
Jean memberitahu Alexa bahwa Papa Kevin mengajaknya makan siang bersama. Alexa segera berpamitan kepada Sean sebelum Papa Kevin curiga bahwa ia menemui Sean di Markasnya.
"Sayang jangan pergi yaaa..." kata Sean menahan Alexa.
"Kalau aku tidak pergi, Papa bisa curiga Sean. Jangan lupa baca surat dariku yaa.. Setelah itu, kamu harus membalas suratku !!" kata Alexa dengan senyum cantiknya. Sean pun mengangguk dengan terpaksa karena ia merasa berat saat Alexa jauh darinya.
Ia terpaksa melepas kepergian Alexa. Ia mencium bibir Alexa dengan lembut sebagai ciuman perpisahan. Alexa pun memagut bibir Sean dengan lembut. Mereka lupa jika masih ada anak buah Sean yang masih menungggu sidang berakhir. Tanpa melepas ciumannya, Sean memberikan isyarat dengan tangannya agar semua anak buah yang berada di ruang sidang segera meninggalkannya bersama Alexa. Dengan tingkat kepekaan mereka yang cukup tinggi, mereka pun pergi meninggalkan ruang sidang.
Sean dan Alexa masih melepaskan rindu setelah sehari tidak bertegur sapa. Ciuman Sean yang semula dibibir kini telah beralih ke leher Alexa. Ia hendak meninggalkan bekas kepemilikannya di leher Alexa. Akan tetapi Alexa menolaknya. Ia takut Papa Kevin tahu bahwa ia telah menemui Sean. Sean pub tak kehabisan akal. Ia membuka dua kancing baju Alexa dan memberikan tanda kepemilikan di sekitar dada Alexa. Alexa hendak melarang Sean, akan tetapi Sean menahan bibir Alexa agar Alexa tidak bersuara. Setelah memberikan tanda kepemilikan di dada Alexa, Sean kembali mencium bibir Alexa dan mengakhirinya dengan pelukan erat dan mesra seakan mereka tidak akan berjumpa lagi.
"Kamu milikku Alexa. Selamanya akan menjadi milikku" kata Sean sambil memeluk Alexa dengan posesif.
"Iya.. aku milik kamu Sean, kamu juga milikku kan ??" tanya Alexa. Sean mengangguk dengan pasti. Setelah melepaskan pelukannya, dengan berat hati Alexa pergi bersama Jean, Rose dan Sally menuju Golden Resto sesuai permintaan Papa Kevin.
///////////////
Dari semalam, Vallerie tidak keluar dari kamarnya sekali pun. Ia sibuk menangisi tolakan Sean. Ia telah putus asa dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Akan tetapi ia juga bingung karena Papa Sean berkata bahwa Sean telah dijodohkan dengan putri sahabatnya. Bahkan Sean pun menerima perjodohan tersebut.
Ia berfikir ingin mencari tahu siapa sahabat Tuan Robbert dan putrinya yang dijodohkan dengan Sean. Ia tidak terima jika Sean jatuh ke pelukan orang lain, sedangkan dirinya telah mencintai Sean selama 2 tahun tanpa ada satupun balasan dari Sean.
Tuan Bennedict yang merasa khawatir dengan keadaan Vallerie berulang kali mencoba membujuk Vallerie, akan tetapi tidak berhasil, bahkan Vallerie meminta Tuan Bennedict pergi meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
"Ayah pergi saja. Lamaran kita ditolak Sean karena Ayah tidak benar-benar berjuang !!!! Kenapa Ayah menerima keputusan Sean begitu saja ??? hiks...hiks.. Aku sangat mencintainya Ayah...hiks...hiks.." kata Vallerie dengan nada penuh dengan keputus asa-an.
"Maafkan Ayah nak.. Ayah tidak bisa memaksakan kehendak kita begitu saja. Jika kita terus memaksa mereka, bagaimana dengan harga diri kita sayang???" kata Tuan Bennedict dengan tenang.
"Persetan dengan harga diri !!! Sean lebih penting dari pada harga diriku Ayah..hiks..hiks.." bentak Vallerie.
"Vallerie !!!! Jaga ucapanmu !!!!!" bentak Tuan Bennedict kemudian pergi meninggalkan Vallerie.
Tuan Bennedict bingung dengan apa yang seharusnya ia lakukan. Ia mencoba meminta bantuan kepada sahabat-sahabat Vallerie untuk membujuk Vallerie agar tidak terpuruk dalam keputus asaannya. Ia pun pergi menjemput teman-teman Vallerie.
//////////////
Sean melanjutkan sidang yang sempat terhenti. Ia meminta Martin, Jonathan dan Kenzo mengawasi gerak-gerik anak buah Steve di sekolah.
"Martin, loe cari satu orang siswa di kelas Vallerie untuk loe jadikan mata-mata. Beri dia uang sebanyak yang dia mau." kata Sean dengan nada dinginnya. Martin mengangguk dengan pasti.
