Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Hamil


__ADS_3

//////Ujian Kenaikan Kelas//////


Hari ini semua siswa sedang menjalani ujian kenaikan kelas. Hari pertama ujian, Jean, Rose dan Sally meminta bantuan kepada Alexa. Lain halnya dengan Martin, Jonathan dan Kenzo yang tidak memerlukan bantuan siapapun untuk menjawab ujian mereka. Martin, Jonathan dan Kenzo melihat Sean yang asyik bermain ponsel disaat ujian berlangsung.


"kita harus meminta maaf kepada King bro, gue tidak bisa didiamkan seperti ini" bisik Jonathan kepada Martin dan Kenzo.


"nanti setelah kita mengerjakan ujian ini, kita akan minta maaf kepadanya" kata Martin.


"gue setuju" kata Kenzo.


Ujian hari pertama telah selesai. Seperti yang mereka katakan, Martin, Jonathan dan Kenzo meminta maaf kepada Sean yang tengah bersiap pulang bersama Alexa.


"King..tolong maafkan kita king !!! jangan diamkan kita seperti ini !! kita tidak tahan loe diamkan kita king !!" kata Martin yang juga mewakili Jonathan dan Kenzo.


"Kalian harus minta maaf kepada Alexa terlebih dahulu. Jika Alexa memaafkan kalian, gue juga akan memaafkan kalian." kata Sean.


Mulailah mereka bertiga meminta maaf kepada Alexa.


"Queen maafkan kita ya ?? karena kita loe diculik anak buah Fire.." kata Kenzo sembari menarik tangan Alexa. Sean yang menyaksikan itu segera melepaskan tangan Alexa dari tangan Kenzo.


"tidak perlu menyentuhnya kan !!!!???" kata Sean dengan nada kesal. Alexa tersenyum saat melihat suaminya yang posesif cemburu.


"Gue sudah memaafkan kalian kok. Kalian tenang saja" kata Alexa dengan santainya. Martin, Jonathan dan Kenzo tersenyum dan menghadap Sean dengan penuh harap. Sean merasa aneh saat ketiga anak buahnya menatapnya seperti itu.


"oke..gue juga memaafkan kalian !!!" kata Sean dengan ekspresi datarnya.


"jadi kita sudah berbaikan kan king ???" tanya Jonathan. Sean dan Alexa tidak menjawab pertanyaan Jonathan karena jawabannya sudah jelas. Sean dan Alexa masuk ke mobil dan pulang ke Mansion mereka.


/////10 hari kemudian/////


Ujian kenaikan kelas telah berakhir. Alexa, Jean, Rose dan Sally berencana akan berlibur setelah pesta pernikahan Steve dan Rachel. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo pun tidak keberatan dengan rencana liburan pasangan mereka.


"besok bukankah pesta pernikahan Steve ??" tanya Rose.


"Iya honey..besok kamu dandan yang cantik yaa.." kata Jonathan sembari mengelus rambut Rose.


"Cantikan juga baby gue daripada madu loe.." kata Martin sembari merangkul Jean. Jean tersenyum bangga saat Martin memujinya.


"madu ?? siapa yang di madu ??" tanya Sally dengan polosnya.


"Rose yang di madu sweety.." sahut Kenzo dengan lembut.


"enak aja !!! gue nggak mau di madu !!!" kata Rose dengan kesal.


"aku tidak akan cari pasangan lagi sayang !! kamu tidak akan dimadu !! cuma kamu yang akan menjadi pendamping hidupku" kata Jonathan sembari memegang tangan Rose. Rose tersenyum mendengar rayuan Jonathan.


"Kok gue pengen muntah yaa..." kata Martin yang jijik dengan rayuan sahabatnya.

__ADS_1


Alexa hanya diam tanpa menanggapi candaan teman-temannya. Alexa merasa lemas, mual dan pusing hingga tidak sanggup berdiri. Melihat wajah istrinya yang pucat, Sean dengan sigap memegangi Alexa agar tidak pingsan.


"Sean.. Apakah Alexa baik-baik saja ?? wajahnya pucat loh.." kata Jean khawatir.


"Mungkin dia kelelahan karena ujian kenaikan kelas." kata Sean dengan nada dinginnya.


Sean segera mengajak Alexa pulang ke Mansion karena ia khawatir jika Alexa pingsan di sekolah. Di perjalanan, Sean terus mengelus jemari Alexa yang berkeringat. Tiba-tiba Alexa merasakan mual yang luar biasa. Ia meminta Sean menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian Alexa keluar dari mobil dan memuntahkan semua isi perutnya. Sean bergegas menghampiri Alexa dan memijat tengkuk Alexa.


