
Sean menggandeng Alexa dengan paksa. Ia membawa Alexa ke ruang UKS kemudian menguncinya dari dalam. Alexa berontak ingin pergi dari Sean, akan tetapi Sean menghalanginya. Alexa terus berusaha pergi dari Sean hingga membuat Sean kesal. Sean memegang kedua tangan Alexa dengan satu tangannya kemudian mendorong Alexa ke arah tembok. Kedua tangan Alexa ia angkat sampai diatas kepala Alexa kemudian Sean menghimpit tubuh Alexa sehingga Alexa tidak bisa bergerak.
"Alexa dengarkan aku !!!!" bentak Sean yang sudah sangat kesal dengan Alexa. Alexa terdiam setelah Sean membentaknya. Ia menunduk takut saat mata Sean menunjukan kemarahan padanya.
"Alexa.. aku dan Rachel tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya temanku saat aku masih SMP tidak lebih Lex. Please percayalah kepadaku sayang" jelas Sean. Alexa mulai menangis saat teringat wanita itu bersandar dengan mesra di lengan Sean.
"Kalau tidak ada hubungan apa-apa, kenapa dia bersandar di lengan kamu ?? Dan kamu hanya diam saja saat dia memegang kamu !!!! hiks...hiks..." kata Alexa yang menangis, melampiaskan rasa kesalnya kepada Sean.
"Aku sudah melepaskannya Sayang, kamu tidak melihatnya secara langsung karena kamu sudah terlebih dahulu pergi meninggalkanku" kata Sean membela diri.
"Kamu terlalu banyak alasan Sean !!!" kata Alexa sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Sean. Setelah tangan terlepas, ia mendorong Sean dengan keras hingga Sean terpental.
Rasa kesal dan kesabaran Sean sudah mencapai ubun-ubun karena Alexa tidak juga mau menerima penjelasannya. Sean menghampiri Alexa yang mencoba kabur dari ruang UKS. Ia menarik tangan Alexa dan mendorong Alexa ke tempat tidur kemudian menindih Alexa dengan tubuhnya.
"Sean.. lepaskan aku !!!!" bentak Alexa yang mulai kewalahan menghadapi Sean.
"Kalau kamu masih juga tidak mau percaya padaku, terpaksa aku melakukan hal yang dilarang orang tua kita saat ini juga, agar kita dinikahkan. Kamu tidak boleh marah denganku ataupun pergi dariku Alexa. Kamu harus tetap bersamaku" kata Sean sambil memegang kedua tangan Alexa.
"Sean...apa yang kamu katakan ??? Kamu gila ya ???" bentak Alexa yang merasa sangat kesal dengan Sean.
"Ya... aku gila !!! aku gila karena kamu mengabaikanku Alexa !!!!" bentak Sean. Alexa hanya diam mendengarkan Sean berbicara dengan tatapan mata tajam kepada Alexa. "Perlu kamu tahu, aku dan Rachel tidak ada hubungan apapun. Dia hanya teman saat SMP dulu. Aku kira kamu sudah faham dengan sifatku. Aku sangat anti dengan wanita kecuali kamu. Cuma kamu Alexa !!!!! Kalau kamu tidak percaya, terserah !!!!" kata Sean yang sangat kesal dengan Alexa.
Sean meninggalkan Alexa yang masih terdiam di ranjang UKS. Ia tidak menyangka Sean bisa marah kepadanya. Kini muncullah perasaan tidak enak di hati Alexa. Ia mulai merasa bersalah karena telah menuduh Sean dan lebih memilih mengikuti rasa cemburu butanya.
Alexa bergegas bangkit dari ranjang UKS kemudian menyusul Sean. Ia berlari dan mencari Sean di kelas, akan tetapi ia tidak menemukannya. Kenzo memberitahunya bahwa Sean sudah meningalkan sekolah. Alexa terduduk di bangkunya. Jean mengelus punggung Alexa dan mencoba menenangkannya.
__ADS_1
Alexa menceritakan semua yang dikatakan kepada Jean, Rose dan Sally. Setelah mendengar cerita Alexa, bukannya menenangkan, Jean, Rose dan Sally malah menakut-nakuti Alexa.
"Jadi Sean pergi begitu saja saat dalam kondisi marah ??" tanya Sally. Alexa mengangguk dengan manja.
"Tumben Sean marah sama loe Lex ? Atau jangan-jangan sekarang dia sedang menemui Rachel Lex ???" kata Rose yang semakin menambah rasa khawatir Alexa.
"Nggak mungkin, mereka cuma berteman kok. Sean sendiri yang bilang seperti itu" kata Alexa mulai panik.
"Kalau Sean menganggapnya teman, gue percaya. Tapi kalau si cewek menganggap hubungan mereka spesial gimana ??" kata Sally menakut-nakuti Alexa.
"nggak mungkin ah.." kata Alexa mencoba menghibur dirinya sendiri.
"Nggak ada yang nggak mungkin Lex. Sean itu ganteng Lex, konglomerat pula. Mana ada cewek yang bisa menolaknya ??!!" kata Jean.
Alexa semakin khawatir jika Rachel mempunyai niat lain. Ia tidak ingin Sean direbut oleh wanita lain. Akan tetapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia semakin bingung karena saat ini Sean marah kepadanya.
