
Alexa menangis hingga ia merasa lelah dan lapar. Ia pun keluar dari toilet cafe dengan mata yang sembab. Ia memesan makanan dan minuman untuk mengganjal perutnya yang kosong setelah memuntahkan semua isi didalamnya. Saat menunggu makanan diantar ke mejanya, seorang wanita tiba-tiba duduk di depannya dengan mata sembabnya.
"Rachel ?? kenapa loe ada disini ?? loe tidak sekolah ??" tanya Alexa yang heran dengan kedatangan Rachel. Rachel menggeleng dengan pasti.
"Gue bolos sekolah Lex.. Gue ingin pergi dari sini.. hiks..hiks.. gu..gue tidak ingin dijodohkan lex.. hiks..hiks.." kata Rachel sambil menangis tersedu-sedu di depan Alexa.
"Apa ?? Loe akan dijodohkan ???? Tapi loe sudah tahu siapa cowok yang akan dijodohkan dengan loe ??" tanya Alexa. Rachel kembali menggeleng.
"Gue tidak tahu Lex.. tapi kata Papa dia 5 tahun lebih tua dari gue. Gue nggak mau dijodohkan Lex..hiks..hiks.." kata Rachel sambil menangis. Alexa memeluk Rachel dan mencoba menenangkannya.
Makanan dan minuman yang dipesan Alexa sudah diantar ke mejanya. Alexa mengambil minumannya dan hendak meminumnya.
"Gue minum ya.. gue haus banget Lex.." kata Rachel sembari merebut minuman di tangan Alexa.
"Enak aja loe.. pesan aja sendiri Chel.. gue juga haus !!!" kata Alexa dengan nada kesalnya.
"jangan khawatir Lex.. gue ganti !!!" kata Rachel kemudian memanggil pelayan cafe untuk memesan makanan dan minuman.
"Loe jangan makan dulu Lex, tunggu makanan gue datang !!!" kata Rachel sembari menarik piring berisi makanan milik Alexa dan menempatkannya tepat di depannya.
Rachel melihat mata sembab Alexa. Ia penasaran dengan apa yang terjadi kepada Alexa. Ia akan bertanya sambil makan karena menurutnya saat yang paling tepat adalah saat makan. Tak lama kemudian pesanan Rachel sudah diantarkan. Rachel dan Alexa mulai menyantap makanan mereka.
"Lex.. apa loe ada masalah ??" tanya Rachel sambil menyendokkan makanannya kedalam mulutnya. Sesaat Alexa menghentikan makannya. Air mata mulai jatuh lagi dari mata indahnya. Akan tetapi ia enggan bercerita kepada Rachel.
"Kok loe nangis ?? jadi benar kan loe sedang ada masalah ??? cerita dong, jangan loe pendam sendiri Lex.." saran Rachel. Akan tetapi Alexa memilih diam dan melanjutkan makannya.
Beberapa saat kemudian, Alexa dan Rachel selesai makan. Setelah membayar makanan, Rachel mengajak Alexa ke taman untuk menenangkan fikirannya dan fikiran Alexa.
//////Mansion Sean dan Alexa//////
Sean tiba di Mansionnya. Ia berlari mencari Alexa ke seluruh penjuru Mansion, akan tetapi ia tidak juga menemukan Alexa. Ia juga telah mengunjungi Mansion Keluarga Astin dan Mansion Keluarga George namun Alexa juga tidak ada disana. Sean berteriak memanggil semua asisten rumah tangga di rumahnya. Setelah semua asisten rumah tangga berkumpul, Sean menanyakan keberadaan Alexa kepada mereka semua.
"Dimana Alexa ??!!" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"Ma..maaf Tuan, tapi nona Alexa belum pulang dari sekolahnya." kata Mbok Dian dengan suara gemetar.
"Mana mungkin dia belum pulang ???? Dia tidak ada di sekolah !!!!" bentak Sean sambil menendang guci hingga pecah. Ketakutan semua asisten rumah tangga mulai terlihat di wajah mereka karena amarah Sean mulai tidak terkontrol.
