
Sean menghubungi anak buahnya agar berkumpul di taman sekolah. Sedangkan Alexa menghampiri sahabat-sahabatnya yang masih di kantin. Kebetulan di kantin juga ada Vallerie, Yunna, Anna, Angel, Samuel dan David. Vallerie menarik Alexa dan memaksanya menjauh dari keramaian. Samuel melihatnya dengan heran sedangkan David terbengong menatap Alexa.
"Cewek itu cantik sekali.." batin David dengan mata mengarah kepada Alexa yang tangannya sedang ditarik oleh Vallerie.
"Loe liat nih.. Sean sudah punya istri, lebih baik loe nyerah Lex.. Gue juga mencoba move on dari Sean" kata Vallerie sambil memperlihatkan ponselnya yang berisi foto Sean dan Rachel yang Vallerie anggap sebagai pasangan suami istri.
Alexa pun melihat foto yang ditunjukkan Vallerie pun merasa kesal. Ia tidak suka saat Sean tertawa bersama wanita lain. Vallerie sangat senang melihat ekspresi cemburu Alexa. Ia merasa rencananya akan berhasil. Alexa hendak pergi meninggalkan Vallerie, akan tetapi Vallerie mencegahnya.
"Loe harus move on Lex.. gue juga mulai move on kok..jangan sampai loe jadi orang ketiga diantara Sean dan istrinya. Atau memang cita-cita loe menjadi pelakor ??" kata Vallerie dengan senyuman sinis di bibirnya. Tanpa mempedulikan ocehan Vallerie, Alexa berlalu meninggalkannya kemudian menghampiri sahabat-sahabatnya.
Ternyata obrolan antara Alexa dan Vallerie juga diketahui oleh sahabat-sahabat Alexa. Mereka penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Vallerie dan Alexa. Kebetulan Alexa sudah ada bersama mereka. Mode wartawan dalam diri mereka pun mulai on.
"Loe diapain Vallerie Lex ? Biar gue yang membalasnya" kata Sally dengan nada kesalnya.
"Gue gapapa kok guys.. dia cuma minta gue move on dari Sean karena Sean sudah beristri" jelas Alexa.
"Hahahahahaha... biarkan bunga kentut berada dalam zona gilanya.." kata Jean menanggapi cerita Alexa.
"Apa loe mau move on seperti permintaan bunga kentut Lex ?? hahahaha.." canda Rose.
"Tentu saja gue harus move on guys... daripada gue jadi pelakor.." kata Alexa dengan nada penuh penekanan sambil melotot sinis ke arah Vallerie.
Jean, Sally dan Rose tertawa melihat sahabatnya yang mereka anggap melewati batas kewarasan. Kerasnya suara tawa Alexa dan sahabat-sahabatnya menarik perhatian seorang David Morreta yang sedang duduk bersama Samuel, Vallerie dan teman-temannya. Ia fokus melihat Alexa yang tersenyum dengan sangat cantik. Tanpa disadari ia pun ikut tersenyum dengan sendirinya.
"Ya Tuhan.. loe kalau tersenyum gini ganteng banget Vid.." puji Yunna. Secara otomatis, David segera mengganti bibirnya yang tersenyum dengan mode flat.
"Kok wajahnya datar lagi sih ?? padahal tadi ganteng banget loh Vid.." keluh Anna. David hanya diam dalam dinginnya. Tak ada niat dalam benaknya untuk menjawab perkataan wanita-wanita yang memujinya.
"Loe lebih tampan saat tersenyum Vid.." puji Angel.
Tak tahan mendengar pujian, David bergegas pergi meninggalkan kantin. Saat ia hendak melangkah meninggalkan kantin, tiba-tiba Alexa bersama sahabat-sahabatnya juga berjalan hendak meninggalkan kantin. David pun menghentikan langkahnya seketika. Alexa, Jean, Rose dan Sally melihat David dan Samuel dengan tatapan penasaran.
"Oh.. jadi ini anak baru yang katanya king mafia itu ??" bisik Sally kepada teman-temannya.
"Baru jadi king mafia saja sombongnya bukan main. Pakai acara menyebarkan informasi jabatan dalam kelompoknya segala !!! Padahal jika dibandingkan dengan Martin, mereka tidak ada apa-apanya" celetuk Jean yang jiwa Julidnya mulai on.
"Tapi mereka sangat tampan guys.." kata Rose dengan pipi merona sambil tersenyum melihat Samuel dan David.
"Nggak ada cowok tampan di dunia ini Roje, hanya Seanlah cowok tertampan di dunia.. hahahaha.." kata Alexa sambil tertawa kemudian meninggalkan sahabat-sahabatnya.
"Dasar bucin loe.." teriak Jean, Rose dan Sally sambil mengikuti langkah Alexa.
///////////////
Papa Kevin dan Mama Nessa menemui Papa Robbert dan Mama Ivanka di S.A group. Mereka berencana akan berkunjung ke Mansion Sean nanti malam. Mereka masih merasa bersalah karena tanpa sengaja memberikan minuman yang tidak semestinya kepada Alexa sehingga membuat anak-anak mereka susah. Oleh karenanya mereka akan meminta maaf kepada Sean dan Alexa sekaligus memberikan obat untuk mencegah kehamilan untuk Alexa.
