Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
David VS Sean


__ADS_3

//////Kamar Sean//////


Pagi yang dingin menyapa dua insan yang masih tidur sambil berpelukan dan saling mencari kehangatan. Di depan kamar mereka, Mama Ivanka sedang mengetuk pintu membangunkan pasangan suami istri yang masih memiliki kewajiban untuk bersekolah.


"Sayang..sudah siang.. ayo sekolah !!!" kata Mama Ivanka sambil mengetuk pintu. Sean dan Alexa masih belum merespon karena masih sibuk berkelana di alam tidur mereka.


Oleh karena tidak ada jawaban dari Sean maupun Alexa, Mama Ivanka mencoba membuka pintu kamar mereka. Dan pintu kamar mereka terbuka. Ternyata Sean dan Alexa lupa mengunci pintu kamar mereka sejak semalam. Mama Ivanka pun masuk kedalam kamar Sean dan Alexa. Ia tersenyum melihat putra dan menantunya tidur sambil berpelukan.


"bahkan dalam posisi tidurpun mereka tidak terpisah sama sekali" batin Mama Ivanka.


Mama Ivanka menepuk lengan Sean dan memintanya segera bangun karena hari sudah siang. Sean pun terbangun dari tidurnya. Ia protes kepada Mama Ivanka karena telah mengganggu tidurnya.


"Hari ini kalian harus sekolah !! jangan jadi pemalas !!!" kata Mama Ivanka dengan tegas. Alexa terbangun karena suara ribut antara Sean dan Mama Ivanka.


"Iya Ma.. kami akan bersiap sekarang.." kata Alexa sembari turun dari tempat tidur dan hendak ke kamar mandi. Sean dengan cepat menyamai langkah Alexa kemudian mengajak Alexa mandi bersamanya.


"Kita mandi bersama saja sayang untuk menyingkat waktu !!" kata Sean sembari merangkul Alexa dan mengajaknya masuk ke kamar mandi. Mama Ivanka hanya bisa tersenyum malu melihat Sean dan Alexa berjalan bersama mendekati kamar mandi.


"Dasar anak muda tidak tahu malu !!!" gumam Mama Ivanka kemudian pergi dari kamar Sean.


Di lantai 1 Papa Robbert sudah menunggu Sean dan Alexa. Papa Robbert ingin menyampaikan suatu hal kepada Sean dan Alexa. Oleh karenanya ia rela menunggu hingga Sean dan Alexa selesai bersiap. Mama Ivanka dan Mbok Yeti telah selesai menyiapkan sarapan di ruang makan. Mama Ivanka pun menemani Papa Robbert yang masih menunggu Sean dan Alexa. Tak lama kemudian Sean dan Alexa menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. Belum sampai mereka ke ruang makan, Papa Robbert sudah memanggil mereka di ruang keluarga.


Sean dan Alexa duduk bersama Papa Robbert dan Mama Ivanka di ruang keluarga. Sean mulai curiga dengan maksud Papa Robbert karena wajah Papa Robbert terlihat serius. Perasaan Alexa mulai tidak enak setelah melihat ekspresi serius wajah Papa Robbert.


"Sean.. Tadi malam kamu menusuk orang dengan sembarangan !!! Apakah kamu melupakan itu ?" tanya Papa Robbert.


"Tidak Pa.. seharusnya aku membunuhnya karena dia telah menyentuh wanitaku" kata Sean dengan nada dinginnya.


Papa Robbert membuang kasar nafasnya. Ia sangat faham jika terlalu lama terpisah adalah salah satu penyebab posesifnya Sean terhadap Alexa. Akan tetapi ia tidak bisa begitu saja membiarkan Sean berbuat sembarangan terhadap orang lain. Sebagai orang tua ia wajib mengingatkan Sean jika Sean berbuat yang tidak benar.


"lain kali kamu jangan seperti itu Sean !!! kamu akan terjerat hukum jika terus menerus melakukannya !!!!" nasehat Papa Robbert.


