Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Salah Paham


__ADS_3

Sean tiba di Mansionnya untuk bersiap-siap meeting dengan PT. Leam. Saat masuk kedalam kamar, ia tersenyum melihat foto pernikahan dirinya dan Alexa yang dicetak sangat besar dan ditempatkan didinding kamarnya.


"Aku mencintaimu Alexa.." gumam Sean sambil tersenyum kemudian beranjak ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Sean telah selesai bersiap. Saat Sean hendak masuk kedalam mobil, ponselnya berdering. Setelah melihat ponselnya, ternyata Darren yang menghubunginya. Ia pun menjawab panggilan Darren.


"Meetingnya di kantor saja King.. PT. Leam sudah hadir di kantor. Segera berangkat ya King.." kata Darren. Tanpa berkata apapun, Sean mengakhiri panggilan Darren dan berangkat ke S.A Company.


/////////////


Alexa, Jean, dan Sally berangkat menjenguk Rose menggunakan mobil David karena David juga ikut serta menjenguk Rose yang sedang sakit. Dari kejauhan, Vallerie dan Yunna melihat David sedang bersama Alexa dan teman-temannya. Yunna hendak menghampiri David dan mengajaknya meninggalkan Alexa dan sahabatnya. Akan tetapi Vallerie mencegahnya.


Samuel meminta Vallerie tidak mengganggu David karena David adalah tipe orang yang tidak suka diganggu. Yunna hanya bisa melihat kepergian David bersama Alexa dan teman-temnannya dengan perasaan kesal. Di dalam mobil, Alexa duduk disamping David yang sedang mengemudikan mobil. Jean dan Sally duduk di bangku belakang. Jean dan Sally mengamati Alexa dan David yang duduk bersebelahan.


"Kalau dilihat-lihat, kalian cocok juga ya.. hehehehehe..." kata Sally asal ngomong.


"Sally jangan gila yaaa.." kata Alexa dengan nada kesal. David hanya tersenyum melihat Alexa yang kesal.


"Bener loh Lex.. seandainya kalian jadian kalian akan menjadi pasangan yang serasi.." kata Jean mengolok-olok Alexa. Alexa melotot ke arah Jean. David mendadak tersedak saat mendengar Jean berkata bahwa dirinya serasi bersama Alexa.


"Jean.. tadi gue liat loe seneng banget saat teman David nolongin loe. Pakai acara bengong lagi !!! Pasti loe terkesima ya.. hahahahaha.." kata Alexa yang membalas menggoda Jean. Sally ikut tertawa melihat temannya saling bercanda. David pun tersenyum mendengar percakapan Alexa dan Jean.


"Enak aja.. asal kalian tahu gue bengong karena syok, emangnya gue doang yang bengong ?? loe juga bengong kan kayak monyet kesurupan !!! hahahaha..." kata Jean mengejek Alexa.


"Ap..apa loe bilang ?? gu..gue monyet ?? kalau gue monyet, berarti loe kuda nil.. tukang ngiler !!!! Hahahaha.." kata Alexa yang tidak terima dikatai monyet.


"Enak aja, yang tukang ngiler itu Sally. Gue ingat banget saat kita menginap di rumah loe Lex, gue kasih tahu yaa.. dia ngiler sampai lumer ke bantal loe Lex.. hahahahahaha..." kata Jean membuka rahasia Sally.


"Jeeeeeaaaannn !!!! beraninya loe membuka aib gue !!!!" teriak Sally sambil berpura-pura mencekik Jean. Jean dan Alexa tertawa mendengar Sally yang berteriak tidak terima. David pun ikut tertawa mendengar candaan ketiga sahabat itu.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Rumah Rose. Jasmine, kakak Rose membuka pintu menyambut kedatangan sahabat adiknya kemudian mempersilahkan mereka masuk. Sebenarnya Jasmine ada jadwal pemotretan. Oleh karena adiknya sedang sakit, ia harus menunda jadwal tersebut hingga Rose sembuh.


Jasmine meminta Alexa, Jean dan Sally langsung masuk ke kamar Rose. Mereka bertiga bergegas naik ke lantai 2, tempat dimana kamar Rose berada. David mengikuti dibelakang Alexa. Jasmine melihat Alexa, Jean dan Sally datang bersama seorang cowok yang tidak ia kenal.


"Hei.. kamu siapa ??" kata Jasmine dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Akuu..." kata David terpotong karena Alexa telah memperkenalkannya kepada Jasmine.


