Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Cemburu


__ADS_3

Matahari senja semakin menambah suasana romantis bagi dua insan yang sedang dimabuk cinta. Sean dan Alexa bergandengan tangan menyusuri indahnya pantai di siang hari. Dari kejauhan, mereka melihat pohon kelapa. Dibawah pohon kelapa terdapat tempat duduk dibawahnya. Sean mengajak Alexa duduk di bawah pohon kelapa sambil menikmati indahnya deburan ombak yang saling berkejaran. Sean menatap Alexa yang tersenyum melihat anak kecil yang berlarian di tepi laut. Tampak raut kebahagiaan di wajah Sean dan Alexa.


"Sayang.. apakah kamu sudah meminum obat dari Mama ?" tanya Sean.


"Oh.. aku lupa sayang.. nanti setelah dari pantai aku akan meminumnya" jawab Alexa santai.


"Sayang..aku adalah seorang king mafia. Semua musuh mengincar dan ingin membunuhku. Jika suatu saat aku tiada, apakah kamu akan mencari penggantiku ??" tanya Sean. Alexa terdiam sejenak, ia merasa kesal dengan perkataan Sean.


"Kamu ngomong apa sih ??!!! Aku nggak suka kamu ngomong seperti itu !!! Kamu akan selalu bersamaku Sean. Kalau kamu tiada, aku akan ikut bersamamu !!!" jawab Alexa sambil beranjak dari duduknya kemudian meninggalkan Sean. Sean bergegas mengejar Alexa. Ia menarik Alexa kedalam pelukannya.


"Jangan marah sayang.. aku tidak akan membiarkan kamu tiada" kata Sean sembari tersenyum dan mengelus rambut Alexa.


Matahari mulai menyembunyikan sinarnya yang menandakan malam segera tiba. Sean dan Alexa kembali ke hotel dan melakukan persiapan untuk pulang esok hari. Saat perjalanan menuju ke hotel, Alexa melihat ada pasar malam di sekitar hotel. Ia merengek kepada Sean untuk meminta mengunjungi pasar malam.


Sean menolak permintaannya karena ia merasa lelah setelah berjalan-jalan di pantai. Lagi-lagi Alexa merasa kesal saat Sean menolak permintaannya. Akhirnya ia memutuskan berangkat ke pasar malam sendiri. Sean pun juga merasa kesal dengan Alexa yang tidak mau mengerti keadaannya. Ia membiarkan Alexa pergi ke pasar malam sendiri dan menunggunya di lobby hotel.


/////////Pasar Malam//////////


Alexa berjalan menikmati suasana pasar malam yang mulai dipadati oleh pengunjung. Alexa melihat ada pengunjung yang bermain capit boneka di stan permainan. Alexa mendatangi stan permainan capit boneka dan memainkannya. Sekali ia mencoba, kegagalan yang ia dapatkan. Setelah beberapa kali mencoba, Alexa masih saja mengalami kegagalan.


Di sebelah Alexa ada seorang pria yang tersenyum menatap Alexa yang bermain capit boneka dengan serius sekaligus marah dan kecewa. Ricko, lelaki yang berdiri disamping Alexa tersenyum mengamati Alexa dari atas hingga bawah.


"Cewek ini cantik sekali.." batin Ricko sambil melihat Alexa yang mulai kesal karena tidak mendapatkan boneka satu pun. Ricko tertawa saat Alexa menyerah dengan mesin capit boneka di depannya.


"Mau gue bantu nggak ??" tanya Ricko. Alexa hanya diam melihat Ricko mengambil alih mesin capit boneka tersebut. Dua kali mencapit, Ricko mengalami kegagalan.


"Hahahahaha.. loe juga nggak bisa kan ??!!!" kata Alexa menertawakan Ricko yang gagal.


"Hei.. loe jangan meremehkan gue dulu !!! loe liat yaa.. selanjutnya gue akan mendapatkan boneka itu.." kata Ricko yang tidak terima dirinya diremehkan oleh Alexa. Dan benar saja, Ricko berhasil mencapit boneka. Alexa turut senang hingga tidak sadar dirinya melompat-lompat sambil membawa boneka hasil capitan Ricko.


