
///////Sekolah///////
Tuan Bennedict telah memanggil Papa Kevin untuk membicarakan tindak lanjut dari perkelahian antara Alexa dan Vallerie. Papa Robbert memberitahu Papa Kevin bahwa dirinyalah yang akan hadir di sekolah karena Sean telah memintanya membereskan masalah hukuman Alexa dan Papa Kevin menyetujuinya.
Papa Robbert tiba di sekolah. Ia berjalan dengan penuh kharisma menuju ruang kepala sekolah. Pak Danang telah menunggu kedatangan Papa Kevin. Alangkah terkejutnya ia karena yang datang bukanlah Papa Kevin tetapi Papa Robbert. Ia segera melaporkan kedatangan Papa Robbert kepada Tuan Bennedict.
Tak lama kemudian Papa Robbert tiba di ruang kepala sekolah. Tanpa basa basi, Papa Robbert meminta Tuan Bennedict melepaskan Alexa dan tidak menghukumnya.
"Tapi Alexa telah memukul Vallerie Tuan" kata Tuan Bennedict yang tidak terima dengan keputusan Papa Robbert.
"Jika anda membantah, kembalikan kunci sekolah ini kepada saya!!!" kata Papa Robbert dengan nada dinginnya. Tuan Bennedict hanya bisa menuruti perintah Papa Robbert karena ia masih menginginkan Einstein Highschool. Setelah tujuannya membebaskan Alexa dari hukuman, Papa Robbert kembali ke perusahaan.
//////Mansion Sean dan Alexa//////
Sean menidurkan Alexa di kamar mereka. Disaat bersamaan Alexa tersadar dari pingsannya. Ia melihat Sean berada di sampingnya dengan raut wajah khawatir. Ia pun menangis dan memeluk Sean dengan erat.
"hiks..hiks...Sayang..maafkan aku, aku tidak ingin menyentuh benda mereka, tapi mereka memaksaku menyentuhnya hiks..hiks... Mereka mengikatku lalu mereka meletakkan miliknya di tanganku hiks..hiks.. aku tidak bisa melawannya Sean.. hiks..hiks... Bahkan mereka memintaku menghisap benda mereka hiks..hiks.." kata Alexa di iringi tangisan yang tersedu-sedu.
Sean mengepalkan tangannya saat mendengar cerita Alexa. Akan tetapi, ia tetap harus menahan amarahnya di depan Alexa. Sebenarnya Alexa sangat takut dan khawatir jika Sean salah faham hingga kecewa terhadapnya. Oleh karenanya ia mengadu kepada Sean tentang semua yang dilakukan anak buah Samuel kepadanya.
"aku tahu sayang, kamu istirahat dulu ya.. aku akan menemani kamu" kata Sean sembari mengelus rambut Alexa dengan lembut.
Mendengar jawaban Sean, Alexa merasa sangat lega karena Sean tidak salah paham terhadapnya. Alexa pun menuruti perintah Sean untuk beristirahat. Entah apa yang terjadi dengannya, tiba-tiba tubuhnya terasa sangat lelah dan mengantuk. Tak perlu waktu lama, Alexa pun tertidur dalam pelukan Sean.
Setelah memastikan Alexa tertidur pulas, Sean bergegas menemui Mbok Dian dan memintanya menjaga Alexa yang beristirahat di kamarnya sementara dirinya akan ke Markas 666. Ia ingin segera menginterogasi dan mengeksekusi anak buah Samuel.
//////Markas Fire//////
David pulang ke Markas Fire dengan menahan amarahnya. Ia berteriak memanggil Samuel. Mendengar David memanggilnya, Samuel bergegas keluar dari kamarnya dan menghampiri David di ruang pertemuan.
"kenapa loe memanggil gue Vid ??" tanya Samuel. Ia sedikit takut karena David tidak seperti biasanya. Kemarahan terlihat jelas di wajah David. Tanpa menjawab perkataan Samuel, David memukul wajah Samuel dengan keras hingga Samuel tersungkur.
