
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Sean dan Alexa akhirnya tiba di SA Company. Sean mengajak Alexa istirahat di ruangannya. Alexa bergegas masuk ke ruang pribadi Sean dan merebahkan dirinya di tempat tidur. Sean tersenyum melihat Alexa kemudian mengungkung tubuh Alexa yang sedang tiduran hingga Alexa tidak bisa menghindar.
Alexa tersenyum kepada Sean. Sean pun tersenyum sembari menyingkirkan rambut Alexa yang menutupi wajah cantiknya. Tanpa Sean sadari, ia menciumi tiap inci wajah cantik Alexa. Tangan Alexa secara refleks membuka kancing baju Sean. Sean pun membuka kancing baju Alexa. Ciuman yang semula di wajah Alexa kini beralih ke leher Alexa. Tak lupa Sean meninggalkan jejak kepemilikan di tengkuk Alexa.
"Sayang.. kita di kantor loh.." kata Alexa mengingatkan agar Sean menghentikan aksinya.
"Kamu sih.. pakai acara melepas kancing baju aku segala. Jadinya aku terbawa suasana kan.." kata Sean sambil mencubit hidung Sean.
"Hahaha.. adik kecil, sabar yaa.. nanti malam kamu akan masuk ke kandang kok..hahaha.." kata Alexa sembari mengelus junior Sean.
"Sayaaang.. kamu jangan macam-macam, atau kamu mau aku makan sekarang ?!!?" ancam Sean.
Sean ingat bahwa ia telah membeli cincin untuk Alexa. Ia pun mengambil cincin di sakunya kemudian memberikan cincin berlian itu kepada Alexa. Alexa terkejut karena tiba-tiba Sean memberikan cincin berlian dan memasangkannya di jari manisnya. Tampak kebahagiaan di mata Alexa. Ia tunjukkan kepada Sean cincin berlian yang telah terpasang di jarinya. Alexa mencoba melepas cincin berlian pemberian Sean, akan tetapi cincin itu sulit terlepas.
"Sayang.. cincin ini kekecilan untuk jari aku." kata Alexa sembari mencoba melepaskan cincin di jari manisnya.
"Oh ya ?? kenapa tadi aku tidak memperhatikan ukuranya ?? kenapa aku bodoh sekali sayang.." kata Sean sambil melihat Alexa melepaskan cincin
Tiba-tiba wajah Alexa berubah menjadi panik karena cincin tidak kunjung lepas dari jarinya. Sean mulai membantu Alexa melepaskan cincin.
"Sayang.. jangan terlalu dipaksakan.. sakit sayaaaang.." keluh Alexa.
"Iya..iya.. aku akan pelan-pelan sayang.." kata Sean sembari membantu Alexa melepaskan cincin di jari manisnya.
Tuan Leon dan Rachel telah tiba di SA Company. Darren menyambut dan mengantar mereka menuju ke ruangan Sean. Darren mempersilahkan Tuan Leon dan Rachel masuk ke ruangan Sean. Saat mereka semua masuk ke dalam ruangan Sean, mereka tidak mendapati Sean berada di tempat kerjanya. Akan tetapi Darren, Tuan Leon dan Rachel mendengar suara seseorang dari kamar pribadi di dalam tempat kerja Sean. Mereka mendengarkan suara lirih dari kamar pribadi Sean dengan seksama.
"Aargh.. sayang..sakit.." teriak Alexa yang merasakan sakit di jarinya.
"Kenapa sempit sekali sih !!!!" kata Sean dengan nada kesalnya.
"Sayang.. lihat nih.. sampai memerah gini.. ini sakit sekali sayang.. kalau bengkak gimana ??" kata Alexa dengan manja.
"Sabar ya sayang.. aku oleskan sabun dulu ya siapa tahu akan memudahkan kita" kata Sean. Sean mengoleskan sabun di jari Alexa kemudian menariknya dengan kuat.
"Aaaargh.. Sean sakiiit.." teriak Alexa sambil menarik rambut Sean.
"Argh.. sayang.. lepaskan tangan kamu atau aku masukkin lagi nih !!!" kata yang Sean yang kesakitan karena rambutnya ditarik Alexa.
"Jangan..!!! aku sudah tidak sanggup menahan sakit ini Sean!!!" tolak Alexa. Sean tertawa mendengar penolakan Alexa.
__ADS_1
Tuan Leon, Darren dan Rachel terbengong mendengar percakapan Sean dan Alexa. Mereka bertiga saling tukar pandang mencerna percakapan Sean dan Alexa.