Saat asyik berdiskusi di ruang sidang, terdengar suara tembakan dari pintu gerbang. Martin, Jonathan, Kenzo dan Thomas bergegas menghampiri pintu gerbang. Mereka telah bersiap dengan senjata mereka. Dua anak buah Devils yang sedang berjaga di depan pintu gerbang ditemukan tewas dengan luka tembak tepat di kepala mereka.
Martin, Jonathan, Kenzo dan Thomas hendak mengejar penyusup tersebut, akan tetapi usaha mereka sia-sia karena sang penyusup telah pergi sebelum mereka tiba di gerbang. Kenzo bergegas menuju ruang control untuk melihat rekaman cctv. Meskipun dilihat berkali-kali, wajah penyusup tidak jelas sama sekali karena mereka mengenakan topeng.
"Brengsekkkk !!!!! Beraninya kecoa kecil seperti mereka menyerang markas Devils !!!!!" umpat Sean.
__ADS_1
"Ken.. gue nggak mau tahu, loe harus segera menemukan siapa penyusup bertopeng itu !!!" perintah Sean kemudian ia berlalu ke ruang pribadinya.
"Siap King !!!!" kata Kenzo dengan tegas.
////////////////
Satu Minggu berhasil dijalani Sean dan Alexa dengan sangat berat. Mereka berjuang menahan rasa rindu untuk berbincang bersama seperti sebelumnya. Sean dan Alexa masih berkomunikasi lewat surat menyurat. Menurut Alexa dan Sean, surat menyurat adalah cara paling aman untuk menyampaikan rasa cinta dan rindu mereka. Ujian kenaikan kelas yang dilaksanakan selama 5 hari telah selesai. Kini hanya tinggal menunggu class meeting dari masing-masing kelas di Einstein Highschool.
Vallerie yang sebelumnya asyik mengurung diri dikamar, kini lebih percaya diri berkat motivasi dari sahabatnya. Sahabatnya menyarankan agar Vallerie tetap berjuang mendapatkan Sean. Valerie pun dengan semangat 45 kembali bangkit dari keputus asaannya. Ia telah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia harus mendapatkan Sean bagaimanapun caranya.
Penyusup yang dikirim seseorang untuk menyerang Markas 666 belum ditemukan. Setiap hari Sean marah kepada Martin, Jonathan dan Kenzo karena mereka tidak berhasil mengungkap identitas penyusup itu. Sean meminta anak buahnya untuk memperketat penjagaan karena ia khawatir jika kelompok bertopeng akan kembali menyerang markas devils. Sean juga memerintahkan agar memperketat penjagaan di S.A Group, perusahaan Sean.
Anak buah Steve semakin tertipu oleh hubungan Sean dan Alexa yang mereka anggap sudah berakhir. Hingga kini mereka masih menganggap bahwa hubungan Sean dan Alexa telah berakhir. Mereka melaporkan segala yang mereka lihat kepada Felix. Felix pun kini memiliki harapan besar untuk memiliki Alexa. Ia akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Alexa agar bisa mendekati dan membawanya pergi ke Negara B. Kenzo tidak menemukan adanya kerjasama antara Vallerie dengan anak buah Steve.
////////////////
Pagi hari Jean menjemput Alexa untuk berangkat ke sekolah bersama. Beberapa saat kemudian, Jean dan Alexa tiba di parkiran sekolah setelah menempuh perjalanan selama 20 menit. Setelah memarkirkan mobil, Jean dan Alexa pergi ke kelas mereka bersama. Dengan sabar, Sean menunggu kedatangan Alexa di dalam kelas. Saat melewati bangku Sean, Alexa meletakkan surat cinta di depan Sean. Sean pun tersenyum melihat Alexa yang meletakkan surat cinta diatas meja.
Setelah memberikan surat kepada Sean, Alexa pun duduk di tempat duduknya. Saat ia duduk, ia menemukan surat cinta dari Sean di laci mejanya. Alexa tersenyum sembari melihat Sean. Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening. Pak Danang masuk kedalam kelas. Ia mengumumkan bahwa Class Meeting dimulai hari ini sehingga ia meminta siswanya untuk bersiap-siap. Pak Danang meminta semua siswa mengganti seragamnya dengan pakaian olah raga.
Pertandingan Class Meeting pun dimulai. Pertandingan pertama adalah lari estafet beregu. Perwakilan dari kelas Sean adalah, Sean, Alexa, Jean, Martin dan Kenzo. Sedangkan perwakilan dari kelas Vallerie adalah Lucas, Vallerie, Anna, Victor dan Zidane. Setelah memberikan waktu untuk berdiskusi tentang strategi permainan, Pak Danang meminta peserta bersiap-siap.
__ADS_1
Urutan regu Sean adalah Kenzo, Martin, Jean, Alexa dan Sean berada di bagian akhir. Sedangkan urutan regu Vallerie adalah Victor, Anna, Zidane, Vallerie dan Lucas yang berada di bagian akhir. Setelah melakukan persiapan, pertandingan pun akan dimulai. Pak Danang meniup peluit yang berarti pertandingan estafet dimulai.
~bersambung~