"Brengsek !!!!!! Beraninya loe mencelakai Alexa !!!!!! Loe tahu kan gue mencintainya, gue sudah memperingatkan loe untuk menjauh dari Alexa. Tapi kenapa loe malah menculiknya !!! loe tga sekali berbuat jahat kepadanya!!!! Memangnya apa salah Alexa !!!!" kata David sambil memukuli Samuel bertubi-tubi hingga Samuel tidak dapat menjawab perkataan David.
"Gara-gara loe hubungan gue dan Alexa semakin jauh !!! Bahkan sahabat Alexa pun tidak mau berteman dengan gue !!!" kata David sembari mencengkeram kerah baju Samuel. Samuel semakin tidak mampu menjawab perkataan David karena wajahnya penuh dengan luka akibat pukulan David.
"Mulai sekarang loe bukan siapa-siapa di Fire !!!! Loe tidak lagi mempunyai hak memerintah anak buah Fire !!!" kata David dengan tatapan tajam kepada Samuel.
"Apa maksud loe Vid ???" tanya Samuel dengan suara lirih.
"Loe tanya maksud gue ????? Mulai sekarang dan seterusnya loe bukan lagi King Fire. Gue tarik kedudukan itu dari Loe. Dan mulai sekarang gue akan mengambil alih posisi king yang seharusnya menjadi hak gue !!!" kata David kemudian mendorong Samuel dan meninggalkannya di ruang pertemuan.
__ADS_1
Samuel hanya diam mematung mencerna perkataan David. Ia tidak menyangka David akan mengambil alih posisinya. Di sisi lain, ia tidak bisa melawan perintah David karena memang Davidlah king Fire yang sebenarnya.
"ini semua gara-gara Alexa !!!! gue bersumpah akan menghabisi loe wanita *j*a*l*a*n*g* !!!" batin Samuel.
///////Markas 666//////
Martin, Jonathan, Kenzo dan Zayn membawa anak buah Samuel ke ruang penyekapan. Anak buah Samuel merasa tidak asing dengan bendera yang terpasang di seluruh sudut ruangan.
"bukankah lambang ini seperti lambang pafs pisau yang digunakan untuk menusuk king Samuel ??" bisik salah satu anak buah Samuel.
"Benar sekali !!! Siapakah mereka sebenarnya ??" bisik anak buah Samuel lainnya
"Apa yang kalian bicarakan !!" bentak Martin yang sedikit mendengar obrolan anak buah Samuel. Anak buah Samuelpun terdiam saat Martin membentak mereka.
Tak lama kemudian muncullah Sean dengan api amarah yang membara. Sean memerintahkan Martin, Jonathan, dan Kenzo ke ruang sidang. Setelah menjebloskan anak buah Samuel ke ruang penyekapan, Martin, Jonathan dan Kenzo bergegas ke ruang sidang seperti perintah Sean.
"kami sudah membawa mereka ke ruang penyekapan King.." kata Martin.
Sean turun dari kursi kebesarannya dan menghampiri Martin, Jonathan dan Kenzo. Ia memukul Martin, Jonathan dan Kenzo secara bergantian.
"Kalian semua tidak berguna !!!!!" teriak Sean. Martin, Jonathan dan Kenzo menunduk ketakutan melihat kemarahan Sean.
"Gue sudah perintahkan kalian untuk menjaga Alexa, tapi kenapa anak buah fire bisa menculik Alexa !!!!" bentak Sean.
"Diam !!!!! kalian jangan banyak alasan !!!" bentak Sean.
"maaf king !!" kata Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan.
"Jika terjadi sesuatu kepada Alexa, gue tidak akan pernah memaafkan kalian semua !!! gue akan membunuh kalian dengan tangan gue sendiri!!!" kata Sean dengan tatapan tajam. Martin, Jonathan dan Kenzo menunduk saat Sean menatap mereka.
