Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Calon Mantu


__ADS_3

Martin, Jonathan dan Kenzo menghampiri Sean yang masih berada di dalam mobil. Sean pun keluar menemui mereka.


"Sudah loe temukan Ken ??!!!" tanya Sean dingin.


"belum king !!! gue masih fokus ke anak buah Steve. Besok mereka mulai bersekolah di sekolah ini King." kata Kenzo dengan tegas.


"Untuk apa loe terlalu fokus ke anak buah Steve !!!! bukankah informasi yang loe berikan ini sudah pernah loe sampaikan ke gue !!!!" bentak Sean. "Gue memerintahkan loe segera menemukan editor foto Alexa !!!" imbuhnya.


"Maaf King.. kemarin gue capek banget, gue ketiduran hingga melupakan perintah loe" kata Kenzo sembari menundukkan wajahnya.


"Brengsekkk !!!!!!" umpat Sean sembari menendang tempat sampah kemudian berlalu menuju ke kelasnya.


Martin dan Jonathan menepuk pundak Kenzo sebagai bentuk dukungan mereka kemudian mengajak Kenzo ke kelas. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Pak Danang masuk ke kelas. Ia meminta Alexa, Jean, Rose dan Sally keluar dari kelas.


"Atas dasar apa bapak mengusir kami dari kelas ??!! kami bersekolah disini membayar pakai uang looh, kami serius belajar di sekolah ini Pak!!!!" kata Jean dengan penuh amarah. Alexa pun mencoba menahan amarahnya, ia masih menghargai Pak Danang sebagai seorang guru.


"Kalian telah berbuat tidak baik. Itu akan berakibat buruk bagi siswa-siswa lainnya." kata Pak Danang.


"Bapak tahu apa tentang baik dan buruk ??!!! Bapak saja sudah pilih kasih kepada siswa bapak !!!! Kami tahu, Bapak selalu membela Vallerie yang merupakan anak kepala sekolah !!!" kata Sally dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Diam kamu Sally.. !!!!!" bentak Pak Danang.


"Jangan pernah anda membentak teman saya !!!" bentak Alexa sembari yang kini tidak bisa menahan amarahnya. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo hanya menyimak percakapan antara para gadis dengan gurunya.


"Kamu berani sama saya ??!!! Derajat kamu setinggi apa hingga berani membentak saya ??!!! Kamu hanya siswa pembawa aib bagi sekolah !!!!" bentak Pak Danang.


Alexa menggebrak meja kemudian keluar dari kelas. Jean dan Sally pun mengikuti Alexa.


"Dasar guru jahat !!!!" teriak Rose kemudian mengikuti teman-temannya.


Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo mengikuti Alexa, Jean, Rose dan Sally. Pak Danang hendak menegur Sean, akan tetapi Sean terlebih dahulu memberikan tatapan tajam kepada Pak Danang sehingga Pak Danang mengurungkan niatnya dan memilih diam.


/////////////////


Beberapa saat kemudian Papa Robbert tiba di sekolah. Papa Robbert berjalan menuju Ruang Kepala Sekolah. Saat melewati taman, Papa Robbert melihat Alexa bersama Sean dan teman-temannya. Papa Robbert pun menghampiri Alexa.


"Hai Sayang..." sapa Papa Robbert. Martin, Jonathan dan Kenzo heran karena tidak biasanya Papa Robbert memanggil Sean dengan sebutan sayang. Alexa tersenyum manis kepada Papa Robbert. Papa Robbert pun menghampiri dan memeluk Alexa.


"Papa baru datang ???" tanya Alexa. Papa Robbert mengangguk sembari mengelus rambut Alexa. Merasa cemburu, Sean segera melepaskan pelukan Papa Robbert dan Alexa.


"Alexa punyaku Pa !!!!" kata Sean kesal karena Papa Robbert memeluk Alexa.


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally terkejut melihat pemandangan langka di depan mereka. Mereka saling berbisik sembari menatap aneh Alexa, Sean dan Papa Robbert.


"Alexa memanggil Om Robbert Papa ??" bisik Kenzo kepada teman-temannya.


"Gue juga dengar kok" sahut Jean.


"Apa jangan-jangan Alexa itu adik Sean yaa ???" tanya Rose dengan polosnya.

__ADS_1


"Kalau mereka adik kakak, mana mungkin mereka berciuman di kelas saat sebelum berangkat study tour??? mana ciumannya hot banget pula" kata Martin.


