Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Berangkat Bersama


__ADS_3

Mentari pagi yang cerah menyambut aktivitas pagi Sean Astin yang masih asyik menikmati hangatnya selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya. Semenjak menemukan Gia, Sean tidak lagi bermimpi buruk. Ia pun enggan bangun dari tidur nyenyaknya.


Alarm yang ia atur pada ponselnya berbunyi sangat nyaring hingga memaksanya bangun dari tidurnya. Ia melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 07.00. Ia lupa bahwa ia telah berjanji menjemput Alexa saat berangkat sekolah. Sean bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


Dari Ruang Makan, Mama Ivanka memanggil Sean untuk mengajaknya sarapan bersama. Sean pun segera menyelesaikan ritual bersiapnya kemudian turun ke Ruang Makan. Terlihat Papa Robbert sudah bersiap hendak pergi ke kantor. Ia menyapa Sean yang sedang duduk di Ruang Makan.


"Tumben kamu kelihatan fresh Sean ??" tanya Papa Robbert. Sean hanya diam dengan aura dingin khas dirinya.


"Iya dong Pa, pujaan hatinya sudah kembali" kata Mama Ivanka.


Sean berdiri seketika saat Mama Ivanka menyebut kata pujaan hati. Ia baru ingat bahwa hari ini ia akan menjemput Alexa dan pergi ke sekolah bersama.


"Ada apa ??" tanya Mama Ivanka yang terkejut karena Sean tiba-tiba berdiri.


"Aku janji mengajak Alexa berangkat bersama Ma" kata Sean yang kini mulai panik karena takut Alexa akan marah kepadanya.


Sean bergegas ke garasi dan meluncur menuju ke Mansion keluarga George tanpa sarapan terlebih dahulu. Papa Robbert dan Mama Ivanka tersenyum senang karena putranya yang dulu telah kembali meskipun masih ada aura dingin dalam diri Sean.


//////////////////


Alexa terbangun saat Papa Papa Kevin dan Mama Nessa berangkat ke Negara S pada pukul 04.00. Sebenarnya Alexa keberatan jika Papa Kevin dan Mama Nessa berangkat keluar negeri. Akan tetapi ia tidak boleh egois, ia harus belajar mandiri karena usianya sudah bukan anak-anak lagi.


Setelah mengantar Papa Kevin dan Mama Nessa hingga ke pintu gerbang Mansion, Alexa membantu Mbok Ningsih memasak. Mbok Ningsih selalu mengajari Alexa memasak. Bahkan Alexa lebih ahli memasak daripada Mama Nessa. Alexa membuat strawberry cake dan memasak capcay kesukaannya. Ia memasak dalam jumlah banyak karena ia ingin mengajak Jean, Rose dan Sally makan siang bersama di taman sekolah


Waktu terus berjalan, Alexa selesai membuat cake tepat pukul 06.45. Ia bergegas mandi karena Sean akan menjemputnya dan berangkat ke sekolah bersama. Ia tidak ingin Sean menunggunya terlalu lama. Beberapa saat kemudian Alexa selesai dengan persiapannya ke sekolah. Terdengar bunyi klakson mobil dari depan pintu gerbang. Alexa meminta Mbok Ningsih mengajak Sean masuk kedalam.


Sean masuk ke dalam Mansion setelah Mbok Ningsih memintanya masuk. Ia bergegas menuju ke kamar Alexa. Akan tetapi langkahnya terhenti saat Mbok Ningsih memanggilnya.


"Tuan mau kemana ??" tanya Mbok Ningsih.


"Ke kamar Alexa Mbok" jawab Sean singkat kemudian melanjutkan langkahnya. Mbok Ningsih memegang lengan Sean.


"Maaf Tuan, saya diminta Tuan dan Nyonya melarang lelaki masuk ke kamar nona Alexa." kata Mbok Ningsih.

__ADS_1


"Tapi saya calon suaminya Mbok" kata Sean mencoba melepaskan tangan Mbok Ningsih dari lengan kekarnya.


"Belum menjadi suami kan ?? Jadi maaf tuan, saya harus mencegah anda apapun yang terjadi" kata Mbok Ningsih yang juga keras kepala.


"Siallllll !!!!! Pagi-pagi bikin emosi aja" kata Sean yang merasa sangat kesal. Ia pun berbalik arah dan duduk di Ruang Keluarga. Mbok Ningsih duduk di anak tangga karena takut jika Sean kembali mencoba masuk ke kamar Alexa.


"Ada apa sih ?? ramai banget ??" tanya Alexa yang sedang menuruni anak tangga.


"Mbok Ningsih tidak memperbolehkanku masuk ke kamar kamu sayang" kata Sean mengadu kepada Alexa.


Mbok Ningsih memberitahu Alexa bahwa Papa Kevin telah memberinya pesan untuk tidak memperbolehkan lelaki masuk ke kamar Alexa sebelum berangkat ke Negara S. Alexa pun sebenarnya juga tidak setuju jika Sean tidak diijinkan masuk ke kamarnya. Akan tetapi ia tidak ambil pusing dengan pesan Papa Kevin. Ia mengajak Sean berangkat ke sekolah karena hari sudah siang.


"Sayang, kamu bawa apa aja, kok banyak banget ??" tanya Sean sambil membawa box berisi makanan.


"Aku memasak buat makan siang bersama Jean, Rose dan Sally. Kamu mau ikut kan ???" tanya Alexa. Sean tersenyum dan mengangguk.


"Nanti ajak juga sahabat-sahabat kamu ya.." pinta Alexa. Ekspresi Sean mendadak berubah.


"Nggak usah, hanya aku yang boleh makan masakan kamu" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Aku akan makan semuanya" kata Sean. Alexa melongo mendengar jawaban Sean.


