
////Mansion Sean dan Alexa////
Sean dan Alexa tiba di Mansion mereka. Sean bergegas turun dari mobil dan berlalu ke kamar tanpa mempedulikan Alexa yang masih di dalam mobil. Alexa faham jika saat ini Sean masih kesal dengan semua perkataan Felix. Akan tetapi tidak seharusnya Sean melampiaskan kekesalannya kepadanya.
"Oke.. kalau kamu mau mendiamkanku tidak masalah, aku juga bisa mendiamkanmu" batin Alexa.
Alexa bergegas turun dari mobil kemudian menuju ruang makan karena ia merasa sangat lapar. Alexa makan siang seorang diri tanpa memanggil Sean.
Sean mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang panas akibat emosi yang membara. Ia ingin sekali membela dirinya di depan Felix. Akan tetapi ia tidak bisa menyanggah perkataan Felix karena yang Felix katakan memang benar adanya. Disisi lain ia juga tidak terima jika Felix menganggapnya tidak bisa menjaga Alexa dengan baik. Hatinya terasa sakit saat mendengar ucapan Felix.
"Brengsek !!!!!! Loe memang brengsek Fel !!!!!" kata Sean di depan cermin kemudian memukul cermin tersebut hingga pecah. Darah segar mengalir dari jemarinya yang terkena pecahan kaca. Ia membasuh lukanya dengan air mengalir kemudian menyudahi aktivitas mandinya.
Setelah selesai makan, Alexa naik ke kamarnya. Saat melewati tangga, ia berpapasan dengan Sean. Ia berharap Sean akan tersenyum dan mengajaknya berbicara, akan tetapi kenyataannya Sean mengabaikannya dan langsung turun ke meja makan. Alexa menjadi sangat kesal dengan Sean. Ia mempercepat langkahnya menuju ke kamar.
Selesai makan, Sean akan ke Markas untuk mengetahui kinerja Thomas dalam memperlakukan mayat keempat anak buah Samuel. Ia memanggil Mbok Dian dan memberi pesan bahwa ia akan ke markas.
"Jika Alexa bertanya, beritahu dia saya sedang ke Markas" kata Sean dengan nada dinginnya.
"Siap Tuan" jawab Mbok Dian kemudian kembali ke dapur.
/////Markas Fire//////
Samuel menemui David yang berada di ruang latihan. Ia meminta maaf kepada David tentang misi yang ia lakukan tanpa sepengetahuan David.
"Maafin gue Vid.. Gue memang bersalah karena tidak mendengarkan peringatan loe.. gue menyesal Vid. Tolong jangan diamkan gue seperti ini Vid" kata Samuel. David hanya diam tanpa menanggapi ucapan Samuel.
"Vid.. tolong maafkan kesalahan gue Vid.. Gue janji gue tidak akan bertindak semau gue !! Gue berjanji tidak akan memanfaatkan anggota Fire untuk kepentingan gue sendiri." kata Samuel mencoba mendapatkan maaf dari David.
Di satu sisi hati David mengatakan bahwa ia tidak bisa memaafkan Samuel. Kesalahan yang Samuel lakukan sudah sangat fatal. Semula David ingin dekat dengan Alexa meskipun hanya sebagai teman. Akan tetapi, misi Samuel telah menyebabkan jarak dirinya dengan Alexa semakin jauh. Di sisi lain Samuel adalah sepupunya. Ia akan merasa bersalah kepada orang tua Samuel jika ia tidak memaafkan putra mereka.
"Gue akan memaafkan loe Sam. Dan gue pegang janji loe !! jika loe melakukan kesalahan itu lagi, gue tidak akan pernah memaafkan loe !!!!" kata David dengan nada dinginnya. Samuel tersenyum senang kemudian memeluk David.
"Terimakasih Vid.." kata Samuel bahagia.
Samuel telah mendapatkan kembali kepercayaan David. Kini ia akan menyusun rencana untuk membalas semua yang Alexa lakukan kepadanya dan kepada Vallerie, kekasihnya tanpa sepengetahuan David dan anggota Fire yang lain.
/////Markas 666/////
Sean tiba di Markas Devils. Ia bergegas mencari keberadaan Thomas dan menanyakan tentang jasad anak buah Samuel. Thomas menunjukkan potongan tubuh anak buah Samuel untuk kemudian dilemparkan ke kolam ikan piranha.
"Bagus... lanjutkan pekerjaan loe Thom !!!!!" kata Sean kemudian menuju ke ruang pribadinya.
Saat melewati kamar Martin, Jonathan dan Kenzo, ia melihat mereka bertiga sedang sibuk belajar. Ia penasaran dengan alasan mereka belajar, akan tetapi ia tidak ingin bertanya terlebih dahulu kepada mereka. Sean berharap agar Martin, Jonathan dan Kenzo akan menyadari kesalahannya dan meminta maaf dengan tulus kepada Sean dan Alexa. Ia pun berlalu menuju kamar pribadinya.
