Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Rencana Balasan


__ADS_3

Pagi Hari, Sean dan Alexa telah berangkat dari kota D menuju ke rumah mereka. Sejak memulai perjalanan, Sean sibuk dengan ponselnya, sedangkan Alexa juga menyibukkan diri dengan videocall bersama Jean, Rose dan Sally. Jean, Rose dan Sally menceritakan kejadian saat mereka bertemu David dan Samuel di Mall.


Alexa tidak percaya jika David mengatakan demikian. Pasalnya ia mengenal David sebagai orang yang dingin, pendiam dan tidak suka ikut campur urusan orang lain.


"Masak loe tidak percaya sama kita sih ?? David diam saja saat Samuel meremehkan kita. Itu sama saja di juga punya andil meremehkan kita Lex.." kata Jean menggebu-gebu.


"Iya..iya..gue percaya kok sama kalian. Jadi kita harus gimana ???" tanya Alexa.


"Mulai besok kita tidak perlu membalas sapaan David. Kita putuskan pertemanan kita dengan David." kata Sally.


"Gue setuju !!!! Kita tidak boleh berteman dengan penghianat !!!" kata Rose dengan wajah kesalnya.


"Hahahaha..Kalian ini lebay banget sih !!" kata Alexa sambil tertawa.


Suara tawa Alexa mengganggu konsentrasi Sean yang sedang sibuk menyusun strategi balasan untuk Fire yang berani meretas data Devils.


"Sayaaang.... tertawanya jangan keras-keras, aku nggak bisa konsen nih..!!!" keluh Sean yang hilang fokus.


"Hahahahaha..." Alexa dengan sengaja semakin memperkeras suara tawanya hingga membuat Sean kesal. Sean mencubit kedua pipi Alexa dengan gemas.


"hayo.. masih mau tertawa lagi ???" ancam Sean sambil mencubit pipi Alexa. Alexa lupa bahwa ia masih berada dalam videocall bersama Jean, Rose dan Sally sehingga mereka dapat melihat dengan jelas tindakan yang Sean dan Alexa lakukan saat ini. Jean, Rose dan Sally tersenyum menyaksikan adegan mesra pasangan suami istri dari layar ponsel mereka.


"enggak..enggak.. ampun sayang.." kata Alexa. Sean menghentikan cubitannya.


Ia mengelus pipi Alexa kemudian mencium bibir Alexa dengan mesra. Alexa memejamkan matanya merasakan kelembutan bibir Sean. Tiba-tiba Alexa teringat dengan Videocall bersama sahabatnya. Ia hendak mematikan Videocall yang masih berlangsung, akan tetapi Sean menghalanginya. Sean mengambil ponsel Alexa tanpa melepaskan ciumannya, ia tunjukkan ciumannya secara terang-terangan kepada Jean, Rose dan Sally kemudian mengakhiri Videocall yang sedang berlangsung.


/////////Rumah Rose/////////


Setelah Sean menutup Videocall, Jean, Rose dan Sally terdiam seketika. Mereka tidak menyangka dan tidak percaya bahwa Sean bisa menunjukkan kemesraannya bersama Alexa tanpa rasa malu.


"Dia pasti bukan Sean.. !!!! Cowok sedingin dan se arrogan Sean bisa melakukan hal semacam itu tanpa rasa malu ??" kata Jean tidak percaya.


"Sungguh mustahil !!! seharusnya kita tadi merekamnya guys.." kata Sally.


"Gitu doang mah biasa..Jonathan juga sering kok mencium gue di depan umum" kata Rose.


"Jonathan sama Sean itu beda jauh Rojee..." kata Jean dan Sally bersamaan.


////////Rumah Vallerie/////////


Persiapan acara ulang tahun Vallerie mulai dilakukan. Vallerie mulai menjalani perawatan tubuh dan wajah agar terlihat cantik saat acara ulang tahunnya. Tak lupa pula Yunna, Anna dan Angel turut serta membantu mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan besok.


"Gue seneng banget.. akhirnya gue bisa membuat Sean cemburu" kata Vallerie.


"Maksud loe gimana sih Val ??" tanya Yunna. Anna dan Angel yang juga tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Vallerie.


"Gue sama Samuel sudah jadian guys.." pamer Vallerie. Yunna, Anna dan Angel turut senang mendengar kabar Vallerie.


"Terus gimana cara loe membuat Sean cemburu Val ??" tanya Anna.


"Gue dan Samuel akan bermesraan di depan Sean. Gue yakin di hati Sean pasti ada sedikit cinta buat gue" kata Vallerie sembari tersenyum manis.


"Untung loe tidak mengundang si ****** Alexa dan sahabat-sahabatnya. Jika loe mengundang mereka, rencana loe bisa berantakan Val.." kata Yunna. Vallerie hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Yunna


"Tapi.. jika Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo yang mengajak mereka gimana ?" tanya Angel.