"Hah ??? Papa lupa ?? tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menjerat King Devils dengan hukum !! bahkan polisi pun tidak akan berani menyentuh Devils Pa" kata Sean dengan tatapan tajamnya. Alexa mengelus lengan Sean dan mengisyaratkan agar Sean tidak banyak bicara.


"Oke.. aku sama Alexa berangkat dulu Pa" tambah Sean dengan nada dinginnya.


"Noo.. kalian harus makan dulu !!" kata Mama Ivanka sambil menggandeng Alexa dan mengajaknya ke ruang makan.


Sean dan Alexa menuruti permintaan Mama Ivanka. Papa Robbert juga ikut bergabung ke ruang makan. Suasana menjadi canggung setelah terjadi sedikit ketegangan di ruang keluarga. Tak ada suara apapun di ruang makan kecuali suara sendok dan garpu. Papa Robbert kembali membuka pembicaraan untuk mengakhiri rasa canggungnya


"Sean..!!! Papa mendapat laporan katanya kamu berbuat mesum di sekolah !! Apakah itu benar !!???" tanya Papa Robbert. Sean dan Alexa tersedak bersamaan. Mereka sama-sama kaget dengan pertanyaan Papa Robbert. Alexa melihat Sean yang sedikit gugup.


"Pasti Danang yang lapor kepada Papa kan ??" tanya Sean.


"jadi benar, kalian melakukan hal mesum di sekolah ??" tanya Mama Ivanka.

__ADS_1


"Kita sudah memastikan tidak ada yang tahu kok Pa.. kita melakukannya di parkiran sedangkan di parkiran tidak ada satu orangpun Pa !!" jawab Alexa dengan jujur. Mama Ivanka menahan tawa mendengar jawaban polos menantunya. Sean pun tersenyum mendengar jawaban Alexa.


"Papa tahu kalian sudah sah secara agama dan hukum. Tapi jaga sikap kalian !!! kalian sudah dewasa, seharusnya kalian bisa mengendalikan nafsu kalian !!! jika ingin melakukannya, lakukanlah di rumah !!! jangan disembarang tempat seperti binatang !!!" nasehat Papa Robbert.


Tanpa menjawab nasehat Papa Robbert, Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya berangkat ke sekolah. Ia sudah terlalu kesal dan tidak tahan dengan Papa Robbert yang terus mengomel sejak pagi. Papa Robbert hendak mengentikan Sean dan Alexa, akan tetapi Mama Ivanka mencegahnya.


////////Rumah Sakit////////


Samuel mulai tersadar dari pengaruh obat bius. Ia melihat Vallerie tertidur disampingnya. Ia tersenyum dan mengelus kepala Vallerie. Ia merasa bahagia karena Vallerie sangat perhatian kepadanya bahkan mau menemaninya hingga pagi. Merasakan ada yang menyentuh kepalanya, Vallerie pun terbangun.


"Sayang..kamu sudah sadar ??" tanya Vallerie memastikan kondisi Samuel. Samuel hanya tersenyum dan mengangguk.


"Maafkan aku sayang.. aku tidak bisa melindungi kamu sepenuhnya." kata Samuel sambil mengelus rambut Vallerie.


"Alexa telah mempermalukanku sayang. Dia telah menang !! Dia telah berhasil membuat semua orang membenciku..hiks..hiks.." kata Vallerie diiringi isak tangis.


"Kamu tenang saja sayang. Aku akan membalas semua perlakuan mereka kepadamu !!! terutama Sean yang telah berani menusukku !!!" kata Samuel dengan tangan mengepal erat. Vallerie mengangguk dan mencium tangan Samuel.


Tak lama kemudian, dokter masuk dan memeriksa kondisi Samuel. Dokter mengatakan bahwa Samuel masih harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Akan tetapi Samuel menolaknya. Ia sudah terbiasa terluka akibat senjata tajam sehingga dirinya akan cepat pulih dengan obat-obatan yang ada di markas. Ia ingin segera pulang dan ingin segera membalas semua perbuatan Sean dan Alexa.