Saat ia menyendiri di ruang pribadinya, Sean merenungi perkataan Felix yang dilontarkan kepadanya. Sean ingat bahwa Alexa masih membelanya di depan Felix meskipun ia tidak bisa menjaga Alexa dengan baik. Akhirnya ia sadar bahwa ia telah salah mendiamkan Alexa yang selalu membelanya.
"maafkan aku sayang.. aku memang tidak berguna.." batin Sean. Setelah menyadari kesalahannya, Sean bergegas pulang dan meminta maaf kepada Alexa. Saat ia beranjak dari tempatnya, tiba-tiba ponsel Sean berbunyi. Tertera nama Pak Danang yang menghubunginya.
__ADS_1
"ada apa ???" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"bisakah kamu berkata yang sopan kepada guru kamu Sean ????" kata Pak Danang yang protes dengan gaya bicara Sean. "Mulai senin masa skorsing kamu berakhir karena akan ada ujian kenaikan kelas" imbuh Pak Danang.
"hmmm" gumam Sean akan tetapi Pak Danang bisa mendengarnya. Oleh karena merasa kesal, Pak Danang mengakhiri panggilannya. Setelah diberitahu Pak Danang, Sean melanjutkan langkahnya ke parkiran dan pulang ke Mansionnya.
///////Mansion Sean dan Alexa///////
Alexa telah menyelesaikan ritual mandinya. Ia merasa bahwa Mansion sangat sepi. Akhirnya Alexa turun dari kamar dan menanyakan keberadaan Sean kepada Mbok Dian.
"Tuan Muda sedang pergi ke Markas nona" kata Mbok Dian.
"Baiklah terimakasih Mbok.." kata Alexa.
Alexa mengambil ponsel kemudian menghubungi Jean, Rose dan Sally via VCall. Alexa meminta mereka datang ke Mansion karena ia merasa kesepian.
"datanglah kemari guys.. kita belajar bersama yuk ?? kan sebentar lagi ujian.." ajak Alexa.
"untuk apa belajar ??? kan ada loe Lex.. kunci jawaban berjalan..hehehehhe.." kata Sally sambil terkekeh.
"Gue kesepian guys.. temenin gue yaa.. pleaseeee.." kata Alexa dengan menunjukkan wajah melasnya.
"Oke.. gue siap-siap yaa.." kata Jean.
"iya..iya.. gue kesana sekarang baby.." kata Sally kemudian mengakhiri panggilan Alexa.
"Siapin makanan yang banyak ya Lex.." pinta Rose.
Sambil menunggu kedatangan teman-temannya, Alexa menyiapkan makanan ringan untuk mereka. Tak lama kemudian, Jean, Rose dan Sally tiba di Mansion Alexa. Mereka berteriak memanggil Alexa yang masih sibuk menyiapkan makanan. Alexa pun menyerahkan sisanya kepada Mbok Dian. Sedangkan dirinya akan menghampiri Jean, Rose dan Sally.
"Kita ke ruang keluarga saja yuk !!" ajak Alexa sembari menggandeng tangan Jean. Rose dan Sally mengikuti di belakang.
Mereka berempat mulai belajar materi untuk ujian yang akan diselenggarakan lusa. 30 menit berlalu, Rose, Sally dan Jean mulai pusing dan bosan. Mereka tetap tidak bisa memahami materi yang mereka pelajari. Sedangkan Alexa masih asyik belajar dengan tenang.
"Guys.. rasanya gue mau muntah nih kebanyakan belajar.." kata Rose.
"Sama.. gue juga, mata gue hampir juling nih karena terlalu fokus membaca materi ujian" sahut Jean.
"baru juga 30 menit Jean, Loje.." sahut Alexa.
"Tapi gue juga pusing Lex... gimana kalau kita nonton film dulu setelah itu kita lanjut belajar lagi ???" usul Sally.
"gue setuju !!!" kata Jean dan Rose bersamaan.
"Yaudah yuk.. nonton dulu, tapi nanti belajar lagi yaa.." kata Alexa yang pasrah dengan kemauan sahabat-sahabatnya.
Sally mengeluarkan flashdisk dari tas selempangnya. Ia tancapkan flashdisk tersebut ke laptop Alexa. Sally sengaja memilih film biru untuk menyegarkan otaknya. Jean dan Rose sudah hafal betul bahwa Flashdisk yang dibawa Sally berisi film dewasa. Sedangkan Alexa tidak tahu bahwa Sally memutar film biru. Mereka pun mulai menonton film yang diputar Sally dengan serius. Di tengah-tengah film Alexa mulai merasa ada yang aneh.
__ADS_1
"Sal.. kok filmnya gini ya ??" kata Alexa dengan mata yang tidak lepas dari layar laptop.
"Adanya ini lex.. gapapa lah... refresh otak dulu Lex..hehehe.." kata Sally.