__ADS_1


"Nggak mungkin, mereka tidak akan suka membawa wanita. Kalian tahu sendiri kan mereka itu anti ribet. Sedangkan Alexa dan sahabat-sahabatnya itu ribet banget" kata Yunna.


///////Mansion Sean dan Alexa////////


Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di Mansion mereka. Mbok Dian telah menyiapkan makan siang untuk Sean dan Alexa. Saat makan bersama, muncul niat dibenak Alexa untuk tidak ikut hadir pada acara ulang tahun Vallerie.


"Sayang.. aku nggak usah ikut di acara bunga kentut ya ?? Kan aku tidak diundang, aku tidak mau dipermalukan sayang.." pinta Alexa sembari menyendokkan nasi kedalam mulutnya.


"Kamu harus mendampingiku sayang.. kamu kan istriku." kata Sean sembari mengusap pipi lembut Alexa.


"Kalau begitu kamu nggak usah datang aja ke acara Vallerie sayang.." pinta Alexa sambil menurunkan tangan Sean yang menyentuh pipinya.


"Kalau aku nggak datang, gak enak sama Tuan Bennedict lah sayang !! Kan kamu tahu sendiri aku pemilik Einstein Highschool" jawab Sean. "Kamu tidak perlu khawatir, aku akan melindungi kamu sayang" imbuhnya. Alexa hanya bisa mengangguk karena semua yang dikatakan Sean masuk akal.


Setelah makan siang selesai, Sean meminta Alexa istirahat di kamar. Sedangkan ia akan berangkat ke markas 666 untuk membahas tentang kelompok Fire bersama anak buahnya.


"jangan pergi !!! suruh mereka kemari saja sayang.." Alexa menarik lengan Sean dan melarangnya pergi.


"Beneran ?? kamu nggak akan marah kalau mereka mengotori mansion kita ?" tanya Sean ragu.


"Kan ada mbok Dian... aku mau kamu disini saja sayaaang.." kata Alexa sambil bergelayut manja di lengan Sean.


Sean tersenyum melihat tingkah manja istrinya. Ia pun menuruti permintaan Alexa. Ia menghubungi semua anak buah Devils dan meminta mereka berkumpul ke Mansionnya. Setelah menghubungi anak buahnya, Sean berbaring bersama Alexa di tempat tidur. Tiba-tiba Sean teringat tentang obat penunda kehamilan dari Mama Nessa dan Mama Ivanka.


"Sayang.. kamu sudah minum obat dari Mama ??" tanya Sean.


"Oh.. iya.. aku lupa sayang.. aku akan meminumnya sekarang !!" kata Alexa sambil beranjak dari tempat tidur.


////////Markas 666////////


"Loe yakin Tin ?? Tumben sekali King mengundang kita ke Mansion kebesarannya ??" tanya Kenzo tidak percaya.


"Iya.. King sendiri yang menghubungi gue !!!" kata Martin meyakinkan rekan-rekannya.


"Waahh !!! alamat kita akan makan enak, gratis pula.. hahahaha.." celetuk Jonathan.


"Plaaakkkk !!!!" Zayn memukul kepala Jonathan. "Kenapa di fikiran loe cuma ada makanan doang sih Jo !!!" sindir Zayn kepada Jonathan.


"Apaan sih !!! Yang namanya manusia itu harus makan Zayn, kalau tidak makan bisa mati.. hahahahaha" jawab Jonathan. Zayn hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan Jonathan.


Martin, Jonathan, Kenzo, Darren dan Zayn bergegas berangkat menuju ke Mansion Sean. Sedangkan Thomas tetap menjalankan tugasnya sebagai penjaga Markas.


"Zayn...!!!!!! bungkus makanan buat gueeee !!!!!" teriak Thomas. Zayn hanya mengacungkan jempolnya untuk membalas teriakan Thomas.


////////Mansion Sean dan Alexa////////


Sean dan Alexa masih berbaring sambil bercanda di tempat tidur mereka. Oleh karena merasa bosan, Alexa mengajak Sean bermain kartu sambil menunggu kedatangan anak buah Sean. Sean setuju dengan ajakan Alexa dengan mengajukan syarat.


"Yang kalah mendapat hukuman yaa.." tantang Sean.


"Oke.. siapa takut !!!" jawab Alexa penuh percaya diri.


Sean dan Alexa memulai permainan. Permainan pertama Sean berhasil mengalahkan Alexa. Akan tetapi Alexa tidak menerima kekalahannya. Ia menuduh Sean berbuat curang. Sean pun berpura-pura marah agar Alexa mau mengakui kekalahannya.


"Sayang.. jangan marah dooong.. oke aku kalah.. kamu nggak curang.." kata Alexa dengan bibir yang cemberut.

__ADS_1


"Baiklah.. berarti kamu siap menerima hukuman yaa.." jawab Sean sambil tersenyum manis.