"Kami tidak melihat nona Alexa semenjak nona pergi ke sekolah bersama anda tuan." kata Mbok Dian dengan menunduk takut.
"Cari Alexa sampai dapat !!!" bentak Sean. Semua asisten rumah tangga lari berhamburan keluar mencari Alexa.
//////Taman//////
Rachel dan Alexa duduk bersama di Taman. Mereka tersenyum melihat anak kecil berlarian dengan riang yang membuat mereka teringat masa kecil mereka.
"Terkadang gue ingin kembali ke masa kecil gue Chel!!" kata Alexa memulai pembicaraan.
"Gue juga Lex, saat kita kecil, kita tidak punya beban sedikitpun untuk kita fikirkan. Sedangkan sekarang...." kata Rachel yang tidak mampu melanjutkan perkataannya sembari bersandar di kursi taman.
"Loe bisa ceritakan semua masalah ke gue Lex, bukankah kita teman ??" tanya Rachel.
Air mata Alexa kembali jatuh. Ia mulai menceritakan semua yang ia lihat di toilet sekolah. Rachel pun tidak percaya jika Sean yang ia kenal sangat mencintai Alexa bisa berbuat demikian. Ia tidak menyangka bahwa Sean telah mengkhianati Alexa.
"Loe sudah meminta penjelasan kepada Sean Lex ?" tanya Rachel. Alexa menggeleng sambil menangis.
__ADS_1
"Semuanya sudah jelas Chel. Gue ingin sekali menjauh dari Sean untuk sementara. Tapi Sean pasti akan menemukan gue !! gue tidak mau bertemu dengannya Chel..hiks..hiks..hiks.." kata Alexa sambil menangis tersedu-sedu.
"Loe tenang saja Lex.. Loe bisa menginap di apartemen gue, yaah.. meskipun tidak sebesar mansion loe, tapi gue yakin loe akan nyaman tinggal disana.." kata Rachel memberikan harapan kepada Alexa.
"Gue mau Chel.. terimakasih yaa..." kata Alexa sembari memeluk Rachel. Rachelpun membalas pelukan Alexa.
Saat Alexa memeluk Rachel, ia melihat ada odong-odong yang berhenti di tengah taman. Alexa ingin sekali menaiki odong-odong tersebut. Ia pun meminta Rachel menemaninya naik odong-odong. Pada awalnya Rachel menolak karena malu. Oleh karena Alexa terus memaksa, akhirnya Rachel mau menemaninya meskipun dengan terpaksa. Alexa dan Rachel mendekati pemilik odong-odong.
"Pak.. teman saya ingin menaiki odong-odong ini" kata Rachel kepada pemilik odong-odong. Alexa tersenyum sambil memegang odong-odong yang ia anggap lucu.
"Maaf nona, odong-odong ini hanya untuk anak-anak" kata pemilik odong-odong.
"Tapi saya juga anak-anak pak. Nih..saya masih pakai seragam sekolah." protes Alexa. Rachel merasakan bahwa kini kewarasan temannya mulai berkurang.
"Tapi umur dan berat badan nona sudah tidak sesuai untuk menaiki odong-odong ini nona.." kata pemilik odong-odong.
Alexa mulai menangis karena keinginannya ditolak oleh pemilik odong-odong. Rachel pun mulai kesal dengan Alexa karena tingkahnya menjadi seperti anak kecil. Akan tetapi ia juga ingin menghibur Alexa yang bersedih karena merasa dikhianati Sean.
"Pak.. tolonglah.. kasihan teman saya.. Dia ingin sekali naik odong-odong ini" kata Rachel mencoba meluluhkan hati pemilik odong-odong.
"Maaf nona, jika berat badan tidak sesuai, bisa-bisa odong-odong saya rusak. Kalau odong-odong saya rusak, saya tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga saya nona." kata pemilik odong-odong.
