Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Dendam Samuel


__ADS_3

//////Restoran Steak////////


Steve dan Rachel tiba di restoran steak. Steve sengaja mengajak Rachel ke restoran karena waktu makan siang sudah lewat. Ia khawatir jika Rachel merasa lapar karena belum makan siang. Rachel hanya bisa menuruti semua yang Steve katakan. Suasana diantaranya masih sangat canggung karena mereka baru saja saling mengenal. Sambil menunggu makanan yang dipesan diantarkan ke meja mereka, Rachel dan Steve berbincang singkat.


"Kenapa loe mau dijodohkan sama gue ??" tanya Rachel penasaran.


"jujur aku mau dijodohkan sama kamu karena kerjasama antara perusahaan Papa kamu dan perusahaanku. Tapi ada alasan lain yang membuatku mau dijodohkan sama kamu" kata Steve dengan jujur.


"Alasan lain apa ??" tanya Rachel penasaran.


"setelah melihat foto kamu, aku yakin kamu adalah gadis yang baik. Jadi aku rasa kamu pantas menjadi istriku dan mendampingi hidupku hingga akhir. Kalau kamu gimana ??" tanya Steve. Rachel tersenyum mendengar penjelasan Steve.


"Sebenarnya gue sempat menolak perjodohan ini. Tapi setelah mendapat saran dari teman gue, gue jadi sadar jika pilihan Papa tidak mungkin salah. Dan sekarang gue yakin jika Papa membuat keputusan yang tepat. Sepertinya loe orang yang baik, sopan dan bisa menghormati wanita" jelas Rachel. Steve tersenyum mendengar cerita Rachel.


"Jadi.... sekarang kamu sudah menerima perjodohan ini ??" tanya Steve memastikan keputusan Rachel. Rachel menunduk malu sambil tersenyum kemudian mengangguk dengan pelan. Steve pun turut senang dengan keputusan Rachel.


"Kalau kamu sudah yakin, ***..bolehkah aku meminta kamu menjadi ke..ke..kekasihku ???" tanya Steve ragu dan sedikit malu-malu. Rachel mengangguk dengan pasti. Steve pun tersenyum senang karena kini ia dan Rachel telah resmi berpacaran.


"Umur loe berapa ?? sepertinya perbedaan usia kita tidak terlalu jauh.." tanya Rachel.


"Beda usia kita 5 tahun, aku masih kuliah di semester akhir. Oh.. iya, kita kan sudah resmi berpacaran, tolong manggilnya jangan loe gue ya ??" pinta Steve. Rachel tersenyum dan mengangguk. Saat mereka asyik berbincang, makanan pesanan mereka sudah tiba. Steve meminta Rachel segera memakannya kemudian ia memberi tahu Rachel bahwa ia akan mengajak Rachel jalan-jalan ke taman.


//////////Mansion Keluarga George//////////


Sean dan Alexa telah berganti pakaian. Alexa bergegas mengajak Sean makan siang karena ia merasa sudah sangat lapar. Setibanya mereka di ruang makan, mata Alexa berbinar-binar melihat makanan kesukaannya tersaji di meja. Ia segera duduk dan mengambil makanan untuk Sean kemudian mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mama Nessa duduk bersama Sean dan Alexa untuk menemani keduanya makan siang. Mama Nessa merasa heran melihat porsi makan Alexa yang semakin banyak, akan tetapi Mama Nessa hanya memendamnya dalam hati karena ia tidak ingin putri kesayangannya kesal dan menghentikan makannya.


Saat Sean dan Alexa asyik makan, terdengar suara Papa Kevin yang memanggil-manggil Mama Nessa. Mama Nessa pun bergegas menghampiri dan memberitahu Papa Kevin bahwa putri dan menantu kesayangannya datang berkunjung. Papa Kevin pun bergegas menghampiri Sean dan Alexa.


"Princess cantik Prince tampan Papa akhirnya pulang juga setelah jutaan tahun tidak pulang !!" kata Papa Kevin sembari menghampiri Sean dan Alexa kemudian memeluk keduanya secara bergantian. Sean dan Alexa tersenyum dan saling pandang saat mendengar sindiran Papa Kevin.


