
Bel masuk berbunyi. Alexa, Jean, Rose dan Sally kembali ke kelas mereka. Saat memasuki kelas, Alexa melihat Sean akan tetapi Sean membuang muka dan menghindari tatapannya.
"Apa gue berbuat salah sama dia ??" batin Alexa.
Oleh karena Sean membuang muka, Alexa pun melakukan hal yang sama ketika Sean berusaha mencuri pandang kepadanya. Saat pulang sekolah nanti Jean berencana mengajak teman-temannya jalan-jalan ke Mall terdekat. Akan tetapi Rose menolaknya, Rose mengingatkan bahwa besok tugas kelompok dari Pak Danang harus dikumpulkan.
"Jo.. nanti setelah pulang sekolah kita mengerjakan tugas kelompok ya.." ajak Rose. Jonathan mengangguk dan menyetujui ajakan Rose.
"Apa kita juga akan mengerjakan tugas kelompok kita Jean ?" tanya Martin kepada Jean.
"Tentu saja, gue nggak mau nilai gue jelek cuma gara-gara gue nggak suka sekelompok sama loe" jawab Jean dengan gaya songongnya. Martin sangat kesal dengan jawaban Jean. Akan tetapi ia hanya memendamnya. Kenzo mengajak Jonathan, Martin, Rose dan Sally mengerjakan tugas kelompok bersama.
"Gue setuju dengan ide loe, lebih baik bareng-bareng dari pada berduaan sama loe. Hahahaha.." kata Sally.
"Loe kira gue suka berduaan sama loe ??" kata Kenzo kesal. Jean melihat Alexa yang hanya diam tanpa membicarakan apapun tentang tugasnya. Ia pun bertanya kepada Alexa.
"Loe nggak ikut mengerjakan tugas sama kita Lex ?" tanya Jean.
"Entahlah Jean, Sean nggak ngajakin gue Masak iya gue yang ngajak dia sih?" kata Alexa. Jean pun bingung untuk memberikan solusi kepada Alexa.
Tak lama kemudian bel pulang berbunyi. Seperti kesepakatan yang telah direncakan, Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally belajar kelompok bersama di bioskop yang terletak di salah satu Mall, kemudian mereview hasil menonton film di cafetaria sekitar Mall. Mereka menawari Sean dan Alexa belajar kelompok bersama, akan tetapi keduanya hanya diam dan saling membuang muka. Akhirnya mereka berenam pergi bersama tanpa Sean dan Alexa.
Alexa hendak pergi ke depan sekolah, menunggu Papa Kevin menjemputnya. Saat ia melewati parkiran, tiba-tiba tangan Alexa ditarik oleh seseorang. Alexa sangat terkejut hingga ia berteriak. Sean segera menenangkan Alexa yang masih ketakutan.
"Hei.. ini gue lex..." kata Sean sembari memegang kedua pipi Alexa. Dari kejauhan, Vallerie melihat Sean dan Alexa yang saling memandang. Ia menjadi sangat kesal. Ia berjanji dengan dirinya sendiri bahwa ia akan membuat perhitungan kepada Alexa karena Alexa telah melupakan ancamannya.
"Ayo kita kerjakan tugas kelompok kita" ajak Sean dengan nada dingin.
"Kenapa tidak bilang dari tadi ? Semuanya sudah berangkat kan" kata Alexa kesal.
"Kalau nggak mau mengerjakan ya sudah" kata Sean kesal.
"Yaudah ayo..." ajak Alexa dengan nada kesal.
"Kita ke rumah gue" kata Sean dingin.
"Ngapain ke rumah loe ? kita bisa mengerjakan di tempat lain kan?" protes Alexa.
"Emang sekarang loe bawa laptop ??" tanya Sean. Alexa menggeleng dan akhirnya mereka mengerjakan tugas kelompok di rumah Sean karena Laptop Sean ada di rumahnya.
"Gue bego banget siiih... kenapa gue ajak dia ke rumah ? Kalau ketahuan Mama bisa ribet urusannya" batin Sean.
Diperjalanan, tidak ada pembicaraan sama sekali antara Sean dan Alexa. Alexa meminta Sean berhenti di sebuah distro untuk membeli pakaian ganti karena ia tidak mau mengenakan seragam sekolah yang sudah bau keringat. Sean pun menuruti permintaan Alexa.
//////////////
__ADS_1
Sementara itu, Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally pergi bersama menaiki mobil Jonathan. Rose mendampingi Jonathan yang sedang mengemudi, sedangkan Jean dan Martin berada di bangku ke dua. Kenzo dan Sally duduk di bangku paling belakang.
Di perjalanan, Martin, Kenzo, Jean dan Sally benar-benar fokus dengan tugas mereka. Sedangkan Rose dan Jonathan saling tersenyum malu satu sama lain.
Jonathan terkejut saat tiba-tiba Rose memegang tangannya. Jonathan tersenyum dan memegang erat tangan Rose. Sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk menyetir mobil. Tak lama kemudian, mereka tiba di Mall. Mereka berpisah dan duduk bersama kelompok mereka masing-masing.
