Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Rindu Mama


__ADS_3

Saat Kenzo hendak ke toilet, ia melihat Alexa dan Vallerie mengikuti langkah Pak Danang menuju ke ruang konseling. Ia pun mengurungkan niatnya ke toilet dan memilih mengikuti Alexa untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Alexa dan Vallerie. Saat ia mengintip melalui jendela ruang konseling, ia terkejut melihat sudut bibir Alexa berdarah. Ia memotret Alexa yang sedang dimarahi oleh Pak Danang kemudian mengirimkan hasil potretnya kepada Sean.


////////SA. Company//////////


Sean dan Darren sedang sibuk memeriksa dokumen kerjasama antara SA. Company dan para investornya. Tiba-tiba terdengar notifikasi pesan dari ponsel Sean. Sean segera mengambil ponselnya karena ia khawatir Alexa meminta Sean untuk menjemputnya. Setelah membuka ponsel, Sean terkejut melihat foto dari Kenzo yang memperlihatkan istrinya disidang oleh Pak Danang dengan bibir yang terluka.


"brengsek !!!!!" umpan Sean kemudian meletakkan ponselnya cukup keras diatas meja kerjanya. Darren menjadi heran karena tiba-tiba Sean mengumpat tanpa sebab. Ia pun mencoba bertanya kepada Sean apa yang membuatnya marah.


"Ada apa king ?" tanya Darren.


"Istri gue disidang oleh Danang !!! gue harus menjemput Alexa sekarang juga !!!" kata Sean kemudian mengambil jas yang ia letakkan di kursi kerjanya dan bergegas pergi menjemput Alexa.


///////Hotel///////


Steve telah memikirkan saran dari Sean bahwa dirinya harus mengenal Rachel terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan. Steve membayangkan betapa lucu sekali jika ia dan Rachel menikah tanpa bertemu sekalipun. Oleh karenanya, kini Steve memutuskan untuk menemui Rachel di sekolahnya. Tak lama setelah bersiap, Steve bergegas berangkat menemui Rachel yang saat ini masih sekolah untuk menjemputnya dan mengajaknya kencan untuk pertama kalinya.


//////Einstein Highschool//////


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Sean akhirnya tiba di sekolah. Pada saat itu bertepatan dengan jam pulang sekolah sehingga semua siswa mulai berhamburan meninggalkan sekolah. Sean turun dari mobilnya dan bergegas menemui Alexa yang berada di ruang konseling. Kedatangan Sean menjadi perhatian para siswi yang hendak pulang.


"waah.. itu Sean ??? Dia sangat gagah saat memakai pakaian itu !!! Tampan sekali.." puji salah satu siswi yang melihat Sean datang ke sekolah mengenakan pakaian kerjanya.


"iya.. bener banget dia sangat tampan dengan jas ala-ala CEO seperti itu!!! andai saja dia masih single, pasti gue akan berusaha mendapatkan Sean !!" sahut salah satu siswi sembari melihat Sean yang berjalan dengan gagah menuju ke ruang konseling.


"Bukannya dia memang CEO ??? Loe mau mendapatkan Sean ??? tapi Sean tidak akan mau sama loe !!!! hahahaha..." sahut siswi lainnya kemudian mereka semua pergi meninggalkan sekolah.


Sean telah tiba di ruang konseling. Tanpa mengetuk pintu, Sean segera masuk kedalam. Alexa yang sedari tadi hanya diam menunduk mendengarkan Pak Danang berbicara pun senang melihat kedatangan Sean. Ia tersenyum karena merasa lega saat tahu Sean datang menjemputnya.


"Akhirnya sang penyelamat tiba.." batin Alexa sembari tersenyum.


Sean menghampiri Vallerie yang duduk di sebelah Alexa. Vallerie tersenyum senang karena menurutnya Sean akan membelanya. Akan tetapi kenyataan tidak seperti ekspektasi yang Vallerie idamkan. Sean memang berjalan mendekat kearah Vallerie, akan tetapi tidak untuk membelanya. Sean menarik rambut Vallerie dengan kencang hingga Vallerie merasa kesakitan.


"Beraninya loe menyentuh istri gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya sembari menarik rambut Vallerie. Alexa tersenyum senang karena Sean membelanya.


"Aaargh.. sakit Sean !!!!" keluh Vallerie sambil mencoba melepaskan tangan Sean akan tapi kesulitan karena Sean menarik rambut Vallerie sangat kencang sehingga Vallerie susah melepaskannya. Pak Danang mencoba melepaskan tangan Sean yang menyakiti Vallerie, akan tetapi tetap tidak bisa terlepas.


"Sean !!!! apa yang kamu lakukan !!!!" bentak Pak Danang.


Sean tidak mempedulikan perkataan Pak Danang. Alexa memegang tangan kiri Sean dan memberi isyarat agar Sean melepaskan tangannya dari rambut Vallerie. Sean pun menuruti isyarat istrinya. Setelah melepaskan rambut Vallerie, Sean meraih tangan Alexa dan mengajaknya pulang. Terbersit di fikiran Alexa untuk memamerkan keharmonisan rumah tangganya kepada Vallerie. Ia ingin sekali menegaskan kepada Vallerie bahwa Sean hanya miliknya.