Oleh karena sama-sama tidak tahu tentang hubungan yang sebenarnya dari ketiga orang di depan mereka, Martin, Jean, Jonathan, Rose dan Sally kembali menyimak dengan seksama real drama di depan mereka.


Sean tidak suka jika Alexa disentuh lelaki lain, meskipun itu adalah Papanya sendiri. Tiba-tiba Papa Kevin datang. Papa Robbert terkejut saat melihat Papa Kevin berada di belakangnya. Papa Kevin memeluk Alexa dan Sean secara bergantian. Lagi-lagi Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally terbengong saat melihat Papa Kevin memeluk Sean.


Wajah bingung mereka tidak luput dari pandangan Papa Robbert. Papa Robbert tersenyum dan menjelaskan kepada teman-teman Sean dan Alexa.


"Pasti kalian bingung kan ?? Yang disebelah saya adalah Kevin, sahabat saya, Papa Alexa. Sedangkan Alexa adalah calon menantu saya.." kata Papa Robbert sembari merangkul pundak Alexa. Sean dan Alexa tersenyum malu sambil menunduk saat mendengar perkataan Papa Robbert. Sedangkan Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally syok mendengar perkataan Papa Robbert. Mereka tidak percaya dengan kenyataan yang tiba-tiba menghantam mereka.


"PeDe banget loe Rob.. Bukannya loe harus dapat persetujuan dari gue !!!"sanggah Papa Kevin dengan senyum sinisnya.


"Memangnya loe nggak mau jadi besan gue Vin??" tanya Papa Robbert.


"Emang loe punya apa sampai-sampai loe berani meminta gue jadi besan loe ???" canda Papa Kevin.


"Nih.. gue punya putra yang tampannya nurun ke gue..Hahahahaha..." kata Papa Robbert sembari menarik Sean untuk diperlihatkan kepada Papa Kevin. Papa Kevin pun tertawa kemudian memeluk Papa Robbert.


"Saya harap jangan beritahu siapapun bahwa saya adalah Papa Alexa. Ini adalah rahasia" pesan Papa Kevin. Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally mengangguk dengan penuh keyakinan.


Papa Robbert dan Papa Kevin berpamitan kepada teman-teman Sean dan Alexa kemudian menemui kepala sekolah di ruangannya. Sean dan Alexa ikut Papa mereka ke ruang Kepala Sekolah. Sedangan Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally masih menunggu wali mereka tiba.


///////////////


Darren tiba di parkiran sekolah. Saat ia turun dari mobil, ia melihat ada seorang wanita yang sangat cantik. Ia seperti terhipnotis saat melihat wanita itu.


"Oh.. My God !!! Cantik banget !!! Mungkinkah dia jodoh gue ?? Apakah ini yang disebut cinta pada pandangan pertama ?" batin Darren sembari memegang dadanya yang berdebar.


Melihat orang jatuh di depannya, wanita itu pun bergegas menolong Darren.


"Mmm.. anda tidak apa-apa tuan ??" tanya Wanita itu sembari membantu Darren berdiri.


"Saya tidak apa-apa nona. Badan saya sedikit lemas karena dari pagi saya belum makan." kata Darren.


"Hahahahaha.. padahal tadi pagi gue makan banyak ..porsi double pula.. hahahahaha" batin Darren yang menertawai dirinya sendiri.


"Saya ada roti tuan, jika anda berkenan, anda bisa memakannya" kata wanita itu sembari mengambil roti dari dalam tasnya. Tanpa rasa sungkan, Darren menerima dan memakannya saat itu juga.


"Terimakasih nona.. Sebagai tanda terimakasih saya, saya akan mengajak anda makan malam. Saya harap anda tidak menolak ajakan saya nona.." ajak Darren sembari tersenyum kepada wanita itu.


Wanita itu melihat Darren sekilas saat Darren mengajaknya makan malam. Ia melihat Darren tersenyum yang menambah nilai tampannya. Wanita itutersenyum sedikit kemudian mengangguk.


"Cowok ini ganteng bangeett !!!!" batin Wanita itu. Darren mengajak wanita itu berkenalan dan tidak lupa Darren meminta nomor ponsel gadis itu.


"Saya Darren..." kata Darren.


"Saya Jasmine.." jawab Wanita itu.


Setelah saling bertukar nomor ponsel, Darren melihat Martin, Jonathan dan Kenzo di taman. Sedangkan Jasmine juga melihat Rose, Jean dan Sally. Darren meminta kepada Jasmine untuk bicara biasa saja, tidak perlu memakai bahasa formal agar tidak ada rasa canggung diantara mereka berdua. Jasmine pun setuju dengan permintaan Darren.