/////////Hotel/////////


Sean mulai khawatir dengan Alexa yang tidak kunjung pulang, ia pun mencari Alexa di pasar malam. Saat Sean menyusuri pasar malam, banyak gadis-gadis yang terkesima dengan ketampanan Sean. Akan tetapi, Sean tidak mempedulikan orang-orang yang memandangnya. Ia hanya fokus mencari Alexa.


Tak lama kemudian, Sean melihat Alexa sedang bermain capit boneka bersama cowok yang tidak ia kenal. Hatinya bergemuruh saat menyaksikan Alexa tertawa bersama lelaki lain. Sean bergegas menghampiri Alexa.


"Kamu sedang apa ??" tanya Sean dengan nada dinginnya sambil memegang erat lengan Alexa.


"Hei.. loe jangan kasar sama perempuan" kata Ricko sembari melepaskan tangan Sean dari Alexa.


"Loe jangan ikut campur urusan gue !!!" ucap Sean dengan nada dinginnya.


"Loe nggak ada hak melarang gue !!! Gue nggak suka ada cowok yang kasar kepada cewek !!! Lepasin tangan loe darinya !!!!" bentak Ricko yang mulai terpancing emosi.


Ricko kembali mencoba melepaskan tangan Sean dari Alexa. Kini, Sean, Alexa dan Ricko menjadi bahan tontonan para pengunjung pasar malam. Sean menjadi emosi setelah mendengar perkataan Ricko. Ia hanya diam dan memandang tajam Nicko dengan pandangan penuh kebencian.


"Tatapannya menakutkan !! tapi gue kasihan dengan cewek ini jika ia diperlakukan kasar" batin Ricko.


Ricko memutuskan tetap mencoba melepaskan tangan Alexa dari cengkeraman Sean. Sean pun semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. Ia mengambil pistol yang ia simpan di saku dalam jaketnya.


"Singkirkan tangan loe atau loe akan mati !!!!" ancam Sean sambil menodongkan pistol ke kening Ricko.


"Hahahaha.. memangnya apa yang bisa loe lakukan dengan pistol mainan itu ??" ejek Ricko dengan senyum seringai yang menghiasi bibirnya.


Tanpa peringatan, Sean menembakkan pistolnya keatas hingga menimbulkan suara letusan yang menyebabkan pengunjung pasar malam lari ketakukan. Ricko terkejut dan tidak menyangka jika pistol yang dibawa Sean adalah pistol asli.

__ADS_1


"Loe jangan main-main. Ini tempat umum !!! gue bisa melaporkan loe ke polisi !!! Lepaskan dia !!!!!" bentak Ricko meminta Sean melepaskan Alexa.


Alexa meminta Ricko melepaskan tangannya sebelum amarah Sean memuncak, akan tetapi Ricko tetap bersikeras ingin membantu Alexa untuk melepaskan tangan Sean dari tangannya. Sean melepaskan tangannya dari lengan Alexa. Ia mencekik leher Ricko dengan kencang hingga Ricko kesulitan bernafas. Melihat suaminya hampir membunuh orang yang tidak bersalah, Alexa segera bertindak.


"Sean !!!! lepaskan dia !!! Jangan sakiti dia !!!" teriak Alexa sembari mencoba melepaskan tangan Sean dari leher Ricko.


"Gue peringatkan kepada loe sekali lagi. Dia istri gue, jangan pernah ikut campur urusan kita !!! Atau loe akan mati di tangan gue !!!" kata Sean dengan tatapan tajam kemudian mendorong Ricko dengan keras menggandeng Alexa menuju ke hotel.


Alexa hanya diam mengikuti Sean. Ia sangat kesal dengan tindakan kasar Sean terhadap orang lain. Sean pun sangat kesal dengan Alexa karena dekat dengan lelaki yang tidak dikenal.


Tibalah Sean dan Alexa di hotel tempat mereka menginap. Sean mendorong Alexa masuk kedalam kamar dan menguncinya.


"Apa maksud kamu bermain-main dengan cowok lain ??!!!" tanya Sean dengan nada dinginnya.


"Siapa yang bermain-main ? Aku main sendiri dan aku tidak mengenal cowok itu. Dialah yang ikut-ikut main bersamaku !!" jawab Alexa dengan nada kesalnya.


"Kamu jangan mencoba membohongiku Alexa !!! Cowok itu membela kamu mati-matian. Mana mungkin aku percaya jika kamu tidak mengenalnya ??" kata Sean.


