Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Foto Dokumentasi


__ADS_3

Sean dan Alexa berfoto bersama. Alexa merasa bahwa gaya berfoto Sean seperti robot yang tidak diisi baterai. Alexa menahan tawa saat melihat gaya berfoto Sean. Sean sangat peka bahwa saat ini Alexa sedang menahan tawa.


"Apa yang loe tertawakan ?" tanya Sean dingin.


"senyum dikit dong. Kita sedang tidak foto KTP loh Sean.. hahahaha..." kata Alexa diiringi dengan gelak tawa. Sean hanya diam sambil melihat Alexa tertawa hingga Alexa merasa tidak nyaman.


"Kita foto lagi." kata Sean singkat.


Mereka berdua kembali berfoto. Sesi foto dokumentasi telah selesai dilaksanakan. Sean melihat Alexa dengan intens hingga Alexa merasa tidak nyaman. Ia terus memandang Alexa hingga Alexa mulai mundur karena takut. Sean mulai melangkahkan kakinya ke arah Alexa hingga Alexa mundur dan tubuhnya terbentur pohon. Sean mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa. Kini Alexa pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. Ia pun menutup mata karena takut.


"Ada daun di rambut loe" kata Sean sembari mengambil daun di rambut Alexa.


"Oh.. My..gue kira dia mau nyium gue" batin Alexa. Alexa hanya bisa bengong meratapi kePeDeannya.


Tiba-tiba ponsel Alexa berdering. Alexa segera menjawab panggilan di ponselnya.


"kamu dimana sayang ? Papa udah di sekolah kamu tapi kamu nggak ada" tanya Papa Kevin khawatir.


"Aku mengerjakan tugas kelompok Pa.. bentar lagi selesai kok." jawab Alexa.


"Papa sebentar lagi ada meeting. Nanti minta jemput sopir saja ya sayang ?" pinta Papa Kevin.


"Oke Pa.." jawab Alexa kemudian menutup panggilannya.


Tanpa ia sadari, Sean mendengarkan percakapan antara ia dengan Papanya. Sean menawarkan diri untuk mengantarkan Alexa pulang ke rumahnya karena hari sudah mulai malam. Akan tetapi Alexa menolaknya.


"Cewek pulang malam itu bahaya. Loe harus mau gue antar. Nggak boleh nolak" kata Sean dengan tatapan tajam nan dingin. Alexa terdiam dan mengangguk.


Sean mengantar Alexa pulang saat itu juga karena hari sudah semakin malam. Sebenarnya Alexa belum mau pulang karena tugas kelompok masih belum selesai. Akan tetapi Sean tetap memaksa mengantar Alexa pulang dan berjanji akan menyelesaikan sisa tugas kelompok yang masih belum terselesaikan. Alexa pun hanya bisa pasrah karena tidak mungkin bisa menghentikan seorang Sean.


Diperjalanan, Sean dan Alexa hanya diam. Alexa hanya berbicara tentang alamat rumahnya kemudian keduanya kembali diam. Sesekali Sean melihat Alexa yang asyik bermain ponselnya sambil tersenyum.


"Cantik banget !!!" batin Sean sembari tersenyum.


"Sean.. nanti loe kirim foto dokumentasi tadi ke nomor gue ya.. buat kenang-kenangan" pinta Alexa sambil tersenyum manis ke arah Sean.


"Tulis nomor loe, nanti gue kirim" jawab Sean dingin sambil memberikan ponselnya kepada Alexa. Alexa pun mengetik dan menyimpan nomornya di ponsel Sean.


Beberapa saat kemudian, Alexa dan Sean tiba di Mansion keluarga George. Sean sedikit terkejut karena rumah Stella tidak seperti rumah seorang murid yang mendapatkan beasiswa seperti kata Vallerie. Sean bertanya dalam hatinya tentang identitas seorang Alexa. Alexa turun dari mobil Sean. Sean pun ikut turun untuk menjawab rasa penasarannya tentang Alexa.


"Sebenarnya loe siapa ? Kenapa di sekolah si wanita ****** itu bilang kalau loe murid beasiswa ?" tanya Sean.


"Loe tahu sendiri kalau gue adalah Alexa. Gue nggak tahu siapa yang menyebarkan berita tidak benar tentang gue Sean" jawab Alexa.


"Nama belakang loe apa ?" tanya Sean seakan menginterogasi Alexa.

__ADS_1


"Nggak ada nama belakang. Loe mau masuk dulu ?" tawar Alexa agar Sean tidak terus menerus menanyakan tentang identitasnya.


"Nggak..nggak.. kapan-kapan aja. Gue balik dulu ya" kata Sean sembari masuk kedalam mobilnya.