"Sall.. di depan aja yuk ? biar mudah memahami isi filmnya" ajak Kenzo.
"Tumben loe pinter ??? Oke yuk.." ajak Sally sembari menggandeng tangan Kenzo tanpa sadar. Kenzo menatap Sally dengan heran.
"begini yaa.. rasanya gandengan sama cewek !!" batin Kenzo sambil tersenyum menatap Sally.
Martin dan Jean membeli popcorn terlebih dahulu untuk menangkal rasa bosan saat menonton film. Saat Jean akan membayar popcorn yang dibawanya, tiba-tiba uang Jean terjatuh. Ia pun dengan sigap menunduk dan mengambil uang yang jatuh. Martin yang berada tepat di belakang Jean pun melihat Jean yang sedang menunduk. Jantungnya berdebar saat melihat *anta* indah Jean.
"Ya Tuhan, gue ingin sekali memegang *anta* Jean. Kenapa menggoda sekali siih..." batin Martin. Otak mesum Martin mulai muncul. Ia seakan tersihir oleh keindahan *anta* Jean.
Jean telah selesai membayar popcorn yang ia inginkan. Ia mengajak Martin segera masuk kedalam bioskop. Entah apa yang terjadi dengan Martin hingga ia menggandeng Jean sambil tersenyum. Jean pun heran dengan sikap Martin. Tanpa sengaja tatapan mereka saling bertemu.
"setelah gue lihat lebih dalam Martin cakep juga ternyata" batin Jean. Setelah masuk kedalam bioskop, Jean dan Martin duduk di barisan paling belakang.
////////////
Sean dan Alexa tiba di Mansion Keluarga Astin. Alexa terkagum saat melihat Mansion Sean. Sean pun mengajak Alexa masuk kedalam. Tiba-tiba muncul Mbok Yeti, Kepala Asisten Rumah Tangga (ART) di Mansion Keluarga Astin. Ia tidak menyangka bahwa Tuan Mudanya membawa wanita yang sangat cantik ke Mansionnya.
"Mama mana ?" tanya Sean dingin.
"Ah... Syukulah.." batin Sean yang merasa lega.
Sean mengajak Alexa ke kamarnya. Alexa hanya menuruti ajakan Sean. Setelah tiba di kamar Sean, Alexa melihat-lihat isi kamar Sean. Ia terkesan melihat kamar Sean yang rapi dan bersih. Sean meminta Alexa menyalakan laptop yang ada diatas meja belajarnya. Sedangkan Sean ganti baju karena seragamnya sudah bau keringat. Setelah ganti baju, Sean mengajak Alexa ke taman.
"Kenapa tidak nyuruh gue langsung ke taman aja sih ? Kenapa mengajak gue ke kamar loe ?" tanya Alexa dengan nada kesal.
"Yaa.. pengen aja.." jawab Sean santai sambil menunjukkan senyuman manisnya kepada Alexa. Alexa pun cemberut karena kesal kepada Sean.
Sean dan Alexa menuju ke taman Mansion Keluarga Astin. Kekesalan Alexa hilang seketika saat melihat keindahan taman di Mansion Keluarga Astin. Taman Keluarga Astin dihiasi dengan kolam ikan koi yang memanjang mengelilingi Mansion. Terdapat pula jembatan untuk menghubungkan Mansion dengan Gazebo yang terletak di bawah pohon rindang. Sean dan Alexa mulai mengerjakan tugas mereka.
"Memangnya kita mau nonton film apa ?" tanya Alexa.
"Kita lihat dulu film apa yang tersedia di laptop gue" jawab Sean.
Alexa mulai mengutak atik laptop Sean. Sedangkan Sean melihat ponselnya dab membaca chat dari Darren, salah satu anak buahnya. Alexa tidak tahu bahwa yang ada di laptop Sean adalah film dewasa. Sean memang jago di bidang IT, akan tetapi untuk masalah film, Martin lah yang bertanggungjawab mengisinya. Tanpa persetujuan Sean, Alexa mengKlik salah satu film. Muncullah sebuah adegan anak sekolah yang sedang berkencan di rumah kekasihnya.
Pada awalnya Alexa tidak curiga sama sekali dengan film yang ia tonton. Ia pun terus menonton film tersebut dengan antusias. Tiba-tiba mulailah adegan yang mulai tidak wajar. Alexa melongo saat melihat adegan si pemeran cowok membuka baju si pemeran cewek. Akan tetapi ia masih tetap menontonnya. Sean masih belum menyadari bahwa yang Alexa tonton adalah film dewasa, karena ia masih sibuk membalas chat dari Darren.
Alexa menelan ludah saat adegan ciuman dimulai. Ia semakin melongo saat melihat si pemeran cowok sedang menyusu dengan semangat, sedangkan si pemeran cewek mulai mendesah kenikmatan. Sean mulai curiga dengan suara yang berasal dari laptopnya. Ia pun melihat sekilas laptopnya. Sean sangat terkejut karena film yang ditonton Alexa adalah film dewasa. Ia pun segera menutup laptopnya.
