
Sean dan Alexa tiba di Mansion keluarga Astin. Mama Ivanka menjemput Alexa di depan pintu utama. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu menantu kesayangannya. Mama Ivanka mengajak Sean dan Alexa makan siang. Alexa pun menuruti perkataan Mama Ivanka. Sedangkan Sean menolaknya karena ia akan ada meeting dengan Tuan Leon. Ia pun bersiap untuk meeting bersama Tuan Leon.
"Kamu mau mengajak Alexa nak ?" tanya Mama Ivanka.
"Enggak.. Alexa biar istirahat disini saja Ma.." kata Sean.
Alexa dan Mama Ivanka telah selesai makan siang. Di saat bersamaan, Sean berpamitan kepada Mama Ivanka dan Alexa untuk berangkat meeting. Setelah kepergian Sean, Mama Ivanka mengajak Alexa jalan-jalan ke Mall. Alexa sangat antusias saat Mama Ivanka mengajaknya jalan-jalan.
//////////////
Sean tiba di S.A group ia meminta Darren menyiapkan Penthousenya untuk ia tinggali bersama Alexa.
"Lusa, Penthouse gue harus sudah siap !!!" perintah Sean.
"Siap king.. Oh..selamat atas pernikahanmu King.. semoga bahagia dan awet hingga maut memisahkan" kata Darren dengan sambil tersenyum manis.
"Mulut loe jangan ember kemana-kemana !!!, cukup kita saja yang tahu tentang pernikahan gue" kata Sean dingin.
Darren kembali ke ruangannya untuk menyiapkan dokumen kerjasama dengan PT. Leam. Sedangkan Sean, mengirimkan pesan kepada Alexa bahwa ia merindukannya.
"Istriku sedang apa ya.." batin Sean sambil tersenyum melihat ponselnya yang masih menggunakan foto Alexa sebagai Wallpaper. Darren yang sudah siap dengan berkasnya mengajak Sean berangkat meeting. Darren menahan tawa saat Sean melamun sambil tersenyum.
"Hei.. loe sedang berfikiran mesum yaa king sampai senyum-senyum sendiri !!!!" sindir Darren.
"Loe itu yang mesum.." kata Sean kemudian berlalu meninggalkan S.A Group menuju ke Restoran Steak. Kemudian Darren mengikuti di belakangnya.
///////////////
Alexa dan Mama Ivanka tiba di depan Mall. Mama Ivanka baru ingat bahwa lusa adalah hari anniversary Mama Ivanka dan Papa Robbert. Mama Ivanka meminta sopir memutar balik mobilnya menuju Boutiqe langganan Mama Ivanka.
"Kenapa tidak jadi ke Mall Ma ?" tanya Alexa.
"Mama baru ingat lusa adalah Anniversary Mama dan Papa. Jadi kita akan membeli gaun untuk acara lusa sayang." kata Mama Ivanka sambil tersenyum kepada Alexa.
"Benarkah ?? Jadi mau di rayain ya Ma ??" tanya Alexa.
"Tentu saja sayang. Tapi kamu jangan khawatir karena sebagian besar tamu undangan adalah rekan dan karyawan RA Group sayang. Jadi rahasia pernikahan kalian akan tetap terjaga" kata Mama Ivanka. Alexa tersenyum dan mengangguk.
Beberapa saat kemudian Mama Ivanka dan Alexa tiba di Boutique langganan Mama Ivanka. Alexa sedikit mengingat tentang Boutique di depannya.
"Sepertinya dulu Sean pernah mengajakku ke Boutique ini ??" batin Alexa.
Muncullah seorang wanita yang seumuran dengan Mama Ivanka menyambut kedatangan Mama Ivanka dan Alexa.
"Selamat datang Nyonya Astin dan Nona....." kata Tante Merry terpotong yang sedikit mengingat Alexa.
"Alexa... dia adalah nona Astin.. menantu saya" sahut Mama Ivanka.
"Mama..." kata Alexa terpotong.
