Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Murid Baru


__ADS_3

Pagi dihiasi dengan awan mendung yang menggantung di langit. Alexa yang telah siap pergi ke sekolah menunggu kedatangan Sean yang akan menjemputnya untuk pergi ke sekolah bersama. Sambil menunggu kedatangan Sean, Mama Nessa meminta Alexa sarapan terlebih dahulu. Di ruang makan, Papa Kevin telah menunggu Mama Nessa dan Alexa untuk sarapan bersama. Mama Nessa melihat Alexa seperti tidak nafsu makan.


"Sayang, kamu kenapa ? Apa kamu dan Sean bertengkar ?? Kenapa kamu murung seperti itu nak ??" tanya Mama Nessa sembari mengambil makanan untuk Papa Kevin. Papa Kevin melihat Alexa dengan seksama.


"Apa terjadi sesuatu sayang ???" tanya Papa Kevin dengan raut wajah serius.


Alexa menceritakan kepada Papa Kevin bahwa saat Sean mengajaknya ke Markas Devils. Sean membicarakan tentang seseorang bernama Felix yang memerintahkan anak buahnya untuk mencari seorang gadis.


"Aku takut jika Felix yang dimaksud mereka adalah Felix yang sama Pa.." kata Alexa khawatir.


"Tidak mungkin mereka bisa menemukan kamu sayang. Papa yakin kamu akan aman bersama Sean. Kamu jangan berfikiran yang macam-macam yaa sayang.." pesan Mama Nessa.


"Apa kamu sudah menceritakan semuanya kepada Sean sayang ?" tanya Papa Kevin. Alexa menggeleng.


Alexa menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semua kepada Sean. Setelah selesai sarapan, Alexa menunggu Sean tepat di depan pintu utama. Tak lama kemudian Sean tiba di Mansion Keluarga George. Alexa segera masuk ke mobil Sean karena gerimis sudah mulai turun.


"Selamat pagi sayang, istriku cantik sekali sih.." kata Sean sembari tersenyum sambil mencubit pipi Alexa. Alexa tersenyum mendengar pujian dari Sean karena baru kali ini ia mendengar pujian dari Sean.


"Selamat pagi suamiku... setiap hari kan aku selalu cantik, masak baru sadar sih ??" tanya Alexa sembari mencubit pipi Sean.


"Beraninya kamu mencubit pipi seorang king mafia ????" kata Sean sambil berpura-pura kesal kepada Alexa.


"Memangnya kenapa kalau berani ?? Memang kamu adalah king mafia saat bersama anak buah kamu. Tapi saat bersamaku, kamu adalah boneka beruang yang sangat lucu.. hahahaha..." kata Alexa sambil mencubit pipi Sean.


Sean tersenyum mendengar perkataan Alexa. Ia menggelitik perut Alexa hingga Alexa tertawa terpingkal-pingkal. Sean merasa lega karena sikap aneh Alexa hanya berlaku semalam saja. Sean menghentikan aksinya menggelitik perut Alexa.


"Sayang.. morning kiss dong.." pinta Sean sembari memonyongkan bibirnya. Sambil tersenyum, Alexa mencium bibir Sean.


Setelah selesai bercanda, Sean dan Alexa berangkat ke sekolah. Alexa bercerita kepada Sean bahwa Martin dan Jean sudah resmi berpacaran sejak kemarin siang. Sean hanya tersenyum menanggapi cerita Alexa.


/////////////////


Lucas, Zidane dan Victor tiba di sekolah baru mereka. Mereka bergegas menuju ke ruang kepala sekolah untuk mengetahui di kelas mana mereka akan belajar. Kebetulan mereka satu kelas dengan Vallerie. Bu Rini, wali kelas di kelas Vallerie mengantarkan Lucas, Zidane dan Victor ke kelas mereka.


Setelah tiba di kelas, Bu Rini memperkenalkan Lucas, Zidane dan Victor sebagai siswa baru dari Negara B. Angel, Anna dan Yunna tersenyum senang karena kelas mereka kedatangan cowok-cowok tampan. Mereka segera menghampiri Lucas, Zidane dan Victor dan mengajaknya berkenalan.


Vallerie sama sekali tidak peduli saat ada anak baru di kelasnya. Perasaannya seakan mati untuk orang lain. Ia hanya mencintai Sean seorang. Ia telah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan berjuang untuk mendapatkan Sean bagaimanapun caranya.


/////////////////


Sean dan Alexa tiba di sekolah. Mereka bergegas ke kelas mereka karena bel masuk hampir berbunyi. Saat mereka melewati taman, Pak Danang menghadang mereka. Wajah Sean seketika berubah menjadi kesal.


