
Martin, Jonathan dan Kenzo mulai curiga dengan hubungan Sean dan Alexa. Akan teta m tidak berani bertanya kepada Sean.
"Pasti hubungan mereka lebih dari teman." kata Jonathan.
"Ya.. jelas lah.. loe lihat sendiri kan gimana hotnya ciuman mereka ??" kata Martin sambil membayangkan dirinya berciuman dengan Jean. Kenzo melihat Martin yang tersenyum tidak jelas.
"Loe kesambet atau gila Tin ??? Kenapa loe senyum-senyum sendiri ??" tanya Kenzo sambil tertawa.
Jean, Alexa, Rose dan Sally duduk santai sambil menunggu Bus berangkat. Jean, Rose dan Sally penasaran dengan hubungan Sean dan Alexa.
"Lex.. loe jadian sama Sean ya??" tanya Jean penasaran.
"Jadi tadi kalian semua melihat gue dan Sean berciuman ?" tanya Alexa dengan wajah tegang.
Jean, Rose dan Sally mengangguk. Meskipun telah dilarang oleh Martin agar tidak memberitahukan apa yang mereka lihat, Jean, Rose dan Sally tetap saja tidak bisa membiarkan rasa penasaran bersarang dalam fikiran mereka. Oleh karena sudah terpergok oleh sahabat-sahabatnya, mau ataupun tidak, Alexa harus mengaku bahwa ia dan Sean berpacaran. Jean, Rose dan Sally bersorak bahagia mendengar kabar baik dari Alexa.
Alexa meminta kepada sahabat-sahabatnya untuk merahasiakan hubungannya dengan Sean. Mereka pun bersedia merahasiakannya dari orang lain.
"Waaah... sekarang Alexa benar-benar jadi Queen Mafia loh.." ledek Sally.
"Apaan sih Sall.." kata Alexa dengan pipi yang memerah karena malu.
Beberapa saat kemudian Bus hendak berangkat. Jean, Alexa, Rose dan Sally masuk kedalam bus disusul dengan Martin, Sean, Jonathan dan Kenzo. Alexa dan Sean duduk di belakang Kenzo dan Sally. Rose dan Jonathan duduk di belakang Martin dan Jean. Martin dan Kenzo saling bersebelahan. Sedangkan Sean bersebelahan dengan Jonathan.
Bus berangkat pukul 08.30. Tujuan Study tour adalah di pelosok desa M. Rose dan Jonathan asyik makan snack bersama. Sally, Kenzo, Jean dan Martin sudah tertidur. Sedangkan Sean dan Alexa saling memandang satu sama lain sambil berpegangan tangan.
"Ekhem...ekhem..." seseorang berdehem yang membuat Sean dan Alexa segera menoleh ke arah asal suara.
"Pak Danang ???" kata Alexa terkejut.
"Sean.. pacar kamu tidak akan hilang di dalam bus. Lepaskan pegangan tangan kalian. Tidak baik jika dilihat orang." kata Pak Danang memperingatkan Sean. Sean pun segera melepaskan tangan Alexa. Jonathan dan Rose menahan tawa melihat Sean dan Alexa yang di tegur Pak Danang.
"Brengsek !!!! lagi-lagi nih orang ganggu gue berduaan dengan Alexa" batin Sean.
"Mulai sekarang, kalian akan saya awasi !!! ingat itu !!!" kata Pak Danang kemudian berlalu menuju tempat duduk paling belakang. Mata Sean melotot mengikuti arah kepergian Pak Danang.
"Sudah.. biarkan saja sayang. Maklum lah orang tua.." kata Alexa sembari mengelus lengan Sean agar Sean tetap tenang.
Beberapa saat kemudian Sean tertidur dengan tangan masih setia menggenggam tangan Alexa. Alexa tidak bisa tidur karena genggaman tangan Sean membuat tangannya basah dan berkeringat. Ia ingin melepaskan genggaman tangan Sean, akan tetapi ia takut Sean akan terbangun. Akhirnya ia mencoba bertahan dengan tangan yang basah penuh dengan keringat.