__ADS_1


"Loe sedang apa disini ??" tanya Darren penasaran.


"Oh.. kata adik gue, gue dapat panggilan dari kepala sekolah." kata Jasmine singkat.


"Oh.. sama dong berarti.. tuh yang cowok bertiga disana adalah adik-adik gue.." kata Darren.


"Cewek bertiga yang bersama adik loe itu adik-adik gue.." kata Jasmine antusias.


Jasmine adalah kakak kandung Rose. Oleh karena orang tua Jean dan Sally sering berbisnis di luar negeri, Jasmine bersedia menjadi wali mereka. Jasmine sudah menganggap Jean, Sally dan Alexa sebagai adiknya sendiri. Setelah sekian lama mengobrol, Darren mengajak Jasmine ke ruang kepala sekolah bersama. Sedangkan Martin, Jonathan, Kenzo, Jean, Rose dan Sally mengikuti Darren dan Jasmine di belakangnya.


"Akhirnyaa Darren menemukan pujaan hatinya.. hahahaha..." bisik Martin di telinga Kenzo.


"Tinggal loe yang jadi jomblo ngenes Tin.. Kapan loe nembak Jean ???" tanya Kenzo. Tanpa disengaja, Jean mendengar percakapan antara Kenzo dan Martin. Akan tetapi ia pura-pura tidak mendengarnya.


"Tunggu tanggal mainnya..." kata Martin pelan sambil tersenyum. Jean tersenyum mendengar jawaban Martin.


"Berarti Martin juga suka sama gue dong ?? Uuhh.... senangnyaaa..." batin Jean yang merasa sangat bahagia.


///////////////


Vallerie tidak sabar menyaksikan hukuman yang akan diterima oleh Alexa dan teman-temanya. Dengan wajah ceria ia menyapa teman-teman di kelasnya. Yunna saat ini sudah mulai masuk sekolah. Ia pun tidak sabar menyaksikan balasan dari dendamnya untuk Alexa.


"Vall... menurut loe hasil editan gue gimana ?" tanya Yunna yang mengharapkan pujian dari Vallerie.


"Sempurna Yunn.. loe emang tidak pernah mengecewakan gue Yun.. hehehehe.." puji Vallerie. Yunna tersenyum bahagia saat Vallerie memujinya.


"Tapi loe yakin kita tidak akan ketahuan Yun ??" bisik Anna kepada Yunna.


"Yakiin lah.. loe tenang aja An.. semua pasti aman !!!" kaya Yunna.


/////////////


Sean, Alexa, Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally sudah berada di ruang kepala sekolah bersama wali mereka. Sean segera memerintahkan Kenzo untuk menyelesaikan tugasnya, Kenzo pun mulai mengutak-atik ponselnya untuk mencari bukti yang diminta Sean.


Tuan Bennedict mulai menjelaskan kesalahan apa yang dilakukan Sean, Alexa dan teman-temannya. Tuan Bennedict berkata bahwa mereka telah berbuat tidak senonoh di sungai.


"Jika tuan-tuan tidak percaya, kami punya buktinya.." kata Tuan Bennedict.


"Kami tidak melakukan apa-apa Pak.. justru Sean dan teman-temannya yang menolong kami. Jika Sean dan teman-temannya tidak ada, kami tidak akan bisa pulang ke Villa.." kata Alexa.


"Ada yang mencuri pakaian kami pak. Untung Kenzo dan teman-temannya segera mencari kami. Jadi kami pakai baju mereka" tambah Sally.


"Anda dengar sendiri kan.. atau perlu kita lakukan visum pada gadis-gadis ini tuan ??" tantang Jasmine. Rose dan Jonathan terkejut saat Jasmine meminta visum, pasalnya mereka pernah melakukannya sebelum kegiatan study tour dilaksanakan.


"Saya harap anda dapat bertindak tegas Tuan Bennedict" kata Papa Robbert dingin. Tuan Bennedict mulai berubah fikiran. Ia takut jika posisinya sebagai kepala sekolah dicabut oleh Papa Robbert selaku pemilik sekolah


"Saya percaya kepada Alexa sepenuhnya. Dia tidak mungkin melakukan kesalahan seperti itu. Kalaupun dia melakukannya, saya pastikan saya akan menikahkannya saat itu juga !!!" kata Papa Kevin dengan tegas.


Serasa mendapat hembusan angin surga, Sean sangat senang mendengar ucapan Papa Kevin. Ia merasa Papa Kevin memberikan lampu hijau untuk melakukan "itu" bersama Alexa.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2