Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Perkelahian Sengit


__ADS_3

//////Sekolah//////


Jean, Rose dan Sally meminta Alexa duduk di dekat mereka. Jean bertanya kepada Alexa tentang absennya ia kemarin. Alexa pun memberitahu sahabatnya bahwa kemarin ia bangun kesiangan sehingga mustahil untuk berangkat ke sekolah. Sally menceritakan semua yang terjadi saat Alexa tidak masuk.


"David selalu menanyakan loe Lex.." kata Alexa.


"Bagaimana bisa ?? Dia kan sudah tahu kalau gue sudah menikah !!!" kata Alexa.


"Lha itu masalahnya. David akan percaya jika loe sendiri yang bilang kepadanya." kata Jean


"Dia cinta mati sama loe Lex.. hahahahaha.." sahut Rose.


"itu mah cinta buta Loje.." kata Sally.


"Terus gue harus gimana dong guys ??" tanya Alexa.


"Biarkan saja Lex, kalau dia bikin ulah tegaskan bahwa loe sudah menikah" saran Jean. Alexa pun mengangguk dan tersenyum.


//////Kelas Vallerie//////


Samuel duduk di pojok kelas bersama Vallerie. Ia hendak membicarakan tentang undangan pernikahan Steve. Samuel berencana akan menjadikan Vallerie sebagai pasangannya saat pesta pernikahan Steve. Vallerie dengan senang hati menuruti permintaan Samuel.


"Tapi ingat.. kamu harus hati-hati yaa sayang. Pesta itu hanya dihadiri oleh kelompok mafia. Jadi pesta itu sangat rahasia" kata Samuel memperingatkan Vallerie.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sayang ?" tanya Samuel.


"Berkenalanlah dengan para Queen atau pasangan mafia lain. Dengan begitu sama halnya kita menjalin hubungan baik dengan kelompok lain sayang" kata Samuel. Vallerie tersenyum dan mengangguk.


"Sayang..lalu bagaimana rencana balas dendam kamu ??" tanya Vallerie.


"Kita akan menunggu waktu yang tepat sayang.." kata Samuel.


David mendengar pembicaraan antara Samuel dan Vallerie. Ia sangat kesal dengan sepupunya yang terlalu percaya dengan Vallerie. Ia khawatir Samuel akan melakukan hal yang dapat merugikan dirinya dan Fire. David pun menghampiri Samuel dan mengajaknya berbicara empat mata.


"Ada apa Vid ?" tanya Samuel.


"Gue peringatkan loe untuk tidak berbuat macam-macam Sam. Loe tidak perlu balas dendam kepada Sean. Gue khawatir itu akan merugikan loe sendiri" kata David.


"tidak bisa Vid.. nyawa harus dibayar nyawa. Dia berniat membunuh gue maka gue harus membunuhnya" jawab Samuel.


"Orang tua Sean itu orang berpengaruh di negeri ini Sam. Kalau loe sembarangan bertindak dan nama Fire tercemar, misi kita untuk bekerja sama dengan Devils tidak akan terjalin" kata David.


Samuel meninggalkan David sambil menatap tajam David yang terus menasehatinya. Ia sangat kesal dengan David yang selalu tidak sejalan dengan fikirannya. Ia tetap bertekad akan membalaskan dendamnya kepada Sean dan Alexa.


////////SA. Company////////


Darren sudah menunggu kedatangan Sean di depan meja resepsionis. Ia ingin memberitahu Sean bahwa Steve tengah menunggunya sejak pagi. Darren bergegas menarik tangan Sean saat melihat Sean memasuki pintu masuk.


"King.. Loe kemana saja ?? Steve sudah menunggu loe dari pagi !!" kata Sean.


"Hmm.." jawab Sean dengan singkat.


Sean bergegas menuju ke ruangannya. Saat membuka pintu ia melihat Steve tengah duduk di kursi presdir sambil membaca koran. Sean tersenyum menyaksikan keusilan sahabatnya.