"Tante Merry tidak akan menyebarkan pernikahan kalian sayang. Percayalah padanya." kata Mama Ivanka memotong perkataan Alexa.
__ADS_1
"percayalah kepada saya nona, rahasia kalian saya jamin aman.." kata Tante Merry. Alexa tersenyum dan mengangguk.
Mama Ivanka meminta Tante Merry menyiapkan gaun terbaiknya untuk Alexa. Tante Merry pun mengeluarkan koleksi terbarunya kepada Mama Ivanka dan Alexa. Mama Ivanka menunjuk gaun warna merah untuk dikenakan menantu kesayangannya saat acara anniversary dirinya dengan Papa Robbert.
"Ma.. aku lapar nih.. kita makan dulu yuk ??" ajak Alexa yang perutnya sudah keroncongan.
"Oke.. kita makan sayang.." kata Mama Ivanka menuruti permintaan Alexa. Setelah selesai membeli gaun, Mama Ivanka mengajak Alexa ke restoran Steak yang berada di dekat SA. Group.
/////////////////
Darren dan Sean sudah tiba di Restoran Steak, tempat yang dipilih oleh Tuan Leon. Sean masuk kedalam di ikuti oleh Darren. Nampak Tuan Leon dan Rachel melambaikan tangan menunjukkan tempat mereka. Sean dan Darren pun menghampiri mereka berdua.
"Maaf membuat anda menunggu Tuan" kata Darren.
"Oh.. tidak apa-apa Tuan.." jawab Tuan Leon.
Rachel tersenyum senang saat melihat kedatangan Sean. Tanpa membuang waktu, Sean segera memulai meeting. Ia tidak ingin Alexa menunggunya pulang terlalu lama. 15 menit kemudian makanan mereka tiba, meeting pun mereka akhiri. Saat makan, Sean, Darren, Tuan Leon dan Rachel mengobrol sambil bercanda. Sesekali Rachel memeluk lengan kekar Sean, akan tetapi Sean tidak peduli kepada Rachel.
Dari kejauhan, Yunna, Anna dan Angel melihat Sean. Kebetulan mereka telah selesai makan. Vallerie tidak ikut bersama mereka karena ia ingin menenangkan diri setelah melihat tanda kemerahan di leher Sean yang menandakan bahwa Sean sudah sepenuhnya milik orang lain.
"Ooh.. jadi dia istri Sean.. cantik juga ya... tapi kalau gue jadi Sean sih, gue bakal milih Alexa yang jadi istri gue.." kata Anna.
"Kenapa bisa gitu ??" tanya Yunna.
"Yaa.. cocok aja sih.. lagian istri Sean beda jauh sama Alexa. Gue sih suka gaya Alexa, cantik, sederhana tapi elegan" kata Anna.
"Kalau soal gaya, gue sih pilih istri Sean. Kalian lihat deh.. body-nyaaaaa... seksi.." kata Angel.
"Kalian apaan sih !!! seharusnya kalian mendukung Vallerie. Dialah sahabat kita bukan Alexa ataupun istri Sean !!!" kata Yunna kemudian pergi meninggalkan Restoran disusul oleh Anna dan Angel.
//////////////////
"Kamu kenapa sayang ???" tanya Mama Ivanka yang kaget mendengar suara keras dari buku menu yang dibanting Alexa.
"Ma.. lihat tuh Sean.. katanya meeting bersama klien. Tapi kenyataannya dia hanya diam saat Rachel memeluknya !!!!" kata Alexa kesal.
Mama Ivanka pun menoleh ke arah Sean. Mama Ivanka menjadi murka saat tahu anaknya bermain wanita di belakang menantu kesayangannya. Mama Ivanka berdiri hendak melabrak Rachel. Akan tetapi Alexa menghalanginya.
"Biar aku yang memberi mereka pelajaran Ma, tapi kita makan dulu yaa Ma biar ada tenaga untuk memberi mereka pelajaran." kata Alexa dengan kesal.
