Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Devils vs Wolfs


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi. Jean segera menggandeng Alexa ke parkiran. Sedangkan Sally dan Rose sudah berlari ke parkiran terlebih dahulu. Sean melihat sekilas saat Jean membawa pergi Alexa. Jean, Alexa, Sally dan Rose berangkat menuju Star Cafe.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di Star Cafe. Jean, Sally dan Rose masuk kedalam cafe. Sedangkan Alexa ke toilet terlebih dahulu sebelum masuk kedalam. Di seberang meja mereka, ada seorang cowok seperti mahasiswa yang melihat ke arah Jean, Sally dan Rose.


"Sepertinya mereka satu sekolah dengan Sean" batin Ferro sembari tersenyum.


Alexa masuk kedalam cafe setelah menyelesaikan ritual buang air kecilnya. Ia menoleh kesana kemari mencari ketiga sahabatnya berada. Kehadiran Alexa tidak luput dari mata elang Ferro. Ia sangat takjub dengan kecantikan Alexa.


"Gila !!! Nih cewek cantik banget. Tipe gue banget ini.." batin Ferro sambil tersenyum.


Setelah menemukan Jean, Sally dan Rose, Alexa segera menghampiri mereka. Saat berjalan menuju meja Jean, Sally dan Rose, langkah Alexa terhenti karena ada seorang lelaki menghadang jalannya. Alexa pun bingung dengan maksud cowok didepannya.


"Hai.. gadis, kenalan dong, gue Ferro" kata Ferro sembari mengulurkan tangannya kepada Alexa.


"Sorry, gue buru-buru !!!" jawab Alexa singkat kemudian melewati Ferro dan bergegas menghampiri ketiga sahabatnya.


Dari kejauhan, Jean, Sally dan Rose menyaksikan Alexa yang sedang menolak seseorang. Mereka salut dengan sahabat mereka karena berani menolak cowok tampan yang mengajaknya berkenalan.


"Huuuuft..." keluh Alexa sembari duduk disamping Jean.


"Lex.. cowok yang tadi mengajak loe kenalan bukannya sangat tampan ya ? Kenapa loe menolaknya Lex ??" tanya Rose sembari menyuapkan bakso kesukaannya kedalam mulutnya.


"Banyak cowok tampan tapi ujung-ujungnya nyakitin Roje. Mending cowok yang biasa aja tapi baik dan tulus menyayangi kita." kata Alexa sambil menuangkan sambal kedalam mangkok baksonya.


Jean, Alexa, Sally dan Rose mengobrol dengan asyik sambil makan bakso. Tak lama kemudian, Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo masuk kedalam cafe bersama Darren, Zayn dan penyusup yang berhasil dilumpuhkan. Obrolan antara Jean, Alexa, Sally dan Rose terhenti saat mereka melihat Sean dan teman-temannya masuk ke dalam Cafe.


Sean segera mendatangi meja tempat Ferro berada, sedangkan Martin, Darren, Jonathan dan Kenzo berada di meja lain. Mereka belum menyadari jika dalam jarak dua meja dari tempat mereka, ada Jean beserta gengnya. Zayn menyeret paksa anak buah Ferro yang sudah babak belur karena dipukuli dirinya, Darren dan Thomas selama berada di Markas 666. Ia dorong dengan keras anak buah Ferro hingga tersungkur dibawah kaki Ferro. Zayn duduk dibelakang Alexa setelah mendorong anak buah Ferro hingga tersungkur.


"King.. tolong gue King.. gue belum mau mati King!!" rintih anak buah Ferro.


"Tapi loe sudah tidak berguna buat gue!!" kata Ferro dingin.


Ferro mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya. Ia membungkam hidung anak buahnya hingga anak buahnya tewas seketika. Sean yang menyaksikan kejadian itu hanya tersenyum santai.


"Apa maksud loe mengirim anak buah loe ke perusahaan gue ?" tanya Sean dingin.


"gue cuma pengen lihat perusahaan loe bangkrut aja !!" kata Ferro sambil tersenyum mengejek. Sean hanya menyunggingkan senyuman seperti sedang merendahkan Ferro.