"Bagaimana kabar Papa ??" tanya Sean.


"Seperti yang kamu lihat, Papa menjadi muda kembali dan semakin tampan!!" kata Papa Kevin penuh percaya diri sembari mengambil nasi dan menaruh nasi itu di piringnya. Alexa tersedak mendengar jawaban narsis Papa Kevin.

__ADS_1


"Sayang.. lihat tuh anak kamu tersedak mendengar jawaban kamu!!" kata Mama Nessa sembari mengelus punggung Alexa. Papa Kevin pun tertawa saat Mama Nessa memarahinya.


Mereka semua saling bercanda melepaskan rasa rindu mereka. Sean juga menceritakan kepada Papa Kevin tentang istrinya yang berkelahi dengan putri kepala sekolah. Sean khawatir jika Papa Kevin tidak ia beritahu terlebih dahulu, ia akan memarahi Alexa saat pihak sekolah memanggilnya ke sekolah.


Hari sudah mulai gelap. Sean dan Alexa berpamitan kepada Papa Kevin dan Mama Nessa untuk pulang ke Mansion mereka sendiri. Sebenarnya Mama Nessa meminta mereka menginap di Mansion Keluarga George, akan tetapi Alexa menolaknya karena ia ingin tidur di Mansionnya sendiri. Setelah berpamitan, Sean melajukan mobilnya menuju Mansionnya.


////////Markas Fire///////


David duduk menyendiri dan murung di kamarnya karena telah mengetahui kebenaran hubungan Alexa dari mulut Alexa sendiri. Samuel yang baru saja tiba mencari keberadaan David. Ia mencari David di ruang latihan, akan tetapi ia tidak menemukannya. Akhirnya ia mencoba mencarinya di kamar David. Dan benar saja David berada disana. Oleh karena pintu kamar David tidak ditutup, Samuel langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


Samuel terkejut saat melihat David murung dan terlihat jelas gurat kesedihan di wajahnya. Ia meminta David menceritakan apa yang terjadi padanya hingga membuatnya murung seperti ini. Baru kali ini ia melihat David se-rapuh ini. Sebelumnya Samuel tidak pernah melihat David bersedih. Samuel mulai bertanya kepada David tentang apa yang menimpanya. David pun menceritakan semuanya dengan jujur kepada Samuel tentang perasaannya kepada Alexa dan penolakan yang secara tidak langsung Alexa layangkan kepadanya.


Mendengar cerita David, kekesalan Samuel kepada Alexa semakin dalam. Pertama Alexa telah memukul Vallerie, kekasihnya, hingga wajah Vallerie lebam dan yang kedua, Alexa membuat David, sahabat dan juga sepupunya patah hati hingga hilang semangat. Ia bertekad akan membalas semua perlakuan Alexa atas apa yang menimpa kedua orang terdekatnya. Ia memberi semangat kepada David bahwa wanita tidak hanya Alexa, ia menyarankan agar mencari wanita lain yang lebih baik dari Alexa.


"Alexa bukanlah gadis yang baik Vid.. lebih baik loe jauhi dia" saran Samuel.


"Alexa itu gadis baik Sam. Bahkan Alexa lebih baik daripada Vallerie. Alexa adalah gadis yang sempurna. Tidak ada wanita sesempurna Alexa" kata David sambil tersenyum.


"Bisa-bisanya loe membelanya dan membandingkannya dengan Vallerie ??? Loe ingat Vid, gue akan buat perhitungan kepada siapa saja yang mengganggu orang terdekat gue" kata Samuel kemudian meninggalkan kamar David.


Samuel mengumpulkan beberapa orang anak buahnya. Ia meminta mereka untuk membalas perbuatan Alexa dengan mengerjainya. Ia memberikan instruksi tentang apa yang harus anak buahnya lakukan besok. Setelah anak buahnya faham dengan instruksi Samuel, Samuel meminta mereka mempersiapkan apapun yang diperlukan untuk balas dendam kepada Alexa. Anak buah Samuel pun berhamburan pergi menyiapkan segala keperluan untuk besok.


