban fikiran Sean akan semakin bertambah sehingga Kenzo menunda memberikan bukti kejahatan Samuel dan Vallerie.
Beberapa saat kemudian Jonathan, Kenzo dan Sally tiba di Rumah Sakit. Mereka berlari menuju ruang operasi Alexa. Dari kejauhan mereka melihat Sean berjalan mondar mandir di depan pintu ruang operasi. Mereka bergegas menghampiri Sean.
Beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi. Sean bergegas mendekati dokter untuk menanyakan kondisi Alexa.
"Bagaimana kondisi istri saya dokter ?" tanya Sean. Dokter terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Sean.
"Operasinya berhasil Tuan, janinnya juga baik-baik saja. Hanya saja pasien saat ini sedang koma. Kondisi pasien masih kritis." kata Dokter sembari memegang pundak Sean untuk menguatkan Sean kemudian pergi dari ruang operasi. Sean terduduk lemas mendengar penjelasan dokter. Mama Ivanka mendekat kepada Sean dan memeluk Sean yang menangis terisak.
"Kamu yang kuat sayang.. kamu harus kuat demi Alexa dan calon anak kamu!!!" kata Mama Ivanka sambil menangis.
Papa Robbert pun tak kuasa menahan air matanya menyaksikan putra yang selama ini kuat kini terlihat hancur. Semua teman-teman Alexa menangis mengetahui kondisi Alexa. Martin, Jonathan, Kenzo dan Felix mendekati Sean dan memberikan dukungan kepada Sean. Setelah merasa sedikit tenang, Sean meminta Martin, Jonathan, dan Kenzo berbicara.
"Gue minta kepada kalian cari tahu siapa pelaku penganiayaan Alexa. Tangkap orang itu hidup ataupun mati." perintah Sean.
"Kita sudah menemukannya King !!!" kata Kenzo.
"Bagus !!! urus semua hingga gue dan Alexa kembali ke negara S, jangan eksekusi sebelum gue pulang !!" kata Sean dengan nada dinginnya.
"Siap King !!!!" kata Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan.
Keesokan harinya, Alexa dipindahkan ke ruang ICU VVIP. Setelah dipindahkan, Seanean segera masuk kedalam ruangan Alexa. Ia menangis sembari menciumi jemari Alexa. Ia hanya bisa menangisi Alexa yang terbaring dengan memejamkan matanya. Papa Robbert dan Mama Ivanka menunggui Sean di depan pintu kamar. Mendengar suara tangis Sean, Mama Ivanka pun ikut masuk kedalam untuk menenangkan putranya.
"kamu jangan menangis sayang, kamu harus kuat !! Alexa akan bersedih jika tahu kamu menangis seperti ini." kata Mama Ivanka sembari memeluk Sean.
"Kenapa ini harus terjadi kepada Alexa dan anakku Ma !!! Seharusnya waktu itu aku tidak membiarkan Alexa sendirian di Toilet Ma !!!" kata Sean diiringi isak tangis.
"kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sayang !! semua ini sudah menjadi kehendak Tuhan !!" kata Mama Ivanka.
Tak lama kemudian dokter masuk ke ruangan Alexa. Ia memeriksa kondisi Alexa yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Dokter memberitahu Sean dan Mama Ivanka bahwa Alexa harus selalu diajak berbicara.
"pada kondisi seperti ini nona Alexa bisa mendengar apa yang ada disekitarnya. Dan itu akan menjadi rangsangan bagi nona Alexa untuk sadar dari komanya." kata Dokter. Mama Ivanka dan Sean mengangguk.
Setelah memeriksa Alexa, dokterpun meninggalkan ruangan Alexa. Sean meminta kepada Mama Ivanka untuk kembali ke negara S. Ia ingin Mama Ivanka dan Papa Robbert mempersiapkan segala sesuatu karena ia ingin memindahkan Alexa ke rumah sakit keluarga Astin di Negara S setelah kondisi Alexa membaik.
"Ma.. jangan beritahu Papa Kevin dan Mama Nessa ya..mereka akan bersedih jika mengetahui kondisi putrinya" kata Sean. Mama Ivanka mengangguk kemudian menyampaikan permintaan Sean kepada Papa Robbert.
***beberapa hari kemudian***
///////Sekolah///////
Martin, Kenzo dan Jonathan tiba di sekolah. Mereka sengaja belum menangkap Samuel dan Vallerie. Rencananya mereka akan menculik Samuel dan Vallerie saat pulang sekolah. Jean, Rose dan Sally terlihat murung saat berada di kantin. Anna, Yunna, Angel dan Vallerie tertawa melihat wajah murung mereka.
"Hei.. kemana majikan kalian ???" tanya Vallerie dengan senyum jahatnya. Jean, Rose dan Sally tidak mempedulikan perkataan Vallerie. Merasa diacuhkan, Vallerie merasa kesal.
"Majikan kalian sudah mati ya ?? Kasihan banget sih!!!" kata Vallerie yang sengaja memancing amarah sahabat Alexa. Sally yang pada dasarnya mengetahui bahwa Vallerie adalah pelaku penganiayaan Alexa hendak memukul Vallerie. Akan tetapi Jean mencegah Sally melakukannya.
