Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Mata-mata


__ADS_3

Mentari yang cerah menyapa seorang Alexa Georgia yang masih tidur dengan nyenyaknya. Mama Nessa berteriak memanggil Alexa saat Jean, Rose dan Sally sudah menjemputnya. Mama Nessa meminta Jean, Rose dan Sally ikut sarapan bersama Papa Kevin.


"Alexaaaaaa... Jean, Rose sama Sally nyariin kamu nak !!!!" teriak Mama Nessa. Papa Kevin tersenyum mendengar suara teriakan Mama Nessa. Sementara Jean, Rose dan Sally menutup telinga mereka.


"Maaf yaa anak-anak.. mulut Mamanya Alexa memang seperti toa, tolong maklumi ya.." kata Papa Kevin sembari tersenyum. Jean, Rose dan Sally mengangguk sambil tersenyum. Mama Nessa yang mendengar percakapan Papa Kevin dan para sahabat putrinya pun tidak terima.


"Apa yang Papa katakan ??!!!! Meskipun mulut Mama seperti toa, Papa tergila-gila sama Mama kan ???" kata Mama Nessa memberikan pembelaan kepada dirinya.


"Cieeee.... Om sama tante masih saling bucin yaa ternyata..." kata Rose sambil tersenyum.


"Sweet banget siiih... jadi iri nih..." kata Sally sembari menggandeng lengan Mama Nessa.


Pipi Papa Kevin dan Mama Nessa bersemu merah mendengar olokan sahabat Alexa. Papa Kevin segera menghabiskan makanannya dan bergegas berangkat ke kantor.


"Pelan-pelan om.. nanti tersedak.." peringat Jean.


"Biarin tersedak Jean, kan ada tante Nessa yang menyelamatkannya.. hahahahaha..." kata Sally yang sukses membuat Papa Kevin malu. Papa Kevin bergegas berangkat ke kantor.


"Tante Nessanya di cium dulu dong Om.. hahahaha... " kata Rose sambil tertawa. Mama Nessa hanya tersenyum malu saat anak-anak muda menggodanya. Mama Nessa meminta Jean membangunkan Alexa.


Beberapa saat kemudian setelah selesai bersiap, Alexa dan Jean turun kemudian berangkat ke tempat tujuan mereka.


"Kita mau kemana Lex ???" tanya Sally yang fokus menyetir.


"Menemui Sean di Markasnya." kata Alexa dengan santai.


Jean, Rose dan Sally terkejut mendengar perkataan Alexa. Sebenarnya Alexa ragu, ia tidak tahu apakah Sean berada di markas atau tidak. Yang jelas ia akan menitipkan suar cintanya kepada anak buah Sean jika ia tidak menemui Sean di markasnya. Jean, Rose dan Sally ragu dengan keputusan Alexa menemui Sean di Markas. Mereka takut jika pacar-pacar mereka marah kepada mereka. Rasa takut terlihat jelas dari wajah ketiga sahabat Alexa.


"Kalian tenang saja, mereka tidak akan marah ke kalian. Justru mereka akan senang saat melihat kalian." kata Alexa dengan yakin.


/////////////////


Thomas mencoba membangunkan Sean dengan mengetuk pintu yang tidak terkunci. Akan tetapi Sean tak kunjung bangun dari tidurnya. Martin, Jonathan dan Kenzo menunggu Sean di depan pintu, mereka ingin sekali masuk ke ruang pribadi Sean untuk membangunkannya, akan tetapi mereka takut jika Sean murka kepada mereka.


Salah satu anak buah Sean melapor kepada Martin bahwa Queen sedang menunggu Sean di depan gerbang.


"Nahhh...ini yang namanya kebetulan. Kita panggil Alexa biar dia yang membangunkan King." kata Martin dengan lega.


Jonathan bergegas menghampiri Alexa dan memintanya membangunkan Sean. Ia terkejut saat melihat Alexa datang bersama Jean, Rose dan Sally ke markas mereka. Jonathan menatap Alexa dengan penuh tanya.


