Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Flashback 2


__ADS_3

Felix dan Alexa turun dari mobil kemudian masuk ke Cafe bersama. Tanpa Alexa ketahui, Felix mengambil bunga yang diletakkan di jok belakang mobilnya. Saat Alexa duduk, Felix memberikan bunga kepada Alexa.


"Tumben loe bawa bunga segala.." kata Alexa yang menahan tawa akan tetapi tetap menerima bunga dari Felix.


"Bunga ini buat loe sebagai tanda gue cinta sama loe Gia. Gue mau kita lebih dari sahabat. Gue mau kita pacaran. Loe mau jadi pacar gue kan Gia ?" kata Felix.


Raut wajah Alexa seketika berubah. Ia takut Felix kecewa kepadanya jika ia menolaknya. Akan tetapi ia tidak bisa menerima Felix karena ia sudah memiliki kekasih.


"Gue harus tegas, gue nggak boleh menggantungkan perasaan Felix !!" batin Alexa.


"Hei.. kok bengong sih ?? Gue nggak mau loe nolak gue Gia.. " kata Felix dengan serius.


"Fel.. tapi maaf.. gue nggak bisa jadi pacar loe. Gue sudah punya pacar Fel. Maaf gue belum cerita ke loe tentang pacar gue" kata Alexa meyakinkan Felix.


"Ap..apa ?? Sejak kapan loe punya pacar ??" kata Felix yang mulai merasa tidak tenang.


"Sejak gue kecil Fel. Gue sudah dijodohkan sejak kecil. Gue sangat mencintai Prince.." kata Alexa sembari tersenyum lembut kepada Felix berharap agar Felix mau memaklumi alasan penolakannya.


"Jadi lelaki itu bernama Prince.." batin Felix.


Tanpa bicara sepatah katapun, Felix menggandeng Alexa kemudian mengantarnya pulang ke rumah keluarga George. Alexa pun menuruti Felix yang diwajahnya terlihat jelas gurat kemarahan. Saat perjalanan pun Felix tetap tidak bicara seakan ia menahan jutaan umpatan di dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Felix dan Alexa tiba di rumah keluarga George. Alexa turun dan berterimakasih kepada Felix, karena sudah mengantarnya pulang, akan tetapi Felix tidak meresponnya. Ia bergegas pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke Markas Dragons.


Tak lama kemudian ia tiba di Markas Dragons. Dengan langkah penuh emosi, ia mendatangi tawanan di tempat penyekapan. Steve, kakak Felix melihat adiknya yang diselimuti emosi bergegas mengikutinya. Tanpa pikir panjang, Felix mengambil pisau dari saku celananya. Sang tawanan ketakutan saat melihat wajah menyeramkan Felix.


"To..tolong jangan bunuh gue !!! hiks..hiks..." mohon sang tawanan.


"Brengsek !!!!!! Kenapa loe harus nolak gue Gia !!!! Gue nggak terima loe nolak gue !!!! Bangsat !!!!!" teriak Felix sembari menancapkan pisau ke dada sang tawanan dan menusuknya berulang kali.


"Arrrrgghhhh..." keluh sang tawanan yang kesakitan dan darah yang mengalir deras dari dadanya akibat tusukan pisau dari Felix.


Dalam waktu singkat sang tawanan tewas seketika. Felix hendak mendatangi tawanan lain yang berada di ruang sebelahnya. Steve bergegas menghentikan adik kesayangannya.


"Felix.. apa yang loe lakukan !!!!! Kenapa loe membunuhnya ???!! jangan lampiaskan kemarahan loe ke orang lain yang tidak bersalah !!!" bentak Steve. Felix hanya diam, akan tetapi amarahnya masih terlihat jelas di wajah Felix.


"Loe jangan ikut campur urusan gue kak !!!!" bentak Felix.


Felix hendak berjalan menuju ruang sebelah, akan tetapi Steve memegang pundak Felix. Langkah Felix pun terhenti.