"Aku juga tidak tahu Sean. Dia tiba-tiba datang dan membantuku bermain !!!!" kata Alexa.


"Kamu kira aku percaya dengan kata-kata kamu ??!! aku lihat sendiri kamu tertawa bersama cowok itu Alexa !!! Kenapa kamu bilang tidak mengenalnya.." kata Sean yang semakin kesal dengan penjelasan Alexa.


"Kalau kamu tidak percaya yaa terserah kamu !!! Salah kamu sendiri punya istri cantik dibiarkan jalan sendirian. Asal kamu tahu, diluar sana banyak banget cowok yang mengincarku Sean !!!" kata Alexa kemudian berlalu ke kamar mandi.


Sean terdiam mendengar omongan Alexa. Ia tersenyum geli mendengar Alexa memuji dirinya sendiri. Sebenarnya Sean percaya bahwa Alexa tidak mungkin bermain dengan lelaki lain. Akan tetapi entah mengapa hatinya merasa kesal saat melihat Alexa tertawa bersama orang lain. Ia tidak terima jika Alexa tertawa bersama orang selain dirinya.


Hari sudah mulai larut. Sean pun telah menyelesaikan ritual mandinya. Ia bergegas menyusul Alexa yang sedang berbaring di tempat tidur dan membelakangi Sean. Ia pun ikut berbaring di belakang Alexa dan mencoba mengajak Alexa berbaikan.


"Sayaaang.." panggil Sean kepada Alexa yang berbaring sambil memainkan ponsel. Alexa tidak menanggapi panggilan Sean dan tetap memainkan ponselnya.


"Sayaaang.. kamu juga sadar kan jika suamimu ini sangat tampan. Kamu juga tahu banyak sekali wanita yang mengincarku. Jika kamu mengabaikanku seperti ini, sama saja kamu memberikan wanita lain kesempatan untuk mendapatkanku kan ??" bisik Sean.


Alexa tersenyum karena Sean bisa membalas apa yang ia katakan sebelum mandi tadi. Ia pun berbalik menghadap Sean.


"Yaudah.. kalau gitu kamu sama wanita yang mengincarmu saja, biar aku sama lelaki yang mengincarku" kata Alexa menantang Sean.


"Nggak mau, aku maunya cuma sama kamu sayaang.. maafkan aku yaa.. Aku menjadi cemburu saat kamu bersama lelaki lain " kata Sean sambil mendekap mesra tubuh Alexa.


"Aku juga maunya sama kamu Sean. Aku juga minta maaf ya sayang.." kata Alexa sembari membalas pelukan Sean. Sean mengangguk dan mencium kening Alexa.


///////////Markas Fire///////////


David dan Samuel memantau pergerakan anak buahnya yang saat ini berusaha meretas data Devils. David merasa Samuel tidak fokus dengan pekerjaannya saat ini. David tidak tahu bahwa Samuel dan Vallerie telah resmi berpacaran sehingga ia tidak tahu jika Samuel sibuk chatting dengan Vallerie.


"Siall !!!!!" umpat anak fire yang berusaha meretas data Devils.


"Kenapa ??" tanya David dengan nada dinginnya.


"Kita gagal king. Mereka mengirimkan virus ke server kita !!!" jelas anak buah Fire.


"Brengsekkkk !!!!!! Gue nggak mau tahu, loe harus mendapatkan data Devils secepatnya !!!" perintah David kemudian berlalu ke ruang latihan.


Melihat David keluar dari ruang IT, Samuel bergegas menyusulnya ke ruang latihan. Samuel menghampiri David yang masih kesal dengan kegagalan anak buahnya dan ingin menghiburnya.


"Gagal itu biasa Vid..tapi kita tidak boleh terpuruk dalam kegagalan, kita harus bangkit hingga kita berhasil mencapai cita-cita kita. Jadi loe jangan terlalu kesal Vid. Loe belum punya pakaian buat ulang tahun Vallerie kan ?? Ayo kita cari pakaian buat loe" ajak Samuel. Tanpa berkata apapun David menghentikan latihannya dan bersiap untuk membeli pakaian yang diperlukan saat pesta ulang tahun Vallerie.

__ADS_1


//////////Mall StarMoon/////////


Jean, Rose dan Sally pergi bersama ke Mall mencari gaun untuk pesta ulang tahun Vallerie. Meskipun mereka tidak diundang, pacar mereka mendapatkan undangan dan mengajak serta pacar-pacar mereka.