"Mereka tidak akan membocorkan rahasia kalian kok. Please percaya sama gue yaa Jo..??" kata Alexa dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Dengan terpaksa, Jonathan mempersilahkan Jean, Rose dan Sally masuk ke dalam markas. Ia menggandeng Rose dengan mesra dan meminta mereka menunggu di ruang tunggu. Alexa pun mencari keberadaan Sean. Thomas memberitahu Alexa bahwa Sean berada di ruang pribadinya. Tanpa membuang waktu, Alexa masuk ke ruang pribadi Sean.


Ia terkejut melihat botol alkohol berceceran di lantai. Ia mendekat ke tempat tidur Sean. Ia mencium bau alkohol dari tubuh Sean. Alexa mulai menyentuh pipi Sean. Merasa ada yang menyentuhnya, Sean membuka matanya seketika.


"Berani sekali loe masuk keruang pribadi gue !!!!!" bentak Sean. Sean terkejut saat melihat Alexa di depannya. Ia menyentuh pipi Alexa.


"Aku tidak bermimpi kan ?? Kamu benar-benar Alexa calon istriku kan ??" kata Sean sembari memastikan bahwa yang berada di depannya adalah Alexa. Alexa tersenyum dan mengangguk. Sean bergegas memeluk Alexa dengan erat.


"Sayang... aku benar-benar tidak bisa jauh darimu, aku tidak akan memperbolehkanmu pulang. Kamu harus disini bersamaku. Kita akan menikah di luar negeri Alexa" kata Sean sembari memeluk Alexa dengan posesif.


"Hei... kita tidak boleh seperti itu sayang. Kita harus melewati ini bersama-sama. Hukuman ini akan membuat cinta kita lebih kuat." kata Alexa sembari mengelus rambut Sean.


"Tapi aku tidak bisa jauh darimu sayang..." kata Sean sembari memegang pipi Alexa.


"Aku juga tidak bisa Sean. Tapi kita masih bisa berkomunikasi kok. Nih.. aku membuat surat cinta untuk kamu. Nanti kamu baca yaa.." kata Alexa sembari tersenyum.


Sean mengangguk sambil tersenyum. Ia hendak mencium bibir Alexa, akan tetapi Alexa menghindar. Sean bingung karena Alexa menghindari ciumannya.


"Kamu bau alkohol. Aku tidak suka!! kata Alexa sambil mengalihkan pandangannya dari Sean. Sean mencium bau tubuhnya.


"tunggu sebentar ya sayang.. aku akan mandi dulu." kata Sean dengan semangat.


/////////////////


"Aku tidak mau tahu, bawa Sean pulang sekarang !!!" kata Mama Ivanka dengan bibir yang cemberut.


"Biar nanti aku coba yaa sayang ??" kata Papa Robbert. Mama Ivanka kembali ke kamar untuk menghindari Papa Robbert.


/////////////


Martin, Jonathan Kenzo sedang memantau pergerakan anak buah Steve. Lewat video call, Mereka mendengar anak buah Steve melapor kepada Felix bahwa gadis yang mirip dengan kekasih adik Steve telah putus dengan pacarnya.


"Bagus.. setelah ujian kenaikan kelas selesai, gue akan bersekolah disana. Gue akan mendapatkan Gia kembali. hahahahaha.." kata Felix kemudian memutuskan panggilan videonya.


Martin, Jonathan dan Kenzo benar-benar terkejut karena selama ini mereka tidak menyadari bahwa anak buah Steve telah memata-matai Alexa, Queen Devils.


"Mereka tahu darimana kalau Sean dan Alexa putus ??? padahal mereka berdua terlihat baik-baik saja kan ??" kata Jonathan.


"Berarti keberuntungan masih berada dipihak kita. Mereka mendapatkan informasi yang salah." kata Kenzo dengan senyuman seringainya.


"Kita harus melaporkannya kepada Sean." kata Martin.