"Sudah.. loe liat saja Lex.." sahut Jean.
"nanti bisa dipraktekkan sama suami loe Lex.. hahahahaha" kata Rose asal nyeplos.
"Lojeeeeee..." kata Alexa yang kesal dengan Rose.
Akhirnya mereka berempat tidak jadi belajar dan memilih menonton film dewasa. Alexa melihat dengan seksama adegan demi adegan. Ia menemukan satu adegan yang menurutnya menarik. Ia berencana akan menerapkannya saat ia dan Sean sudah berbaikan. Jean dan Sally terlalu fokus melihat serangkaian adegan di film tersebut hingga tidak sadar mulut mereka menganga. Sedangkan Rose senyum-senyum sendiri membayangkan bahwa aktor di film tersebut adalah dirinya dan Jonathan.
Sean tiba di Mansion. Ia melewati dapur dan menanyakan keberadaan Alexa kepada Mbok Dian.
"anu tuan.. Nona Alexa sedang belajar bersama teman-temannya di ruang keluarga tuan" jawab Mbok Dian dengan hati-hati karena takut Sean akan marah kepadanya.
Sean segera menuju ke ruang keluarga. Ia melihat Jean, Rose, Sally dan istrinya sedang fokus menatap layar laptop. Sean mendekat ke arah mereka. Alangkah terkejutnya Sean saat Alexa dan sahabatnya kedapatan menonton film dewasa.
"Ekhhhhm...Ekhhhhm..!!! katanya belajar !!!!" sindir Sean dengan nada dinginnya.
Alexa dan teman-temannya terkejut bukan main saat tiba-tiba mendengar suara Sean. Alexa secara refleks menutup laptopnya sedangkan Jean, Rose dan Sally berpamitan pulang kepada Alexa dan Sean. Mereka merasa sangat malu kepada Sean karena telah mengajak Alexa menonton film dewasa. Tinggallah Sean dan Alexa di ruang keluarga. Alexa menunduk malu saat dirinya tertangkap basah menonton film biru.
"Jadi tadi kamu belajar ya sayang ???" tanya Sean dengan nada mengejek.
"i..iya.. memang tadi belajar kok !!!" jawab Alexa salah tingkah.
"Belajar reproduksi ya ??" sindir Sean sambil tersenyum.
"apaan sih !!!" kata Alexa kemudian hendak berlalu meninggalkan Sean akan tetapi Sean mencegahnya.
Sean mendorong Alexa hingga Alexa terduduk di sofa. Sean pun semakin mendekat ke Alexa hingga Alexa terpojok dan Sean berhasil menindih Alexa.
"Sean !! kamu mau apa ??" tanya Alexa sembari mendorong Sean akan tetapi tidak berhasil karena tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Sean.
"Aku mau kita praktek pelajaran reproduksi seperti yang kamu tonton tadi sayang" kata Sean kemudian menggigit ujung telinga Alexa dengan lembut. "Aku minta maaf sayang.. aku telah mengacuhkan kamu sejak siang tadi. aku sangat kesal kepada Felix. Tapi aku justru melampiaskannya ke kamu sayang. Maafkan aku ya sayang ??" pinta Sean dengan lembut.
Alexa tersenyum dan merasa lega karena Sean telah menyadari kesalahannya. Alexa bangkit dari kungkungan Sean. Ia mendorong Sean kemudian menindih tubuh Sean dengan tubuhnya.
"Kali ini aku akan memaafkanmu Sean. Tapi jika kamu mengulanginya lagi. Tidak akan ada maaf untukmu" kata Alexa sembari memainkan jarinya di dada bidang Sean. Sean tersenyum kemudian memeluk Alexa dan mencium kening Alexa.
Tiba-tiba Alexa menjulurkan lidahnya kepada Sean. Akan tetapi Sean bingung dengan apa yang Alexa lakukan. Alexa menjadi kesal saat Sean tidak peka dengan situasi tersebut. Kekesalan Alexa terlihat jelas diwajahnya.
"Kamu sedang apa sayang ??" tanya Sean bingung dengan istrinya yang tiba-tiba menjulurkan lidahnya.
"Tau ah !!!!!" kata Alexa dengan kesal. Sean masih menatap Alexa dengan wajah bingungnya. "Katanya kamu mau tahu apa yang aku pelajari dari film tadi ????" imbuh Alexa dengan kesal. Sean terlihat memikirkan perkataan Alexa.
"Baiklah.. kalau begitu coba mana, aku mau lihat lidah kamu.." kata Sean.
__ADS_1
Meskipun kesal, Alexa tetap menuruti perkataan Sean. Ia kembali menjulurkan lidahnya. Sean pun menghisap lidah Alexa dengan rakus. Alexa terkejut karena Sean bisa tahu kelanjutan adegan di film yang ia tonton. Sean menidurkan Alexa di sofa ruang keluarga dan memulai pertempuran disana.
~bersambung~