"Kamu kenapa sayang ??? kita ke dokter ya ??" kata Sean menawari Alexa.


"Nggak mau ah !!! aku takut disuntik sayang..Aku cuma ingin istirahat di kamar sayang" tolak Alexa.


Sean pun menuruti permintaan Alexa. Mereka kembali naik ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Sebenarnya Alexa mulai curiga dengan perubahan imunitasnya yang cenderung tidak stabil. Bahkan akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat. Disisi lain, tubuhnya sangat lemah dan sering merasa mual di waktu-waktu tertentu. Di tengah perjalanan, Alexa melihat pedagang sate. Alexa menelan ludah saat membaca tulisan sate kelinci. Ia meminta Sean membelikannya sate kelinci tersebut.


"Sayang.. kamu yakin ingin makan sate kelinci ?? kamu tidak kasihan makan hewan se-imut kelinci ??" tanya Sean memastikan.


"Yakin sayang... please... belikan yaa ???" rengek Alexa.


Sean tidak sanggup menolak keinginan istrinya. Ia pun turun dari mobil dan membeli sate kelinci yang diinginkan Alexa. Tepat di samping pedagang sate kelinci terdapat apotek. Alexa meminta izin Sean untuk membeli vitamin di apotek tersebut. Seanpun mengizinkannya. Alexa menceritakan keluhannya kepada dokter yang bertugas di apotek tersebut. Dokter menyarankan agar Alexa memeriksa dirinya dengan testpack.


"Bukankah ini alat untuk mengecek kehamilan dok ??" tanya Alexa.


"Benar nona, coba anda tes pakai alat ini dahulu karena dari keluhan anda mengindikasikan kehamilan." kata Dokter.


Meskipun berat, Alexa tetap menerima saran dari dokter. Setelah membayar testpack yang dibeli, Alexa bergegas keluar dari apotek. Ia segera masuk kedalam mobil dan memeriksa tata cara pemakaian testpack yang baru ia beli.


"Kelinci sayang, maafkan aku yaa.. ini semua aku lakukan karena aku ingin sekali makan dagingmu" kata Alexa seolah berbicara dengan kelinci dalam wujud sate kemudian memakan sate kelinci satu persatu.


Sean menatap Alexa dengan heran. Sesekali ia merasa mual melihat Alexa makan sate kelinci dengan sangat lahap. Tak lama kemudian Sean dan Alexa tiba di Mansion mereka. Sean meminta Alexa segera beristirahat, sementara dirinya akan bekerja di ruang kerjanya di dalam Mansion. Meskipun tubuhnya sedikit membaik setelah memakan sate kelinci, Alexa tetap menuruti perkataan Sean.


///////Keesokan Harinya//////


Alexa terbangun dari tidurnya saat ia merasakan mual di perutnya. Ia bergegas lari menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa mualnya sambil membawa testpack yang ia sembunyikan di bawah bantal. Setelah selesai menuntaskan rasa mualnya, Alexa mulai mengecek urin dengan testpack.


Ia merasa cemas dan khawatir dengan hasil tes yang ia lakukan. Setelah beberapa menit hasilpun nampak. Tangan Alexa bergetar saat melihat Testpack menunjukkan dua garis yang berarti Alexa benar-benar hamil. Ia tidak tahu apakah ia harus bahagia atau bersedih dengan kehamilannya. Ia hendak memberitahu Sean, akan tetapi ia takut jika Sean belum menerima calon anak di dalam kandungannya.


"Baiklah... aku akan membuat surat untuk Sean sekaligus menunjukkan hasil tes kehamilan ini. Aku terlalu takut untuk memberitahunya secara langsung !! aku takut Sean menolak anak di rahimku ini." batin Alexa.


Ia mengambil secarik kertas kemudian menulis surat untuk Sean lalu membungkus hasil tes dari testpack dengan surat yang ia buat. Ia tempatkan surat itu di dalam laci nakas di kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 09.00 Alexa membangunkan Sean yang masih berkelana di alam mimpi.


"Sayang.. bangun dong.. katanya hari ini kita berangkat ke negara B ??" kata Alexa membangunkan Sean. Bukannya bangun, Sean justru menarik Alexa kedalam pelukannya. Alexa tersenyum kemudian membalas pelukan Sean.


"sayang.. bukankah kita akan berangkat bersama mereka ??" tanya Alexa. Sean menggeleng dengan pasti.


"kita akan berangkat sendiri sayang. Mereka sangat berisik, aku tidak menyukainya.." kata Sean sembari mengelus rambut Alexa.


