Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Kepergok Pak Danang


__ADS_3

Sambil bergandengan tangan, Sean dan Alexa berjalan masuk ke dalam hutan untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah mendapatkan objek untuk diteliti, Alexa mulai serius mengerjakan. Sedangkan Sean duduk disamping Alexa dan memandangi wajah cantik Alexa yang sedang serius mengerjakan tugas.


"Sayang, nanti sisanya kamu yang mengerjakan yaa !!" kata Alexa dengan pandangan yang masih fokus ke laptop yang ada di pangkuannya.


"Iya sayang..." kata Sean sembari bergeser ke belakang Alexa dan memeluk Alexa dari belakang. Alexa tersenyum manis saat Sean memeluknya dengan manja. Sean ingin sekali meminta sesuatu kepada Alexa. Akan tetapi ia ragu, ia takut Alexa akan marah kepadanya jika ia bertanya kepada Alexa. Dengan keberanian penuh, ia pun bertanya kepada Alexa.


"Sa..sayang.. aku sangat mencintaimu.." kata Sean sembari memeluk erat tubuh Alexa untuk mengawali pembicaraan.


"Aku juga mencintaimu sayang.." jawab Alexa dengan ukiran senyum di wajahnya.


"Kita kan saling mencintai, kita lakukan "itu" yuk ?? kamu mau kan ?? Entah kenapa saat kita berdekatan seperti ini, aku selalu ingin memangsamu sayang. Aku ingin menjauh darimu tapi aku tidak bisa." kata Sean mencurahkan isi hatinya.


" "itu" apa sih sayang ? langsung to the point aja !!" kata Alexa dengan polosnya sembari mengerjakan tugas kelompoknya.


"berhubungan intim layaknya suami istri sayang.." kata Sean sembari membuka syal di leher Alexa kemudian mencium dan memberikan tanda kepemilikan di leher Alexa. Alexa memejamkan matanya menahan rasa geli di lehernya. Kini Alexa mulai tidak fokus dengan tugas kelompoknya. Ia mencoba menjawab permintaan Sean.


"ti..tidak boleh sayang. Kita belum resmi menjadi suami istri. Kita tidak boleh melakukan itu atau orang tua kita akan marah dan kecewa kepada kita" jawab Alexa dengan tegas. Mendengar jawaban Alexa, Sean tersenyum. Ia mengerti dan faham dengan alasan yang Alexa ucapkan untuk menolaknya.


"Tapi.. kalau mencium seperti ini boleh kan ???" kata Sean sembari menciumi leher Alexa. Alexa hanya diam karena menahan rasa geli. Ia takut jika ia bersuara, hanya suara ******* yang keluar dari mulutnya.


Pak Danang meninjau para siswa yang sedang mengerjakan tugas kelompok. Ia melihat Sean dan Alexa menunjukkan gerak gerik aneh. Ia pun menghampiri mereka. Dari jarak dekat, Ia terkejut saat melihat Sean sedang sedang memeluk Alexa dari belakang dan menciumi Alexa dengan lembut. Ia mengintip sejenak Sean dan Alexa yang masih asyik bermesraan.


Pak Danang merasa bahwa kini sikap Sean semakin aneh. Jika biasanya Sean bersikap dingin kepada siapapun bahkan kepada wanita sekalipun, kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Sean bertekuk lutut di hadapan seorang gadis biasa. Ia tahu bahwa Vallerie, putra kepala sekolah juga menyukai Sean sejak pertama kali Sean bersekolah di Einstein Highschool.


"Mata Sean sakit atau gimana yaa ?? Kenapa yang dia pilih gadis biasa seperti Alexa ?? Modal cantik doang mah Vallerie juga tidak kalah cantik. Dia mengabaikan rasa cinta Vallerie yang jelas-jelas berasal dari keluarga kaya." batin Pak Danang.


Sean dan Alexa masih asyik dengan dunianya. Tanpa mereka sadari ada Pak Danang yang mengintip di belakang mereka.


"Ekkkhhhhmmmmmmm.." Pak Danang berdehem dengan keras.


Sean dan Alexa kaget bukan main saat mereka mendengar suara deheman seseorang. Sean dan Alexa dengan kompak menghadap ke arah asal suara. Wajah Sean berubah menjadi kesal seketika saat tahu bahwa yang berdehem adalah Pak Danang. Sedangkan wajah Alexa memerah karena malu.


"Kalian masih anak-anak kenapa berbuat seperti itu !!!!!" bentak Pak Danang. Alexa menunduk karena merasa bersalah atas apa yang ia lakukan bersama Sean.


