Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Kedatangan Papa Robbert


__ADS_3

/////////Mansion Sean dan Alexa///////


Sean dan Alexa masih berpelukan dengan mesra di ruang keluarga. Mbok Dian memberitahu Sean dan Alexa bahwa makan siang sudah siap. Alexa pun mengajak Sean segera makan karena ia merasa sangat lapar. Di meja makan, Sean melihat Alexa yang makan dengan lahap.


"Sayang.. makannya pelan-pelan, nanti tersedak loh!!!" kata Sean dengan senyum manisnya.


"Aku lapar sekali sayang.. aku ingin memakan semuanya.. hahahaha.." kata Alexa diiringi tawa ceria. Alexa seolah lupa dengan ulah Sean saat di sekolah tadi pagi.


"Sayang.. kamu sudah minum obat dari Mama ??" tanya Sean sembari menyendokkan udang kedalam mulutnya. Alexa berfikir sejenak tentang obat yang dimaksud Sean.


"Oh.. iya.. !!! sudah beberapa hari aku lupa meminumnya sayang.." kata Alexa panik setelah teringat obat penunda kehamilan.


"tidak apa-apa sayang, selagi kamu masih minum aku yakin kita akan aman. Kamu tunggu disini sebentar, aku akan ambilkan obat itu" kata Sean sambil beranjak dari tempat duduknya.


Beberapa saat kemudian Sean tiba di ruang makan kemudian memberikan obat dari Mama Ivanka dan Mama Nessa kepada Alexa. Alexa pun segera meminumnya. Setelah meminum obat tersebut, Alexa kembali melanjutkan makannya.


"Sayang.. kamu kan sudah minum obatnya, gimana kalau kita nunu nina setelah makan ?" ajak Sean dengan senyum nakalnya.


"Enggak ah.. wajah kamu bonyok gitu sayang, aku nggak tega !!!" kata Alexa sambil mengupas apel merah di tangannya.


Sean menjadi murung karena keinginannya tidak dituruti oleh Alexa. Tiba-tiba Sean mendengar bel berbunyi. Ia meminta Mbok Dian membuka pintu dan melihat orang yang berkunjung ke rumahnya. Mbok Dian pun bergegas melaksanakan perintah majikannya. Setelah membuka pintu, Mbok Dian terkejut karena Papa Robbert datang disaat jam kantor. Papa Robbert masuk kedalam Mansion Sean setelah Mbok Dian memberitahu bahwa Sean dan Alexa berada di dalam Mansion.


Tanpa membuang waktu, Papa Robbert menghampiri Sean yang masih berada di Ruang Makan. Ia menatap tajam Sean yang asyik menggoda Alexa.


"Sean !!!! apa benar kamu berkelahi di sekolah ??!!" tanya Papa Robbert dengan nada dinginnya.


Alexa terkejut saat mendengar suara Papa Robbert. Ia tidak menyangka jika kabar perkelahian telah sampai kepada Papa Robbert dengan sangat cepat.


"Ya.." jawab Sean singkat dengan nada yang tak kalah dingin dengan Papa Robbert.


"Kenapa kamu melakukan itu Sean !!! kamu mau memamerkan kekuasaan kamu ??? kamu mau memamerkan kekuatan kamu ??!!!!!" teriak Papa Robbert. Alexa hanya menunduk melihat Papa Robbert memarahi Sean. Sedangkan Sean hanya diam dan menatap Papa Robbert dengan tajam.


"Kamu tahu ? Sekarang David dirawat di Rumah Sakit !! itu semua karena ulah kamu Sean !!!" kata Papa Robbert.


"Papa tidak percaya kamu bisa berbuat seperti ini Sean !!! kamu memanfaatkan kekuasaan kamu untuk menyakiti orang lain !!!" imbuh Papa Robbert dengan wajah penuh kekecewaan. Sean masih saja diam tanpa menjawab perkataan Papa Robbert. Alexa menggenggam tangan Sean karena khawatir Sean akan emosi dan meluapkannya kepada Papa Robbert.


"Apakah kamu tidak memikirkan perasaan Alexa ??!!! Dia pasti malu memiliki suami berandalan !!!" kata Papa Robbert. Alexa menatap suaminya yang masih terdiam dan menatap tajam Papa Mertuanya.


"Kenapa kamu diam Sean !!!!" bentak Papa Robbert.


"Apa yang akan Papa lakukan jika seseorang mengatakan secara terang-terangan akan merebut Mama dari Papa ??!!!" tanya Sean dengan nada dinginnya.


"Papa akan membunuh orang itu !!! apa maksud kamu bertanya seperti itu !!??! kamu mau mengalihkan pembicaraan ??!!!" tuduh Papa Robbert.