"Gue dengar dresscodenya Black and White ya ??" tanya Rose.


"Katanya sih iya.." jawab Sally singkat sembari memilih-milih dress berwarna putih.


"Sayang sekali Alexa tidak ikut bersama kita guys.." kata Jean.


"Tapi dia sudah tahu dresscodenya kan ??" tanya Sally khawatir.


"Sepertinya belum Sal.. biar gue kirim pesan ke Alexa" kata Jean.


Jean, Rose dan Sally asyik memilih dress yang tersedia di salah satu stand. Saat asyik memilih, ponsel Jean berbunyi. Ia membuka notifikasi pesan dari Alexa. Alexa memberitahu Jean bahwa ia sudah membeli gaun akan tetapi ia lupa jika dresscode yang dikehendaki adalah warna putih. Akhirnya Alexa minta tolong kepada Jean, Rose dan Sally untuk membelikannya gaun sekalian. Jean pun bersedia memilihkan gaun untuk Alexa.


Gaun yang mereka cari telah didapat. Kini mereka tinggal membayarnya di kasir. Saat berjalan menuju kasir, Jean, Rose dan Sally bertemu David dan Samuel. David tidak melihat Alexa bersama mereka. Akhirnya David dan Samuel pun menghampiri Jean, Rose dan Sally.


"Hai.. Kalian sedang apa ?? Mana Alexa ?? Kok dia tidak ikut ??" tanya David.


"Oh.. dia sedang ada urusan keluarga jadi tidak bisa ikut" jawab Jean.


"Bukannya kalian tidak diundang di ulang tahun Vallerie ??" tanya Samuel.


Jean, Rose dan Sally saling berpandangan. Mereka akan merasa malu jika mengakui mereka datang ke acara Vallerie tanpa undangan sehingga mereka memilih berbohong agar mereka tidak mepermalukan diri sendiri.


"Memangnya kenapa kalau kita tidak diundang ?" tanya Sally menantang Samuel.


"Terus untuk apa kalian membeli gaun segala ?" tanya Samuel merendahkan.


David bingung dengan tingkah Samuel yang dirasa sangat aneh. Menurutnya, Samuel tidak pernah ikut campur dengan urusan orang lain. Sedangkan apa yang dilihatnya saat ini berbanding terbalik dengan kepribadian Samuel.


"Ya.. terserah kita lah.. apakah gaun hanya dipakai saat ulang tahun Vallerie doang ??? Kita juga tidak berharap mendapat undangan dari bunga kentut kok!!" jawab Jean dengan wajah yang kesal.


"Gue peringatkan sama loe berdua, jangan pernah ikut campur urusan kita !!!! Sekali saja kalian mendekati kita, gue pastikan kalian akan mati !!!" ancam Sally. Kemudian mengajak Jean dan Rose pergi setelah selesai membayar gaun yang dibeli.


"Kalian itu cowok, tapi mulutnya seperti cewek !!! Dasar Banci !!!!" ejek Rose kepada David dan Samuel.


David merasa sangat terhina saat Jean, Rose dan Sally marah kepadanya. Selama ini ia berusaha mendekati mereka agar bisa dekat dengan Alexa. Namun usahanya kini sia-sia. Samuel merusak semua tujuan yang telah ia capai.


"Apa maksud loe berkata seperti itu ??!!!! mereka semua teman gue !!! beraninya loe berkata seperti itu kepada mereka !!!" bentak David kepada Samuel.


"Apa ?? sejak kapan loe berteman dengan mereka ??!! mereka itu wanita jahat Vid, terutama Alexa. Dari dulu Alexa selalu merebut apa yang seharusnya menjadi milik Vallerie" kata Samuel.


"Bugh..." David memukul wajah Samuel dengan keras.


"Gue tidak menyangka loe bisa berubah hanya karena cewek Sam.." kata David kemudian meninggalkan Samuel.


Vallerie telah banyak mengarang cerita agar Samuel membenci Alexa beserta teman-temannya. Samuel yang pada dasarnya cinta mati dengan Vallerie percaya begitu saja dengan semua cerita Vallerie. Ia telah berjanji akan membantu Vallerie membalaskan dendamnya kepada Alexa.




~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2