
Bel istirahat berbunyi. Vallerie bergegas menuju ruang Kepala Sekolah. Ia hendak menemui ayahnya untuk membicarakan suatu hal. Vallerie masuk ke ruangan tuan Bennedict, sedangkan teman-teman Vallerie menunggunya diluar.
"Ayah.. apa ayah mengenal Papa Sean ?" tanya Vallerie.
"Kenal, memangnya kenapa sayang ?" tanya Tuan Bennedict.
"Yah.. tolong jodohkan aku sama Sean dong. Aku sangat menyukainya Yah.. " pinta Vallerie.
"Tapi Sean itu pria yang arogan sayang dia terkenal kejam" kata Tuan Bennedict.
"Aku mencintainya ayah. Semua konsekuensi akan aku terima Yah" kata Vallerie. Kemudian mengajak teman-temannya ke kantin.
"Baiklah Ayah akan mencoba bicara kepada Tuan Robbert." kata Tuan Bennedict. Vallerie tertawa senang karena Ayahnya mau menuruti keinginannya.
Martin, Jonathan dan Kenzo menuju kantin setelah tahu bahwa Sean saat ini sedang berada di kantin. Jean, Rose, Sally dan Alexa hendak ke kantin. Tiba-tiba Alexa ingin buang air kecil. Ia meminta Sally mengantarnya ke toilet. Tanpa sengaja, Vallerie dan teman-temannya melihat Alexa dan Sally di Toilet. Muncullah ide untuk mengerjai Alexa. Di sisi lain, setelah Alexa selesai buang air, ia merapikan baju dan rambutnya didepan wastafel bersama Sally.
"Sall.. cewek kemarin yang marah ke gue itu siapa sih ?" tanya Alexa. Tanpa Alexa dan Sally sadari, Vallerie dan Yuna menguping pembicaraan mereka.
"Oh..dia Vallerie. Dia udah lama suka sama Sean. Tapi selalu ditolak Lex.. hahahaha.." kata Sally sembari menertawai nasib Vallerie.
"hahahaha...kenapa Sean menolaknya Sal ?? Padahal dia cantik loh.." tanya Alexa.
"Loe lebih cantik dari Vallerie Lex. Lagian Vallerie itu murah. Makanya Sean nggak mau hahahaha.." kata Sally. Alexa ikut tertawa mendengar perkataan Sally. Vallerie yang mendengar perkataan Sally menjadi marah. Ia pun melabrak Sally dan Alexa.
"Apa yang loe bilang tadi ??" bentak Vallerie menghadap ke Alexa.
"Gue bilang kalau gue sangat cantik" jawab Alexa santai.
"Loe jangan sok kecentilan yaa !! loe itu anak beasiswa, jangan pernah bermimpi dekat dengan Sean. Sean itu levelnya tinggi, bukan cewek beasiswa kayak loe.." kata Vallerie merendahkan Alexa. Alexa hanya mendengarkan dengan tenang.
"Asal loe tahu, Sean sudah dijodohkan sama gue." kata Vallerie. Alexa sebenarnya terkejut dengan perkataan Vallerie akan tetapi ia menahannya. Ia pun mencoba bersikap santai.
"PeDe banget loe bilang gitu ?? Loe udah ngaca ?? bukannya Sean tidak pernah sekalipun melirik loe ? hahahaha" kata Sally di iringi gelak tawa.
"Sean juga sudah dijodohkan sama gue loh Sall !! Hahahaha..." kata Alexa sambil tertawa terbahak-bahak.
"Beraninya loe ngledekin gue !!!" bentak Vallerie sembari menarik dasi Alexa.
"Emangnya loe siapa ?? Kenapa gue harus takut sama loe ?" tantang Alexa sambil menarik rambut Vallerie. Raut wajah Alexa berubah menjadi dingin saat emosi yang dipendamnya meluap. Sally pun terkejut dengan perubahan ekspresi Alexa. Yuna mencoba melepaskan tangan Alexa dari kepala Vallerie. Akan tetapi
Sally menahan tangan Yuna.
"Loe jangan ikut campur !!! sahabat loe sendiri yang cari gara-gara ke Alexa" kata Sally dengan nada dinginnya. Tanpa menjawab perkataan Sally, Yuna memukul bibir Sally hingga bibir Sally sedikit jontor karena pukulan keras Yuna. Akan tetapi Sally tidak mau kalah dengan Yuna. Sally memukul tepat mengenai mata Yuna.
__ADS_1
"argh.. brengsek !!!!" umpat Yuna.
"Sally.. loe gapapa ?" tanya Alexa yang khawatir dengan sahabat barunya.
"Loe tenang aja Lex, gue baik-baik saja" kata Sally sembari tersenyum tipis menahan rasa sakit di bibirnya.
"Hei...Loe itu kayak kentut. Omongan loe doang yang gede tapi kosong, nggak ada wujudnya. Bau doang yang ada" kata Alexa asal nyeplos. Sally pun tertawa mendengar ocehan Alexa.
"Gue akan percaya kalau loe dijodohkan sama Sean, asal Sean sendiri yang bilang ke gue" kata Alexa dengan tatapan mata yang tajam kepada Vallerie.
"Yuk ke kantin Sall.. gue nggak mau lama-lama sama dia. Bisa-bau kentut nih gue.." kata Alexa mengajak Sally ke kantin karena Jean dan Rose sudah menunggu mereka.
"Dasar Kentut. Bunga kentut !! Hahahahaha" kata Sally sambil tertawa meledek Vallerie kemudian mengikuti Alexa menuju ke kantin.