"Ayo ceritakan semua ke gue !!! Loe nggak boleh menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini !!!" kata Steve dengan nada dingin sembari menggandeng Felix menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


Sambil menangis, Felix menceritakan semua kepada Steve mulai dari cintanya yang telah ditolak oleh Gia hingga Gia yang sudah di jodohkan sejak kecil. Mendengar cerita Felix, sebenarnya Steve ingin tertawa. Akan tetapi ia menahannya demi menjaga perasaan Felix. Ia tidak menyangka bahwa adik yang selama ini menunjukkan sifat "manly" ternyata juga bisa menangis karena cintanya ditolak oleh seorang gadis.


Steve sangat yakin bahwa gadis itu sangat spesial. Banyak sekali gadis yang mencoba mendekati Felix, akan tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa membuat Felix jatuh cinta hingga mampu menggoyahkan sifat jantan Felix.


"Memangnya cewek itu secantik apa sih ?? hingga bisa membuat loe cengeng seperti ini ??!!!" kata Steve yang penasaran dengan gadis yang disukai Felix.


"Siapa yang cengeng ??!!! gue cuma sakit hati Kak !!!!" elak Felix yang tidak suka dikatai cengeng oleh Steve. Felix pun menunjukkan fotonya bersama Alexa kepada kakak tercintanya.


"waahh..ternyata gadis itu sangat cantik !!!" batin Steve.


"Laki-laki itu pantang menangis Fel !!! tapi loe apa ?? loe menangis seperti bayi.. hahahaha.." kata Steve menertawai Felix. Felix semakin emosi karena Steve mengejeknya.


"Gue harus membuat dia menjadi milik gue kak !!! Bagaimana pun caranya !!!" kata Felix kemudian meninggalkan Steve.


Steve mengejar Felix yang pergi meninggalkannya. Ia khawatir Felix berbuat sesuatu yang bisa membahayakan orang lain.


"Felix.. loe jangan nekat !!!" teriak Steve. Felix mengabaikan perkataan Steve dan berlalu pulang ke rumahnya.


Alexa bercerita kepada Mama Nessa bahwa Felix telah menyatakan cinta kepadanya. Ia juga bercerita bahwa dirinya telah menolak cinta Felix dengan cara yang baik dan lembut.


"Tapi kenapa sifatnya berubah drastis setelah aku menolaknya Ma ?? Aku sudah punya Prince Ma.. Apakah aku salah jika menolaknya ??" kata Alexa yang terdapat banyak pertanyaan di benaknya.


"Mama aaah.. disini tidak ada yang namanya guna-guna !!!" kata Alexa yang sedikit merasa takut.


Ke esokan harinya, Felix menjemput Alexa untuk berangkat sekolah bersama seperti biasa. Akan tetapi Felix lebih banyak diam. Alexa menjadi merasa bersalah karena telah menolak cinta Felix.


"Gia.. gue tanya sekali lagi.. Maukah loe jadi pacar gue ??!!" tanya Felix dengan nada dingin.


"Maaf Felix, gue tidak bisa. Gue sudah punya Prince. Alangkah lebih baik jika kita menjadi sahabat Fel.." kata Alexa yang kembali menolak cinta Felix.


"Dia selalu menyebut nama Prince" batin Felix yang kini semakin kesal.


Lagi-lagi emosi Felix meluap. Tanpa berkata apa pun, ia mengubah haluan mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju ke markas Dragons. Alexa melihat bahwa jalan yang Felix ambil tidak menuju ke sekolah.


"Felix.. kita mau kemana ?? ini bukan jalan ke sekolah loh.." tanya Alexa mulai panik.


Felix tetap diam, bahkan ia menambah kecepatan mobilnya. Alexa terlihat ketakutan. Ia terus bertanya kepada Felix kemana Felix akan membawanya, akan tetapi Felix tetap diam. Alexa melihat amarah di wajah Felix. Ia pun mulai menangis sambil menutup matanya karena takut dengan kencangnya laju mobil yang dinaikinya bersama Felix.


Felix melihat Alexa sekilas. Saat tahu Alexa menangis, Felix kembali mengurangi kecepatan mobilnya. Kini Alexa mulai marah kepada Felix. Ia memilih diam dan tidak mempedulikan Felix. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Markas Dragons. Alexa yang melihat tempat asing di depannya pun mulai bertanya-tanya.


"Felix.. tempat apa ini ??!!! Kenapa loe membawa gue ke tempat menyeramkan seperti ini !!!" bentak Alexa.