__ADS_1
"Ma..maaf.. gue nggak tahu kalau loe.." kata Sean yang tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia melihat Alexa masih syok dengan film yang ia lihat.
"Alexa loe baik-baik saja kan ??" tanya Sean sembari memegang pundak Alexa. Alexa pun tersadar dari bengongnya.
"Loe ternyata maniak ya Sean ?? gue nggak nyangka kalau loe bener-bener mesum." kata Alexa seakan illfeel kepada Sean.
"Bukan gue yang ngisi film lex, please percaya sama gue" kata Sean yang tidak ingin namanya tercemar.
"Tapi ini laptop loe kan ?? berarti loe yang punya film itu Sean. Loe udah merusak kesucian mata gue !!" kata Alexa memojokkan Sean.
"Martin yang selalu membawa laptop gue. Gue juga nggak tahu kalau di dalamnya ada film itu" jawab Sean yang mulai merasa bersalah.
"Oke.. oke gue percaya, sekarang kita mau nonton film apa ?" tanya Alexa.
"Beauty and the Beast" jawab Sean spontan.
"Loe tunggu pembalasan gue Martin Drake. Loe akan mati besok" batin Sean yang sangat kesal dengan Martin.
Alexa menyetujui saran Sean, mereka menonton film beauty and the beast bersama. Di akhir film, muncul adegan kissing antara Beauty dan Beast. Entah apa yang ada di benak Alexa hingga ia tersenyum saat menontonnya. Sean juga tersenyum melihat Alexa yang tersenyum saat menyaksikan adegan ciuman tersebut. Setelah selesai menonton, Sean dan Alexa mulai mereview film yang mereka tonton.
"Bagian gue sudah selesai. Sekarang tinggal bagian loe" kata Sean dengan nada dingin. Alexa hanya mengangguk kemudian mengerjakan bagiannya. Sean tiduran disamping Alexa yang masih mengerjakan bagiannya.
"Sesaat gue lupa kalau gue sudah punya Gia. Tapi kenapa gue merasa kalau gue sedang bersama Gia ?" batin Sean.
"Alexa sangat cantik dan juga baik" batin Sean sembari tersenyum melihat Alexa yang mengerjakan tugas dengan serius. Beberapa saat kemudian Alexa telah selesai mengerjakan tugasnya.
"Huuuft.. capeknya.." kata Alexa kemudian ikut tiduran di samping Sean.
Sean tersenyum menatap Alexa dengan penuh kelembutan. Sedangkan Alexa menatap Sean yang tersenyum kepadanya.
"Ternyata Sean sangat tampan" batin Alexa sambil tersenyum. Tanpa disadari, Alexa memainkan rambut Sean.
"apa bener loe udah dijodohin sama Vallerie ?" tanya Alexa dengan lembut sambil memainkan rambut Sean.
"Loe percaya?" tanya Sean yang juga mulai terbawa suasana. Alexa menggeleng dengan manja. Sean tersenyum senang karena Alexa tidak mempercayai perkataan Vallerie.
"meskipun iya, gue nggak akan mau sama wanita ****** itu Lex. Gue sama sekali nggak suka sama Vallerie. Yang ada gue jijik saat melihat dia setiap hari gangguin gue" kata Sean sembari memainkan rambut Alexa. Alexa pun tersenyum senang karena apa yang Vallerie katakan tidak ada yang benar.
Sean mulai mengelus pipi Alexa. Alexa hanya diam dan tersenyum saat Sean mengelus pipinya dengan lembut. Ia seakan tersihir oleh pesona seorang Sean Astin. Mbok Yeti yang sedang membawa minuman untuk Sean dan Alexa pun terpaksa berhenti saat melihat majikannya sedang bermesraan. Tak lupa ia memotret kedua anak SMA itu untuk kemudian dikirimkan kepada Mama Ivanka.
Setelah memotret, Mbok Yeti mengantarkan minuman yang ia buat. Sean dan Alexa kaget bukan main saat Mbok Yeti tiba-tiba ada di depan mereka. Sean dan Alexa langsung bangun dari rebahannya.
"Silahkan diminum tuan ...nona.." kata Mbok Yeti sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Sean dan Alexa menjadi salah tingkah karena secara tidak sadar mereka memperlakukan satu sama lain seperti kekasih. Alexa meminum habis milkshake strawberry yang dibawakan oleh Mbak Yeti.
"apa loe haus lex ?" tanya Sean. Alexa tersenyum dan menggeleng.
__ADS_1
Sean teringat dengan pesan Pak Danang bahwa setiap tugas kelompok harus ada dokumentasi untuk membuktikan bahwa tugas tersebut dikerjakan bersama. Untuk itu Sean meminta Alexa berfoto bersama sebagai dokumentasi. Alexa pun menurut dengan perkataan Sean.
~bersambung~