Di sisi meja lain, Alexa dan teman-temannya bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Sean dan Ferro. Mereka saling pandang sembari memakan bakso dengan santai.


"Mereka sedang berkelahi ya ?? Kenapa mereka tidak menolong orang yang pingsan itu ? Kenapa mereka membiarkannya berbaring di lantai ??" tanya Alexa yang didasarkan pada penglihatannya saat ini.


"Kayaknya sih gitu... tapi kita tidak boleh ikut campur urusan mereka Lex" kata Jean sambil memperingatkan teman-temannya.


"Ngapain sih mikirin mereka ?? mending kita makan bakso, kenyang !!!!" kata Rose yang hampir menghabiskan dua mangkok bakso.


"Rojeee kenapa di otak loe yang difikirkan makan mulu sihh !!" kata Sally yang sangat kesal dengan Rose.


"Iya nih.. Roje udah seperti sapi betina yang punya 6 lambung. Dimasukin apa aja muat !!! hahahahaha..." ledek Alexa.

__ADS_1


Sally dan Jean tertawa seketika saat mendengar ocehan Alexa. Rose terlihat sangat kesal.


"Alexa... loe tega banget nyamain gue sama sapi ???" kata Rose yang tidak terima dikatai Alexa.


Jean, Alexa dan Sally tertawa semakin keras. Sean yang mendengar suara tawa cewek dari meja samping menjadi tidak fokus. Begitupun Ferro yang juga hilang fokus. Mereka semua menatap ke arah Jean dan gengnya. Sean sedikit terkejut saat melihat Alexa dan teman-temannya sedang tertawa cekikikan.


"Ssssssstttttt....!!!! Menganggu banget sih !!!!!" Zayn menempatkan telunjuknya di depan bibir dan meminta Alexa dan teman-temannya mengecilkan suara mereka karena suara mereka akan mengganggu pertemuan Sean dan Ferro.


"Heiiiii...jangan ngegas dong. iler loe muncrat ke gue nih... jorok banget sihh !!!!!" kata Alexa yang kesal sambil mengelap wajah dan tangannya yang terkena semburan ludah Zayn. Wajah Zayn seketika berubah menjadi merah karena malu. Baru kali ini ia dipermalukan oleh seorang wanita.


Martin, Kenzo, Jonathan, Darren, Ferro, Jean, Sally dan Rose tidak dapat menahan tawanya saat mendengar omelan Alexa. Bahkan Sean pun terlihat menyunggingkan senyumnya saat mendengar ocehan Alexa.


"Brengsekk loe !!!" umpat Zayn.


"Apa looee !!!!" jawab Sally sambil berdiri menghadap Zayn karena tidak terima Zayn mengumpat kepada sahabatnya.


Sean kembali bertanya kepada Ferro tentang alasannya mengirimkan penyusup. Darren menjelaskan bahwa penyusup yang dikirimkan oleh Ferro hampir berhasil mendapatkan chip rahasia Kelompok Mafia Devils yang berada di brankas ruang kerja Sean. Ia hendak memberikan chip itu kepada Ferro agar Kelompok Mafia Devils runtuh.


Sean mencoba menahan amarahnya saat mendengar penjelasan Darren. Meskipun Darren menjelaskan tentang penyusup itu, pandangan Ferro masih tidak bergeming dari Alexa. Ia benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alexa


"Sean.. dia satu sekolah sama loe kan ? Kenalin ke gue dong. Gue bersumpah tidak akan mengusik loe dan kelompok loe jika gue berhasil mendapatkan cewek itu" kata Ferro.


Sean menoleh ke arah Alexa. Entah kenapa hati Sean menjadi sakit saat Ferro memandangi Alexa. Ingin sekali ia mencekik Ferro saat melihatnya memandangi Alexa. Akan tetapi ia mencoba menahan emosinya.


"Loe jangan macem-macem bangsat !!!!" bentak Martin.


"Oke.. kalau mulut kotor loe itu tidak memberikan jawaban, mending gue aja yang pilih sendiri" kata Ferro sembari berdiri dari tempat duduknya.