"Kenalin kak, dia David, murid baru di sekolah kami" kata Alexa memotong perkataan David.


Setelah berkenalan, Alexa, Jean, Sally dan David masuk ke kamar Rose. Terlihat Rose yang asyik bermain ponsel sambil tertawa. Sally mengagetkan Rose yang sedang fokus pada ponselnya hingga ponselnya jatuh.


"Eh.. kalian kemari ?? kok dia ikut ??" kata Rose sambil menunjuk David.


"Katanya dia mau ikut menjenguk loe..kan dia teman loe juga Roje" kata Jean.


"Terimakasih yaa sudah mau menjenguk gue" kata Rose sambil tersenyum kepada David. David tersenyum dan mengangguk.


"Loe beneran hamil Rose ?? " tanya Alexa penasaran. Jean dan Sally pun sama penasarannya dengan Alexa. Mereka menatap Rose sambil menunggu jawaban.


"Plllllttthhakkkk !!!!" Rose menyentil kening Alexa.


"Aargh.. sakit Roje.." keluh Alexa sambil mengusap keningnya yang memerah. Jean dan Sally melihat David yang seperti khawatir saat Alexa kesakitan.


"Asam lambung gue meningkat, makanya perut gue sakit. Yang hamil itu seharusnya loe Lex.." kata Rose asal ngomong.


"Roseee... stop !!!!" kata Jean dan Sally bersamaan. Rose segera menutup mulutnya rapat-rapat. David mulai curiga dengan arah pembicaraan mereka.


Beberapa saat setelah puas berbincang dengan Rose, Alexa, Jean, Sally dan David berpamitan pulang. Jean dan Sally meminta David mengantarnya ke sekolah karena mobil Jean masih tertinggal di sekolah. Sedangkan Alexa meminta di turunkan di depan SA Company. David penasaran dengan alasan Alexa yang minta diturunkan di S.A. Company. Ia berniat akan menyelidikinya besok.


////////////////


Tuan Leon dan Rachel sudah menunggu Sean bersama Darren di ruangan Darren. Hampir 30 menit mereka menunggu, akhirnya Sean tiba di ruangan Darren. Sean segera membuka meeting di ruangan Darren. Dalam meeting tersebut, mereka membahas proyek pembangunan pusat perbelanjaan di Kota D. Tuan Leon meminta Sean meninjau langsung lokasi pembangunan di Kota D.


"Tuan Leon benar tuan.. lebih baik anda meninjaunya langsung ke lokasi pembangunan" saran Darren.


"Putri saya siap membimbing anda saat anda di kota D Tuan Sean" kata Tuan Leon menawarkan bantuan putrinya.


"King tidak mungkin mau. Apalagi bersama putrinya.." batin Darren sembari menyunggingkan senyum penuh keyakinan.


"Baiklah.. lusa saya akan meninjau ke lokasi" kata Sean datar. Rachel tersenyum senang mendengar keputusan Sean. Ia berfikir bahwa ia akan memanfaatkan kesempatan saat bersama Sean.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian meeting selesai. Tuan Leon dan Darren sedang mempersiapkan hal yang diperlukan saat peninjauan lokasi. Rachel melihat-lihat ruangan Darren. Sedangkan Sean memainkan ponselnya. Saat Rachel hendak mengambil buku yang terletak di rak buku, tiba-tiba seekor kecoa terbang ke tubuh Rachel. Rachel pun histeris karena ketakutan hingga Tuan Leon, Darren dan Sean terkejut dan beranjak mendekati Rachel.


Rachel memeluk Sean sambil menangis karena ketakutan. Sean pun tidak bisa menghindar karena tempatnya berdiri adalah yang paling dekat dengan Rachel. Disaat bersamaan Alexa masuk ke ruangan Darren. Terlihatlah pemandangan romantis antara Sean dan Rachel di depan mata Alexa. Air mata Alexa jatuh seketika saat melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain.


"hiks..hiks.. ternyata ini yang namanya meeting !!!! Bagus sekali Sean !!!" bentak Alexa dengan derai air mata kemudian menghampiri Sean dan Rachel yang masih berpelukan.


"Dasar wanita murahan !!!! beraninya loe menyentuh suami gue !!!" teriak Alexa sembari menarik rambut Rachel dengan kuat hingga pelukan Sean dan Rachel terlepas.