"Sean.. Alexa... saya mengucapkan terimakasih karena telah membatalkan pemecatan saya. Saya juga minta maaf kepada kalian berdua karena saya telah berbuat yang tidak semestinya kepada kalian." kata Pak Danang dengan tulus. Sean pergi meninggalkan Alexa dan Pak Danang karena ia tidak ingin melihat wajah Pak Danang. Alexa hanya tersenyum dan mengangguk kemudian pergi menyusul Sean.


Tak lama kemudian mereka tiba di kelas dan bel masuk pun berbunyi. Jean meminta Alexa duduk disebelahnya.


"Lex.. sepulang sekolah nanti kita jalan-jalan yuk ? Kita jarang banget pergi ke Mall bersama." ajak Jean.

__ADS_1


"Gue setuju banget... tapi kali ini gue pengen cuma cewek saja. Kita tidak usah mengajak cowok-cowok !!!" kata Sally.


"Tapi nanti kalau Sean nyari gue gimana ??? gue bilang Sean dulu yaa ???" kata Alexa.


"Plltthhakk !!!!!" Rose menyentil kening Alexa.


"Aaargh.. sakit Roje !!!!" teriak Alexa sembari mengusap keningnya yang memerah. Mendengar teriakan Alexa, Sean bergegas menoleh kepadanya. Ia tersenyum saat Alexa cemberut sambil mengusap keningnya.


"Hei.. kalian ini belum menikah !!! pergi ke mall doang ngapain pakai ijin sama Sean ??!!!! Loe bego banget sih Lex..!!!!!" kata Rose asal ceplos.


"Kali ini gue setuju sama Roje. kalau kata orang, loe itu terlalu bucin (budak cinta) Lex, kalau di tinggal patah hati loe.." saran Jean.


"Pllltthhhhakkk !!!" Alexa menyentil Jean.


"Alexaaaaa... sakitttt !!!!" teriak Jean sembari mengusap keningnya.


"pertama gue nggak bucin !!!! kedua Sean tidak akan pernah ninggalin gue. Asal kalian tahu, Seanlah yang bucin ke gue !!!!! hahahaha.." kata Alexa dengan PeDenya. Sean yang mendengar perkataan Alexa pun tersenyum.


"Beraninya kamu bicara seperti itu Alexa.. kamu tunggu hukuman apa yang akan menantimu..hehehehe.." batin Sean diiringi dengan senyuman seringainya.


////////////////////


Bel pulang berbunyi. Alexa menghampiri Sean dan meminta izin padanya bahwa ia akan pergi ke mall bersama Jean, Rose dan Sally. Sean pun mengizinkannya pergi karena ia juga akan ke Markas bersama Martin, Jonathan dan Kenzo.


Sebenarnya Sean sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan Alexa saat Alexa tidak bersamanya. Sehingga ia memerintahkan salah satu anak buah Kenzo untuk mengikuti Alexa dan teman-temannya. Alexa, Jean, Rose dan Sally berangkat setelah Alexa berpamitan kepada Sean. Mereka pergi ke Mall yang terdekat dengan sekolah.


Vallerie, Yunna, Anna dan Angel pulang bersama. Sebelum pulang, Yunna, Anna dan Angel menghampiri Lucas, Zidane dan Victor untuk mengajaknya pulang bersama.


"Rumah kalian mana ?? kita pulang bareng yuk ??" ajak Angel.


"Oh.. tidak usah.. kami masih perlu membeli sesuatu untuk keperluan sekolah kami. Kalian pulanglah terlebih dahulu" kata Zidane sambil tersenyum kepada Angel.


Oleh karena telah berkata bahwa mereka akan membeli sesuatu, Vallerie dan teman-temannya pun pulang terlebih dahulu. Tibalah saat bagi Lucas, Zidane dan Victor menyusun rencana untuk menemukan kekasih Felix.


"Katanya gadis itu juga bersekolah disini, tapi kenapa kita tidak melihatnya ya ??" tanya Lucas.


"Kita ke ruang kepala sekolah !!!! kita cari data siswa di sekolah ini." kata Victor kemudian berlalu ke ruang kepala sekolah.


Mereka bertiga menyelinap masuk ke ruang kepala sekolah. Lucas berjaga di depan pintu sedangkan Zidane dan Victor masuk dan mencari dokumen tentang data siswa. Victor mulai mencari di filling cabinet. Sedangkan Zidane mencari di atas meja kepala sekolah. Tiba-tiba terdengar suara gemercik air dari kamar mandi yang berada di dalam ruang kepala sekolah.


"Kita keluar sekarang Zi sebelum kita dapat masalah" kata Victor.


