Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Presentasi Tugas Kelompok


__ADS_3

Mentari yang terbit dari ufuk timur terlihat sangat indah. Sinarnya menghangatkan pagi yang dingin. Seorang gadis mulai mengerjapkan matanya karena tersilaukan oleh pancaran sinar sang mentari. Gadis itu, Alexa Georgia, terbangun setelah ponselnya berdering sangat nyaring. Ia pun menjawab panggilan dari ponselnya dengan malas.


"Lex.. hari ini kita harus berangkat pagi, karena jika kita terlambat sedikit saja, kita tidak boleh ikut pelajaran Pak Danang lex.." kata Jean.


"Oke Jean.. ini gue juga mau siap-siap kok" kata Alexa kemudian memutuskan panggilan Jean.


Alexa bergegas bangun dan bersiap-siap pergi ke sekolah. Setelah bersiap, ia segera turun dan mengajak Papa Kevin mengantarnya. Papa Kevin pun meninggalkan sarapannya karena Alexa terlihat sangat buru-buru.


"Tumben kamu pagi banget sayang ?" tanya Papa Kevin.


"Hari ini ada presentasi tugas kelompok kemarin Pa. Kalau terlambat, nggak boleh masuk selama jam pelajaran" kata Alexa. Papa Kevin hanya tersenyum sambil mengelus rambut Alexa.


Beberapa saat kemudian, Alexa tiba disekolah. Ia melihat Sean dan Vallerie sedang berbincang di sekitar lapangan olah raga.


"Sean.. please.. terima ini ya ?? Gue sudah memasak dengan susah payah..." pinta Vallerie sembari menyodorkan bekal makanan.


"Pergi !!! Jangan ganggu gue !!!" bentak Sean.


"Tolong terima bekal dari gue Sean" kata Vallerie sambil memegang lengan Sean dan memaksa Sean menerima bekal darinya.


"Jangan sentuh gue !!!! gue nggak mau ada yang salah paham !!" bentak Sean sembari melihat ke arah Alexa.


"Ngapain dia melihat ke arah gue ???" batin Alexa.


Vallerie pun ikut melihat ke arah Alexa. Ia melihat Alexa dengan tatapan penuh kebencian. Entah mengapa ia sangat membenci Alexa. Sejak Alexa masuk di sekolahnya, posisinya sebagai kandidat kekasih Sean menjadi terancam.


"Loe ngapain disitu ??? Loe mau Caper (cari perhatian) sama Sean?? Murah banget sih !!!" kata Vallerie kesal. Alexa terkejut dengan tuduhan Vallerie. Alexa yang sedari tadi hanya diam kini mulai terpancing emosi.


"Apa loe bilang ?? Gue caper ?? Murahan ??? Bukannya loe yaa yang caper ke Sean tapi selalu diabaikan ? Sebelum ngomong, ngaca dulu !!" kata Alexa kemudian mendorong Vallerie dan berlalu meninggalkan Sean dan Vallerie.


Tak lama kemudian, Sean mengikuti langkah Alexa. Vallerie pun mencoba menghentikan Sean akan tetapi mengingat kemarahan Sean yang sangat menakutkan, ia pun mengurungkan niatnya. Ia takut Sean akan semakin menghindarinya jika ia terlalu memaksakan kehendaknya.


Sean melihat Alexa dari belakang. Ia tahu bahwa saat ini Alexa juga merasa kesal dengannya. Alexa menerima umpatan dari Vallerie karena dia. Ia pun ingin meminta maaf kepada Alexa akan tetapi ia gengsi karena menurut Sean, kesalahan bukan sepenuhnya ada padanya. Ia pun masuk kelas mendahului Alexa dan segera duduk di tempatnya. Alexa hanya melihat Sean yang mendahuluinya dengan bibir yang mengerucut karena kesal. Sean melihat Alexa yang masuk kedalam kelas.


"bibirnya imut" batin Sean saat melihat Alexa masuk kelas.


Jean, Rose dan Sally yang mengetahui bahwa Alexa sedang kesal pun bertanya kepada Alexa.


"Hei.. queen.. kenapa bibirnya seperti burung kakak tua sih ?" tanya Sally.


"Queen apa ?? Pagi-pagi gue udah dibikin kesel sama bunga kentut !!!" kata Alexa dengan nada kesal sembari melihat Sean. Sean segera mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Mungkin si bunga kentut merasa kalah saing sama loe Lex, makanya dia nyari gara-gara mulu" kata Jean.