Alexa sangat faham dengan kondisi pemilik odong-odong, ia pun memberikan dompetnya kepada Rachel. Rachel pun menjadi peka saat Alexa memberinya dompet. Ia ambil semua uang di dompet Alexa kemudian ia mengambil semua uang di dompetnya.
"apakah uang segini cukup untuk naik odong-odong ini Pak ?" tawar Rachel sambil menunjukan uang belasan juta kepada pemilik odong-odong. Pemilik odong-odong pun tersenyum sumringah saat Rachel menawarinya uang.
"Baiklah nona..dengan uang ini saya bisa membeli odong-odong yang baru jika odong-odong ini rusak. Silahkan naik nona.." kata Pemilik odong-odong penuh semangat.
Alexa pun bergegas naik odong-odong. Ia tertawa lepas saat menaiki odong-odong itu. Rachel turut senang saat Alexa tertawa lepas. Ia berharap masalah diantara Sean dan Alexa akan segera berakhir. Setelah puas bermain odong-odong, Rachel mengajak Alexa pulang ke apartemennya. Alexa pun menuruti ajakan Rachel tanpa banyak bertanya.
//////Mansion Sean dan Alexa//////
"Mana Alexa !!!" tagih Sean kepada asisten rumah tangganya.
"Maaf tuan kami tidak berhasil menemukan nona Alexa" kata Mbok Dian.
"Bangsat !!!!" umpat Sean kepada asisten rumah tangganya kemudian pergi meninggalkan Mansion. Semua asistem rumah tangga menunduk ketakutan sembari melihat kepergian Sean dari Mansion.
Hari sudah mulai gelap, Sean belum juga menemukan keberadaan Alexa. Berulang kali ia menghubungi Alexa akan tetapi Alexa tidak menjawabnya. Ia melajukan mobilnya ke Markas 666.
/////Markas 666/////
Beberapa saat kemudian Sean tiba di Mansion 666. Seperti biasa semua anak buah Sean menyambutnya di pintu utama markas. Akan tetapi ia tidak mempedulikannya dan berlalu ke ruang sidang.
"Martin !!! minta semua Devil berkumpul di ruang sidang !!!" bentak Sean memerintah Martin.
"Si..siap king !!" jawab Martin dengan suara bergetar. Ia sudah hafal jika Sean datang dan berlalu ke ruang sidang, pertanda bahwa sang King sedang tidak baik-baik saja.
Semua anak buah Sean saling melihat satu sama lain. Tidak biasanya Sean datang ke Markas dalam kondisi penuh amarah. Sean duduk di kursi kebesarannya menunggu semua Devil berkumpul di ruang sidang. Semua devil telah berkumpul di ruang sidang.
"Alexa belum kembali sejak tadi pagi. Gue perintahkan kalian semua mencari Alexa sampai ketemu !!! jika kalian tidak berhasil menemukannya, tunjangan kalian akan gue cabut !!!" perintah Sean.
"Siap king !!!!" ucap semua anak buah Sean secara bersamaan. Setelah Sean memberikan perintah, semua anak buah Sean pergi mencari Alexa.
"Kenzo !!! lacak Alexa melalui ponselnya" kata Sean dengan nada dinginnya.
__ADS_1
"Siap king !!" kata Kenzo kemudian bergegas menuju ke ruang cyber. Sedangkan Sean menunggu di ruang pribadinya.
//////Apartment Rachel//////
Rachel dan Alexa tiba di Apartment. Alexa terlihat sangat kelelahan setelah bermain di Taman. Rachel meminta Alexa mandi terlebih dahulu sementara dirinya menyiapkan kamar untuk mereka tinggali berdua. Setelah Alexa selesai mandi, ia menuju ke dapur. Ia mencari bahan makanan di kulkas.
Alexa tidak menemukan apapun di kulkas, kecuali 4 bungkus mie instan. Ia meminta Rachel segera mandi sementara ia memasak mie instan yang tersedia. Setelah masakan Alexa selesai dan Rachel menyelesaikan ritual mandinya, mereka berdua memakan mie instan buatan Alexa di depan TV.