"Sayang.. sakit sekali.." rengek Alexa sembari memeluk Sean dengan manja. Vallerie merasa kesal melihat drama Alexa. Tangannya mengepal dengan keras untuk melampiaskan kekesalannya.


"Pasti dia sengaja melakukan itu di depan gue" batin Vallerie.


"Mana yang sakit sayang ??" tanya Sean khawatir sembari memindai tubuh Alexa.


Alexa menunjuk ujung bibirnya yang terluka akibat tamparan keras Vallerie. Sean pun mencium sekilas ujung bibir Alexa yang terluka dengan lembut. Vallerie tidak menyangka jika sikap Sean saat ini sangat berbeda dengan Sean yang ia kenal. Di satu sisi ia sakit hati saat melihat Sean dan Alexa, di sisi lain ia sangat mencintai Sean. Dendamnya terhadap Alexa menjadi semakin dalam.

__ADS_1


Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya pulang saat ini juga. Akan tetapi Pak Danang mencegah Alexa pulang bersama Sean. Ia menarik tangan Alexa agar Alexa tetap berada di tempat duduknya. Sean menjadi kesal saat melihat Pak Danang memegang tangan Alexa.


"Jangan sentuh istri gue !!!" bentak Sean.


"Tidak !!! Alexa harus mempertanggung jawabkan kesalahannya kepada Vallerie." kata Pak Danang dengan tegas.


"Loe tidak akan tahu kebenarannya karena loe selalu termakan hasutan wanita iblis itu!!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Apa ???" kata Pak Danang yang tidak mengerti maksud perkataan Sean.


"Lepaskan tangan istri gue, atau loe gue pecat saat ini juga !!!" ancam Sean dengan nada dinginnya.


Pak Danang pun segera melepaskan tangan Alexa karena ia takut kehilangan pekerjaannya. Sean mengajak Alexa meninggalkan ruang konseling. Pak Danang dan Vallerie hanya bisa menatap kepergian Sean dan Alexa tanpa bisa berkata-kata. Saat melewati koridor, perut Alexa terasa sangat mual, ia berlari ke toilet sambil menutup mulutnya untuk menuntaskan rasa mualnya. Sean dengan sigap mengikuti Alexa dan memijat tengkuk Alexa.


"Kamu kenapa sayang ???" tanya Sean.


"Kepalaku pusing sayang, pasti gara-gara bunga kentut menarik rambutku terlalu kencang" adu Alexa kepada Sean dengan bibir yang cemberut.


"Lagian kamu kan cewek, ngapain berkelahi sih??" tanya Sean penasaran.


"Bagaimana aku tidak berkelahi !!! Bunga kentut itu secara terang-terangan ingin merebut kamu dariku !!!" kata Alexa kesal. Sean menahan senyum senangnya.


"Jadi kamu berkelahi karena kamu tidak mau aku direbut oleh bunga kentut ??" tanya Sean memastikan.


"Ya iya lah.. kalau tidak kenapa aku harus berurusan dengan wanita j*al*ang itu !!! najis banget !!!" kata Alexa dengan mantap. Sean tersenyum senang kemudian menciumi wajah dan leher Alexa. Alexa mengeluh kesakitan karena Sean mencium tepat pada luka di ujung bibirnya.


"Sayang, aku kangen sama Mama, kita ke mansion keluarga George ya?? Pleaseee ??" pinta Alexa dengan manja. Sean tersenyum dan mengangguk kemudian melajukan mobilnya menuju ke Mansion keluarga George.


/////Sekolah Rachel/////


Jarak hotel tempat menginap Steve dengan sekolah Rachel cukup jauh sehingga ia harus menempuh perjalanan lebih lama. Ia tiba di sekolah Rachel bertepatan dengan para siswa pulang sekolah. Dengan berbekal foto yang diberikan oleh Tuan Leon, Steve mulai mencari Rachel di sekitar tempat parkir akan tetapi tidak menemukan calon istrinya.


Dari kejauhan ia melihat ada seorang gadis yang sedang menyendiri di bawah pohon. Sekilas gadis itu mirip dengan foto di tangannya. Akhirnya Steve memutuskan untuk menghampiri gadis itu.


"Hai..apakah kamu Rachel ??" tanya Steve dengan hati-hati.


"Loe tahu dari mana ?!!!" tanya Rachel dengan nada dinginnya.


"Ak..aku Steve.." kata Steve sambil tersenyum malu. Rachel terkejut saat Steve menyebutkan namanya.


"apakah loe Steve yang dijodohkan sama gue ?" tanya Rachel tidak percaya. Steve hanya mengangguk sambil tersenyum.


"pilihan Papa nggak buruk-buruk amat sih !!" batin Rachel sembari memindai Steve dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Kamu mau jalan-jalan nggak ??" tanya Steve mencoba menyadarkan Rachel yang terus menatapnya.