Zidane segera mengakhiri pencariannya. Akan tetapi belum sempat mereka keluar dari ruang kepala sekolah, Tuan Bennedict sudah terlanjur keluar dari kamar mandi. Tuan Bennedict pun menyapa mereka.


"Kalian sedang apa ?? ada yang bisa saya bantu ?" tanya tuan Bennedict.


"Kami mau bertanya tentang pembayaran sekolah Pak.." kata Zidane asal ceplos.

__ADS_1


"Kalau masalah pembayaran sekolah, kalian bisa tanya ke Bu Rini" jawab Pak Benedict tanpa curiga.


Setelah mengucapkan terimakasih kepada Pak Benedict. Zidane dan Victor berpamitan untuk pulang. Lucas mengetahui kegagalan teman-temannya kemudian mengajak mereka makan siang di salah satu Restoran yang dekat dengan Mall sambil membuat strategi baru.


////////////////


Alexa, Jean, Rose dan Sally sangat lelah dan lapar setelah berjalan-jalan di Mall. Rose mengajak mereka makan di restoran dekat Mall. Anak buah Sean yang telah ditugaskan untuk mengawasi Alexa dan teman-temannya pun mengikuti mereka ke restoran.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di restoran. Alexa, Jean, Rose dan Sally berjalan dengan anggun saat memasuki Restoran. Perhatian Lucas, Zidane dan Victor kini tertuju pada keempat gadis yang baru masuk ke restoran.


"Gila..!!!!! cewek di negara ini cantik-cantik juga ya..." kata Zidane sembari makan nasi goreng yang dipesannya.


"Yang paling cantik itu cewek nomor 2 dari depan guys.." kata Victor sambil melihat Alexa. Lucas merasa jika wajah gadis yang ditunjuk Victor sangat familiar.


"Sepertinya gue kenal gadis itu deh !!" kata Lucas ragu.


Zidane mengajak teman-temannya berkenalan dengan Jean, Alexa, Rose dan Sally. Melihat Queen di dekati lelaki, anak buah Kenzo bergegas menghubungi Kenzo.


"ada apa ?" tanya Kenzo dari seberang telepon.


"Queen kita di dekati tiga orang lelaki bos, sepertinya mereka ingin mengajak Queen berkenalan." kata anak buah Kenzo.


"Mereka dimana ?" tanya Kenzo singkat.


"Queen berada di Golden Resto di sekitar sekolah" jawab anak buah Kenzo.


Kenzo bergegas memberitahu Sean bahwa saat ini ada lelaki yang mendekati Queen di Golden Resto. Tanpa berfikir panjang, Sean segera menaiki mobilnya dan menuju Golden Resto. Martin, Jonathan dan Kenzo mengikuti dengan mobil di belakang Sean.


Secara tiba-tiba, Victor, Zidane dan Lucas mengambil kursi dan duduk bersama Jean, Alexa, Rose dan Sally. Mereka terdiam saat tiga orang lelaki tiba-tiba duduk dan bergabung dengan mereka.


"Hai.. kita kenalan yuk ?? sepertinya kita dari sekolah yang sama" kata Zidane. Lucas masih penasaran dengan Alexa karena ia merasa sangat familiar. Ia pun terus menatap Alexa dan mengingat-ingat wajah Alexa. Jean, Alexa, Rose dan Sally hanya diam tanpa menjawab omongan Zidane.


"Setelah di dekati ternyata loe lebih cantik ya.." kata Victor sembari tersenyum kepada Alexa.


Alexa mulai merasa tidak nyaman dengan kedatangan tiga orang lelaki di hadapannya. Lucas teringat dengan foto yang diberikan Felix kepadanya. Ia pun mengambil foto dari ranselnya. Saat melihat foto tersebut, ia terkejut karena wajah Alexa sama dengan wajah gadis di foto.


"Apa nama loe Gia ???" tanya Lucas sambil menatap tajam kepada Alexa.


Alexa pun tak kalah terkejut karena yang tahu nama Gia hanya Sean dan keluarganya serta teman-temannya di Negara B. Rasa khawatir mulai menyelimutinya. Jean dan Sally menyadari ada perubahan dengan wajah Alexa.


"Dia Alexa.. enak aja main ganti nama orang !!!" kata Sally.


"Benarkah ?? Tapi dia mirip dengan sese..." kata Lucas yang terpotong karena mulutnya dibungkam oleh Zidane.


"Mungkin teman gue salah orang.." kata Zidane sambil tersenyum.


Tiba-tiba Sean masuk ke restoran. Ia melihat Alexa menunduk dengan wajah ketakutan. Raut wajah Sean yang semula datar berubah menjadi dingin. Bahkan aura membunuhnya dapat terlihat jelas di wajah Sean.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2