Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Pemanggilan Orang Tua


__ADS_3

Beberapa jam setelah menempuh perjalanan jauh, Sean dan Alexa tiba di Mansion keluarga George. Sedangkan teman-teman mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Alexa meminta Sean masuk ke dalam Mansion, akan tetapi Sean menolaknya. Ia ingin Alexa segera beristirahat.


"Kamu istirahat saja ya sayang, jangan fikirkan tentang foto itu. Kenzo pasti akan menemukan pelakunya." kata Sean sembari mengelus rambut Alexa. Setelah berpamitan, Sean hendak mencium bibir Alexa. Alexa pun sudah bersiap menerima ciuman dari Sean.


"Ekkkhhhhmmm...!!! ekkkhhmmm..!!!" Mbok Ningsih berdehem secara tiba-tiba di belakang Alexa. Sean pun membatalkan ciumannya. Ia melotot kepada Mbok Ningsih. Ia merasa jika di sekolah, pengganggu terbesarnya adalah Pak Danang. Sedangkan saat di Mansion Keluarga George, pengganggu terbesarnya adalah Mbok Ningsih. Sean pun segera pulang karena ia juga ingin segera beristirhat.


///////////Negara S//////////


Papa Kevin sedang meeting bersama para klien. Di tengah meeting, ponsel Papa Kevin berdering. Papa Kevin mengecek sekejap seseorang yang menghubunginya. Ternyata Tuan Bennedict yang menghubunginya. Ia segera menjawab panggilan dari Tuan Bennedict.


"Hmm... ada apa ???!!!" tanya Papa Kevin dengan nada dingin. Semua klien melihatnya menjawab panggilan telepon.


"Tuan, saya harap besok anda bersedia datang ke Sekolah. Alexa telah membuat masalah yang sangat fatal. Anda harus hadir di sekolah Tuan" kata Pak Bennedict selaku Kepala Sekolah Einstein High School.


"Kesalahan apa yang Alexa buat !??!! Alexa tidak pernah membuat kesalahan dalam hidupnya !!! berani sekali anda menyalahkan Alexa !!!!" bentak Papa Kevin.


"Semua akan saya jelaskan besok saat anda sudah hadir di sekolah" kata Pak Bennedict.


Semua klien melihat ke arah Papa Kevin dengan heran. Baru kali ini mereka melihat Presdir mereka marah-marah saat meeting berlangsung. Setelah menutup panggilan Pak Bennedict, Papa Kevin membubarkan meeting, meskipun meeting baru dimulai 30 menit yang lalu.


Papa Kevin bergegas ke hotel untuk menjemput Mama Nessa dan mengajaknya pulang saat ini juga. Beberapa saat kemudian Papa Kevin tiba di hotel. Ia bergegas menemui Mama Nessa.


"Kita pulang sekarang Ma.. anak aku sedang dalam masalah" kata Papa Kevin sembari mengemasi barang yang akan dibawa pulang.


"Emang Alexa dalam masalah apa Pa ??" tanya Mama Nessa yang mulai khawatir.


"Si Bennedict sialan itu tidak memberitahuku Ma. Dia memintaku ke sekolah Alexa besok. Dia akan menjelaskannya disana." kata Papa Kevin dengan kesal.


Mama Nessa membantu Papa Kevin mengemasi barang. Beberapa saat kemudian mereka pulang ke Negara K dengan menggunakan pesawat pribadi.


/////////////////


Sean baru tiba di Mansion Keluarga Astin. Wajah Sean tampak sangat lelah. Ia pun bergegas masuk ke dalam Mansion. Saat ia memasuki ruang keluarga, Papa Robbert sudah menyambutnya dengan wajah dinginnya.


"Sean !!!!!" bentak Papa Robbert. Sean hanya menoleh kemudian menghampiri Papa Robbert.


"Apa yang kamu lakukan selama kegiatan study tour ??? Apa kamu berbuat tidak senonoh disana ???!!! Apakah kamu juga telah melukai Pak Danang ???" tanya Papa Robbert penuh amarah.


"Aku disana tidak ngapa-ngapain Pa, cuma mengerjakan tugas kelompok !!! Pak Danang saja yang suka cari masalah !!" kata Sean.


"Kalau begitu kenapa Pak Bennedict meminta Papa untuk datang ke sekolah besok ???!!!" bentak Papa Robbert. Sean mengangkat kedua pundaknya yang menandakan ia tidak tahu kemudian berlalu ke kamarnya.