"Kalian mau jadi apa ha !!! Dan kamu Alexa... Sebagai seorang wanita kenapa kamu mau aja di cium Sean !!!! Kamu mau membuat orang tua kamu kecewa ???!!! Berhenti lah mulai dari sekarang !!!!" bentak Pak Danang.

__ADS_1


Alexa masih menunduk mendengarkan Pak Danang meluapkan amarahnya. Melihat Alexa yang menunduk dengan pasrah, Sean menjadi tidak tega. Ia segera menutup laptop yang masih berada di pangkuan Alexa kemudian menggandeng Alexa dan meninggalkan Pak Danang yang masih marah kepada mereka.


Melihat Sean dan Alexa yang meninggalkannya begitu saja, Pak Danang semakin marah. Ia berniat akan memanggil orang tua Sean dan Alexa ke sekolah saat acara Study Tour selesai.


Sean menggandeng Alexa menuju warung makan milik penduduk sekitar yang berada cukup jauh dari Villa tempat mereka menginap. Sean memesan minuman untuk Alexa. Disana, minuman yang tersedia hanya minuman serbuk dengan harga yang sangat murah. Sebenarnya Sean ragu untuk memesan minuman tersebut. Ia takut terjadi sesuatu dengan kesehatan Alexa.


"Sean.. minuman apa itu ?" tanya Alexa hendak mengambil minuman tersebut dari tangan Sean. Sean menarik kembali minuman tersebut dan meminumnya terlebih dahulu. Ia khawatir jika minuman tersebut berbahaya bagi Alexa.


"Aman sayang.. nih.. silahkan diminum.." kata Sean sembari memberikan minuman tersebut kepada Alexa kemudian ia mengambil bakwan yang tersedia di depannya.


"Kamu kalau makan gorengan bisa gendut loh sayang" kata Alexa sembari menyedot es yang dibelikan Sean.


"Nggak akan sayang, kalau cuma 1 gorengan sih tidak masalah. Otot-ototku tidak akan hilang kok. Kamu tenang saja ya,.." jawab Sean dengan entengnya. "Aku masih perkasa kok.." bisik Sean di telinga Alexa. Alexa tertawa mendengar omongan receh Sean.


Melihat kebersamaan Sean dan Alexa, pemilik warung pun ikut-ikutan tertawa. Ia sangat senang melihat pasangan remaja yang cantik dan tampan seperti mereka.


"Sampeyan berdua kok serasi banget yoo... sing siji ayu sing siji ganteng. (Kalian berdua serasi banget yaa.. yang satu cantik yang satunya tampan.)" kata pemilik warung sambil tersenyum kepada Sean dan Alexa.


Sean dan Alexa saling menoleh karena tidak mengerti dengan bahasa sang pemilik warung. Akan tetapi mereka sedikit faham dengan maksud dari pemilik warung. Sean dan Alexa tersenyum karena menganggap perkataan dari pemilik warung adalah sebuah pujian.


"waaahh.. ibuk dongakno sampeyan berdua cepet lulus sekolah, ben iso cepet nikah. Semoga jodho yoo naak.. (waaah.. ibu doakan kalian berdua cepat lulus sekolah agar bisa cepat menikah. Semoga berjodoh ya nak..) " kata pemilik warung. Sean dan Alexa yang kini semakin bingung dengan perkataan pemilik warung. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum.


Dari balik warung, Vallerie, Anna dan Angel mengintip Sean dan Alexa. Meskipun ia tidak mengerti dengan bahasa pemilik warung, ia yakin jika pemilik warung mendoakan yang terbaik untuk Sean dan Alexa.


"Seharusnya gue yang ada disamping Sean sambil tertawa bahagia. Bukan wanita ****** itu !!!" batin Vallerie. Tanpa ia sadari, air mata menetes dari mata indahnya. Angel dan Anna menoleh ke arah Vallerie yang nafasnya mulai tersengal karena menahan tangis.


"Loe nggak usah nangis Val.. Daripada nangis, mending loe cari cara biar cewek gatel itu menjauh dari Sean" kata Angel sembari mengelus punggung Vallerie.


"Bener kata Angel Val.. Nanti kita beri dia pelajaran. Buat Alexa melakukan hal yang memalukan agar dia insecure jika ingin bertemu Sean. Buat Sean illfeel kepada Alexa. Jika Sean illfeel kepada Alexa, kesempatan loe buat mendekati Sean akan semakin terbuka Vall.." saran Anna.