Oleh karena Samuel bersikeras untuk pulang, dokter mengizinkannya dan tidak bertanggungjawab jika terjadi sesuatu kepada Samuel kedepannya. Vallerie turut bahagia dengan kepulangan Samuel. Ia mempersiapkan semua keperluan Samuel sebelum pulang. Saat Vallerie mempersiapkan semua, Samuel mencari keberadaan David. Ia masih ingat jika David yang membawanya ke Rumah Sakit.


"mungkin David sekolah saat ini. Gue beruntung banget punya Vallerie di sisi gue" batin Samuel.


///////Einstein Highschool///////


"Lex.. loe baik-baik saja kan ??" tanya Jean khawatir.


"Iya.. gue baik-baik saja kok. Sean melindungi gue dengan baik. Dia gentle banget guys.. gue beruntung jadi istrinya.." kata Alexa sambil tersenyum manis .


"Loe ini apaan sih !!! kenapa jadi memuji Sean ??" kata Jean.


"Dasar bucin loe.." celetuk Rose.


"Biarin.. kan bucinnya sama suami sendiri.. Daripada kalian ?? Pacar doang mah bisa diambil orang !!! hahahaha.." ejek Alexa.


"saat ini pacar dulu Lex.. tahun depan kita kawin !!! hahahahaha..." kata Sally asal ceplos.


"Loe aja yang kawin Sall.. gue pilih nikah kok" kata Jean.


"Maksud gue itu Jean !!!!" teriak Sally.


Alexa, Jean, Rose dan Sally tertawa bersama. Setelah puas bersenda gurau, mereka berjalan menuju kelas mereka. Saat melewati taman, hampir semua siswa melihat Alexa dan bergosip tentangnya. Alexa yang mulai murung pun disemangati oleh Rose. Rose menggenggam erat tangan Alexa.


"Loe jangan dengerin apapun yang loe dengar sekarang Lex.." kata Rose.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada satu geng yang terdiri cewek populer di sekolah. Mereka meminta maaf kepada Alexa karena telah berfikiran buruk tentang Alexa.


"Kita minta maaf ya Lex ?? kita sudah termakan hasutan Vallerie sehingga kita tanpa sadar menyakiti loe" kata salah satu siswa.


Alexa hanya tersenyum dan mengangguk kemudian berpamitan kepada geng tersebut untuk menuju ke kelasnya. Sean merasa lega saat melihat Alexa tidak lagi menjadi bahan gunjingan siswa di sekolahnya.


Bel masuk berbunyi. Martin, Jonathan dan Kenzo hendak masuk ke kelas mereka, sedangkan Sean akan ke toilet terlebih dahulu. Saat ia memasuki area toilet, seseorang menguncinya dari dalam. Ternyata David yang mengunci dirinya sendiri bersama Sean di area toilet. David menatap Sean dengan tatapan penuh kebencian.


"Apa maksud loe menusuk Samuel semalam ??!!" tanya David dengan nada dinginnya.


Sean tidak menjawab sepatah kata pun pertanyaan David. Sean hendak membuka pintu toilet, akan tetapi David menghalanginya. David mencengkeram kerah seragam Sean.


"Loe tidak punya mulut ha !!!! Apa maksud loe menusuk Samuel !!!!" bentak David dengan tatapan tajam ke mata Sean. Sean mencoba menyingkirkan tangan David dari tubuhnya, akan tetapi David tetap menahan tangannya.


"Lepas !!!" bentak Sean.


"Gue tidak akan melepaskan loe sebelum loe jelaskan maksud loe menusuk Samuel dan lambang di belati yang loe pakai untuk menusuk Samuel !!!" kata David dengan senyuman seringai menghiasi bibirnya.


