
Alexa tiba di Markas 666. Nampak Sean menunggu Alexa di depan gerbang markas dengan wajah kesalnya. Alexa bergegas menghampiri Sean.
"Kenapa kamu menunggu disini sayang ?" tanya Alexa. Sean hanya diam lalu menggandeng tangan Alexa tanpa menjawab pertanyaannya. Firasat Alexa mengatakan jika saat ini Sean sedang marah kepadanya. Alexa kini diam mengikuti kemanapun Sean membawanya pergi.
Anak buah Sean menyaksikan king dan queennya yang sedang bergandengan tangan dengan wajah yang sulit ditebak. Mereka hanya bisa tersenyum saat Sean dan Alexa melewati ruang sidang tempat mereka membahas permasalahan.
"Menurut kalian, apakah queen akan baik-baik saja ?" tanya Jonathan sambil melihat Sean dan Alexa berlalu melewati ruang sidang.
"Gue takut King membuat kesalahan yang pada akhirnya ia yang akan menyesali perbuatannya" kata Kenzo yang juga melihat ke arah yang sama dengan Martin.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak. Kita tidak bisa menebak apa yang Sean fikirkan. Dialah satu-satunya orang yang paling sulit ditebak." sahut Martin.
Tibalah Sean dan Alexa di ruang pribadi King Devils. Sean mendudukkan Alexa di depan tempat kerjanya. Alexa menelan ludahnya dengan kasar. Ia tahu benar jika saat ini suaminya benar-benar sedang marah.
"Apa yang kamu lakukan di Mall ??" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"Belanja lah.. mem..memangnya kenapa ??" jawab Alexa dengan hati-hati karena khawatir Sean akan semakin marah jika ia menjawab dengan tidak tepat.
"Belanja atau berpegangan tangan dengan cowok lain ??" selidik Sean. Alexa menjadi bingung dengan pertanyaan Sean.
"Cowok lain siapa ?? kamu kan tahu sendiri aku pergi ke mall sama Jean, Rose dan Sally. Kenapa kamu menuduhku seperti itu Sean ?" protes Alexa.
Tanpa menjelaskan, Sean menunjukkan foto Alexa yang sedang berjabat tangan dengan David saat di toilet. Alexa terkejut saat tahu dirinya tengah dimata-matai suaminya sendiri. Ia tidak menyangka jika Sean tidak memiliki kepercayaan kepadanya sehingga mengirimkan mata-mata untuk mengikutinya.
"Sebegitu tidak percayanya kamu kepadaku yaa Sean, hingga kamu mengirimkan anak buah kamu untuk mengikutiku ? Asal kamu tahu, David sendiri yang menghampiriku dan Jean di Toilet. Dia siswa baru di sekolah kita. Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengajak kami berkenalan. Aku juga tidak enak jika menolaknya karena dia juga teman satu sekolah dengan kita !!!!! Jika kamu jadi aku, apa kamu akan mengabaikan teman sekolah kamu yang ingin mengajak berkenalan ???" jelas Alexa tanpa jeda karena kesal dengan tindakan Sean.
"bukannya aku tidak percaya sayang, aku hanya ingin menjaga kamu saat aku tidak bersamamu. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu. Apalagi kamu juga tahu sendiri bahwa anak baru itu seorang mafia. Aku tidak bisa membiarkan kamu dekat-dekat dengan mereka sayang" jelas Sean.
Mendengar penjelasan Sean, Alexa sedikit merasa lega. Akan tetapi karena ia masih kesal ia hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya dengan sempurna. Sean menahan tawa saat melihat bibir Alexa yang cemberut karena kesal. Ia mencoba memecahkan keheningan diantara dirinya dan Alexa. Sean melihat Alexa membawa kantong plastik.
"Apa yang kamu bawa sayang ?? Apa itu untukku ??" tanya Sean mencoba mencairkan suasana.
"Hmmm.. tapi nggak jadi, karena kamu membuatku kesal !!! Jadi ice creamnya aku makan sendiri" jawab Alexa sambil mengeluarkan isi dari kantong plastik yang ia bawa.