__ADS_1


"Itulah yang David lakukan kepadaku Pa. Dia adalah salah satu anggota Fire. Dia pernah mencoba meretas data Devils dan dia juga telah mengancam akan merebut Alexa dariku." kata Sean dengan wajah serius.


"Ap..apa ??!! kenap..kenapa itu bisa terjadi ??!!" tanya Papa Robbert yang terkejut dengan fakta sebenarnya.


"Samuel, lelaki yang aku tusuk saat pesta ulang tahun putri Bennedict adalah king Fire dan sepupu David. Dia dimanfaatkan oleh putri Bennedict untuk mencelakai Alexa Pa." kata Sean. Tuan Robbert lebih terkejut lagi setelah mendengar penjelasan Sean.


"Tap..tapi kamu juga salah Sean, seharusnya kamu tidak memberinya pelajaran saat di sekolah. Sekarang jadi seperti ini kan.." kata Papa Robbert.


"Dia mengunciku di toilet sekolah Pa, dia dulu yang memancing emosiku !! Dia ingin membalaskan dendam atas penusukan yang aku lakukan kepada Samuel !!! mana mungkin aku diam saja !!!!!" kata Sean kesal.


"Tapi tetap saja..." kata Papa Robbert terpotong karena Sean meninggalkan ruang makan. Alexa menjadi tidak enak kepada Papa Robbert karena Sean pergi begitu saja sebelum Papa Robbert menyelesaikan pembicaraannya.


"Pa.. maafkan Sean yaa.. emosinya sedang tidak stabil sehingga dia menjadi tidak sopan.." kata Alexa yang tidak enak kepada Papa Robbert.


"Tidak apa-apa Alexa, Papa juga faham dengan keadaan Sesn.. tolong kamu dampingi Sean ya.. dia butuh kamu sebagai penenangnya" kata Papa Robbert kemudian berpamitan pulang. Alexa mengangguk dan mengantarkan Papa Robbert hingga pintu utama.


Alexa sangat faham jika saat ini Sean sangat kesal dengan Papa Robbert. Ia pun mencari Sean di kamar mereka akan tetapi Alexa tidak menemukannya. Alexa melanjutkan mencari Sean di ruang latihan dan taman, akan tetapi ia masih tidak menemukan Sean. Saat melewati taman, ia melihat Sean sedang berenang. Alexa pun menghampirinya.


Alexa duduk di pinggir kolam renang menunggu Sean selesai berenang. Sean melihat kedatangan Alexa dari dalam air. Ia hendak mengejutkan Alexa dengan menggelitik telapak kakinya. Dan benar saja, Alexa terkejut hingga tanpa sadar menendang Sean yang bersembunyi di bawah air.


"Aaargh..." keluh Sean karena tendangan Alexa tepat mengenai wajah Sean yang masih memar.


Alexa tertawa terbahak-bahak melihat Sean yang muncul ke tepi kolam dengan wajah kesalnya. Meskipun demikian, Alexa meminta maaf kepada Sean karena tidak sengaja menendangnya. Sean pun memaafkan Alexa dengan syarat Alexa harus mau berenang bersamanya. Oleh karena Sean berkata seperti itu, Alexa terpaksa menerima syarat Sean. Ia bergegas menuju ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan bikini untuk menghibur Sean. Sean sangat senang karena Alexa menuruti keinginannya.


Beberapa saat kemudian, Alexa kembali menemui Sean di tepi kolam renang dengan tubuh yang terbalut kimono. Sean tersenyum melihat kedatangan Alexa. Ia menghampiri Alexa dan melepaskan tali kimono yang menutupi tubuh Alexa. Saat tali kimono terlepas, Sean meneguk ludahnya karena takjub melihat keindahan tubuh istrinya yang terbalut bikini.


"apaan sih.. kamu mesum sekali Sean !!!" kata Alexa sambil menutupi dadanya dengan tangan.


Sean tersenyum mendengar ucapan Sean. Sean memeluk Alexa dari belakang. Alexa merasakan ada benda keras menyentuh p*a*n*t*a*tnya.


"Se..sean... sekarang masih siang loh.." kata Alexa memperingatkan Sean.


"Aku tidak peduli sayang.. siang atau malam sama saja kan.." jawab Sean sembari menciumi tengkuk Alexa.


Sean mulai tidak tahan menahan gairahnya. Ia mengajak Alexa masuk kedalam kolam renang. Alexa pun menuruti semua keinginan Sean. Tanpa membuang waktu, Sean menciumi dada Alexa. Sesekali ia membuka penutup dada Alexa untuk mengecup dan menjilat puncak gunung Alexa.