"Lex..sebenarnya gue tidak percaya jika Sean mengkhianati loe. Sean tidak mungkin bermain di belakang loe." kata Rachel.
"Gue juga sedikit ragu Chel.. hati gue mengatakan Sean tidak mungkin mengkhianati gue" kata Alexa.
"Mending loe selidiki dulu Lex, jangan sampai loe menyesal dengan tindakan loe ini. Wanita seperti Vallerie itu licik Lex. Dia bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Sean" saran Rachel. Alexa mengangguk dengan pasti.
"Setelah makan, loe hubungi Sean. Jangan buat dia khawatir. Dia bisa gila jika tidak melihat loe Lex" saran Rachel.
"Enggak mau ah.. jika dia menghubungi gue, gue akan menjawabnya. Tapi jika tidak, gue harus diam Chel. Kan dia yang salah.." kata Alexa.
"Terserah loe deh.." kata Rachel sambil memakan mie instan.
Saat asyik makan, ponsel Alexa kembali berbunyi. Alexa melihat ponselnya dan ternyata Sean kembali menghubunginya. Rachel meminta Alexa menjawabnya agar Sean tidak khawatir. Alexa pun menjawab panggilan Sean.
"Sayang.. kamu dimana ?? kenapa kamu tidak pulang ??" tanya Sean khawatir.
"Aku di tempat yang aman. Kamu tidak perlu khawatir." kata Alexa dengan nada dinginnya.
Sean segera mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video. Sean tersenyum lega melihat Alexa baik-baik saja. Alexa menatap Sean dengan tatapan kesal.
"Sayang.. aku jemput kamu yaa.." kata Sean dengan tatapan lembutnya.
"Loe nggak usah khawatir, istri loe aman sama gue !!!" sahut Rachel yang merebut ponsel Alexa.
"Rachel ?????? Jadi loe yang menculik Alexa !!" kata Sean dengan tatapan tajam kepada Rachel.
"enak aja.. istri loe yang minta ikut gue !! Loe tahu ??? tadi siang dia menguras isi dompet gue hanya untuk bermain odong-odong." curhat Rachel sambil tersenyum mengejek Alexa. Alexa mencubit Rachel yang terlalu blak-blakan berbicara kepada Sean.
"Jangan dengarkan dia. Dia berbohong !!!!" teriak Alexa. Sean tersenyum mendengar perkataan Alexa.
"Loe tenang saja Chel.. Gue ganti empat kali lipat !!" kata Sean. Rachel tersenyum senang karena uangnya akan kembali bahkan 4 kali lipat.
Alexa segera merebut ponselnya dari tangan Rachel. Meskipun ia dan Rachel sudah berteman lebih dekat, tetap saja ia merasa cemburu saat Sean bertatapan langsung dengan Rachel.
"Aku mau tidur.. aku matikan ya..??" kata Alexa.
"Cium dulu dong sayang.." pinta Sean.
"Minta bunga kentut saja sana !!!! ngapain minta cium aku !!!" kata Alexa dengan kesal kemudian mengakhiri panggilan Sean. Rachel menatap Alexa dengan heran.
"Loe rela Sean minta cium kepada Vallerie ??" tanya Rachel.
"Ya.. nggak lah.. kalau gue tahu Sean sengaja mencium Vallerie, bakal gue potong habis juniornya !!!" kata Alexa asal ngomong.
"Isteri kejam loe Lex.." kata Rachel. Alexa meminta Rachel segera tidur karena besok mereka harus sekolah.
Setelah mengetahui kabar dari Alexa, Sean memerintahkan anak buahnya berhenti mencari Alexa. Oleh karena Alexa tidak berada di Mansion, Sean memilih tidur di Markas. Ia tidak ingin sendiri dan kesepian tanpa isteri yang ia cintai di Mansion megahnya.
__ADS_1
~bersambung~