"Bawa mereka ke hadapan gue !!!" perintah Sean.
Martin, Jonathan dan Kenzo berlari melaksanakan perintah Sean. Mereka membawa anak buah Samuel ke ruang sidang. Anak buah Samuel terkejut saat melihat kursi kebesaran Sean tertulis ukiran "Devils". Nyali mereka mendadak menciut setelah tahu bahwa mereka berada di markas Devils.
"ap..apakah kalian adalah kelompok misterius itu ??" tanya salah satu anak buah Samuel meyakinkan penglihatannya.
"seperti yang loe lihat !!" jawab Kenzo dengan senyum sinisnya.
Martin, Jonathan, Kenzo dan Zayn mendorong anak buah Samuel hingga tersungkur tepat di depan kaki Sean. Sean menginjak kepala salah satu anak buah Samuel.
"Apakah David dalang dibalik semua yang kalian lakukan ??" tanya Sean dengan nada dinginnya.
__ADS_1
Anak buah Samuel hanya diam tanpa ada yang menjawab pertanyaan dari Sean. Bagi mereka, sebagai anggota Fire, kesetiaan adalah hal yang paling utama sehingga mereka lebih memilih bungkam daripada membocorkan rahasia misinya. Sean menarik rambut anak buah Samuel dan kembali menanyakan hal yang sama seperti sebelumnya. Akan tetapi mereka masih saja diam. Sean meminta Kenzo mengambil samurainya dan memberikan samurai itu kepadanya. Kenzo pun bergegas mengambil samurainya dan memberikannya kepada Sean.
Setelah samurai berada di tangan Sean, Sean meminta salah satu anak buah Samuel yang memaksa Alexa untuk berdiri di depannya. Ia memerintahkan Martin untuk melepaskan pakaian anak buah Samuel yang ditunjuk Sean. Martinpun bergegas melaksanakan perintah Sean. Setelah pakaian terlepas, Sean kembali bertanya kepada anak buah Samuel tentang keterlibatan David. Akan tetapi anak buah Samuel masih tetap diam.
Diamnya anak buah Samuel membuat Sean menjadi kesal. Ia menebaskan Samurai ke benda milik anak buah Samuel hingga terputus. Anak buah Samuel pun berteriak kesakitan karena organ paling penting miliknya telah lepas dari tubuhnya. Ia pun menangis kesakitan dan memohon ampun kepada Sean. Menyaksikan rekannya mengalami hukuman k*e*b*i*r*i, anak buah Samuel lainnya mulai gelisah dan takut.
"Itu hukuman loe karena berani memaksa Queen Devils untuk menghisap benda busuk loe !!" kata Sean penuh amarah.
Martin, Jonathan, Kenzo dan Zayn terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Sejak Alexa berada disisi Sean, mereka tidak pernah lagi melihat sisi psikopat king mereka. Kini sifat psikopat Sean kembali muncul setelah permaisurinya disentuh orang. Sean meminta Zayn memanggang potongan benda anak buah Samuel kemudian memaksa anak buah Samuel memakannya.
"tolong jangan lakukan ini King !!! ampuni gue.. hiks..hiks.." pinta anak buah Samuel sambil menangis.
Sean tersenyum sinis meremehkan permintaan anak buah Samuel. Zayn pun memaksa anak buah Samuel memakan benda milik anak buah Samuel yang telah dipanggang dengan matang. Menyaksikan itu, Jonathan merasa mual sehingga ia memilih meninggalkan ruang sidang. Zayn terus memaksa hingga anak buah Samuel memberitahu jawaban dari pertanyaan Sean.
"David tidak terlibat dalam misi ini !!! Hanya king Samuel dan kami berempat !!! gue sudah menjawab pertanyaan loe, tolong lepaskan kami !!! hiks..hiks.." pinta anak buah Samuel.