__ADS_1


"Ini adalah tempat yang akan menyatukan kita Gia.. Besok kita akan menikah !!!" kata Felix dengan lembut sambil tersenyum.


"nggak !!! gue nggak mau.. gue mau pulang !!!" kata Alexa sembari berlari menuju jalan raya.


Felix bergegas mengejarnya. Ia pun memaksa Alexa masuk kedalam Markas. Alexa kembali menahan tubuhnya agar tidak masuk ke dalam Markas Dragons, akan tetapi tenaganya di kalahkan oleh Felix begitu saja. Alexa mulai menangis karena sahabatnya kini berubah menjadi seorang monster.


"Felix.. kenapa loe menjadi seperti ini ??!! hiks..hiks.. Kenapa loe jahat sama gue !!!hiks..hiks.." kata Alexa sembari menangis ketakutan.


"Gue tidak jahat sama loe Gia. Loe nolak cinta gue. Gue nggak suka loe nolak gue. Gue benar-benar cinta sama loe Gia. Gue harus melakukan ini !!!!" kata Felix kemudian mengurung Alexa ke kamar pribadinya.


"Felix..lepasin gue.. !!!! hiks..hiks..buka pintunya !!!! hiks..hiks.. gue mau pulang Felix !!!" teriak Alexa.


Alexa bergegas membuka ranselnya dan mengirim pesan kepada Papa Kevin agar menolongnya. Ia juga mengirimkan lokasinya saat ini.


Setelah mengurung Alexa ke ruang pribadinya, ia mencari Steve, Ia bertanya tentang keberadaan Steve kepada salah satu anak buah Dragons. Ternyata Steve sedang bertransaksi senjata dengan Devils, kelompok mafia Sean Astin dan akan kembali besok. Felix pun menghubungi Steve.


"Hmm.. ada apa Fel ??!!" tanya Steve dari seberang panggilan telepon.


"Kak.. besok gue akan menikah, loe segera pulang ya..!!" pinta Felix.


Mendengar kata menikah, Steve terkejut bukan main. Ia tahu benar bahwa Felix harus mendapatkan apa yang diinginkannya bagaimanapun caranya. Bahkan ia akan melakukan segala cara untuk meraihnya. Kini Steve yakin bahwa Felix telah melakukan hal nekat.


"Felix.. loe jangan berbuat macam-macam dulu. Gue akan pulang sekarang juga !!!" kata Steve yang mulai khawatir. Felix mengakhiri panggilannya. Tiba-tiba ia teringat bahwa ia belum mengambil ponsel Alexa. Ia pun bergegas kembali ke ruang pribadinya sebelum Alexa menghubungi orang tuanya.


Di kamar Felix, Alexa merasa gelisah karena Papa Kevin belum juga membalas pesannya. Ia pun mencoba menghubungi Papa Kevin.


"Ada apa sayang.. Papa Sedang meeting bersama klien.." kata Papa Kevin dengan pelan.


"hiks...hiks..Papa tolong ak..." belum sempat Alexa menyelesaikan pembicaraannya, Felix sudah terlebih dahulu mengambil ponselnya dengan paksa. Ia membanting ponsel Alexa hingga rusak.


"Jangan pernah menghubungi siapapun !!!" kata Felix dengan nada dingin. Alexa kembali menangis karena kini sahabatnya benar-benar berubah.


"hiks..hiks.. loe bukan Felix yang gue kenal !!! hiks..hiks.. loe bukan sahabat gue !!!! hiks..hiks.." kata Alexa di iringi tangisan pilu.


"aku masih sama seperti Felix yang kamu kenal sayang!!! besok kita akan menjadi pasangan suami istri. Aku bahagia sekali Gia.." kata Felix sembari mengusap air mata Alexa kemudian mencium kening Alexa.


"Jangan sentuh gue !!!!!" bentak Alexa dengan wajah penuh dengan amarah.


"Aku sangat mencintaimu Gia. Dari cinta bisa menjadi nafsu. Jadi jangan salahkan aku jika aku selalu ingin menyentuhmu, karena aku sangat mencintaimu. Tidak ada yang boleh memilikimu selain diriku !!" kata Felix yang mulai merubah panggilannya ke Alexa dari yang semula loe gue menjadi aku kamu.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2