"Terimakasih Sean !!!" teriak Alexa, Sean tersenyum melihat tingkah manis Alexa kepadanya. Ia pun melajukan mobilnya menuju Markas 666. Sebelumnya, ia telah menghubungi Martin, Jonathan dan Kenzo.


////////////////


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally telah selesai mengerjakan tugas kelompok mereka. Mereka memutuskan untuk makan malam bersama sebelum pulang.


"Hari ini Martin yang akan mentraktir kalian semua !!!!!" kata Jonathan sembari menunjuk Martin yang sedang duduk sambil melihat Jean. Martin hanya diam karena fikirannya sudah berkelana di dunia fantasinya saat memperhatikan Jean. Ia tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jonathan.


"Waaah... tubuh Jean seksi banget !!!" batin Martin sambil melamun dan tersenyum menatap Jean. Tiba-tiba pelayan datang sambil membawa bill. Jonathan meminta pelayan untuk memberikan bill kepada Martin. Martin terkejut karena pelayan memberikan bill padanya. Ia pun menatap Jonathan dan Kenzo dengan penuh dendam. Akan tetapi ia tetap membayar tagihan di Bill yang diberikan pelayan. Jean, Rose dan Sally berterimakasih kepada Martin karena sudah ditraktir makan malam.


Saat asyik mengobrol, ponsel Kenzo berdering. Ia melihat di ponselnya menunjukkan nama King yang sedang menghubunginya. Ia pun menjawab panggilan Sean.


"ke markas sekarang !!!" kata Sean dingin kemudian mengakhiri panggilannya.


Kenzo memberitahu Martin dan Jonathan bahwa King meminta mereka segera ke Markas. Mereka pun segera mengajak Jean, Rose dan Sally pulang.


"Ini masih sore loh Jo, kenapa kita pulang sekarang ?" protes Rose.


"Kita ada pekerjaan Rose. Kita tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu" kata Jonathan.


"Kami bekerja part time dan bos kami sekarang sedang memanggil." jawab Martin.


"Kalian pergilah, nanti kita akan naik taksi" kata Sally.


Martin, Jonathan dan Kenzo tidak tega membiarkan ketiga wanita itu naik taksi saat malam yang semakin larut. Akhirnya Jonathan memberikan kunci mobil kepada Rose agar mereka bertiga bisa pulang menaiki mobilnya. Sebenarnya Rose menolak karena akan merepotkan Jonathan, akan tetapi Jonathan bersikeras dan memaksa Rose menerima kunci mobil darinya. Dengan terpaksa Rose menerima kunci mobil Jonathan. Martin, Jonathan dan Kenzo pergi naik taksi menuju ke Markas 666.


/////////////


Sean tiba di Markas 666. Seperti biasa, para anak buah membungkuk saat Sean datang ke Markas.


"Selamat malam King" sapa Thomas sambil membungkuk kepada Sean. Sean hanya mengangguk tanpa bersuara kemudian masuk ke ruangan pribadinya.


Ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Sekilas ia melihat senyum Alexa saat ia mencoba memejamkan matanya. Ia pun segera membuka matanya dan menyingkirkan bayangan Alexa di fikirannya. Ia pun mencoba mengalihkan fokusnya kepada belati yang tergeletak diatas meja. Ia amati belati yang telah dilumuri racun di setiap permukaanya. Akan tetapi bayangan senyum Alexa masih saja mengganggunya. Ia melihat Alexa menutup matanya dan mengerucutkan bibir hendak menciumnya. Sean tersenyum melihat bayangan Alexa. Namun ia seketika sadar bahwa dirinya hanya berhalusinasi.


"Brengsek !!!! kenapa otak gue jadi berfantasi liar tentang Alexa sih !!!!!" kata Sean sembari mengacak rambutnya karena frustasi.


"Apa gue jatuh cinta sama Alexa ??? Tapi tidak mungkin, gue udah punya Gia. Tapi kenapa gue selalu salah tingkah saat dekat dengannya ??" batin Sean.


Sean kaget saat seseorang mengetuk pintu ruang pribadinya. Ia pun tersadar dari lamunannya. Ternyata Thomas datang untuk memberitahu Sean bahwa Martin, Jonathan dan Kenzo sudah datang dan menunggunya di ruang sidang. Sean pun bergegas ke ruang sidang sebelum otaknya kembali berfantasi.


Sean memasuki ruang sidang. Thomas, Martin, Jonathan dan Kenzo membungkuk saat Sean memasuki ruang sidang. Pandangan Sean tertuju kepada Martin. Martin yang merasa di awasi oleh Sean pun menundukkan kepalanya karena takut.

__ADS_1


"Kenzo, loe cari tahu identitas Alexa" perintah Sean.