"Baiklah.. loe sudah menjawabnya, jadi loe bisa pergi.." kata Sean dengan senyum jahatnya.
Sean memanggil Martin untuk mengantar salah satu anak buah Samuel. Martin pun tersenyum sinis kemudian menembak kepala anak buah Samuel hingga tewas. Melihat rekannya mati dengan tragis, salah satu anak buah Samuel pun mencoba melarikan dari Ruang Sidang. Sean telah mengetahui pergerakan salah satu anak buah Samuel. Saat anak buah Samuel bergerak, ia segera menebaskan samurai yang masih ia pegang ke leher anak buah Samuel hingga kepala anak buah Samuel terpisah dari tubuhnya. Darah menyembur dengan deras dari leher anak buah Samuel hingga mengenai tubuh Sean.
Dua orang anak buah Samuel yang masih tersisa semakin takut menghadapi situasi saat ini. Mereka memohon ampun kepada Sean sambil menangis.
"Tolong ampuni kita king !!! jika loe mengampuni kita, kita akan meninggalkan Fire dan Kita berjanji akan menjadi anak buah loe yang setia !!!" kata salah satu anak buah Samuel. Sean tersenyum sinis kemudian memanggil Jonathan yang berada di luar ruang sidang. Jonathan bergegas masuk setelah Sean memanggilnya.
"Dia bilang, dia akan meninggalkan Fire dan akan menjadi bagian dari kita. Dia berjanji akan setia kepada gue !!! Sekarang loe uji kesetiaannya Jo !!" kata Sean dengan nada dinginnya.
"Baiklah king.. dengan senang hati.." kata Jonathan sambil tersenyum manis. Jonathan mengambil permen dari saku celananya. Ia memberikan permen tersebut kepada anak buah Samuel. Anak buah Samuelpun dengan senang hati memakan permen tersebut. Satu menit berlalu, anak buah Samuel tiba-tiba tewas tanpa menunjukkan gejala apapun.
Sean tersenyum seringai menyaksikan tiga orang anak buah Samuel tewas. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Terlihat nama "my wife" sedang menghubunginya. Sean pun menerima panggilan Alexa.
"Kamu dimana sayang ??? kenapa kamu meninggalkanku ???" tanya Alexa dengan manja dari seberang panggilan.
"Aku di markas sayang.." jawab Sean dengan lembut sambil mengambil pisau yang ia sembunyikan di saku celananya.
Martin, Jonathan, Kenzo dan Zayn tidak habis fikir setelah melihat sisi psikopat Sean, tiba-tiba sikap Sean berubah 360 derajat menjadi lembut saat berbicara dengan Alexa. Anak buah Samuel memanfaatkan situasi Sean yang sedang dalam panggilan telepon. Ia melihat di celana Zayn terdapat pistol. Anak buah Samuel pun mengambil pistol tersebut untuk menembak Sean yang sedang bertelepon.
Akan tetapi sayang, usaha yang dilakukan anak buah Samuel menjadi sia-sia karena Sean mengetahui pergerakannya. Saat anak buah Samuel hendak menembak, Sean sudah terlebih dahulu melemparkan pisaunya hingga mengenai jantung anak buah Samuel. Disaat bersamaan, Martin, Jonathan dan Kenzo menembak hingga tewas anak buah Samuel yang hendak mencelakai Sean . Alexa yang mendengar suara tembakan segera bertanya kepada Sean.
"Kamu sedang apa di markas ?? kenapa aku mendengar suara tembakan sayang??" tanya Alexa.
"Kita sedang latihan sayang.." kata Sean dengan lembut. Alexa meminta Sean segera pulang kemudian mengakhiri panggilannya. Sean bergegas membersihkan dirinya dari darah anak buah Samuel setelah memerintahkan Thomas mengurus mayat anak buah Samuel.
__ADS_1
~bersambung~