"Jangan Sall.. apa loe mau menjadi monster seperti dia ???" kata Jean.
__ADS_1
Akhirnya Sally mengurungkan niatnya memukul Vallerie dan meninggalkan kantin diikuti oleh Jean dan Rose. Sahabat Vallerie bingung dengan maksud perkataan Jean. Mereka tidak tahu bahwa Vallerie dan Samuel telah mencelakai Alexa.
"Hei.. mana ada monster cantik seperti ini !!!!" teriak Yunna. Jean, Rose dan Sally tidak mempedulikan ocehan Yunna.
/////Rumah Sakit Negara B/////
Sean baru saja selesai mandi. Ia menghampiri Alexa yang masih belum sadar dari komanya. Ia mengambil handuk dan air hangat untuk menyeka tubuh Alexa agar tetap bersih.
"Good Morning Sayang.." kata Sean sambil tersenyum kemudian mencium kening Alexa.
"Sayang.. kamu kapan bangunnya ?? apa kamu tidak lelah tidur terus ??" kata Sean sembari mengusap tubuh Alexa.
"Kok perut kamu belum kelihatan buncit ya ?? aku ingin sekali melayani kamu saat kamu mengidam sayang" kata Sean sembari menyeka pelan perut Alexa.
"baby.. jangan rewel di dalam perut mommy ya.. bangunkan mommy dong baby.. Daddy kangen banget sama mommy" kata Sean sambil menciumi perut Alexa.
Tiba-tiba ada dua orang masuk ke kamar Alexa sambil menangis. Sean terkejut saat melihat dua orang yang tidak asing baginya.
"tega sekali kamu Sean !!! kenapa kamu tidak memberitahu kami tentang kondisi Alexa !!! Kami adalah orang tua kandungnya !!!" kata Papa Kevin sembari menahan tangis. Mama Nessa menangis sambil memeluk Alexa.
"maafkan aku Pa..Ma.. aku tidak ingin kalian bersedih melihat kondisi Alexa" kata Sean.
"Justru kamu membuat kami sedih saat kamu tidak memberitahukan yang sebenarnya kepada kami !!" kata Papa Kevin kesal. Sean hanya menunduk mendengar omelan Papa Kevin.
Tangis Mama Nessa terhenti saat melihat mata Alexa mengeluarkan air mata. Ia meminta Papa Kevin dan Sean menghentikan perdebatan mereka.
"Kok lari sih ??? kan ada bel disini !!! menantu sama mertua kok sama saja !!!" kata Mama Nessa kemudian menekan bel emergency.
Dokter berlarian menuju ke ruangan Alexa. Setelah memeriksa kondisi Alexa, dokter menyampaikan kepada Sean, Papa Kevin dan Mama Nessa bahwa kondisi Alexa sedikit membaik karena Alexa sudah mampu menerima rangsangan di lingkungan sekitarnya. Sean, Mama Nessa dan Papa Kevin senang setelah dokter memberitahukan kondisi Alexa.
Sean bertanya kepada dokter tentang usia kehamilan Alexa. Oleh karena ia bukanlah ahli kandungan, Dokter segera memanggil rekannya yang seorang dokter kandungan untuk datang ke ruangan Alexa. Saat Sean bertanya kepada Dokter Mama Nessa dan Papa Kevin terkejut.
"Kamu menghamili putriku ??" kata Papa Kevin sembari menarik kerah baju Sean.
"Maaf Pa.. kita melakukannya tanpa sadar !! kita tidak tahu jika akan seperti ini jadinya" kata Sean dengan menundukkan kepala.
"mana mungkin melakukannya tanpa sadar Sean !!!! kamu dan Alexa sudah berjanji untuk menunda memiliki anak !!! ya.. gini kalau orang sudah merasakan enak pasti lupa dengan semua janjinya !!!" kata Papa Kevin. Sean seakan kehabisan kata-kata untuk menjawab perkataan Papa Kevin.
"Aku akan bertanggung jawab Pa.." kata Sean yang masih menundukkan kepalanya. Hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutnya.
"Tentu saja kamu harus bertanggung jawab !!! kamu kan suaminya !!!" kata Papa Kevin kesal akan tetapi ia ingin tertawa melihat rasa takut di wajah Sean. Mama Nessa sangat terganggu dengan percakapan antara Papa Kevin dan Sean. Ia pun mencoba menghentikan pembicaraan mereka.
"Stop !!!! lagian kalau Alexa hamil apa masalahnya sih Pa??? Dia punya suami !!! Mama saja bahagia akan mendapatkan cucu !!! memangnya Papa tidak bahagia ???" tanya Mama Nessa sambil merangkul Sean. Sean tersenyum karena Mama Nessa memihak kepadanya.
"Tentu saja bahagia Ma !!!!" kata Papa Kevin kemudian memeluk Sean dan memberikan ucapan selamat kepada Sean. Mama Nessa tertawa mengetahui Papa Kevin hanya memberikan prank kepada Sean.