Ferro berjalan menuju meja Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo melihat ke arah Alexa kemudian melihat Sean. Mereka juga ingin menyaksikan reaksi king mereka saat Ferro mencoba mengganggu Alexa. Ferro hendak mendekati Alexa yang sedang asyik mengobrol bersama teman-temannya.


"selangkah saja loe mendekati dia. Loe akan menyesal bangsat !!!!!" kata Darren yang juga mulai tersulut emosi.


Sean yang sedari tadi menahan emosinya kini sudah tidak bisa lagi membendungnya. Darahnya terasa mendidih saat melihat Ferro mulai mendekati Alexa. Ferro sudah berada di depan meja Alexa. Alexa, Jean, Sally dan Rose melihat ferro yang berdiri di depan mereka.


"Yuk ikut gue.." ajak Ferro sembari mengulurkan tangannya kepada Alexa. Alexa bingung karena tidak mengerti maksud dari lelaki di depannya.


"Berani loe menyentuhnya, loe akan berhadapan dengan gue!!!!" bentak Sean.


Suara Sean menggema hingga seisi ruangan. Semua orang yang berada disana terdiam karena suasana menjadi hening dan tegang. Martin, Jonathan, Zayn, Kenzo dan Darren mengangkat pistol mereka dan mengarahkannya kepada Ferro.


"hahahaha.. Sean..Sean.. bukannya loe tidak menyukai wanita ? Kenapa reaksi loe seperti itu ??? Atau jangan-jangan loe...." belum sempat Ferro menyelesaikan perkataannya, Sean sudah terlebih dahulu mencengkeram rahang Ferro. Sean meminta para cewek pergi dari cafe sebelum mereka terjebak perang antara Kelompok Mafia Devils dan Kelompok Mafia Wolfs. Jean, Alexa, Sally dan Rose pun bergegas pergi sesuai dengan perintah Sean.


"Aaarrrghh... bangsat !!!!!!" umpat Ferro kemudian memukul perut Sean dengan keras. Sean sedikit terdorong akibat pukulan keras dari Ferro.


Ferro memberikan komando kepada anak buahnya agar segera menyerang Devils. sebanyak 17 orang Anak buah Ferro tiba-tiba muncul dari seluruh penjuru cafe. Mereka mengangkat senjatanya dan mengarahkan kepada Sean. Martin pun memanggil pasukannya untuk membantai anak buah Ferro.


Dari depan cafe, 5 orang anak buah Ferro juga mulai menampakkan diri. Mereka mencoba menangkap Jean, Alexa, Sally dan Rose. Alexa, Jean, Sally dan Rose kini terjebak dan tidak bisa keluar dari cafe karena anak buah Ferro menghadang mereka.


"Bagaimana ini Sall ?? Loe kan jago berantem ?? loe lawan mereka gih... gue takut banget Sall" kata Rose sambil menangis karena ketakutan.

__ADS_1


"Jago sih jago Roje, tapi ini 5 orang loh.. Bisa-bisa gue masuk kuburan kalau gue lawan mereka dengan tangan kosong" jawab Sally yang juga mulai panik.


"Kita kembali masuk gimana ?? setidaknya ada teman kita yang mau melindungi kita" saran Jean. Mereka semua setuju dengan pendapat Jean. Mereka pun kembali masuk kedalam Cafe.


Mereka terkejut dan panik setelah melihat Martin menembak anak buah Ferro dengan kecepatan angin, Kenzo yang menusuk anak buah Ferro dengan anak tombak, Darren dan Zayn yang memukuli anak buah Ferro dengan brutal dan Jonathan yang menyemprotkan cairan seperti parfum yang menyebabkan anak buah Ferro tewas dengan cepat. Sean dan Ferro saling mencekik satu sama lain.


Jean, Alexa, Sally dan Rose tidak menyadari jika mereka diikuti oleh 5 anak buah Ferro yang menghadang mereka di pintu keluar. Jarak 2 langkah dari belakang, anak buah Ferro mulai menangkap Jean dan teman-temannya. Jean, Alexa, Sally dan Rose menoleh ke belakang. Mereka terkejut karena anak buah Ferro tiba-tiba muncul di belakang mereka. Sally mulai menunjukkan kemampuan bela dirinya. Rose memukuli anak buah Ferro dengan tas dan sesekali mencubit bagian tubuh anak buah Ferro, Jean memanfaatkan kuku panjangnya untuk mencakar wajah anak buah Ferro hingga darah mengalir deras dari wajah anak buah Ferro.