Alexa teringat bahwa ia membuat satu box spesial untuk Sean. Ia pun memberitahu Sean bahwa ia memberikan satu box spesial untuknya agar Sean memperbolehkan sahabatnya ikut makan siang bersama.


"Jadi mereka boleh ikut kan ??" tanya Alexa. Sean mengangguk seperti anak kecil yang diberikan cokelat.


////////////////


Hari ini Vallerie sudah mulai masuk sekolah. Ia berangkat bersama ayahnya, Bennedict Johnson yang juga Kepala Sekolah Einstein Highschool. Saat Vallerie turun dari mobil, Angel dan Anna menghampirinya.


"Val.. gimana keadaan loe ??" tanya Angel yang khawatir dengan Vallerie.


"Gue baik-baik saja kok. Untung kemarin kalian pulang terlebih dahulu. Jika kalian ikut bersamaku dan Yunna, pasti kalian juga akan mengalami hal yang sama seperti yang kami alami" curhat Vallerie.

__ADS_1


"Untung Yunna meminta kami pulang terlebih dahulu" jawab Anna. Vallerie mengajak Anna dan Angel ngobrol di taman sekolah sambil menunggu bel masuk berbunyi.


/////////////


Sean dan Alexa menuju ke Sekolah. Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Sean dan Alexa tiba di sekolah. Semua siswa di Einstein Highschool terkejut melihat Sean dan Alexa berangkat bersama. Pemandangan indah itu tak luput dari mata indah Vallerie. Dalam hatinya ia merasa sangat sedih, kesal dan marah yang bercampur menjadi satu.


"Loe lihat aja lex.. gue akan balas semua perbuatan loe ke gue !!!" kata Vallerie dengan mengeratkan rahangnya. Ia pun mengajak Anna dan Angel ke kelasnya. Ia tidak sanggup melihat Sean bersama Alexa.


Jean, Rose, Sally, Martin, Jonathan dan Kenzo menunggu kedatangan Sean dan Alexa di parkiran sekolah. Mereka terkejut dan tidak menyangka jika Sean berangkat bersama Alexa. Jiwa julid Jean pun penasaran ingin mengetahui kebenaran hubungan Sean dan Alexa.


"Kalian sudah jadian ??" tanya Jean. Sean hanya diam kemudian berlalu menuju ke kelasnya. Sedangkan Martin, Jonathan dan Kenzo masih menunggu jawaban dari Alexa. Mereka semua melihat ke arah Alexa hingga membuat Alexa salah tingkah.


"Si..siapa yang jadian ?? tadi gue jalan dari gerbang, Sean kasihan liat gue jalan jadi dia ngasih tumpangan ke gue" kata Alexa asal ngomong.


Mendengar jawaban yang tidak diinginkan, Martin, Jonathan dan Kenzo menyusul Sean ke kelas mereka. Sambil menunggu bel masuk berbunyi, Alexa mengobrol bersama ketiga sahabatnya. Ia memberitahu bahwa hari ini orang tuanya pergi ke luar negeri. Ia pin meminta ketiga sahabatnya menginap di Mansionnya agar besok saat Study Tour bisa berangkat bersama. Jean, Rose dan Sally pun dengan senang hati mau menginap di Mansion Keluarga George.


Bel masuk berbunyi. Alexa, Jean, Rose dan Sally bergegas ke kelas mereka. Sean tersenyum sedikit saat melihat Alexa masuk ke dalam kelas. Pak Danang masuk ke kelas. Ia mengingatkan kembali bahwa besok tiba waktunya study tour.


"Besok bus akan berangkat tepat pukul 07.00. Saya harap tidak ada yang terlambat." kata Pak Danang.


Pak Danang melihat Sean dan Alexa yang sudah masuk sekolah. Ia masih kesal karena Sean dan Alexa meninggalkannya di taman begitu saja saat ia masih ingin menasehati kedua siswanya.


"Satu lagi.." kata Pak Danang sembari menunjukkan senyuman seringainya. Semua siswa memperhatikan Pak Danang dengan serius.


"Kelompok akan kita acak ulang !!!" kata Pak Danang sambil tersenyum. Semua siswa tidak ada yang bereaksi.


"Kita nggak mau di acak ulang pak, kita sudah nyaman sama kelompok yang kemarin" teriak Jonathan.


Semua pun ikut protes karena tidak mau berganti kelompok. Pak Danang meminta siswanya voting. Setelah voting, keputusan akhirnya tidak ada perubahan pada kelompok kemarin. Pak Danang meminta semua siswa belajar dirumah untuk persiapan study tour besok.


Rose mengajak Alexa, Jean dan Sally jalan-jalan ke pantai. Mereka pun menyetujui ajakan Rose. Alexa mengirimkan pesan kepada Sean dan memberitahu bahwa ia akan ke pantai bersama Jean, Rose dan Sally. Sebenarnya Sean tidak mengizinkan Alexa pergi, akan tetapi saat melihat raut wajah Alexa yang dipenuhi kebahagiaan, ia pun menjadi tidak tega jika melarangnya.


Jean, Alexa, Rose dan Sally berangkat ke pantai dengan memakai mobil Rose. Di saat yang sama, Jonathan, Martin, Kenzo dan Sean berada di parkiran sekolah. Mereka melihat kepergian para wanita. Jonathan ingin sekali bergabung dengan Rose dan teman-temannya.

__ADS_1


"King.. kita ikut mereka yuk ?" tanya Jonathan. Sean hanya diam sembari melihat ke arah Martin dan Kenzo dengan tatapan bertanya. Martin dan Kenzo pun mengangguk setuju. Mereka berempat pun menyusul Alexa, Jean, Rose dan Sally ke pantai.


~bersambung~


__ADS_2