"Oke.. Mama dukung kamu sayang" kata Mama Ivanka yang juga tak kalah kesal.
Setelah selesai makan, Alexa mengenakan kaca mata yang ia simpan di tasnya kemudian berjalan ke arah meja Sean sambil membawa minuman yang ia tuangi dengan saus steak. Saat melewati meja Sean, Alexa dengan sengaja menumpahkan minuman yang ia bawa kepada Sean dan Rachel.
"Aish... brengsek !!!!! Loe punya mata nggak sih !!!!" umpat Rachel sembari membersihkan sisa minuman di bajunya.
"Ups... Sorry..." kata Alexa dengan logat bule-nya.
Sean seperti familiar dengan suara orang aneh tersebut. Ia menoleh ke arah orang itu, akan tetapi orang tersebut sudah pergi dari restoran. Darren menanyakan kepada Rachel apakah dirinya baik-baik saja. Rachel pun mengangguk kemudian berpamitan ke kamar mandi. Sean melepaskan jasnya dan meminta Darren membuangnya.
"King... tapi jas ini masih bisa dicuci" bisik Darren yang heran dengan sikap Sean.
__ADS_1
"Gue nggak mau ada bekas wanita lain di pakaian gue" bisik Sean kepada Darren.
Sean berpamitan pulang terlebih dahulu kepada Tuan Leon. Perasaannya terasa tidak enak seakan ia akan mengalami kesialan. Sean pun pulang dengan mobilnya sendiri. Sedangkan Darren kembali ke SA. Group.
///////////////////
Mama Ivanka dan Alexa tiba di Mansion Keluarga Astin. Oleh karena mood yang buruk, Alexa berlalu ke kamarnya tanpa menyapa Papa Robbert. Mama Ivanka menceritakan semua yang terjadi kepada Papa Robbert.
"Sean tidak mungkin bermain di belakang Alexa Ma.. Aku percaya sama Sean" kata Papa Robbert.
"Iya.. aku juga yakin Sean tidak bermain dibelakang Alexa. Tapi yang membuatku kesal, dia sama sekali tidak menolak saat gadis itu memeluknya" kata Mama Ivanka.
"Nanti kita beri dia pelajaran Ma.." kata Papa Robbert.
Sean pun tiba di Mansion Keluarga Astin. Ia mencari Alexa di kamarnya akan tetapi tidak menemukannya. Sean bertanya kepada Mama Ivanka dan Papa Robbert. Mama Ivanka memberitahu Sean bahwa malam ini ia akan tidur dengan Alexa. Mendengar perkataan Mama Ivanka, Sean menjadi kesal.
"Alexa istriku Ma.. kenapa harus tidur dengan Mama !!!" kata Sean dengan kesal.
"Kamu tahu ??? Mama sangat malu kepada Alexa. Kami melihat kamu dipeluk wanita lain, dan kamu hanya diam saja. Dimana perasaan kamu Sean ???" kata Mama Ivanka dengan kesal.
"Tapi aku tidak membalas pelukannya Ma. Bahkan aku membuang jasku setelah dia memegangku. Aku tidak enak menolaknya Ma, karena disana juga ada Papa gadis itu" kata Sean membela diri. Mama Ivanka semakin kesal mendengar alasan Sean. Ia hendak memukul kepala Sean, akan tetapi Papa Robbert menghalanginya.
"Sean.. kamu sudah memiliki istri. Bahkan kamu sendiri yang meminta pernikahan kalian dipercepat. Jika kamu merasa tidak enak dengan Papa gadis itu, lalu bagaimana dengan Alexa ?? Kamu menyakitinya Sean. Kamu mementingkan perasaan orang lain daripada istri kamu sendiri." kata Papa Robbert. Sean mulai berfikir bahwa dirinya telah salah mengambil langkah. Kini ia merasa bersalah kepada Alexa.