"Tuan Darren, apakan Tuan Sean sedang bermain dengan seorang wanita??" tanya Tuan Leon yang penasaran. Darren hanya mampu tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Tuan Leon karena ia tidak tahu bagaimana cara ia menjawab pertanyaan Tuan Leon. Sementara Rachel masih bingung dengan suara yang ia dengar.
Darren merasa bersalah karena ia lupa mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Sean. Saat mereka sibuk mencerna suara yang mereka dengar, pintu kamar pribadi Sean terbuka. Keluarlah lelaki tampan dengan rambut berantakan dan pakaian yang sebagian kancingnya terbuka. Darren, Tuan Leon dan Rachel semakin tidak percaya dengan apa yang mereka lihat karena tidak biasanya Sean berpenampilan seperti demikian.
"Maaf membuat kalian menunggu" kata Sean dengan nada dinginnya sambil mengancingkan bajunya yang terbuka.
"Jus..justru kami yang meminta maaf tuan karena kami datang di waktu yang tidak tepat." kata Tuan Leon sedikit menyesal.
"Tidak tepat bagaimana Tuan ? Saya sudah menunggu anda sedari siang tadi." kata Sean.
Rachel hanya diam dan memandang Sean dengan intens. Ia masih tidak percaya jika Sean bisa tertawa bersama wanita selain dirinya. Tiba-tiba Alexa keluar dari kamar pribadi Sean. Sean tersenyum melihat Alexa yang sedang menuju ke arahnya. Tuan Leon dan Rachel terlihat bingung dengan kehadiran Alexa. Oleh karena tidak ada tempat duduk yang tersisa, Sean meminta Alexa duduk di pangkuannya. Hal itu membuat hati Rachel menjadi sakit. Alexa pun menuruti perintah Sean. Sebenarnya ia juga ingin memamerkan kemesraannya dengan Sean kepada Rachel.
"Kenalkan, dia Alexa Georgia, istri saya.." kata Sean memperkenalkan Alexa. Alexa pun mengulurkan tangannya kepada Tuan Leon dan Rachel secara bergantian. Bagai ditikam dengan pisau beracun, hati Rachel kini hancur setelah Sean memperkenalkan Alexa sebagai istrinya.
"Loe jangan bercanda Sean, wanita ini tidak pantas menjadi istri loe. Dia wanita kasar Sean !!! Loe tahu sendiri kan kemarin dia menarik rambut gue dengan sembarangan" kata Rachel tidak terima.
"Sayang..apakah aku wanita kasar ??" tanya Alexa kepada Sean dengan nada manjanya. Sean tersenyum dan menggeleng.
"Dia wanita yang gue cari selama ini. Dialah satu-satunya wanita yang gue cintai Chel. Alexa berbuat seperti itu karena dia cemburu saat loe sembarangan meluk gue.." jelas Sean.
Rachel tidak mampu lagi membendung air matanya. Ia menangis karena kecewa, cemburu sekaligus sakit hati karena telah mengetahui kenyataan tentang Sean. Ia pun pergi meninggalkan Tuan Leon yang masih berada di ruang kerja Sean. Tuan Leon hendak mengejar Rachel.
"Baik Tuan.. maaf saya harus menemui putri saya sekarang Tuan." kata Tuan Leon. Sean mengangguk dengan arrogan. Tuan Leon pun bergegas menyusul kepergian Rachel. Tuan Leon tahu jika saat ini Rachel sedang bersedih.
Alexa bergegas turun dari pangkuan Sean karena sandiwaranya telah usai. Sean mencoba menahannya, akan tetapi Alexa menginjak kaki Sean sehingga Sean lengah dan Alexa berhasil beranjak dari pangkuannya. Sean dan Alexa melihat Darren yang hanya diam menatap Sean dan Alexa bergantian.
"Hei.. ada apa Darren ??? adakah yang salah dengan kita ??!!" tanya Alexa bingung.
"King.. loe itu presdir, kenapa loe harus Making Love di kantor ? Gue malu karena Tuan Leon dan Rachel mendengar suara erotis kalian !!" kata Darren kesal.
"Siapa yang Making Love ?" tanya Sean dengan nada dingin khas dirinya.
"Kalian berdua kan !! Bahkan loe tadi keluar dengan keadaan super berantakan King !!!" tuduh Darren.
"Sorry Darren, loe jangan salah faham dulu. Kita tidak melakukan apapun kok." jelas Alexa.
"Kalian jangan bohong.. sampai bilang pakai sabun segala biar mudah. Belum lagi Alexa yang merintih menahan kenikmatan." kata Darren asal nyeplos. Sean dan Alexa sangat kesal dengan tuduhan Darren.