Tanpa berkata apapun Sean mencekik leher David. Cengkeraman tangan David di kerah seragam Sean terlepas. David mencoba melepaskan tangan Sean agar berhenti mencekiknya. David mulai kesulitan bernafas akibat kencangnya tangan Sean mencekik lehernya.


"Gue peringatkan !!!! jangan pernah ikut campur urusan gue dan Alexa." kata Sean dengan senyuman seringainya.


Sean mendorong David hingga tersungkur ke lantai kemudian membuka pintu toilet dan pergi meninggalkan David yang terjatuh di area toilet. David bergegas berdiri dan berlari mengejar Sean. Saat jarak antara dirinya dan Sean dekat dekat, David menendang punggung Sean hingga Sean terdorong ke depan. Sean membalikkan badannya dan menatap tajam David.


"Gue akan ikut campur jika itu menyangkut tentang Samuel dan Alexa !!!" teriak David. Amarah Sean mulai muncul saat David menyebut nama Alexa sebagai alasan.


"Bangsat !!!!! berani sekali loe menyebut istri gue !!!" kata Sean sembari mencengkeram kerah seragam David.


"Cihhh !!!! loe jangan mengkhayal !!! loe kira gue percaya dengan semua perkataan loe ??? Alexa tidak mungkin mau dengan berandalan seperti loe !! Alexa itu wanita baik-baik !!!" ejek David.


David memang belum sepenuhnya percaya bahwa Alexa sudah menikah. Ia merasa semua yang dikatakan Sean adalah kebohongan. Ia juga tidak percaya jika Alexa memilih suami yang kasar seperti Sean. Selain itu, ia sudah sangat mencintai Alexa sehingga ia akan tetap memperjuangkan Alexa hingga ia mendapatkan cinta Alexa.


Mendengar ejekan David, darah Sean seakan mendidih. Amarah yang biasanya ia pendam di dalam dada kini telah meluap. Sean menendang keras dada David hingga David terjatuh. Mendapat perlakuan kasar dari Sean, membuat emosi David memuncak. Ia lekas berdiri dari dan membalas Sean.


"Bugh..!!!! bugh.. !!! bugh...!!!!" David memukul kepala Sean bertubi-tubi hingga mata Sean bengkak dan mengeluarkan darah. Menerima pukulan bertubi-tubi, kini Sean sudah tidak akan menahan dirinya lagi. Ia kembali menendang perut David hingga David tersungkur ke lantai.


"Aaaaargh..!!! Brengsekkk !!!!" umpat David yang menahan rasa sakit di perutnya. Sambil memegangi perutnya yang sakit, David dengan sekuat tenaga berusaha bangkit dan hendak membalas Sean. Sean tersenyum sinis dan mendekati David yang berusaha berdiri. Ia menendang dada David hingga David kembali jatuh. David pun terbatuk dan muntah darah karena tendangan Sean di dadanya yang terlalu keras.


"Alexa istri gue !!! Jangan pernah sekalipun bermimpi untuk mendekatinya, loe akan mati di tangan gue jika loe berani menyentuh Alexa sehelai rambut pun !!!" kata Sean sambil menginjak dada David. Meskipun dalam keadaan lemah, David masih tidak ingin menyerah atas perkelahiannya dengan Sean.


"Hahahahaha... loe lucu sekali !!!! Uhhkkk...uhkkk..!!! loe kira gue takut dengan ancaman loe ??!!!! Loe tahu ??!!! ancaman loe itu sama seperti kentut !!!! hahahaha.." ejek David yang terbatuk sambil menahan darah keluar dari mulutnya.


"Brengsek !!!!!" umpat Sean kemudian menendang kepala David hingga wajah David penuh dengan darah.


Tanpa mereka sadari, banyak siswa yang menyaksikan perkelahian antara David dan Sean. Mereka tidak berani melerai Sean dan David karena wajah keduanya sama-sama berlumuran darah. Salah satu dari siswa memilih mengadukan keduanya kepada Pak Danang dan beberapa siswa yang berada satu kelas dengan Sean memanggil sahabat-sahabat Sean.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2