"selamat siang tuan !!! apakah anda presdir SA. Company ?" canda Sean. Mendengar suara Sean, Steve meletakkan koran yang ia baca kemudian menghampiri dan memeluk Sean.


"Hai.. broooo.." kata Steve sembari memeluk Sean.


"Jangan sentuh gue, nanti aroma Alexa bisa nempel ke loe !!!!" tolak Sean.

__ADS_1


"Dasar bucin !!!" ejek Steve.


Steve menanyakan kabar rumah tangga Sean dan Alexa yang terlihat sangat bahagia. Terlintas rasa khawatir dalam benaknya tentang pernikahan atas dasar perjodohan yang akan ia lakukan. Steve meminta pertimbangan kepada Sean mengenai statusnya sebagai king dragons.


"Gue yakin Rachel tidak akan keberatan dengan status loe. Nanti biar Alexa yang bantu loe." kata Sean dengan santainya.


"Jadi Alexa mengenal Rachel ??" tanya Steve terkejut. Sean mengangguk dengan pasti.


Sean menceritakan hubungan antara ia, Alexa dan Rachel dahulu. Steve menjadi mengerti bahwa kedekatan antara Rachel dan Alexa karena sifat 'mudah menerima kenyataan' yang Rachel miliki. Selain itu Alexa juga mudah sekali memaafkan orang lain sehingga Rachel dan Alexa terbilang cocok untuk berteman.


"apakah Rachel tahu bahwa loe king Devils ?" tanya Steve.


"tidak !! hanya Alexa dan ketiga sahabatnya yang tahu !! identitas gue tetap aman dan akan selalu aman" kata Sean.


Sean memberi saran kepada Steve agar sesekali mengajak Rachel jalan sebelum hari pernikahan. Menurut Steve, ide Sean ada benarnya juga. Ia perlu mengenal Rachel terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan. Setelah mendapatkan saran dari Sean, Steve berpamitan kepada Sean. Ia ingin mengajak Rachel kencan untuk pertama kalinya.


////////Sekolah///////


Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berangsur pergi ke kantin, taman maupun perpustakaan. Alexa, Jean, Rose dan Sally sedang berteduh dibawah pohon di taman sekolah. Martin, Jonathan dan Kenzo juga berada disana untuk mendampingi pasangan mereka. Saat mereka asyik bercanda, seseorang menghampiri mereka.


"Hai.. masih ingat gue kan ???" tanya Felix dengan senyuman terukir di bibirnya.


"Felix ???" kata Jean, Rose dan Sally bersamaan.


"Gimana kabar loe Fel.. tumben nyamperin kita disini ??" tanya Jonathan.


"Kabar gue yaa seperti ini, gue cuma mau menyampaikan kepada kalian bahwa sabtu depan kakak gue mengadakan pesta pernikahan. Kakak meminta gue untuk mengundang kalian" jelas Felix.


"Kita pasti akan datang bro" kata Kenzo penuh keyakinan.


"apakah boleh membawa pasangan Fel ??" tanya Martin.


"Enak aja.. gue berangkat sama suami tampan gue !!!" kata Alexa penuh percaya diri.


"Gue juga tidak kalah tampan dari suami loe kok Lex !!" kata Felix.


"tetap saja lebih tampan suami gue!!!" kata Alexa dengan bangganya.


Felix tersenyum kemudian memeluk Alexa. Alexa terdiam saat Felix memeluknya dengan lembut. Alexa mencoba melepaskan pelukan Felix akan tetapi Felix tidak mengizinkannya.


"Cieee.. cinta lama bersemi kembali niih !!" goda Rose.


"Loe jangan mengada-ada ya Loje.." kata Alexa dengan kesal.