__ADS_1
"Nih loe liat.. tadi Sean memasang cincin di jari gue, cincin itu terlalu kecil hingga tidak bisa lepas dari jari gue. Sean membantu gue melepas cincin menggunakan sabun biar mudah melepasnya." jelas Alexa sambil menunjukkan jarinya yang memerah.
"Ja..jadi suara "Aargh.." yang gue dengar itu bukan kata untuk mengekspresikan kenikmatan, melainkan rasa sakit ?" tanya Darren ragu sekaligus malu.
"Loe terlalu mesum Darren. Makanya cari pasangan biar ada pelampiasan untuk otak mesum loe !!!" kata Sean kemudian mengajak Alexa pulang. Darren tersenyum dengan wajah yang dipenuhi rasa malu.
Alexa mengingatkan Sean untuk menemui Mama Ivanka terlebih dahulu sebelum pulang ke Mansion. Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa tiba di Mansion Keluarga Astin. Kebetulan Mama Ivanka berada di Taman sehingga Sean dan Alexa tidak perlu masuk kedalam Mansion untuk menemui Mama Ivanka. Alexa menyapa Mama Ivanka yang sedang memotong bunga untuk hiasan di dalam Mansion.
"Eh.. sayang.. kamu disini ??" kata Mama Ivanka sambil memeluk Alexa.
"Iya Ma.. Sean ingin bicara sama Mama.." kata Alexa sembari menarik Sean hingga di depan Mama Ivanka.
"Untuk apa kamu kemari tukang mabuk??? Saya tidak mengenal anda !!" tanya Mama Ivanka dengan nada kesal.
"Jangan bilang gitu dong Ma.. aku mau minta maaf sama Mama..Aku tidak sengaja berbuat kasar sama Mama. Maafkan aku ya Ma..??" kata Sean dengan kepala menunduk menyesali perbuatannya.
Mama Ivanka membuang muka dan mengacuhkan Sean. Sean semakin menyesal karena telah berbuat kasar kepada Mamanya. Ia memeluk Mama Ivanka dengan erat. Mama Ivanka pun tersenyum. Baru kali ini Sean memeluknya dengan manja.
"Ma.. maaf yaa..." kata Sean dengan manja. Mama Ivanka melepaskan pelukan Sean. Ia mengangguk dan tersenyum. Mama Ivanka telah memaafkan Sean.
"Kalau kamu mengulanginya lagi, Mama tidak akan memaafkan kamu!!!" ancam Mama Ivanka. Sean tersenyum dan mengangguk. Sean memberitahu Mama Ivanka bahwa nanti malam ia dan Alexa akan pergi ke kota D.
"Jangan lupa, obat itunya diminum yaa.." kata Mama Ivanka. Sean dan Alexa mengangguk.
Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa berpamitan pulang karena mereka harus bersiap-siap untuk berangkat ke kota D nanti malam. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Sean dan Alexa tiba di Mansion mereka. Mereka bergegas bersiap kemudian berangkat ke kota D dengan menggunakan jet pribadi keluarga Astin.
/////////////////
Samuel menemani Vallerie membeli gaun untuk pesta ulang tahunnya. Samuel memperlakukan Vallerie dengan sangat baik sehingga Vallerie merasa sangat nyaman berada di dekat Samuel. Meskipun demikian, hati Vallerie masih setia untuk Sean.
"Val.. gue mau ngomong sesuatu sama loe" kata Samuel ragu.
"Bilang aja Sam.. loe mau ngomong apa ?" tanya Vallerie.
"Sebenarnya gue cinta sama loe sejak pertama kali gue melihat loe. Gue juga berharap loe punya perasaan yang sama seperti apa yang gue rasakan. Vallerie, apa loe mau jadi pacar gue ??" kata Samuel.
Sejenak Vallerie terkejut karena Samuel menyatakan cintanya secara tiba-tiba. Akan tetapi ia juga tidak ingin menolak pernyataan cinta Samuel. Ia tidak ingin menyakiti hati Samuel yang selama ini baik terhadapnya.
"Baiklah.. gue mau jadi pacar loe Sam.." kata Vallerie sambil tersenyum manis. Samuel sangat bahagia dengan jawaban Vallerie. Ia pun memeluk Vallerie dengan erat.
__ADS_1
"Aku berjanji akan melindungimu sayang" kata Samuel sambil mencium kening Vallerie. Vallerie hanya menyunggingkan senyum manisnya karena ia tidak tahu apakah ia melakukan hal yang benar atau tidak.
~bersambung~