__ADS_1


Jean, Rose dan Sally digiring oleh Thomas ke ruang Sidang. Thomas hendak menakuti mereka agar mereka tidak menyebarkan informasi tentang Markas 666. Thomas khawatir karena menurutnya mulut cewek kebanyakan ember, sehingga ia takut jika keberadaan markas 666 akan dibocorkan kepada masyarakat.


"Meskipun kami cewek, kami bisa menjaga rahasia kok. Loe jangan main judge dong!!!" kata Sally.


"Apa loe bilang ??? gue main judge ?? heh !!! kebanyakan wanita itu mulutnya bocor. Loe ingat yaa.. jika sampai informasi tentang Markas ini diketahui oleh orang lain, itu pasti kalianlah yang menyebarkannya." kata Thomas sembari menodongkan pistol kepada Sally, Jean dan Rose secara bergantian. Jean dan Rose terlihat sangat ketakutan saat Thomas menodongkan pistolnya kearah mereka.


Setelah memantau anak buah Steve, Martin, Jonathan dan Kenzo bergegas menuju ruang sidang untuk melaporkan informasi yang mereka dapatkan tentang anak buah Steve. Mereka terkejut saat Thomas mengarahkan pistolnya kepada pacar mereka.


"Thom... Apa yang loe lakukan ??!!" teriak Martin yang bergegas memeluk Jean.


"Loe menakuti mereka Thom.." kata Jonathan sembari memeluk Rose.


"Apa dia menyakitimu sayang ??" tanya Kenzo kepada Sally. Sally menggeleng sambil tersenyum.


Martin, Jonathan dan Kenzo memberitahu Thomas bahwa mereka bertiga adalah pacar mereka. Thomas terkejut mendengar perkataan ketiga sahabatnya. Pasalnya ketiga sahabatnya tidak pernah bercerita bahwa mereka telah memiliki pacar.


"Kalian sudah punya pacar ?? kenapa tidak bilang ??" kata Thomas tidak percaya.


"Kan loe tidak tanya ke kita. hahahahaha.." kata Jonathan sambil tertawa.


Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa tiba di ruang Sidang. Semua anak buah Sean membungkuk memberi hormat kepada Sean dan Alexa. Melihat itu, Jean, Rose dan Sally menjadi kagum. Mereka baru tahu sisi kegagahan Sean dan keanggunan Alexa saat mereka menempati kursi kebesaran King dan Queen.


Setelah Sean dan Alexa duduk di kursi kebesarannya, Martin melaporkan informasi yang ia dapatkan. Ia menceritakan tentang anak buah Steve yang menganggap hubungannya dengan Alexa telah putus.


"Jadi selama ini mereka memata-matai Alexa !!!" kata Sean dengan senyuman seringai yang menakutkan.


"benar King. Rencananya Felix akan bersekolah di sekolah kita setelah kita naik ke kelas XII King." kata Jonathan.


Mendengar informasi dari Jonathan, Alexa menunduk takut. Ia takut jika peristiwa beberapa waktu yang lalu kembali terulang. Ia takut jika Felix kembali menculiknya. Sean yang melihat perubahan sikap Alexa segera menggenggam erat tangan Alexa.


"Kamu jangan khawatir sayang. Aku akan selalu melindungimu. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh seujung rambutpun dari kamu." kata Sean menenangkan Alexa. Alexa hanya mengangguk.


Tiba-tiba ponsel Jean berdering. Ternyata Papa Kevin menghubunginya untuk menanyakan keberadaan mereka saat ini.


"Jean, kalian dimana ?? kita makan siang bersama" ajak Papa Kevin.


"Oh.. kami di bronze cafe om. Om dimana biar kami menyusul Om sekarang juga." kata Jean yang takut jika Papa Kevin menghampiri mereka di cafe yang disebutkan Jean.


"Kenapa saya baru dengar cafe yang bernama Bronze ??" tanya Papa Kevin.


"ini Cafe baru Om.. " kata Jean asal jawab.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu saya tunggu kalian di golden resto." kata Papa Kevin kemudian mengakhiri panggilannya.


~bersambung~


__ADS_2