__ADS_1
"Gue yakin jika kita kesan, kita hanya akan mendapat umpatan dari Sean bro.." kata Papa Robbert.
"Tapi jika kita tidak kesana, kita akan semakin merasa bersalah Rob..." kata Mama Nessa. Mama Ivanka hanya mengangguk menyetujui perkataan Mama Nessa.
"Itu semua gara-gara loe Rob !!! Seandainya otak loe berhenti berfikiran mesum, ini semua tidak akan terjadi !!!" kata Papa Kevin kesal.
"Kenapa jadi gue yang salah ???? Yang ngasih minuman ke Alexa itu kan loe Vin.. Seandainya loe nggak nyomot minuman gue, gue yakin semua ini tidak akan terjadi ??" kata Papa Robbert tidak terima disalahkan.
"Itu kan karena keadaan mendesak, loe juga tahu sendiri waktu itu Alexa batuk-batuk karena tersedak sedangkan minuman gue sudah habis. Jadi gue terpaksa mengambil minuman loe !!!" kata Papa Kevin membela dirinya.
"bukankah waktu itu Sean juga memberinya minum ?? Tapi loe yang maksa Alexa buat menerima minum yang loe pegang seakan Alexa tidak boleh menerima minum yang diberikan Sean. Itu sama saja loe cemburu saat Sean perhatian kepada Alexa.." tuduh Papa Robbert.
"Hah ?? Loe gila ?? buat apa gue cemburu dengan menantu gue sendiri ??!!!" kata Papa Kevin yang tidak jika sahabatnya menuduhnya cemburu.
"Lah.. emang kenyataannya gitu kan..!!!!" kata Papa Robbert.
Mama Nessa dan Mama Ivanka sudah muak melihat pertengkaran suaminya.
"Kalian ini seperti anak kecil saja !!!!" bentak Mama Ivanka kemudian mengajak Mama Nessa pergi dari ruangan Papa Robbert.
Mereka pun meninggalkan suami-suami mereka yang selalu bertengkar seperti anak kecil. Mama Nessa dan Mama Ivanka hendak membeli obat penunda kehamilan untuk Alexa ke apotik terdekat. Papa Kevin merasa ruangan Robbert menjadi sepi. Papa Robbert tidak melihat Mama Ivanka dan Mama Nessa sekitar ruangannya.
"Vin.. mereka meninggalkan kita.." kata Papa Robbert.
"Dasar wanita.. tidak gue kasih jatah loe malam ini Nes.." kata Papa Kevin dengan kesal.
"Hahahaha... iya.." jawab Papa Kevin kemudian tertawa. Papa Robbert pun turut tertawa kemudian mereka berdua menyusul istri mereka yang keluar terlebih dahulu.
///////////////
Bel pulang berbunyi. Semua siswa mulai berhamburan meninggalkan kelas karena jam pelajaran telah usai. Jean, Rose dan Sally mengajak Alexa shopping di Flower Mall.
"Sayang.. aku mau ikut Jean, Rose sama Sally ke Mall.. boleh yaaah..?" izin Alexa dengan gaya manjanya sambil tersenyum manis di depan Sean.
"Sialll !!! kenapa kamu cute sekali sih sayaang..." batin Sean. Sean tersenyum dan luluh melihat tingkah Alexa sehingga Sean tidak sanggup menolak permintaan Alexa.
"Baiklah.. tapi jangan lama-lama. Nanti aku jemput kamu yaa..." kata Sean sambil mengelus puncak kepala Alexa kemudian berlalu setelah mengecup kening Alexa.
Jean, Rose dan Sally sangat tersentuh melihat kemesraan pasangan suami istri di depan mereka. Mereka tidak menyangka jika Sean yang selama ini mereka kenal dengan sikap dingin dan arogan bisa bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Alexa dan teman-temannya menuju tempat parkir. Sementara Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo sudah berangkat ke Markas.
Samuel mengajak Vallerie jalan-jalan berkeliling kota dengan alasan sebagai king mafia, ia harus tahu seluk beluk lingkungan sekitar tempat ia berada. Vallerie yang pada dasarnya ingin rencananya berjalan lancar pun setuju untuk menemani Samuel berkeliling kota.
Yunna, Anna dan Angel menawarkan diri dan mengajak David ikut bersama Vallerie dan Samuel, akan tetapi David menolaknya. Ia tidak suka dengan wanita yang secara suka rela menawarkan dirinya kepada seorang pria. Menurutnya wanita yang cuek dan acuh kepada pria akan jauh lebih menarik karena lebih sulit ditakhlukkan daripada wanita seperti Vallerie, Yunna, Anna dan Angel.