"Jonathan, loe bantu Kenzo mencari informasi tentang Alexa" perintah Sean.


"Siap King" kata Kenzo dan Jonathan bersamaan.


Thomas sangat bingung karena selama ini King tidak pernah menyebut nama wanita kecuali Gia, kekasih masa kecilnya. Akan tetapi saat ini King meminta para Devils mencari tahu tentang seorang wanita. Hal tersebut juga membuat Thomas bahagia karena Sean berhasil move on dari masa lalunya.


"Martin !!!!! kemari loe !!!!" bentak Sean. Martin segera menghampiri Sean dengan rasa takut luar biasa. Thomas, Jonathan Kenzo saling berbisik. Mereka saling bertanya tentang kesalahan Martin hingga membuat Sean marah kepadanya.


"Apa yang loe isikan di Laptop gue ??? Loe tahu, Alexa jadi ill feel sama gue gara-gara loe. Bahkan dia nuduh gue cowok mesum karena dia menganggap gue yang menyimpan film bokep koleksi loe !!!! Brengsekkk loe !!!!!!" kata Sean sembari menarik kerah baju Martin.


Mendengar umpatan Sean, Thomas, Jonathan dan Kenzo tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak menyangka bahwa Sean akan semarah ini hanya gara-gara membuat seorang wanita ill feel kepadanya.


"Sean.. apa loe jatuh cinta sama Alexa ?? kenapa sikap loe aneh gini sih ?? Biasanya loe nggak pernah peduli tentang pandangan wanita ke loe ??" tanya Kenzo. Sean terdiam mencerna perkataan Kenzo. Ia pun melepaskan Martin.


"Fix.. loe beneran jatuh cinta sama Alexa Sean" kata Martin.


"Diam Loe !!!! Bangsatttt !!!!" umpat Sean kemudian pergi dari Markas 666. Thomas, Martin, Jonathan dan Kenzo tertawa karena Sean tidak bisa berkata apapun saat menyangkut tentang Alexa.


////////////////


Setelah mendapatkan Chat dan foto dari Mbok Yeti, Mama Ivanka bergegas kembali ke Mansion sebelum pacar Sean pulang. Ia ingin sekali menemui pacar Sean dan mengucapkan terima kasih karena sudah membebaskan Sean dari perangkap masa lalunya. Akan tetapi sayang sekali, saat ia tiba di Mansion, Sean sudah mengantar Alexa pulang.


"Mereka sudah pergi dari tadi nyonya" kata Mbok Yeti.


"Hash.. !!!!! Sean benar-benar cerdik saat menyembunyikan sesuatu" keluh Mama Ivanka.


Beberapa saat kemudian Sean tiba di Mansion Keluarga Astin. Ia bergegas menuju ke kamarnya. Saat Mama Ivanka menyapanya, Sean hanya berkata ingin segera menyelesaikan tugas kelompoknya. Seperti janjinya kepada Alexa.


"hanya tinggal insert foto dan save. Selesai..!!!" kata Sean pelan. Ia teringat bahwa Alexa meminta foto dokumentasi tugas kelompok. Ia pun mengirimkan foto dokumentasi kepada Alexa. Karena merasa lelah, ia merebahkan dirinya ke tempat tidur. Ia pandangi foto dirinya dan Alexa.


"Apa benar gue udah jatuh cinta sama loe ??" batin Sean sembari mengusap layar ponselnya yang menunjukkan foto dirinya bersama Alexa.


"Jujur gue sangat nyaman saat bersama loe. Tapi gue sadar, gue sudah punya pacar. Gue nggak mau menyakiti perasaan Gia" batin Sean sembari tersenyum memandangi wajah Alexa di ponselnya. Fikiran Sean terus berperang memikirkan antara mempertahankan kekasih masa kecilnya dengan perasaannya kepada Alexa. Ia pun tertidur karena terlalu lelah berfikir.


Mama Ivanka hendak bertanya kepada Sean tentang pacar Sean. Namun, Mama Ivanka mengurungkan niatnya karena Sean sudah tertidur. Mama Ivanka melihat laptop Sean masih menyala, ia pun berniat ingin mematikan laptop Sean. Akan tetapi ia melihat di pekerjaan Sean ada foto putranya bersama seorang wanita yang ia anggap sebagai pacar Sean.


"Kok fotonya biasa aja sih ?? Gue edit aah.." kata Mama Ivanka sambil mengedit foto dokumentasi Sean dan Alexa.


Mama Ivanka mulai mengedit foto Sean dan Alexa sebagus mungkin. Setelah selesai, Mama Ivanka mengganti foto yang digunakan Sean dengan foto yang telah ia edit.


"Selesai.." kata Mama Ivanka sembari tersenyum puas kemudian mematikan laptop Sean.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2