__ADS_1


"Sean !!!! Papa belum selesai berbicara !!!" teriak Papa Robbert. Akan tetapi Sean tidak mempedulikan Papa Robbert. Mama Ivanka yang baru selesai dari dapur segera menenangkan Papa Robbert saat mendengar teriakan Papa Robbert.


Sean merebahkan dirinya diatas tempat tidur big size-nya. Saat ia hendak memejamkan mata, ponselnya tiba-tiba berdering. Kenzo menghubunginya untuk menanyakan wali mereka yang akan datang ke sekolah besok. Sean telah mengatur bahwa Darren lah yang akan menjadi wali mereka.


////////////////////


Vallerie beserta rombongan study tour baru memulai perjalanan kembali ke kota. Vallerie tidak sabar dengan datangnya hari esok dimana Alexa dan teman-temannya akan dihukum di hadapan orang tua mereka.


"besok akan menjadi hari bahagia buat gue.. hahahahaha..." kata Vallerie di iringi dengan gelak tawa penuh kemenangan.


"Biar kapok tuh si Alexa dan teman-temannya... hahahahaha..." sahut Angel.


"Tapi gue ragu dengan hasil kita guys.. gimana kalau kita ketahuan ??!!" kata Anna yang tengah khawatir. Angel segera membungkam mulut Anna. Menurutnya tindakan Angel dapat menyebabkan dirinya, Anna dan Vallerie berada dalam bahaya.


"Loe jangan bilang seperti itu lagi An.. jangan pernah !!! Ucapan adalah doa !!!" kata Vallerie dengan kesal. Anna pun mengangguk.


/////////////////


Mentari mulai menyinari pagi yang dingin. Saat Alexa masih mengerjapkan matanya, seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia pun meminta seseorang tersebut masuk. Ia berfikir bahwa yang mengetuk pintu kamarnya adalah Mbok Ningsih karena yang ia tahu Mama Nessa dan Papa Kevin masih berada di luar negeri.


"Sayang... !!!!" panggil seseorang sembari masuk ke dalam kamar Alexa.


"Mama.. ???!! Papa...!!??" Alexa terkejut dengan kedatangan Mama Nessa dan Papa Kevin.


"Kamu kenapa sayang ?? Apa ada yang menyakitimu ? Bilang sama Papa" tanya Papa Kevin sembari mengelus rambut Alexa. Alexa tidak menjawab pertanyaan Papa Kevin. Ia masih tetap menangis dipelukan Mama Nessa.


"Sayang.. coba ceritakan ke Mama sama Papa, apa yang sebenarnya terjadi ?? Kenapa kamu menangis ??" tanya Mama Nessa dengan lembut.


Akhirnya Alexa menceritakan semua yang terjadi selama berada dalam kegiatan study tour. Ia menceritakan tentang bajunya yang hilang di sungai hingga fitnah yang ia terima tentang foto telanjang dirinya dan teman-temannya.


"Hiks... hiks..Bahkan Pak Danang mengatai harga diri aku rendah Ma.. hiks..hiks.." kata Alexa di iringi dengan tangisan kesedihan.


"Brengsek !!!! Beraninya Danang memperlakukan putriku seperti itu !!!!" umpat Papa Kevin


Mendengar cerita Alexa, Papa Kevin pun menjadi marah seketika. Ia meminta Alexa segera bersiap-siap kemudian berangkat ke sekolah bersama-sama. Mama Nessa hendak ikut ke sekolah, akan tetapi Papa Kevin melarangnya.


"Kamu pasti capek sayang.. kamu istirahat dulu saja, kan habis perjalanan jauh. Untuk hal ini biar Papa yang mengurusnya" kata Papa Kevin dengan lembut. Mama Nessa pun mengangguk.


Terdengar suara klakson mobil di depan pintu utama. Papa Kevin meminta Mbok Ningsih mengecek orang yang datang ke Mansionnya. Belum sempat Mbok Ningsih mengecek, seseorang sudah masuk ke dalam Mansion.


"Sayang !!!! sudah siap atau belum ??!!" teriak Sean dari lantai 1.

__ADS_1


Papa Kevin tersenyum mendengar Sean yang datang menjemput Alexa. Ia pun menemui Sean yang saat ini duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya. Sean terkejut saat tahu Papa Kevin turun dari lantai 2. Ia pun bergegas menghampiri Papa Kevin dan memeluk Papa Kevin seperti pelukan seorang anak kepada ayahnya.