Saat hendak naik ke mobilnya, David melihat Alexa, Jean, Rose dan Sally sedang menuju parkiran sambil bercanda. Ia sangat penasaran dengan gadis cantik yang ia lihat di kantin. Setelah Alexa dan teman-temannya naik mobil, David mengikuti mereka dari belakang. Tak lama kemudian, Alexa dan teman-teman tiba di flower Mall. David dengan setia mengikuti mereka dari belakang. Entah apa yang ada dalam fikiran David sehingga ia ingin melihat Alexa dari dekat.
__ADS_1
David mengikuti mereka hingga masuk ke dalam Mall. Ia terus membuntuti Alexa dan teman-temannya kemanapun mereka pergi. Alexa, Jean, Rose dan Sally merasa sangat lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan di foodcourt. Sedangkan David masih setia membuntuti mereka. Setelah memesan makanan, Alexa pergi ke toilet bersama Jean. David memanfaatkan kesempatan itu untuk berkenalan dengan Alexa. Ia lebih memilih berkenalan diluar sekolah karena dinilai lebih aman. David pun bergegas menyusul Alexa ke toilet.
Setelah Alexa dan Jean keluar dari toilet, David menampakkan dirinya. Alexa dan Jean pun terkejut saat ada cowok yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Hai.. gue David.. siswa baru di sekolah kalian..." kata David sembari mengulurkan tangannya kepada Alexa. Alexa menatap heran kepada David, akan tetapi ia menerima uluran jabat tangan David kemudian Alexa menyebutkan namanya dengan singkat.
Tanpa mereka sadari, seseorang tengah memotret mereka. David yang pada dasarnya memiliki insting yang sangat kuat merasa ada yang mengawasinya. Ia pun segera berpamitan kepada Alexa dan Jean sebelum ada musuh yang menyerangnya. Ia tidak ingin Alexa dan Jean terlibat dalam perkelahian jika musuh datang menyerangnya.
//////////////
Sean meminta Kenzo mencari tahu tentang informasi kelompok mafia yang ada di sekolahnya. Saat sedang serius membahas kelompok mafia tersebut, ponsel Sean berdering sehingga membuyarkan fokus pembahasan mereka. Sean menjawab panggilan dengan nada dinginnya.
"King.. ada cowok yang mengajak queen berkenalan. Sepertinya loe dan dia berasal dari sekolah yang sama king !!! Gue kirim fotonya sekarang !!!" lapor anak buah Sean yang telah ditunjuk untuk mengawal Alexa.
Tanpa menjawab perkataan sang anak buah, Sean mengakhiri panggilan begitu saja. Rona wajah Sean berubah menjadi suram. Aura membunuh terlihat jelas dari matanya. Semua anak buah Sean yang terlibat dalam pertemuan di Markas 666 sudah faham jika wajah Sean sudah berubah, maka ada sesuatu yang mengusik miliknya. Mereka hanya diam menyaksikan perubahan Sean. Sean segera menghubungi Alexa dan hendak menjemputnya saat ini juga. Akan tetapi, belum sempat Sean menghubungi, Alexa sudah terlebih dahulu menghubunginya.
"Sayang kamu di Markas kan ?? Aku kesana sekarang yaa ??" kata Alexa yang sudah bersiap pulang.
"Hmm..." kata Sean singkat dan dingin. Alexa yang mendengar ucapan singkat Sean pun menjadi heran. Ia meminta Jean segera mengantarnya ke Markas. Akan tetapi sebelumnya ia membeli ice cream agar saat Sean marah, ia bisa merayu Sean menggunakan Ice Cream.
/////////////////
Vallerie dan Samuel berhenti sejenak di taman kota. Samuel meminta Vallerie menunggunya di kursi taman, sementara ia membeli minuman untuk mereka berdua. Tak lama kemudian, Samuel datang membawa minuman dingin lalu memberikannya kepada Vallerie. Saat hendak menerima minuman, tiba-tiba Vallerie merasa kesakitan di kakinya. Samuel pun dengan sigap memeriksa kaki Vallerie.
"Oh.. kaki kamu digigit semut Val.." kata Samuel sembari melihat kaki Vallerie yang mulai ruam.
"Padahal aku pakai sepatu loh.." jawab Vallerie sambil melihat Samuel yang memeriksa kakinya.
"Kamu terlalu manis sih.. makanya semut suka dekat-dekat sama kamu.. hehehehe..." canda Samuel. Vallerie pun tertawa mendengar candaan Samuel.
Hari sudah semakin sore. Vallerie meminta Samuel mengantarnya pulang. Tanpa diminta, Samuel menawarkan punggungnya kepada Vallerie hingga Vallerie menjadi bingung dibuatnya.
"Kamu mau apa ?" tanya Vallerie bingung.
"Katanya kaki kamu sakit, ayo aku gendong.." tawar Samuel dengan tulus.
Vallerie tersenyum kemudian naik ke punggung Samuel. Vallerie merasa senang karena baru kali ini ia digendong oleh cowok seumurannya. Samuel memperlakukannya dengan lembut sehingga sesaat Vallerie merasa terpana kepada Samuel. Akan tetapi ia masih sadar jika cowok yang paling ia cintai adalah Sean.
Samuel Twain
David Morreta
__ADS_1
~bersambung~