Dari kejauhan David melihat Alexa sedang dipeluk oleh lelaki dan terlihat wajah Alexa seperti tidak menginginkannya. David pun menghampiri mereka dan membantu Alexa melepaskan pelukan Felix. Felix pun bingung dengan kehadiran David.


"Apaan sih !!!" kata Felix kesal.


"Siapa loe !!!! berani-beraninya memeluk Alexa !!!" bentak David. Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally tersenyum melihat Felix dilabrak oleh David. Sedangkan Alexa bingung melihat Felix dan David yang saling kesal satu sama lain.


"Loe itu siapa ??? terserah gue lah mau meluk Alexa atau tidak !!! itu bukan urusan loe !!!" jawab Felix.


"Brengsek !!!!!" umpat David kemudian memukul wajah Felix dengan keras.


"Ayo Fel.. !!!! balas..!!! balas !!! balas !!!" sorak Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan. Merasa ada yang menyemangatinya, jiwa pendekar Felix pun kini bangkit.


Felix memukul wajah David, akan tetapi David berhasil menghindar. Oleh karena pukulannya gagal, Felix kembali melesatkan tendangan ke perut David yang membuat David tersungkur ke tanah. Felix tertawa penuh kemenangan saat melihat David jatuh. David merasa dipermalukan di depan pujaan hatinya, ia pun menjegal kaki Felix hingga Felix jatuh. Senyuman seringai terukir di bibir David saat Felix jatuh.


"Bangsat !!!!" umpat Felix kemudian berdiri dan menarik kerah seragam David. Begitu pun dengan David yang juga menarik kerah T-Shirt yang dikenakan Felix.

__ADS_1


"Stop !!!! kalian ini apa-apaan sih !!!" bentak Alexa sembari melepaskan tangan Felix dan David agar berhenti berkelahi.


"Dia memeluk loe dengan paksa Lex!!" kata David dengan kesal.


"Lalu apa masalahnya sama loe ??!!!" bentak Felix yang juga tak kalah kesal.


"Gue.. gue.." kata David yang tidak mampu melanjutkan perkataannya.


"gue sahabat Alexa. Loe mestinya sadar, Alexa sudah menikah. Seharusnya loe tidak mengharapkan apapun darinya !!! loe lupain Alexa atau perasaan cinta loe akan terbuang sia-sia" kata Felix.


"Gue tidak percaya !!!" kata David. Alexa berfikir bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu David tentang hubungannya dengan Sean.


"Felix benar Vid.. Gue sudah menikah dengan Sean !!! Kami memang sengaja tidak memakai cincin pernikahan di jari kami, tapi kami tetap memakainya sebagai liontin" kata Alexa sembari menunjukkan cincin pernikahan yang ia pasangkan di kalungnya. David seolah terkejut dengan penjelasan Alexa. Ia pun pergi meninggalkan Alexa dan semua teman-temannya dengan membendung rasa sakit di dalam hatinya.


"Sakit hati kan !!! sudah di kasih tahu, gak mau percaya sih !!!" ejek Jonathan yang membuat semua tertawa.


"Makanya kalian semua jangan buta karena cinta !! kenyataan tak seindah harapan guys..Hahahaha..." kata Kenzo.


"Istilah itu juga berlaku buat loe Fel.." sindir Jean.


"Kenapa jadi gue !!!!" elak Felix.


"Loe kan gagal move on Fel !!! sadarlah bro.. dia sudah menjadi bini orang !!!" kata Sally sambil melihat Felix dan Alexa bergantian.


"Apaan sih !!!!!" kata Felix kemudian pergi dari Einstein Highschool. Semua tertawa melihat Felix yang kesal karena sindiran Jean dan Sally.


Bel masuk berbunyi. Alexa dan teman-temannya masuk ke kelas mereka. Saat akan memasuki kelas, tanpa ada yang tahu tangan Alexa ditarik oleh Vallerie. Vallerie menarik paksa Alexa dan memaksa Alexa masuk kedalam toilet kemudian menguncinya. Ia lepaskan tangan Alexa dengan kasar dan memulai pembicaraan dengan Alexa.