Alexa mulai memakan ice cream di depan Sean. Sean hendak meminta ice creamnya akan tetapi Alexa bersikeras tidak mau membaginya dengan Sean. Sean tersenyum saat melihat mulut Alexa belepotan ketika makan ice cream. Ia membersihkan mulut Alexa dengan tissue yang tersedia di meja kerjanya.
Alexa terdiam sejenak saat Sean mengelap mulutnya dengan lembut. Ia tersenyum dan luluh dengan kelembutan Sean. Alexa pun memberikan Ice Cream yang satunya kepada Sean. Mereka berdua memakan ice cream dengan lahap.
"Sayang.. maafkan aku yaa.. aku sudah membuat kamu salah faham dengan mengirimkan anak buahku untuk mengikutimu" kata Sean sambil menjilati Ice Cream di tangannya. Alexa hanya mengangguk sambil memakan ice creamnya.
__ADS_1
Kini ice cream Alexa telah habis. Ia ingin sekali mencoba Ice Cream yang dimakan oleh Sean. Tanpa rasa sungkan, Alexa memintanya kepada Sean. Sean pun menyuapkan ice cream ke mulut Alexa.
Martin, Jonathan dan Kenzo penasaran dengan kelanjutan King dan Queennya. Mereka khawatir terjadi sesuatu dengan Alexa. Akhirnya Jonathan mengajak Martin dan Kenzo menguping pembicaraan Sean dan Alexa karena khawatir terjadi sesuatu kepada Alexa saat Sean sedang marah. Martin dan Kenzo menyetujui usulan Jonathan. Mereka bergegas menuju ke ruang pribadi Sean.
Pintu ruang pribadi Sean sedikit terbuka karena Sean lupa menutupnya. Martin, Jonathan dan Kenzo memanfaatkan celah di pintu untuk menguping Sean dan Alexa. Mereka akan sigap menolong Alexa jika Sean melampiaskan amarahnya kepada Alexa. Mereka pun mulai menguping.
"Sayang.. ini terlalu besar, ini tidak muat jika masuk ke mulutku.." kata Alexa dengan manja.
"Kalau begitu jilat saja sayang.." jawab Sean.
"baiklah..." kata Alexa.
Martin, Jonathan dan Kenzo yang mendengarkan percakapan Sean dan Alexa membulatkan matanya dengan sempurna. Mereka saling mengirimkan kode menggunakan mata mereka.
"Sayang.. menjilatnya jangan terlalu cepat dong. Nanti menetes mengenai celanaku sayang.." kata Sean.
"Tidak apa-apa sayang, nanti aku yang akan membersihkan bekasnya di celana kamu" jawab Alexa.
"Aaahhhh... sayaaang... beneran tumpah ke celana kan.." kata Sean dengan kesal.
"Mana biar aku bersihkan sayang.." tawar Alexa.
"Beraninya kalian mengintip gue dan Alexa.. Kalian lihat saja hukuman apa yang akan menanti kalian" batin Sean dengan senyuman seringai mengiringi langkahnya menuju kamar mandi.
Martin, Jonathan dan Kenzo melotot dengan mulut menganga seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Kenzo mengisyaratkan agar segera pergi dari ruang pribadi Sean sebelum ulah mereka diketahui Sean dan Alexa. Mereka berlari ke ruang sidang dengan tujuan Sean menganggap mereka masih membahas tentang kedatangan kelompok mafia di sekolah mereka.
"Gue tidak menyangka ternyata Alexa seorang suhu" kata Jonathan sambil menggelengkan kepalanya karena heran.
"Gue jadi pengen nih Jooooo..." kata Martin sembari membayangkan Jean melakukan hal seperti Alexa.
"Wajarlah mereka seperti itu. Mereka kan suami istri.." kata Kenzo dengan bijak meskipun saat ini juniornya juga ingin diperlakukan seperti junior Sean.
Saat mereka asyik berbincang, Sean dan Alexa tiba di Ruang Sidang. Martin, Jonathan dan Kenzo kaget bukan main ketika tiba-tiba Sean dan Alexa muncul di depan mereka. Martin melihat ada bercak noda yang hampir mengering di baju Alexa. Di satu sisi Kenzo juga melihat celana Sean sedikit basah. Mulut Jonathan tergelitik untuk menanyakan noda di baju Alexa.