"jadi Papa tidak marah??" tanya Sean.
"untuk apa Papa marah !!! Papa bahagia karena berkat kamu dan Alexa, anggota keluarga kita akan bertambah.." kata Papa Kevin.
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter kandungan tiba di ruangan Alexa dengan membawa berbagai macam alat yang diperlukan. Dokter mulai melakukan USG kepada Alexa dengan disaksikan Sean. Dokter menjelaskan kepada Sean bahwa janin di rahim Alexa berkembang dengan baik sesuai dengan usia kehamilannya.
"Usia kehamilan nona Alexa baru 10 minggu Tuan" kata Dokter Kandungan. Sean hanya tersenyum mendengar penjelasan dokter. Setelah memeriksa Alexa, dokter kandungan berpamitan kepada Sean. Sean tersenyum menatap Alexa yang masih belum sadar dari komanya.
"Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan buah cinta kita" kata Sean sembari mencium bibir Alexa. Disaat bersamaan Papa Kevin dan Mama Nessa masuk kedalam ruangan Alexa dan melihat Sean mencium Alexa.
"Sean !!! apa yang kamu lakukan !!!" teriak Papa Kevin hingga membuat Sean terkejut.
"Aku cuma menciumnya Pa !!" kata Sean kesal.
"Istri belum sadar tapi kamu berani mencuri kesempatan !!!" kata Papa Kevin kesal.
"Ap..apa ?? mencuri ?? Aku suaminya Pa.. bagaimana bisa Papa menganggapku mencuri kesempatan ???Aku berhak menciumnya Pa.." kata Sean sedikit emosi.
"Kamu memang berhak menciumnya !! tapi lihat kondisinya dong Sean !!!" protes Papa Kevin.
"Hei...sudahlah.. jangan bikin keributan di ruangan Alexa !!!" teriak Mama Nessa. Mama Nessa memberitahu Sean bahwa lusa Alexa akan dipindahkan ke Negara S. Sean hanya mengangguk menyetujui keputusan Mama Nessa dan Papa Robbert.
//////Sekolah//////
Bel pulang berbunyi. Semua siswa berhamburan meninggalkan sekolah. Samuel dan Vallerie pulang bersama. Sebelum mengantarkan Vallerie pulang ke rumahnya, Samuel mengajak Vallerie ke Motel tempat ia pernah menculik Alexa.
"Untuk apa kita kesana ??" tanya Vallerie dengan nada kesal.
"Tentu saja aku mau minta jatah mingguanku sayang " kata Samuel sembari mengelus pipi Vallerie.
"Tapi aku takut hamil Sam !!!" kata Vallerie.
"Kalau kamu hamil aku akan tanggung jawab. Kalau kamu menolak permintaanku, aku akan memberitahukan semuanya kepada Sean bahwa kamu yang mencelakai Alexa !!!" ancam Samuel.
"Jangan !!!!!! oke aku mau !!!!" kata Vallerie. Ia terpaksa mengikuti kemauan Samuel karena ia tidak ingin Sean tahu semua yang ia lakukan kepada Alexa.
Tanpa mereka berdua sadari, Martin, Jonathan dan Kenzo membuntuti mereka. Rencana untuk menangkap Samuel dan Vallerie akan dilaksanakan segera sebelum Sean pulang dari negara B. Mereka tidak ingin Sean murka karena pelaku yang mencelakai Alexa belum juga ditangkap.
Tak lama kemudian, Samuel dan Vallerie tiba di motel. Samuel menggandeng Vallerie masuk ke kamar yang telah dipesan oleh Samuel. Martin, Jonathan dan Kenzo segera turun dari mobil dan mengikuti mereka. Setelah mengunci pintu, Samuel mendorong Vallerie ke tempat tidur. Ia melucuti pakaiannya dan pakaian Vallerie. Nafsu yang ia rasakan sudah berada di puncak ubun-ubun hingga ia tidak bisa menunggu lebih lama untuk memakan Vallerie.
Jonathan mengintip kedalam kamar Samuel dan Vallerie yang sedang bermain kuda-kudaan dari celah pintu.
"waaah..nonton bokep secara live nih bro.." kata Jonathan sembari mengintip Samuel dan Vallerie dari celah-celah pintu.
"mana... !!! mana..!! gue juga mau lihat !!" kata Kenzo kemudian mendorong Jonathan. Sebenarnya Martin juga penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar. Akan tetapi ia masih ingat dengan kemurkaan Sean saat gagal menjaga Alexa. Martin segera menyadarkan Jonathan dan Kenzo agar kembali ke tujuan awal mereka.
"Hehehe....padahal asyik loh Tin ngintip orang bercocok tanam" kata Kenzo sambil tersenyum. Martin memukul kepala Kenzo.
"brengsek loe Tin !!!" umpat Kenzo.
"Loe ingin King marah saat kembali ??" tanya Martin. Jonathan dan Martin menggeleng secara bersamaan. Akhirnya mereka kembali ke tujuan awal mereka.
~bersambung~
__ADS_1