Alexa sudah sangat mengantuk karena semalam ia hanya tidur sebentar. Ia pun tertidur di pundak Sean. Jam menunjukkan pukul 12.30. Bus berhenti tepat di Rest Area. Sean merasakan ada yang berat dengan pundaknya Ia pun terbangun dan melihat Alexa tertidur. Ia mencium kening Alexa sekilas. Sean merasa ingin buang air kecil. Ia menoleh meminta seseorang menemaninya ke toilet.
Sean berdiri dari tempat duduknya setelah meletakkan kepala Alexa dia atas bantal di dekat jendela bus. Tanpa sengaja Sean menginjak kaki Martin yang melintang di bawah kursinya.
__ADS_1
"Bangsat !!!!!! Siapa berani nginjak kaki gue !!!!" umpat Martin yang kaget bukan main saat tiba-tiba ada yang menginjak kakinya.
"Loe berani mengumpat ke gue !!!" kata Sean dingin. Martin pun baru sadar jika yang menginjak kakinya adalah Sean. "Loe ikut Gue !!!!" kata Sean dingin sembari menarik baju Martin dan mengajaknya ke toilet.
Mendengar suara Martin, Jean pun terbangun. Ia pun ingin buang air kecil. Ia membangunkan Alexa dan mengajaknya ke toilet. Alexa pun bergegas bangun karena ia juga ingin buang air kecil.
"Siapa lagi yang mau ikut gue ke toilet ??" tanya Jean sembari menggoyangkan tubun Rose dan Sally.
"Iya Jean gue ikut.." kata Sally sembari berdiri dari tempat duduknya.
Rose mulai membuka mata. Ia merasakan perutnya bergejolak seperti ada yang ingin dikeluarkan. Ia merasakan mual luar biasa. Ia pun menutup mulutnya. Alexa, Jean dan Sally yang melihat Rose pun menjadi khawatir.
"Roje.. loe mual ??? Tahan bentar yaa..jangan muntah disini.." kata Alexa yang mulai menjauh dari Rose.
"Roje... tahaaannn..." kata Jean yang juga mulai menghindari Rose. Rose pun semakin tidak tahan. Ia hendak berlari ke toilet akan tetapi ada Jonathan yang menghalangi langkahnya.
"Hoooeeeekkkkk !!!!!!!!!!!!!" Roje memuntahkan isi perutnya tepat di tubuh Jonathan yang masih tidur. Merasa ada yang menyiramnya, Jonathan perlahan membuka matanya.
"Siapa yang menyemprot gue nih !!!! apaan nih..??? baunya aneh banget. kenapa ada nasinya ?? Kenapa juga ada potongan mie instan ditubuh gue !!!" kata Jonathan sembari melihat tubuhnya yang penuh dengan muntahan Rose. Alexa dan Jean tertawa terbahak-bahak melihat tubuh Jonathan penuh dengan muntahan Rose.
"Hahahahaha... Jo... Loe terkena muntahan Rose tuh... Loe nggak sadar ??? hahahahaha.." kata Sally sambil tertawa terbahak-bahak.
"Apa ???" kata Jonathan tidak percaya. Ia pun melihat tubuhnya dengan seksama. Seketika wajah Jonathan berubah menjadi pucat. Perutnya pun mulai bergejolak. Jean, Alexa dan Sally pun kembali menertawai Jonathan. Ia membungkam mulutnya dan bergegas turun dari Bus.
Saat turun dari mobil, tanpa sengaja ia menabrak Martin yang sedang ingin menaiki bus setelah dari toilet bersama Sean. Ia pun bertanya kepada Jonathan. Akan tetapi Jonathan tidak menjawabnya.
Sean, Jean, Alexa dan Sally tertawa melihat tubuh Martin penuh dengan muntahan Jonathan.
"Bangsat !!!!!! Beraninya loe muntah ke tubuh gue !!!!!" bentak Martin.
Kenzo yang masih tidur didalam bus pun terbangun saat mendengar suara tawa. Ia bergegas keluar dari bus. Ia seketika tertawa saat melihat Jonathan dan Martin penuh dengan bekas muntahan.
"Hahahahahaha... mending kalian berdua mandi tai daripada mandi muntahan. Hahahahaha.." kata Kenzo sembari tertawa terbahak-bahak.
Jonathan dan Martin berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka. Jean, Alexa, Rose dan Sally turun dari bus kemudian pergi ke toilet. Saat Alexa turun, Sean menarik tangan Alexa. Alexa pun berhenti dan menoleh ke arah Sean.