"Lex.. kok baju loe kotor gitu ??" tanya Jonathan penasaran seakan ingin Alexa berkata jujur atas apa yang ia lakukan bersama Sean.
"Oh... ini tadi habis makan ice cream dan Ice Creamnya tumpah mengenai baju gue dan celana Sean.." jelas Alexa.
"Loh ??? jadi kalian makan ice cream ??" tanya Kenzo.
__ADS_1
"Iya lah.. tadi gue membelinya sebelum berangkat kemari" kata Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo saling pandang dan saling mengirimkan kode melalui mata.
"Kenapa ?? apa otak kalian salah paham setelah mengintip gue dan Alexa di ruang pribadi gue ??" tanya Sean dengan nada super dingin.
"Iya...?? hah ?? apa ?? kita tidak mengintip loe king. Kita hanya menguping" kata Jonathan keceplosan. Martin dan Kenzo mencubit paha Jonathan secara bersamaan hingga Jonathan kesakitan.
"Apa ?? jadi kalian menguping pembicaraan kita ??" kata Alexa yang tidak percaya dengan tindakan ketiga anak buah suaminya. Martin, Jonathan dan Kenzo hanya menyunggingkan senyumnya untuk mewakili jawaban mereka.
"Gaji kalian gue potong 50 persen" kata Sean dengan tegas namun masih berada dalam zona dinginnya.
"Tapi king...." belum sempat Martin membantah Sean sudah terlebih dahulu mengajak Alexa pulang. Kini Martin, Jonathan dan Kenzo hanya bisa terduduk lemas meratapi nasib keuangan mereka untuk bulan depan.
//////////////
Samuel tiba di Markas Fire setelah mengantar Vallerie pulang ke rumahnya. David telah menunggunya di ruang pertemuan untuk membicarakan apa yang ia alami saat berada di Mall.
"Loe sudah pulang Vid ?? Apa loe sudah membeli semua kebutuhan yang kita perlukan ?" tanya Samuel.
"Sudah Sam.. tapi saat gue ke Mall, ada orang yang mengikuti gue. Gue juga tidak tahu siapa dan apa tujuan orang itu mengikuti gue." kata David.
"Apa jangan-jangan mereka tahu tentang kita yang sebenarnya Vid ?? Kita harus segera bertindak Vid.." duga Samuel.
"Kita jangan bertindak dulu Sam. Gue akan minta orang kita menyelidiki siapa yang mengikuti gue. Jika mereka menyerang, kita akan melawan mereka" kata David.
David adalah sepupu Samuel sehingga masih ada ikatan darah antara David dan Samuel. Papa David adalah King Fire terdahulu sebelum diturunkan kepada Samuel. Orang tua David meninggal sejak ia duduk di bangku SMP sehingga orang tua Samuel lah yang merawatnya hingga saat ini. Orang tua David meninggal akibat serangan dari kelompok Mafia tidak dikenal.
Seharusnya posisi King Fires adalah milik David, oleh karena orang tua Samuel khawatir terjadi sesuatu dengan David, maka mereka sepakat untuk memberikan predikat king kepada Samuel. Akan tetapi posisi Samuel sebagai King Fires hanya sebuah predikat. Otak dan pusat kebijakan Fires adalah mutlak dari David. David pun tidak ingin memiliki predikat king karena ia tidak ingin ada orang yang menjilat dan hanya baik saat berada di depannya akan tetapi menusuk dari belakang.
////////////////
Saat dalam perjalanan menuju Mansionnya. Di ponsel Sean terdapat notifikasi. Sean meminta Alexa mengambil ponsel di saku celananya dan memintanya membaca pesan tersebut. Saat Alexa hendak mengambil ponsel Sean, tanpa sengaja tangan Alexa menyentuh junior Sean yang sedang hibernasi.
"Eh...!!!!" ucap Alexa yang tidak sengaja menyentuh junior Sean
"Sayang... kamu sengaja menyentuhnya yaaa..." tuduh Sean.
"Enggak kok sayang.." kata Alexa kemudian mengambil ponsel Sean.
Alexa mulai membaca pesan yang masuk ke nomor Sean. Setelah membaca, Alexa memberitahu Sean ternyata Mama Ivanka mengirimkan pesan bahwa nanti malam mereka akan berkunjung ke Mansion.
__ADS_1
~bersambung~