////////Mansion Sean dan Alexa////////


Jean, Rose dan Sally datang berkunjung ke Mansion Sean dan Alexa. Mereka khawatir dengan Alexa setelah perkelahiannya dengan Vallerie. Akan tetapi, kedatangan mereka sia-sia karena Sean dan Alexa belum pulang sejak tadi pagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


Saat hendak naik ke mobil, mereka melihat mobil Sean sudah memasuki Mansionnya. Mereka pun mengurungkan niatnya untuk kembali pulang dan menemui Alexa yang baru datang. Melihat teman-temannya datang berkunjung, Alexa bergegas turun dari mobil dan menghampiri ketiga sahabatnya.


"Kalian sudah lama disini ya ?? maaf ya, gue tadi ke Mansion Mama dulu baru pulang.." kata Alexa.


"Tapi loe baik-baik saja kan Lex ??" tanya Jean.


Alexa hanya mengangguk kemudian meminta sahabatnya masuk kedalam Mansion dan mengajak mereka makan malam sekalian. Jean, Rose dan Sally menawari Sean makan malam bersama, akan tetapi Sean menolak mereka dengan nada dinginnya. Melihat sikap dingin Sean, sahabat Alexa pun protes kepada Alexa.


"Kenapa dia menolaknya seperti itu ?? dia bisa kan menolak secara halus ??" tanya Sally tidak terima.

__ADS_1


"Sean itu hanya bersikap lembut kepada Alexa !!!!" kata Jean.


"Memangnya apa sih rahasia menjinakkan kulkas seribu pintu seperti Sean Lex??" tanya Rose.


"Kalian mau tahu ?????" tanya Alexa yang semakin membuat Jean, Rose dan Sally penasaran.


Jean, Rose dan Sally mengangguk sangat antusias.


"ini rahasianya !!!!" kata Alexa sembari membusungkan dada dan memegang dua gunung kembarnya. Jean, Rose dan Sally syok saat melihat tingkah konyol Alexa.


"Lex ??? loe sehat kan ???" tanya Sally.


"Kok loe jadi mesum gini sih ???" tanya Jean yang tidak habis fikir dengan tingkah sahabatnya.


"Memang ini rahasianya !!!! Gue beri dia ***** sebelum tidur, bangun tidur, sebelum makan, setelah makan, sebelum mandi, setelah mandi, sebelum berangkat sekolah dan pulang sekolah. Itulah ritualnya guys.." kata Alexa pura-pura serius.


Mulut Jean, Rose dan Sally menganga mendengar penjelasan Alexa. Alexa menepukkan telapak tangannya di depan wajah Jean, Rose dan Sally yang masih terbengong karena syok mendengar cerita Alexa. Jean, Rose dan Sally pun tersadar setelah Alexa menepuk kedua telapak tangannya di depan wajah mereka.


"Loe serius Lex ???" tanya Rose. Alexa mengangguk dengan pasti.


"Loe gila Lex.. benar-benar gila !!! ritual loe tidak masuk akal !!!!" kata Jean.


"Yang gila itu kalian, kenapa kalian percaya dengan semua perkataan gue !!!! hahahahaha..." kata Alexa di iringi gelak tawa.


Jean, Rose dan Sally menjadi kesal karena Alexa telah mengerjai mereka. Mereka pun berpamitan pulang setelah selesai makan. Akan tetapi Alexa menahan mereka.


"Hei.. apakah kalian tidak ingin membungkus makanan ini ??!!!" teriak Alexa menawarkan makanan di meja makan kepada ketiga sahabatnya. Jean, Rose dan Sally berhenti seketika. Mereka tersenyum kemudian berbalik dan berjalan ke arah meja makan.


"Ya.. mau lah.. makanan di rumah loe kan lezat banget Lex.. hahahaha..." kata Rose.


"iya bener banget, sekali-sekali perbaikan gizi lah..hehehehe.." sahut Jean.


"Lumayan, tidak perlu keluar uang buat beli makanan.. hehehehe..." kata Sally.


Alexa hanya tersenyum mendengar ocehan ketiga sahabatnya. Setelah membungkus makanan, Jean, Rose dan Sally pulang ke rumah mereka masing-masing. Tanpa Alexa sadari, Sean mendengar semua pembicaraan Alexa dan teman-temannya. Ia tersenyum penuh arti.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2