"Se..seaannhhh.. nanti Mbok Dian melihat kita.." kata Alexa sambil berusaha menutupi dadanya.


"Aku akan mencongkel matanya jika dia berani melihat kita" kata Sean tanpa menghentikan aktivitasnya. Sean pun memasukkan juniornya dengan keras kedalam sumur Alexa melalui celah penutupnya.


"Aaarrgh..." keluh Alexa yang kesakitan saat Sean menusukkan juniornya.


"Kamu tidak apa-apa sayang ?" tanya Sean khawatir.

__ADS_1


"Pelan-pelan Sean !!!" kata Alexa dengan wajah kesal.


Sean tersenyum dan mengangguk kemudian memompa juniornya hingga ke dasar sumur Alexa. Ia memompa perlahan dan pasti yang membuat Alexa mengerang merasakan kenikmatan luar biasa.


"Sean.. lebihh cepat.. mmmhh..aahhh.." kata Alexa dengan menahan kenikmatan.


"Baiklah sayaang.. kamu yang memintanya yaa.." kata Sean sambil menggigit lembut leher Alexa kemudian mempercepat tempo pompaannya.


"Aaahhh..." erang Sean yang telah mencapai puncak kenikmatan. Sang juniorpun memuntahkan lahar dinginnya kedalam sumur Alexa.


"Sayang..aku lelah sekali.." keluh Alexa sambil memeluk Sean dengan manja.


Wajah Alexa memang terlihat lelah. Seanpun mengajak Alexa beristirahat di kamarnya setelah mengganti baju mereka. Oleh karena sama-sama kelelahan, mereka berdua pun tertidur.


/////////Rumah Sakit////////


David sudah sepenuhnya sadar dari pingsannya sehingga dokter memperbolehkannya menjalani rawat jalan. Setelah semua prosedur kepulangan David selesai, Samuel mengajaknya pulang. Di perjalanan menuju ke markas mereka, Samuel berjanji kepada David bahwa dirinya akan membalaskan dendam setelah lukanya sembuh.


"Gue akan membuat Sean dan Alexa membayar semua yang telah mereka lakukan kepada kita Vid.." kata Samuel dengan tatapan tajamnya.


"Alexa ??? Alexa tidak bersalah dalam hal ini !!! Jangan libatkan dia dalam dendam loe Sam" kata David yang ingin melindungi Alexa, akan tetapi tidak ingin diketahui oleh Samuel.


"Justru Alexa adalah akar permasalahannya Vid.. bahkan saat di pesta dia mempermalukan Vallerie di depan umum. Gue harus memberikan pelajaran yang setimpal kepada mereka !!" kata Samuel.


"Gue tidak akan tinggal diam jika loe menyentuh Alexa Sam !!!" bentak David.


"Kenapa loe membentak gue !!!! atau jangan-jangan loe suka sama Alexa Vid ??" tanya Samuel dengan ragu.


"Alexa bukan tipe gue !!!" elak David. Samuel pun terdiam saat David memintanya tidak melibatkan Alexa.


"Gue akan tetap membalaskan dendam Vallerie kepada Alexa Vid.." batin Samuel.


Beberapa saat kemudian Samuel dan David tiba di markas Fire. David membantu Samuel yang kesulitan turun dari mobil karena luka bekas tusukan Sean masih basah. David yang selama ini menyimpan kecurigaan kepada Sean pun mengutarakannya kepada Samuel.


"Sam..gue yakin Sean memiliki rahasia yang sangat besar !!! gue rasa dia bukan orang sembarangan Sam" kata David.


"Tentu saja dia bukan orang sembarangan Vid.. dia putra orang terkaya di negeri ini !!! dia hanya mengandalkan kekuasaan orang tuanya untuk menekan semua orang di sekolah !!!" kata Samuel.


David menghampiri meja di ruang pribadinya. Ia mengambil pisau yang digunakan Sean untuk menusuk Samuel dan memperlihatkannya kepada Samuel. David ingin membuktikan kepada Samuel bahwa instingnya tentang Sean tidak salah.


"Loe lihat ini Sam.. di pisau ini ada ukiran huruf 'D', ini pasti kode rahasia Sam.." kata David.


"Dia orang kaya Vid.. beli pisau seperti ini banyak di pasaran !!! loe jangan berfikir berlebihan Vid, mending kita pulihkan tubuh kita untuk membalaskan dendam kita kepada lelaki brengsek itu !!!" kata Samuel.

__ADS_1


Setelah Samuel berkata demikian, David kembali menyimpan pisau itu. Ia mencoba berfikir positif meskipun rasa penasarannya terhadap Sean masih tertancap di fikirannya.


~bersambung~


__ADS_2