Alexa hanya diam dan mengangguk. Sean pun mulai memberikan hukuman kepada Alexa. Ia mengelus pipi Alexa kemudian mencium bibir Alexa dengan penuh gairah hingga membuat Alexa kehabisan nafas.


"Sayang.. kenapa tiba-tiba sekali.." kata Alexa yang masih terengah-engah karena kehabisan nafas.


"Gimana ?? Masih mau kuhukum ??" ejek Sean sambil tersenyum sinis.


"Kali ini pasti kamu yang akan aku hukum Sean.. hahahaha.." kata Alexa.


Sean dan Alexa kembali bermain kartu. Sebenarnya Sean penasaran dengan hukuman yang Alexa berikan kepadanya jika ia kalah. Sean pun mengalah kepada Alexa. Alexa sangat senang saat ia memenangkan permainan. Ia bersiap memberikan hukuman untuk Sean.


"Pllllttthakkkk !!!" Alexa menyentil kening Sean.


"Aaaaargh...!!! Kamu tega sekali sih sayang !!!!!" teriak Sean yang kesakitan dan mengusap keningnya yang memerah.


"Mwehehehehe...Maaf ya sayang. Sebagai permintaan maafku, aku kasih hadiah deh.." kata Alexa sembari memberikan cokelat kepada Sean. Sean menerima cokelat pemberian Alexa dengan bibir cemberut kemudian membuka sebagian cokelat dan memakannya. Sean menawarkan cokelat kepada Alexa. Alexa yang pada dasarnya sangat menyukai cokelat, menerima dengan senang hati pemberian dari Sean.


Disaat bersamaan, Martin, Darren, Jonathan, Kenzo dan Zayn tiba di Mansion Sean. Mereka bergegas masuk tanpa menunggu Mbok Dian mempersilahkan mereka. Mbok Dian memberitahu mereka bahwa Sean masih beristirahat di kamarnya. Zayn akan memanggil Sean, namun Darren meminta Zayn tetap duduk ditempatnya sedangkan ia yang akan memanggil Sean.


Darren pun menuju ke kamar Sean di lantai 2. Ia hendak mengetuk pintu kamar Sean, akan tetapi ia urungkan karena ia mendengar suara yang menurutnya tidak wajar.


"Buka semua sayaaang.." kata Sean.


"Nih.. sudah aku buka semua kan sayang.." jawab Alexa


"Biar aku yang memasukannya kedalam mulut kamu ya ??" pinta Sean. Alexa mengangguk menuruti permintaan Sean. Seanpun menyuapkannya kedalam mulut Alexa.


"Uhk..uhk..!!!! sayang pelan-pelan.. mulutku penuh nih.." kata Alexa dengan suara yang tertahan karena mulutnya dipenuhi cokelat.


"Hahahaha... maaf sayang.. mulut kamu jadi belepotan.. sini biar aku bersihkan.." kata Sean.


"Gilaaaaa... King benar-benar memasukkan rudalnya ke mulut queen ??!!" batin Darren.


Sean pun mengambil tissue yang tersedia diatas nakas. Saat mengambil tissue, ia merasakan ada seseorang dari balik pintu kamarnya. Ia bergegas membuka pintu untuk mengetahui kebenaran perasaannya. Darrenpun terjatuh karena ia menggunakan pintu sebagai tumpuan tubuhnya saat menguping Sean dan Alexa.


"Hehehehe..maaf King.. gu..gue mau ngasih tahu, semua Devil sudah hadir king" kata Darren yang salah tingkah sambil berpura-pura tersenyum tersenyum untuk menutupi rasa malunya.


"Apa yang tadi loe dengar !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Gu..gue.. dengar Queen sedang memakan sos..sosis loe king.." jawab Darren terbata karena takut membuat Sean marah.


"Ada apa sayang.. ??" tanya Alexa yang turut keluar dengan mulut belepotan cokelat. Darren terkejut melihat mulut Alexa.


"Ja..jadi.. kalian sedang makan cokelat ?? bukan sosis ??" tanya Darren memastikan.


"Iya.. kita makan cokelat. Sosis apa maksud loe ??" tanya Alexa.


"Jangan pedulikan dia sayang." kata Sean sembari mencium kening Alexa dan meminta Alexa beristirahat. Sedangkan ia akan meeting bersama anak buahnya. Alexa pun mengangguk kemudian menutup pintu kamarnya.


"Darren !!! setelah ini gue bakar sosis loe" bisik Sean. Mendengar ancaman Sean, Darren bergegas lari terbirit-birit sambil memegangi juniornya.


"Ampun Kiiiiing..." teriak Darren sembari menuruni anak tangga.


Sean memulai pertemuan dengan anak buahnya. Mereka akan membahas mengenai tindakan dan strategi balasan kepada Fire yang telah mencoba meretas data Devils.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2