__ADS_1


"Masak gue dibilang Caper ???" kata Alexa dengan api emosi yang masih membara.


"apa ?? emang loe laper Lex ??? Kita ke kantin yuk?" ajak Rose dengan polosnya.


"Caper Rose... Caper.. bukan laper.. Makanan mulu yang loe fikirkan!!!" kata Sally kesal.


Tak lama kemudian, Pak Danang masuk kedalam kelas. Semua siswa diam sembari mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tas. Pak Danang kembali mengingatkan tentang tugas kelompok yang telah ditugaskan kemarin. Ia meminta Rose dan kelompoknya presentasi pertama.


Rose dan Jonathan dengan percaya diri memulai presentasi mereka. Presentasi Jonathan dan Rose berlangsung cukup lancar. Di akhir presentasi, Pak Danang terlihat tidak puas dengan hasil presentasi Rose dan Jonathan.


"Mana foto dokumentasi pengerjaan kalian ?? Jangan-jangan kalian tidak benar-benar mengerjakannya ??" kata Pak Daniel yang kecewa dengan hasil kelompok Rose dan Jonathan.


"Kami mengerjakan sendiri kok Pak, bahkan saya rela kehilangan waktu shopping saya hanya untuk mengerjakan tugas kelompok ini !!" kata Rose yang menahan tangis karena presentasinya gagal. Jonathan dengan sigap mencoba menenangkan Rose dengan merangkul pundak Rose dan mengusapnya dengan lembut.


"Saya sudah bilang berkali-kali, saat mengerjakan tugas kelompok harus ada foto dokumentasi kegiatan kerja kelompok !!!" kata Pak Danang yang mulai kesal.


"Untung kemarin Sean mengingatkan tentang foto dokumentasi" batin Alexa.


Pak Danang tidak mau berlama-lama memarahi Rose dan Jonathan karena hanya akan membuang waktu. Pak Danang hanya mau menilai presentasi yang ada dokumentasi kelompoknya. Ia meminta semua kelompok mengangkat tangan jika sudah mencantumkan foto dokumentasi dalam tugasnya. Akan tetapi tidak ada satupun siswa yang mengangkat tangannya.


Raut wajah Pak Danang berubah menjadi marah. Ia merasa tidak dihargai karena semua siswa dikelasnya tidak mengindahkan perintahnya. Saat ia hendak membuka mulut untuk meluapkan amarahnya, Sean mengangkat tangannya.


"Ada apa Sean ?" tanya Pak Danang dengan nada kesal.


"Baiklah.." kata Pak Danang mempersilahkan Sean dan Alexa mempresentasikan hasil kelompoknya.


Alexa bertugas menjelaskan isi film dan pesan yang tersirat dalam film "beauty and the beast". Sedangkan Sean bertugas sebagai operator. Sean mulai menancapkan flashdisknya ke laptop. Alexa menjelaskan dengan sangat jelas dan menarik mulai dari awal pembahasan hingga akhir.


Saat Pak Danang menanyakan foto dokumentasi, Sean segera menampilkan fotonya bersama Alexa dengan penuh percaya diri. Pak Danang dan semua siswa di kelas terkejut saat melihat foto Sean dan Alexa.


Bahkan mulut Pak Danang menganga karena terkejut melihat foto dokumentasi Sean dan Alexa. Sean belum menyadari bahwa foto yang ia tampilkan sudah diedit oleh Mama Ivanka sebelumnya. Ia pun bersikap santai seakan tidak ada kesalahan pada hasil kelompoknya.


"Seeeaaaaaannnn !!!!!" teriak Alexa sambil melotot ke arah Sean. Kini Sean mulai peka dengan keadaan yang terjadi. Ia melihat tampilan pada proyektor. Ia baru tahu bahwa foto yang ia tampilkan bukan foto yang semestinya. Ia terkejut dan segera mencabut kabel proyektor dari laptopnya.


"Cieee...ini nih pasangan baru dari kelas kita !!!" teriak Martin yang kegirangan karena bisa menggoda Sean.


"Cieee... king dan Queen..!!!!" sahut Jonathan. Semua teman satu kelas menyoraki Sean dan Alexa. Alexa menatap Sean dengan kesal.