"Arghhh.. sakiit... suami apa maksud loe ?? Jangan mengada-ada !!! Loe hanya wanita gila yang terobsesi dengan Sean !!!!" kata Rachel sambil menahan sakit di kepalanya. Sean mencoba melepaskan rambut Rachel dari tangan Alexa. Ia merasa tidak enak kepada Tuan Leon karena putrinya mendapatkan perlakuan kasar dari istrinya.


"Sayang.. Aku akan jelasin apa yang terjadi saat ini. Kamu salah faham sayang.. tolong lepaskan dulu rambutnya ya.." kata Sean yang mulai panik sembari memegang tangan Alexa.


"Diam kamu !!!! hiks..hiks..Kamu bilang kamu mencintaiku !!! Tapi nyatanya... hiks..hiks.. Aku benci kamu Sean.. hiks..hiks..." teriak Alexa dengan isak tangis kemudian pergi dari SA Company.


Sean bergegas mengejar Alexa tanpa mempedulikan Tuan Leon dan Rachel yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Sean sangat takut jika Alexa marah kepadanya. Darren meminta maaf kepada Tuan Leon dan Rachel atas apa yang terjadi saat ini kemudian meminta Tuan Leon dan Rachel pulang terlebih dahulu.


Alexa telah tiba di Lobby SA Group. Ia berlari sekuat tenaga untuk mencapai taksi yang sedang berhenti tepat di depan Lobby. Saat berhasil keluar, Alexa pun masuk kedalam taksi. Sopir taksi pun segera melajukan mobilnya. Sedangkan Sean baru tiba di Lobby setelah Alexa pergi menaiki taksi. Ia bergegas ke parkiran untuk mengejar Alexa. Sean terus menghubungi Alexa lewat ponsel, akan tetapi Alexa selalu me reject panggilannya. Tak lama kemudian Sean tiba di parkiran. Ia segera masuk ke dalam mobil sportnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Alexa please jangan salah faham.." gumam Sean sembari fokus mengemudikan mobilnya.


Alexa masih menangis di dalam taksi. Ia menunjukkan alamat mansionnya kepada sopir taksi dan meminta sopir taksi mempercepat lajunya. Tak lama kemudian, Alexa tiba di Mansionnya. Ia masuk kedalam Mansion sambil menangis hingga membuat Mbok Dian bingung dan khawatir. Ia pun melaporkan apa yang terjadi kepada Mama Ivanka.


Beberapa saat kemudian Sean tiba di Mansion. Ia berlari menuju ke kamar. Ia mendengar Alexa masih menangis. Oleh karena tidak tega, Sean meminta Alexa membuka pintu kamarnya.


"Sayang..tolong buka pintunya.. !!!! Akan aku jelaskan semuanya sayang.. buka pintunya yaa.. aku mohon..!!!" kata Sean sembari mengetuk pintu kamar.


"hiks..hiks...Kamu pergi saja sama wanita itu, hiks..hiks.. jangan kembali lagi kepadaku !!! Aku benci kamu Sean !! hiks..hiks.." kata Alexa di iringi isak tangis.


"Sayang.. aku mohon jangan seperti ini..buka pintunya sayang.." kata Sean masih mengetuk pintu kamar. Alexa membuka pintu kamar sambil membawa pisau milik Sean yang sudah di olesi dengan racun.


"Kamu pergi atau aku tusuk leher aku dengan pisau ini !!!" ancam Alexa. Sean terkejut karena Alexa menemukan pisau yang biasa ia gunakan.


"Alexa lepaskan pisau itu !!!! Kamu mau mengakhiri hidup kamu ha ??!!!" bentak Sean. Alexa kembali menangis saat Sean membentaknya. Sean segera merebut pisau di tangan Alexa saat Alexa mulai lengah karena menangis.


"Pergi Sean !!!! hiks..hiks... aku tidak mau melihatmu" kata Alexa sambil kembali kedalam kamar sambil menutup pintu kamar dengan kencang dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


"Brengsekkk !!!!!" gumam Sean kemudian pergi meninggalkan Mansion. Sean benar-benar frustasi setelah Alexa berkata membencinya, bahkan Alexa berkata tidak mau melihatnya. Akhirnya Sean melajukan mobilnya menuju Bar. Tak lupa ia menghubungi Darren agar Darren segera menyusulnya di Bar.


~bersambung~


__ADS_2