Vallerie kembali mengungkit saat ia mengambil ciuman dari Sean. Vallerie berniat ingin membuat Alexa sakit hati hingga marah kepada Sean. Dengan demikian, hubungan antara Sean dan Alexa akan merenggang. Saat itu semua terjadi, Vallerie akan memanfaakannya untuk mendekati Sean. Akan tetapi, Alexa sudah faham dan tahu dengan jelas semua tujuan Vallerie. Sebaliknya, justru Alexa ingin memamerkan keharmonisannya dengan Sean.


"Gue dan Sean sudah saling Chat loh Lex.. sebentar lagi Sean akan memilih gue dan meninggalkan loe !!!" kata Vallerie menyulut emosi Alexa.


"masa sih ??!! kok gue tidak nggak percaya ya.. hehehe.." kata Alexa meremehkan Vallerie. Bukannya Alexa, justru Vallerie yang tersulut emosi.


"percaya atau tidak itu urusan loe !!" kata Vallerie.


"Hei bunga kentut, gue kasih saran yaa.. mimpi itu boleh, tapi jangan terlalu tinggi karena kalau terlalu tinggi, saat loe jatuh sakitnya nggak ketulungan loh..." kata Alexa sembari mengelus rambut Vallerie.


"jangan sentuh gue j*al*ang !!!!!" bentak Vallerie kemudian mendorong Alexa hingga jatuh ke lantai. Alexa menjadi kesal dengan Vallerie yang mulai bersikap kasar. Ia tidak ingin Vallerie mengalahkan dirinya.


"Brengsek !!!!!!" umpat Alexa kemudian ia bangun dari jatuhnya dan memukul wajah Vallerie.


"Aargh..." keluh Vallerie yang kesakitan karena pukulan Alexa. Alexa tersenyum puas melihat Vallerie yang kesakitan.


"beraninya loe mukul gue !!!!" teriak Vallerie sambil memegangi pipinya yang lebam.


"Hahahahaha.. loe lebih cantik dengan wajah loe yang seperti ini deh !!!! hahahaha..." ejek Alexa disertai tawa penuh penghinaan.


Alexa masih belum puas karena hanya memukul sekali. Alexa kembali menampar Vallerie akan tetapi Vallerie berhasil menahan tangan Alexa kemudian menampar Alexa dengan keras hingga Alexa kesakitan. Keluarlah darah segar di salah satu sudut bibir Alexa. Emosi Alexa kian memuncak setelah Vallerie menamparnya. Alexa menarik rambut Vallerie dengan keras hingga Vallerie kesakitan. Vallerie tak mau kalah, ia juga menarik rambut Alexa.


Mereka saling menarik rambut satu sama lain dan saling berteriak menahan rasa sakit. Suasana di dalam toilet menjadi gaduh karena suara teriakan Alexa dan Vallerie. Terdapat salah satu siswa yang hendak menggunakan toilet. Ia mendengar suara gaduh dari dalam toilet. Ia pun membuka pintu toilet untuk memeriksa apa yang terjadi di dalam toilet. Alangkah terkejutnya siswa tersebut saat melihat dua primadona sekolah sedang berkelahi dengan sengit. Siswa tersebut bergegas ke ruang guru dan melaporkan semua yang dilihatnya kepada Pak Danang.


Pak Danang segera bertindak setelah mendapat laporan. Ia berlari menuju ke toilet kemudian melerai Vallerie dan Alexa yang masih saling menarik rambut satu sama lain.


"Stop !!!!" bentak Pak Danang hingga Vallerie dan Alexa menghentikan aksinya.


"Kalian ikut saya ke ruang konseling !!" kata Pak Danang dengan nada dinginnya. Alexa dan Vallerie terpaksa menurut dengan perkataan Pak Danang.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2