"Mmmm..boleh deh.. kita harus saling mengenal sebelum menjalin hubungan kan ??" kata Rachel kemudian beranjak dari duduknya. Steve mengangguk dan mengajak Rachel masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


//////Ruang Konseling///////


Setelah kepergian Sean dan Alexa, tinggallah Pak Danang dan Vallerie di ruang konseling. Pak Danang bertanya kepada Vallerie tentang perkelahiannya dengan Alexa. Vallerie pun menceritakan semua yang terjadi secara tidak jujur. Ia mengatakan kepada Pak Danang bahwa Alexa memukulnya dan mencoba menguncinya di dalam toilet. Seperti yang dikatakan Sean, Pak Danang mempercayai semua perkataan Vallerie.


"Baiklah, kalau begitu permasalahan ini akan saya bawa ke kepala sekolah. Semua keputusan akan diputuskan oleh kepala sekolah" kata Pak Danang. Vallerie tersenyum seringai saat Pak Danang mengatakan bahwa masalah antara ia dan Alexa akan diadukan kepada kepala sekolah.


Saat Vallerie asyik mengadu kepada Pak Danang, Samuel datang menghampiri Vallerie. Ia bergegas menghampiri kekasihnya setelah seseorang memberitahunya bahwa Vallerie dan Alexa berkelahi. Melihat kedatangan Samuel, Pak Danang berpamitan kepada Vallerie untuk meninggalkan ruang konseling karena proses kasus Vallerie dan Alexa telah selesai. Samuel terkejut saat melihat wajah Vallerie terdapat luka lebam.


"Sayang..kamu tidak apa-apa ?" tanya Samuel. Vallerie memeluk Samuel dan menangis didepannya. Samuel merasa sakit hati saat melihat Vallerie menangis.


"Dia memukulku Sam..hiks..hiks..hiks.. Kamu harus membalasnya Sam." kata Vallerie di iringi dengan isak tangis.


"Kamu tenang saja sayang, besok aku akan membalasnya !!!" kata Samuel sembari mengelus rambut Vallerie.


///////Mansion Keluarga George//////


Sean dan Alexa tiba di Mansion keluarga George. Alexa sangat bahagia karena Sean menurutinya mengunjungi Mansion keluarganya. Alexa bergegas turun dari mobil kemudian berlari masuk kedalam Mansion dan mencari Mama Nessa. Ia berteriak kesana kemari hingga menimbulkan kegaduhan. Mama Nessa yang berada di dalam kamar pun bisa mendengar suara gaduh Alexa. Mama Nessa segera berlari setelah mendengar suara Alexa. Mama Nessa pun tidak sabar menemui putri kesayangannya yang selama ini ia rindukan.


"Mamaaaa... aku kangen sekali Ma.." kata Alexa sambil berlari kemudian memeluk Mama Nessa.


"Mama juga kangen banget sama kamu sayang." kata Mama Nessa sembari membalas pelukan putrinya. Mama Nessa melihat Alexa dari atas hingga bawah.


"Sayang..kamu agak gendutan ya.." kata Mama Nessa sambil tersenyum.


"Iya Ma.. putri kesayangan Mama ini makannya banyak sekali !!!" sahut Sean yang baru masuk dari pintu utama kemudian memeluk Mama Nessa.


"Ya sudah..kalau begitu aku akan diet !!!" kata Alexa dengan bibir cemberut. Sean tersenyum kemudian memeluk Alexa dengan gemas.


"Jangan dong sayang !!! kamu lebih cantik kalau agak gendut gini !!!" kata Sean sambil bergelayut manja di pundak Alexa.


"Oh.. jadi kemarin-kemarin aku jelek !??!!!" kata Alexa dengan kesal sambil melepaskan diri dari pelukan Sean. Sean segera menggeleng sebelum kekesalan Alexa semakin bertambah.


"Mama.. Sean bilang aku jelek.." adu Alexa kepada Mama Nessa.


"Seeaaann.." kata Mama Nessa sembari mencubit pipi dengan lembut. Sean tersenyum saat Mama Nessa mencubitnya.


Mama Nessa melihat terdapat luka di ujung bibir Alexa. Mama Nessa bertanya kepada Sean tentang apa yang terjadi dengan Alexa. Sean pun menjelaskan semuanya kepada Mama Nessa. Mama Nessa pun mengobati luka Alexa sambil mendengarkan cerita menantu kesayangannya. Sesekali Alexa kesakitan saat Mama Nessa mengoleskan obat di lukanya.


"Makanya.. jangan terlalu bucin.. Jadi gini kan akibatnya " kata Mama Nessa sambil mengoleskan salep pada luka Alexa. Sean tersenyum senang melihat Alexa digoda oleh Mama Nessa.


"Mama jangan menggodaku terus, ada yang besar kepala tuh.." kata Alexa sambil melihat Sean yang tersenyum senang.


"Sayaaaang.. jangan seperti itu sama suami kamu.." kata Mama Nessa.


Mama Nessa meminta Sean dan Alexa ganti baju terlebih dahulu lalu melanjutkannya dengan makan siang bersama. Sean dan Alexa mengangguk bersama kemudian berjalan ke lantai 2 menuju ke kamar Alexa.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2