Di kantin, Sean bersama teman-temanya duduk di belakang meja Jean dan Rose. Sean terlihat celingukan mencari keberadaan Alexa akan tetapi ia tidak menemukan Alexa. Beberapa saat kemudian, Sally dan Alexa tiba di kantin. Sally berpura-pura menangis sambil memeluk Jean.
"Sall.. lipstik loe meluber tuh" kata Rose sembari menunjuk bibir Sally.
"itu bukan meluber Roje. Bibir Sally jadi jontor gara-gara dipukul temannya bunga sekolah" kata Alexa dengan nada yang masih kesal. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo turut menyimak pembicaraan Alexa, Jean, Rose dan Sally.
"Teman yang mana ??" tanya Jean sedikit kesal.
"Yang wajah dan penampilannya kayak emak-emak itu loh Jean" kata Alexa dengan polosnya. Martin, Jonathan dan Kenzo menahan tawa saat mendengar perkataan Alexa.
"Hahahahaha... itu Yuna Lex. Loe jangan terlalu jujur dong Lex.. kata-kata loe sungguh menyakitkan Lex.. hahahaha" kata Rose sambil tertawa.
"Tadi si emak-emak ingin menolong bunga sekolah tapi Sally mencegahnya" kata Alexa.
"Emang si bunga sekolah kenapa Lex sampai si Yuna mau nolongin dia ?" tanya Jean.
"Bunga sekolah dijambak sama Alexa.. hahahahaha.." celetuk Sally sambil melepaskan pelukan Jean dan tertawa dengan puas. Mendengar ucapan Sally, Sean sedikit terkejut. Ia tidak percaya jika Alexa bisa bertindak seberani itu.
"memangnya kenapa Alexa bisa seperti itu ? Padahal kelihatannya kalem gini, tapi ternyata buas juga" tanya Jean.
"Bunga sekolah ngancam Alexa buat jauhin Sean. Padahal kita kan tahu sendiri, kalau Sean lah yang mendekati Alexa." kata Sally.
"Waah... parah banget tuh si bunga sekolah" kata Rose sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan kelakuan buruk bunga sekolah.
"Mulai sekarang jangan panggil dia bunga sekolah!!!" pinta Sally.
"terus mau dipanggil Bunga Desa ?? atau bunga Bank ?" tanya Rose asal nyablak.
"Panggil dia bunga kentut. Alexa sungguh luar biasa guys.. dia loh yang menciptakan panggilan itu. Bunga kentut itu panggilan yang paling cocok untuk dia" kata Sally asal nyeplos. Jean, Rose dan Alexa tertawa mendengar perkataan Sally. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo pun terlihat berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
"Emang gimana asal mulanya dia dipanggil bunga kentut ?" tanya Jean dengan antusias.
"Ceritanya panjang guys.. bunga kentut juga bilang kalau dia sudah dijodohkan sama Sean. Dan dia minta gue jauhin Sean. Jadi, mau ataupun tidak gue harus menjauhi calon suaminya" kata Alexa melebih-lebihkan. Ia sengaja berkata seperti itu karena Sean terus menerus memandangnya sejak ia tiba di kantin.
"Terus loe percaya Lex ?" tanya Rose.
"Percaya lah, secara Bunga kentut cantik gitu" kata Alexa sembari melirik Sean.
"Tunggu Lex.. bukannya tadi loe bilang.." belum sempat Sally menyelesaikan bicaranya, Alexa mencubit Sally terlebih dahulu agar ia tidak menyampaikan yang sebenarnya karena ada Sean di dekat mereka. Mendengar perkataan Alexa, Sean sedikit kecewa. Ia pun memilih kembali ke kelasnya yang kemudian diikuti oleh Martin, Jonathan dan Kenzo.
//////////////
Martin, Jonathan dan Kenzo mengikuti Sean menuju kelas mereka. Kenzo merasa ada yang aneh dengan Sean.
"Sean loe kenapa ? loe gapapa kan ?" tanya Kenzo. Sean hanya diam tanpa menanggapi pertanyaan Kenzo. Kenzo tidak tinggal diam. Ia mencoba mengorek informasi tentang kebenaran perkataan Alexa.
"Memangnya loe beneran dijodohkan sama Vallerie King ?" tanya Kenzo.
"Apa loe percaya dengan kabar itu ?" tanya Sean.
"Gue juga nggak tahu Sean. Tapi bukannya orang tua kalian saling mengenal ya ?" tanya Kenzo yang semakin penasaran.
"Memang gue udah dijodohkan, tapi bukan dengan cewek gatel itu !!" bentak Sean. Martin, Jonathan dan Kenzo saling pandang. Mereka heran karena Sean tiba-tiba marah tidak jelas.
"Kenapa kita yang dimarahi ?" bisik Jonathan kepada Kenzo.
"Gue juga nggak tahu." bisik Kenzo.
"Makanya king. Loe harus sering-sering cerita ke kita agar tidak terjadi salah paham. Cobalah sedikit terbuka sama kita King" saran Martin akan tetapi Sean tidak menjawabnya sama sekali.
Kenzo telah mendapatkan kabar tentang salah satu kelompok mafia lain, ia segera menyampaikannya kepada Sean.
"King... 3 minggu lagi anak buah Steve akan kemari. Gue belum tahu apa yang akan mereka lakukan disini" kata Kenzo.
"Loe tahu dari mana Ken ??" tanya Jonathan.
"Loe lupa, gue adalah hacker kelas kakap bro" kata Kenzo menyombongkan diri.
Steven Marquisse adalah king mafia dari Bloods salah satu kelompok terkuat di negara L. Steve adalah sahabat Sean sejak Sean dinobatkan sebagai King Devils. Akan tetapi Sean dan Steve jarang bertemu kecuali saat berada di acara yang diadakan suatu kelompok.
Vallerie Johnson
__ADS_1
~bersambung~