"Papa kapan pulang ??" tanya Sean dengan senyuman manis di bibirnya.


"Baru 4 jam yang lalu kok. Sean, terimakasih sudah menjaga Alexa. Alexa sudah menceritakan semua sama Papa. Papa bangga sama kamu !!!" kata Papa Kevin sambil menepuk pundak Sean.


"Tidak usah berterima kasih Pa.. sudah tugas aku melindungi Alexa. Alexa kan calon istri aku" kata Sean dengan percaya diri.


Mendengar ucapan terimakasih dari Papa Kevin, Sean merasa sangat bahagia. Menurutnya, jika Papa Kevin sudah berhutang budi kepadanya, maka akan mempermudah langkahnya untuk mempersunting putri kesayangannya.


"Siapa bilang Alexa calon istri kamu ?? Papa sudah menjodohkannya dengan orang lain. Hahahaha.." kata Papa Kevin. Bagaikan tersambar petir di siang hari yang sangat terik, Sean terkejut bukan main mendengar perkataan Papa Kevin. Ia terdiam seketika.


Beberapa saat kemudian, Alexa sudah selesai bersiap-siap. Alexa meminta Papa Kevin berangkat ke sekolah agak siang karena ia ingin berangkat bersama Sean. Papa Kevin pun menuruti keinginan putri semata wayangnya. Setelah berpamitan kepada Papa Kevin, Sean dan Alexa bergegas berangkat ke sekolah.


Dalam perjalanan, Sean melihat Alexa hanya diam dan menunduk sedih. Sean tidak tahu bagaimana cara menghibur kekasih yang paling dicintainya. Ia melihat toko bunga di seberang jalan. Ia berhenti sejenak dan membeli bunga.


"Saya mau mawar merah 100 tangkai" kata Sean dingin. Penjual bunga yang usianya hampir sama dengan Sean kagum dengan ketampanan Sean. Ia pun terbengong melihat Sean yang tengah melihat-lihat bunga.


"Ekhm... !!! saya mau mawar 100 tangkai sekarang !!!" kata Sean dingin.


"Baik Tu..Tuan.." jawab penjual bunga.


Beberapa saat kemudian, bunga sudah selesai di rangkai. Sean juga membeli cokelat yang disediakan oleh toko. Setelah membayar, ia kembali ke mobilnya. Ia meminta Alexa membuka pintu mobilnya. Alexa pun menuruti perkataan Sean. Sean berjongkok di depan Alexa.


"Sayang.. aku tidak tahu cara menghibur seseorang yang sedang sedih. Aku harap caraku ini bisa menghibur kamu. Aku mohon jangan cuekin aku sayang !!!. Jangan sedih lagi yaa.. I Love You sayang.." kata Sean sembari menyodorkan bunga dan cokelat kepada Alexa.


Alexa tersenyum dan menerim pemberian Sean. Ia tidak menyangka jika Sean bisa seromantis itu.


"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud nyuekin kamu. I Love You more Sean..." kata Alexa, Sean tersenyum dan mengangguk kemudian melanjutkan perjalanan.


Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa tiba di sekolah. Saat Alexa hendak turun dari mobil Sean, Sean mencegahnya. Sean menarik tangan Alexa.


"ada apa sayang ?" tanya Alexa.


Tanpa persetujuan Alexa, Sean mencium bibir Alexa. Tanpa dikomando, Alexa ******* bibir Sean. Sean pun membalas lum*tan Alexa. Sean semakin terbawa suasana. Ia julurkan lidahnya kedalam mulut Alexa kemudian ia memainkan lidah Alexa dengan menggunakan lidahnya. Tangan Sean mulai meraba dada Alexa tanpa melepaskan lidahnya dari mulut Alexa. Alexa tidak sadar jika Sean telah melepaskan kancing seragamnya.


Tangan Sean terus menjelajahi dada Alexa. Setelah berhasil membuka seragam Alexa, Sean mulai meremas dua gundukan bukit indah yang padat dan berisi. Alexa mulai sadar saat Sean meremas aset pribadinya. Ia segera melepaskan ciuman.


"Apa yang kamu lakukan sayang !!!!" kata Alexa dengan kesal sembari mengancingkan seragamnya.


"Naluri lelaki sayang. Maaf yaa.." kata Sean sembari tersenyum kepada Alexa. Alexa mencubit perut Sean kemudian turun dari mobil Sean.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2