"Ada apa Sean ??" tanya Alexa.
"Gapapa sayang" jawab Sean sambil tersenyum kepada Alexa. Jean, Rose dan Sally terlihat illfeel menyaksikan keromantisan Sean dan Alexa. Mereka tidak menyangka jika Sean bisa se-bucin itu dengan Alexa. Mereka pun berlalu ke toilet.
"Dasar Bucin !!!!" kata Kenzo saat melihat keromantisan Sean dan Alexa.
"Apa loe bilang ??" tanya Sean dingin.
__ADS_1
"enggak king.. gue yang bucin.." kata Kenzo yang takut jika Sean marah kepadanya.
Sean dan Kenzo kembali kedalam bus. Tak lama kemudian, datanglah Vallerie yang menemui Sean di dalam Bus.
"Hai.. Sean.. gue kangen banget sama loe" kata Vallerie sembari memegang lengan Sean.
"Bikin mual aja sih !!!" kata Kenzo kemudian keluar dari bus.
Sean mencoba melepaskan tangan Vallerie dari lengannya. Akan tetapi tangan Vallerie kembali memegangnya saat Sean berhasil menyingkirkan tangan Vallerie.
"Lepasin gue bangsat !!!!" bentak Sean.
Dari pintu bus, Sean melihat Alexa yang menunjukkan wajah kesal. Alexa pun kembali turun dari bus. Melihat Alexa kesal, Vallerie merasa sangat bahagia. Sean meremas rahang Vallerie karena Vallerie tidak mau melepaskannya. Oleh karena merasa kesakitan, Vallerie pun melepaskan tangan Sean.
Sean bergegas mengejar Alexa yang marah kepadanya. Vallerie menangis karena diperlakukan kasar oleh Sean. Ia berjanji akan membalas Alexa atas segala kesialan yang menimpanya. Sean menarik tangan Alexa. Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally menyaksikan Sean dan Alexa yang sedang bertengkar.
"Lex.. jangan marah ya..Maafkan aku sayang... Dia datang ke bus dan memaksa berdekatan denganku. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya Kenzo sayang" kata Sean sembari menggenggam tangan Alexa. Alexa sangat malu karena ia dan Sean dilihat oleh banyak orang. Sean melihat disekitarnya.
"Pergi kalian semua !!!! brengsek !!!!" bentak Sean.
Mendengar suara bentakan Sean yang menggelegar, semua yang menonton Sean dan Alexa berangsur masuk ke dalam bus, termasuk Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally.
"Gila !!! Sean kalau marah menakutkan banget !!" kata Rose sambil masuk kedalam bus.
Setelah semua masuk kedalam bus, Sean melanjutkan permintaan maafnya kepada Alexa.
"Kamu nggak salah Sean. Aku sudah melihat semua kok. Aku cuma tidak suka kamu dipegang-pegang wanita lain." kata Alexa sambil menunduk karena malu dengan kata-kata yang diucapnya.
"Jadiiiii.. kamu cemburu ??" tanya Sean sambil tersenyum kepada Alexa.
"Cemburu apaan ?? aku cuma tidak suka kok" elak Alexa.
Tanpa rasa malu Sean memeluk Alexa dengan erat. Ia senang karena Alexa memiliki perasaan cemburu.
"Aku sangat mencintaimu sayang" kata Sean sembari mengelus rambut Alexa. Alexa tersenyum sembari membalas pelukan Sean.
"Ekhmmm...Ekhmmm.. !!!" belum sempat Alexa menjawab kata cinta Sean, seseorang berdehem di samping Sean dan Alexa.
"**!*.. !!!! umpat Sean. Ia sangat tidak suka jika waktu kebersamaannya bersama Alexa di ganggu orang lain.
"Apa kamu bilang ????" tanya Pak Danang. Alexa hanya tersenyum kepada Pak Danang.
"Sudah waktunya bus melanjutkan perjalanan. Ingat!!! ...." Pak Danang belum selesai berbicara Sean sudah mengajak Alexa masuk ke dalam bus meninggalkan Pak Danang.
__ADS_1
"Saya akan selalu mengawasi kalian !!!!!" teriak Pak Danang yang sangat kesal dengan Sean dan Alexa.
~bersambung~