"Kami mendukung kalian Alexa.. Seaaan...!!!!" teriak Jean, Sally dan Rose secara bersamaan sambil tertawa.


"Kalian ini apa-apaan ? Bukannya belajar yang bener malah pacaran !!" bentak Pak Danang.


"Kalian saya hukum menyapu halaman sekolah sampai bersih" perintah Pak Danang. Sean dan Alexa hendak protes akan tetapi upaya mereka untuk membela diri sudah tidak memungkinkan. Alexa dan Sean bergegas mengambil sapu dan pergi menuju halaman sekolah. Sedangkan teman satu kelas mereka menyorakinya dengan semangat.

__ADS_1


Saat menyapu Sean melihat Alexa yang sangat kesal. Ia pun hendak menjelaskan yang terjadi sebenarnya kepada Alexa.


"Kemarin gue nggak make foto yang itu lex" kata Sean menjelaskan yang sebenarnya.


"Seharusnya loe cek dulu sebelum berangkat sekolah Sean. Kalau bukan loe terus siapa yang menggantinya Sean ?? Hantu ??" tanya Alexa dengan kesal.


"Pasti Mama Gue Lex. Gue yakin.." kata Sean meyakinkan Alexa bahwa dirinya tidak bersalah.


"Banyak alasan loe..!!!" kata Alexa sembari menyapu di bawah pohon yang rindang. Oleh karena Alexa tidak percaya dengan penjelasannya, Sean menghubungi Mama Ivanka. Ia sengaja me-loudspeaker ponselnya agar Alexa mendengar percakapannya dengan Mama Ivanka.


"Ma..apa Mama yang mengganti foto di tugasku ?" tanya Sean.


"Hahahaha...iya sayang.. Habisnya kamu nggak mau ngaku kalau kamu pacaran sama dia." kata Mama Ivanka sembari tertawa terbahak-bahak. Alexa yang sudah mendengar penjelasan Mama Ivanka segera protes.


"Kami tidak pacaran tante !!!" sahut Alexa lembut.


"Oh.. kamu sedang bersama Sean yaa sayang??" tanya Mama Ivanka.


"Kami dihukum Ma... Dan ini semua gara-gara Mama.." tuduh Sean. Mama Ivanka tertawa mendengar Sean dan Alexa mendapat hukuman.


"Maaf yaa sayang..hahahahaha..." kata Mama Ivanka sambil tertawa kemudian memutuskan panggilan Sean.


Setelah mendengar kebenarannya, Alexa menjauh dari Sean. Ia sangat kesal dengan Sean. Dalam hatinya, ia ingin sekali mengumpat kepada Sean. Di saat yang sama ia melihat banyak daun kering hasil menyapu mereka berdua. Alexa mengambil daun itu sebanyak kapasitas tangannya kemudian melemparkannya kepada Sean. Daun-daun berhamburan menghujani Sean yang sedang serius menyapu.


"Brengsek !!!!! loe berani sama gue ???" bentak Sean karena rambut dan seragamnya menjadi kotor.


"Berani lah, ngapain gue takut sama orang bego kayak loe. Gara-gara kecerobohan loe, gue ikut-ikutan terkena hukuman!!" kata Alexa melampiaskan kekesalannya kepada Sean. Sean pun juga tak kalah kesal dengan Alexa. Ia membalas Alexa dengan melemparkan daun kering ke arah Alexa.


"Arrgh..." keluh Alexa. Ia mengucek matanya yang perih.


Awalnya Sean menganggap Alexa hanya bercanda. Akan tetapi saat Alexa terus menerus mengucek mata dan menahan tangis, ia pun segera membantu Alexa.


"Loe kenapa ?" tanya Sean dingin.


"Mata gue kelilipan..hiks..hiks.." kata Alexa sambil mengucek mata dan mulai menangis.


"Hei.. jangan di kucek.. Sini biar gue tiupkan" kata Sean sembari mendekatkan bibirnya ke wajah Alexa.


Tanpa mereka sadari, banyak pasang mata yang sedang mengintip mereka dari jauh. Posisi Sean dan Alexa seperti pasangan yang berciuman hingga semua yang melihat menjadi salah paham. Mereka semua sangat terkejut menyaksikan hubungan Sean dan Alexa yang sudah seperti pasangan kekasih.


Foto Editan Mama Ivanka


__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2