"Kalau kamu terus mementingkan perasaan orang lain tanpa memikirkan perasaan Alexa, kami yakin Alexa akan meninggalkanmu dan mencari pasangan yang mampu mengerti perasaannya, lelaki yang memberikan ia rasa nyaman dan saling menghormati perasaan satu sama lain. Kami tidak bisa menyalahkan Alexa jika hal itu terjadi Sean.." tambah Papa Robbert.
"Hal itu tidak akan terjadi Pa!!! Aku akan meminta maaf kepada Alexa Pa.. Dan aku berjanji akan menghindari sentuhan wanita demi perasaan istriku" kata Sean dengan wajah menyesal.
Sean hendak menjemput Alexa dari kamar Mama Ivanka, akan tetapi Mama Ivanka tidak memperbolehkannya.
"Sebagai hukuman atas perbuatan kamu, malam ini Alexa akan tidur bersama Mama. Kamu tidur dengan Papa. Biar Mama bicara kepada Alexa bahwa kamu sudah menyesal melakukan itu." kata Mama Ivanka kemudian berlalu meninggalkan Sean bersama Papa Robbert.
"Ma !!!! Tapi aku dan Alexa belum...... Jangan pisahkan aku dengan Alexa Ma !!!!" teriak Sean, akan tetapi Mama Ivanka tidak mempedulikannya.
Sean pun terpaksa tidur dengan Papa Robbert di kamarnya. Sean tidak bisa tidur tanpa memeluk Alexa. Saat tengah malam tiba, Sean mencoba menemui Alexa di kamar Mama Ivanka. Kebetulan Mama Ivanka tidak mengunci pintu kamarnya. Ia masuk ke kamar Mama Ivanka kemudian mengelus wajah Alexa yang sedang tidur. Merasa ada yang menyentuhnya, Alexa pun terbangun.
"Sean ?? Kamu ngapain disini ??" kata Alexa tanpa bersuara.
Tanpa menjawab pertanyaan Alexa, Sean menggandeng Alexa menuju ke ruang keluarga. Ia mendudukkan Alexa di sofa dan meminta maaf kepada Alexa. Alexa yang sudah diberikan pengertian oleh Mama Ivanka pun dengan mudah memaafkan Sean. Sean memeluk Alexa dengan erat seakan tidak ingin membiarkan Alexa jauh darinya. Ia mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa pun membalas ciuman Sean. Ciuman mereka semakin dalam hingga mereka tidak menyadari ada dua pasang mata yang mengintip mereka dari lantai 2.
Ciuman Sean beralih ke leher dan dada Alexa. Tak lupa ia meninggalkan tanda kepemilikan di dada Alexa. Ia selipkan tangannya kedalam piyama Alexa kemudian memainkan dengan lembut gunung Alexa yang masih tertutup piyama. Ia hendak membuka kancing piyama Alexa, namun Papa Robbert dan Mama Ivanka sudah terlebih dahulu menghentikan aksi mereka.
"Sean !!! Beraninya kamu melakukan itu disini !!!! Kamu tahu sendiri disini ada Mbok Yeti dan ART yang lain !!! bagaimana jika mereka tahu kalian melakukan tindakan mesum disini !!!!" bentak Papa Robbert.
"Kami sudah sah Pa, tidak ada salahnya kami melakukan itu !!!" teriak Sean. Alexa memegang tangan Sean untuk menenangkannya.
"Kalian boleh melakukan itu, tapi kalian harus tahu tempat !!! jangan sembarangan melakukannya seperti binatang !!!" teriak Papa Robbert. Sean dan Alexa tertunduk mengakui kesalahan mereka.
"Alexa.. kembali ke kamar bersama Mama" kata Papa Robbert dengan nada dinginnya. Mama Ivanka pun menggandeng Alexa menuju ke kamarnya. Sedangkan Papa Robbert menggandeng Sean menuju ke kamar Sean.
"Siaaalll !!!!! gagal lagi !!!" batin Sean penuh kekesalan.
__ADS_1
~bersambung~