Saat melihat Sean dicekik oleh Ferro, hati Alexa terasa sangat sakit. Ia pun segera menghampiri Sean dan Ferro kemudian mencoba melepaskan tangan Ferro dari leher Sean.


"Alexa, loe keluar sekarang !!! Jangan ikut campur urusan gue !!!" bentak Sean.


"Enggak.. gue nggak bisa membiarkan loe dipukuli orang Sean." kata Alexa sembari mencoba melepaskan tangan Ferro dari leher Sean.


"Brengsek !!!!!" umpat Ferro yang kemudian mendorong Alexa hingga Alexa jatuh tertimpa meja cafe.


"Alexa...!!!!!!!" teriak Sean. Sean menendang perut Ferro dengan keras hingga Ferro terpental dan jatuh. Ia segera menolong Alexa yang masih tertimpa meja.


"Alexa.. loe gapapa ??" tanya Sean sembari memeluk Alexa dengan erat. Sean sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada Alexa. Alexa hanya mengangguk menahan rasa sakit di punggungnya akibat terbentur meja. Sean mencoba membantu Alexa berdiri.


"Se..Sean.. awas..!!!!!" teriak Alexa. Tiba-tiba Ferro bangkit dari tempatnya. Ia mengambil kursi untuk memukul Sean.Oleh karena Alexa sudah memberitahunya, Sean berhasil menghindar bersama Alexa.


"Loe tunggu disini dulu. Jangan lakukan apapun yang membahayakan diri loe" pesan Sean kepada Alexa. Alexa hanya mengangguk dan menuruti perintah Sean.


Jonathan membantu Rose yang menghadapi dua orang anak buah Ferro. Ia menyemprotkan ramuan racun tepat di hidung anak buah Ferro. Dalam waktu 15 detik, anak buah Ferro tewas.


"Jojo.. hiks..hiks..aku takut banget hiks..hiks.." kata Rose sambil menangis.


"kamu tenang yaa.. selagi ada aku mereka tidak akan mengganggu kamu" kata Jonathan sambil memeluk Rose yang ketakutan


Martin membantu Jean yang kesulitan melawan satu orang anak buah Ferro. Dengan satu tembakan tepat di kepala, anak buah Ferro tewas seketika. Jean terkejut melihat Martin membunuh orang.


"Mar..martin.. lo..loe.. mem..membunuhnya ???" tanya Jean yang sangat syok.


"Kalau gue tidak membunuhnya, dia yang akan membunuh loe Jean !!!" kata Martin. Jean terlihat syok menyaksikan pembunuhan dengan mata kepalanya sendiri. Martin memeluk dan mencoba menenangkan Jean. Jean pun membalas pelukan Martin. Martin merasakan ada sesuatu yang kenyal dan menonjol saat memeluk Jean.


"Waah..dada Jean empuk banget" batin Martin sembari tersenyum menikmati pelukannya dengan Jean.


Sally kuwalahan melawan dua anak buah Ferro. Ia hendak memukul salah satu anak buah Ferro, akan tetapi belum sempat ia memukul, ia di tendang terlebih dahulu oleh anak buah Ferro yang lainnya. Anak buah Ferro mengambil pisau dari saku celananya dan hendak menusuk Sally. Tiba-tiba Kenzo melindungi Sally dari tusukan anak buah Ferro.


Darah mengalir dari lengan Kenzo yang terkena tusukkan pisau. Sally terkejut saat melihat darah Kenzo membasahi kaos putih yang Kenzo kenakan saat ini. Dengan cepat, Kenzo menusuk dua anak buah Ferro menggunakan mata tombaknya hingga tewas.


"Kenzo.. loe gapapa ?? ayo kita ke rumah sakit sekarang" ajak Sally yang panik karena melihat wajah Kenzo yang kini menjadi pucat. Sally membawa Kenzo ke rumah sakit agar Kenzo mendapatkan perawatan medis.


Ferro Eugene, King of Wolfs



~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2