"Segera lah menikah dengan Sean Lex. Asal loe tahu, banyak banget cewek yang mengincar Sean, termasuk Vallerie." kata Sally asal ceplos.
"Tapi kita masih sekolah Sal.." kata Alexa ragu.
"Nggak masalah lex, yang penting kalian sudah jadi suami istri. Dengan begitu Sean akan seutuhnya menjadi milik loe Lex. Jadi tidak akan ada lagi pengganggu di rumah tangga loe dan Sean" saran Sally. Jean dan Rose ikut mengangguk untuk meyakinkan Alexa. Alexa sedikit ragu dengan saran Sally. Ia berkata kepada sahabatnya bahwa ia akan memikirkan saran Sally.
Alexa menoleh kesana kemari mencari keberadaan Briant. Rose memberitahu Alexa bahwa Briant telah diantar pulang ke rumahnya karena pingsan setelah Sean memukulnya. Alexa menjadi merasa bersalah karena Briant telah terlibat dalam masalahnya dengan Sean. Jean memberitahu agar Alexa tidak perlu memikirkan masalah antara Sean dan Briant. Karena menurut Jean, Briant juga bersalah karena ingin merebut Alexa dari Sean.
/////////////////
__ADS_1
Sean melajukan mobilnya menuju ke Markas 666. Dalam hati, rasa kesalnya kepada Alexa masih membara. Ingin sekali ia marah dan mengumpat kepada Alexa. Akan tetapi ia tidak ingin menyakiti hati wanita yang ia cintai. Untuk melampiaskan amarahnya kepada Alexa, ia memilih untuk memukuli samsak yang tersedia di ruang latihan. Ia pukuli samsak yang menggantung dengan sangat keras.
Zayn yang kebetulan berada di Markas menemui Sean yang sedang latihan. Zayn ingin melaporkan tentang pelaksanaan lelang di negara T. Akan tetapi saat ia melihat Sean memukuli samsak dengan penuh amarah, ia yakin Sean sedang ada masalah. Ia pun menjadi penasaran atas penyebab kemarahan Sean. Ia pun menghampiri Sean untuk menjawab rasa penasarannya.
"King... besok akan ada acara lelang senjata di negara I. Gue pastikan kita akan dapat senjata terbaik." kata Zayn berbasa basi. Meskipun Sean mendengarkan hal yang disampaikan Zayn, akan tetapi ia tidak merespon kehadiran Zayn sedikitpun. Zayn memberanikan diri untuk bertanya kepada Sean.
"King, loe kenapa ? loe terlihat seperti sedang ada masalah. Loe bisa cerita ke gue king. Siapa tahu gue bisa membantu memecahkan masalah loe." kata Zayn menawarkan diri.
Mendengar perkataan Zayn, Sean pun menghentikan aktivitasnya memukuli samsak. Zayn merangkul pundak Sean dan memintanya duduk agar Sean bisa bercerita dengan santai. Sean pun mulai menceritakan semua yang ia alami bersama Alexa kepada Zayn.
"Cewek memang begitu King. Selalu minta di mengerti tapi tidak mau mengerti kita. Tapi status loe sudah dalam zona bahaya king soalnya sudah ada yang berani mencoba merebut Queen dari loe" kata Zayn seakan "mengompori" Sean yang masih kesal dengan Alexa.
"Lalu gue harus gimana ???!!!" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"Loe nikahi Alexa secepatnya." saran Zayn.
"Loe gila ??? kita masih SMA !!!!" bentak Sean yang tidak habis fikir dengan perkataan Zayn.
"tidak masalah king, meskipun kalian menikah, kalian masih bisa sekolah kan ?? sekolah juga milik loe kan ??? ngapain repot-repot ?? atau loe mau Queen direbut orang lain ??" kata Zayn seolah memojokkan Sean. Tanpa pikir panjang Sean menuruti saran Zayn.
////////////////
Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan meninggalkan kelas mereka. Alexa, Jean, Rose dan Sally pergi ke kantin untuk membeli snack. Di kantin, Vallerie, Angel, Anna dan Yunna sedang asyik makan bersama Lucas, Victor dan Felix. Saat melihat Alexa masuk ke kawasan kantin, Felix bergegas menghampirinya. Alexa pun mencoba menahan rasa takutnya kepada Felix sesuai dengan permintaan Sean.
Felix mendekat ke arah Alexa sambil membawa bunga dan cokelat kemudian ia berikan kepada Alexa. Banyak pasang mata yang menyaksikan betapa tulusnya Felix kepada Alexa. Meskipun demikian, mereka juga tahu bahwa Alexa adalah kekasih Sean. Muncullah pemikiran konyol mereka bahwa terdapat dua kubu antara Sean dan Felix dalam perjuangan mendapatkan cinta Alexa.
__ADS_1
Alexa tahu bahwa banyak siswa yang menyaksikannya dengan Felix. Ia ingin sekali menolak pemberian Felix, akan tetapi ia juga merasa kasihan jika Felix dipermalukan karena pemberiannya ia tolak. Sehingga dengan terpaksa Alexa menerima bunga dan cokelat yang diberikan Felix kepadanya.
~bersambung~