"Loe tenang saja Vall.. Kita pasti akan membantu loe kok Val.." kata Angel sembari memeluk Vallerie. Vallerie mengangguk dan tersenyum.


Hari semakin siang. Sean dan Alexa telah menyelesaikan tugas kelompok mereka. Sean kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Alexa juga kembali ke kamarnya. Martin, Jonathan dan Kenzo melihat Sean masuk ke kamar dengan wajah datarnya. Mereka hendak bertanya tentang maksud Alexa memanggilnya Prince. Akan tetapi mereka ragu, mereka takut jika Sean akan marah kepada mereka. Kenzo memberanikan diri untuk bertanya kepada Sean.


"Sean.. apa kekasih masa kecil loe sudah ditemukan ? Kenapa loe tidak mencarinya lagi ??" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Hmmm.." jawab Sean dingin. Mereka bingung dengan jawaban ambigu Sean. Akan tetapi itu tidak menyurutkan semangat Kenzo untuk bertanya lagi.


"Kalau sudah ketemu, kenapa loe nggak cerita ke kita King ?" tanya Kenzo.


"Nggak penting.." kata Sean sambil tersenyum.


Martin, Jonathan dan Kenzo terbengong menyaksikan senyuman Sean. Baru kali ini mereka melihat Sean tersenyum kepada mereka. Sean yang merasakan ada yang aneh dengan dirinya pun berbaring membelakangi Martin, Jonathan dan Kenzo untuk menyembunyikan rasa malunya. Martin, Jonathan dan Kenzo saling pandang. Mereka bingung dengan tingkah Sean saat ini.


Ponsel Kenzo tiba-tiba berbunyi. Anak buah Kenzo memberikan informasi bahwa ada tiga orang anak buah Steve yang akan bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Kenzo menanyakan alasan anak buah Steve bersekolah di sekolah mereka, akan tetapi anak buah Kenzo belum menemukan alasan yang pasti, yang jelas anak buah Steve mendapatkan misi untuk menemukan kekasih dari adik Steve.


Kenzo memberitahukan informasi tersebut kepada Sean. Mereka menunggu jawaban Sean untuk melakukan tindakan selanjutnya. 5 menit Sean masih tidak merespon laporan Kenzo. Jonathan pun melihat Sean yang membelakangi mereka.


"Haish !!!! Dia tidur !!!" kata Jonathan. Oleh karena Sean tidur, Martin, Jonathan dan Kenzo juga ikut tidur.


//////////////////


Alexa, Jean, Rose dan Sally rebahan di tempat tidur mereka. Jean sebenarnya penasaran dengan hubungan Sean dan Alexa. Meskipun Alexa sudah mengakui bahwa ia dan Sean sudah jadian, ia merasa bahwa Alexa belum menceritakan semua kepadanya.


"Lex... kenapa Sean mudah sekali jatuh cinta sama loe ? Gue tahu loe cantik, baik dan sempurna, tapi setahu gue Sean sangat cuek kepada semua wanita. Tapi kenapa jika sama loe Sean bisa bertekuk lutut ??" tanya Jean.


"Karena ada ikatan batin diantara kita Jean." jawab Alexa sembari tersenyum manis. Jean merasa Alexa menjawabnya dengan bercanda.


"Gue serius Lex..." kata Jean. Kini Rose dan Sally ikut menyimak obrolan Jean dan Alexa.


"Gue serius Jean !!! Loe pernah melihat ada foto dua anak kecil di atas nakas kamar gue kan ??" tanya Alexa. Jean, Rose dan Sally mengangguk. Mereka melihatnya saat menonton film dewasa di kamar Alexa.


"Anak kecil di foto itu gue sama Sean. Gue dan Prince berteman sejak kecil." kata Alexa.


"Oh.. jadi itu sebabnya saat membangunkan Sean loe memanggilnya Prince ?" tanya Rose asal ceplos. Jean dan Sally segera mencubit Rose. Mereka mati-matian menutupi fakta bahwa mereka telah menguping Sean dan Alexa. Akan tetapi Rose dengan mudahnya membocorkannya kepada Alexa.


"Gue tahu kok kalau kalian menguping gue sama Sean !!!!" kata Alexa. "waktu kecil Sean memanggil gue dengan nama Gia, sedangkan gue memanggilnya Prince. Kita berteman... eh.. bukan.. menjalin kasih dari umur 5 tahun. Saat keluarga gue pindah ke Negara B, Papa Robbert memberikan kalung couple kepada kami agar saat kita bertemu, kita tidak saling lupa." imbuh Alexa.


"Waaaa...kalian sweet banget siiiih..." kata Sally kagum.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2