"Kalau begitu aku siap-siap dulu ya ??" kata Alexa kemudian melepaskan dirinya dari pelukan Sean.

__ADS_1


/////Markas Fire/////


Samuel dan Vallerie beserta sebagian kecil anak buah fire telah berangkat ke negara B sejak semalam. Sedangkan David akan berangkat sendiri dengan pesawat pribadinya. Samuel sudah meminta izin kepada David untuk mengajak Vallerie bersamanya. Semula David menolak permintaan Samuel karena Vallerie adalah orang luar. Akan tetapi Samuel bersikeras ingin mengajak Vallerie sehingga David tidak bisa menolaknya.


Sebelum berangkat ke negara B, David telah mengingatkan kepada seluruh anak buahnya termasuk Samuel untuk membawa lencana keanggotaan fire sebagai akses masuk ke pesta pernikahan Steve. Selain itu, lencana Fire merupakan identitas mereka agar tidak dianggap remeh oleh kelompok mafia lainnya.


Sebelum berangkat, David telah mempersiapkan dokumen kerjasama antara Fire dengan Devils. Meskipun ia belum tahu tentang Devils dan siapa king Devil, ia tetap berencana memanfaatkan momen pernikahan Steve untuk jalan bagi Fire bekerjasama dengan Devils. Ia akan meminta Steve memperkenalkannya kepada King Devils karena menurut kabar Steve bersahabat dengan King Devils.


Hari semakin siang. Setelah mempersiapkan semua yang diperlukan, David bergegas berangkat. Ia berangkat seorang diri tanpa ada yang mengawalnya.


"jika saja Alexa tidak menikah, gue akan mengajaknya ke pesta pernikahan Steve. Tapi takdir berkata lain. Gue dan Alexa memang tidak bisa bersama bahkan hanya sebagai temanpun takdir tidak mengizinkannya !!" batin David.


/////Mansion Sean dan Alexa/////


Sean dan Alexa telah selesai bersiap. Dengan pesawat pribadi yang mewah milik keluarga Astin, Sean dan Alexa berangkat ke negara B. Selama perjalanan, Alexa hanya diam memikirkan kehamilannya. Ia juga merasakan perasaan tidak dalam benaknya. Disaat bersamaan Sean menatap Alexa yang murung.


"sayang.. kamu kenapa ??" tanya Sean sembari mengelus pipi Alexa.


"aku ingin pulang sayang" kata Alexa dengan nada manjanya.


"kok pulang ?? bukankah kamu juga ingin hadir di pesta pernikahan Rachel ??" tanya Sean dengan heran.


"Iya sih !!! tapi perasaanku tidak enak sayang !!" kata Alexa sambil menggenggam tangan Sean. Sean tersenyum mendengar ucapan Alexa.


"jangan berfikiran macam-macam sayang..tidak akan terjadi apapun kepadamu !!! aku dan semua anak buahku akan melindungi kamu sayang!!! Selain itu, apakah kamu tidak ingin menyaksikan kebahagiaan Rachel dan Steve ??" tanya Sean.


"Yaa.. ingin lah !!! Rachel kan sahabat aku sayang !!" kata Alexa.


"kalau kamu mau melihat sahabat kamu bahagia, jauhkan fikiran negatif dari diri kamu sayang" kata Sean. Alexa pun mengangguk dengan pasti.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Sean dan Alexa tiba di Negara B. Sean menghubungi Kenzo dan menanyakan posisi mereka.


"Kita di Glory hotel king !!! gue sudah memesan satu kamar VVIP untuk loe dan Queen." kata Kenzo.


"Gue baru saja tiba !! jemput gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Siap King !!!" kata Kenzo kemudian bergegas menjemput Sean dan Alexa.


Sean dan Alexa menunggu kedatangan Kenzo. Tiba-tiba rasa mual Alexa kembali datang. Ia pun meminta Sean mengantarnya ke toilet untuk menuntaskan rasa mualnya.


"apakah kamu mabuk udara sayang ???" tanya Sean sembari memijat tengkuk Alexa.


"entahlah sayang.." kata Alexa sembari mengusap mulutnya dengan tissue.


"aku hamil Sean !! tapi aku belum bisa memberitahukan kehamilanku kepadamu !! aku takut kamu tidak mau menerima anak ini !!" batin Alexa sambil menatap Sean.


Beberapa saat kemudian Kenzo datang menghampiri Sean dan Alexa kemudian mengajak mereka ke hotel yang telah ia pesan. Setelah tiba hotel, Sean dan Alexa bergegas ke kamar untuk beristirahat sebelum acara nanti malam.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2