Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Lamaran


__ADS_3

Siang telah berganti malam. Jean, Rose dan Sally sudah pulang sejak pukul 16.00. Mama Nessa bergegas meminta Alexa segera bersiap karena keluarga Astin akan hadir pukul 18.00 sekalian dengan acara makan malam bersama.


Tanpa terasa, keluarga Astin tiba di Mansion keluarga George. Papa Kevin membuka pintu untuk mereka. Papa Robbert hendak memeluk Papa Kevin, akan tetapi Papa Kevin berlalu dan mengabaikan pelukan Papa Robbert.


"Hei bro.. gue disini.. loe sedang apa ?" tanya Papa Robbert yang heran melihat tingkah sahabatnya.


"Gue mau memastikan, apakah kalian benar-benar membawa perhiasan atau cuma orang doang yang kemari ?!!" kata Papa Kevin sambil celingukan di belakang Papa Robbert.


"Bangsatt !!! loe kira gue nggak mampu ngasih perhiasan dan berlian kepada Alexa ??!!!" umpat Papa Robbert yang sangat kesal dengan Papa Kevin.


Papa Robbert menepuk tangannya sebanyak tiga kali, kemudian muncullah belasan orang yang membawa sepatu, tas, baju branded serta perhiasan emas dan berlian sebanyak 2 peti, juga 1 unit mobil sport berwarna hitam untuk Alexa. Menyaksikan pemberian Papa Robbert, Papa Kevin tersenyum kemudian memeluk Papa Robbert.


"Selamat datang besan..hahahahaha..." kata Papa Kevin yang masih memeluk erat Papa Robbert.


"ini semua bukan untuk loe, tapi untuk menantu gue !!!" kata Papa Robbert dingin.


"Hahahaha... menantu loe kan anak kandung gue juga Rob.." kata Papa Kevin. Papa Robbert pun melemparkan sepatunya kepada Papa Kevin karena sangat kesal dengan perkataan Papa Kevin sedangkan Mama Nessa mencubit Papa Kevin dengan keras.


"Kamu malu-maluin aja sih sayang.." bisik Mama Nessa. Papa Kevin tersenyum sembari mencium pipi Mama Nessa.


Papa Kevin mempersilahkan Papa Robbert, Mama Ivanka dan Sean duduk di ruang tamu, sementara Mama Nessa akan memanggil Alexa yang belum selesai berdandan. Belum sempat Mama Nessa beranjak dari tempatnya, Sean sudah terlebih dahulu menghadang langkah Mama Nessa. Ia meminta kepada Mama Nessa agar dirinya saja yang memanggil Alexa. Mama Nessa pun tidak keberatan dengan permintaan Sean.


Sean bergegas menghampiri Alexa di kamarnya. Ia membuka kamar Alexa yang kebetulan tidak dikunci. Ia seakan tersihir saat melihat kecantikan Alexa yang sedang memasang anting di telinganya. Ia pun mendekati Alexa dan memeluknya dari belakang. Alexa terkejut saat tiba-tiba seseorang mendekap tubuhnya.


"Malam ini kamu cantik banget sayang.." puji Sean sembari mencium pundak Alexa.


"Apa ??? Malam ini ??? jadiii biasanya aku tidak terlihat cantik gitu ??!!!" kata Alexa dengan tampang kesalnya.


"bu..bukan gitu sayang. Kamu biasanya juga sangat cantik kok. Tapi kali ini berbeda, karena kamu akan segera menjadi milikku" kata Sean sambil meletakkan dagunya di pundak Alexa. Alexa tersenyum sambil mengelus rambut Sean.


Sean segera mengajak Alexa turun ke ruang tamu karena para orang tua sudah menunggunya. Saat Alexa dan Sean menuruni anak tangga bersama, Mama Ivanka dan Mama Nessa saling berbisik.


"mereka memang sangat serasi ya Ness.." bisik Mama Ivanka kepada Mama Nessa.


"banget !!! Sean sangat tampan dan anak gue sangat sempurna" kata Mama Nessa menatap kagum putri kesayangannya dan calon menantunya.


"Heii... Sean juga sempurna Nes.." kata Mama Ivanka yang tidak terima karena Mama Nessa hanya menyebut Sean "sangat tampan".


"Apaan sih Van..kok loe nyolot gitu ??" kata Mama Nessa sedikit kesal.

__ADS_1


"Siapa yang nyolot ??? Loe bilang Sean sangat tampan. Padahal anak gue sangat sempurna Ness" protes Mama Ivanka.


Perdebatan mereka membuat Papa Robbert dan Papa Kevin terganggu. Sean dan Alexa duduk bersama di dekat Mama Nessa. Mama Ivanka yang masih tidak terima menarik Sean dan memaksanya duduk di sebelahnya. Akan tetapi Sean tidak mau meninggalkan tempatnya karena ia ingin berada di samping Alexa.


"Mama apaan sih !!!" kata Sean kesal.


"Disini hanya Mama yang menganggap kamu sempurna, jadi kamu harus duduk disamping Mama" kata Mama Ivanka dengan kesal.


"Kata siapa Ma ??? Sean sangat sempurna kok. Aku sangat mencintainya dan hanya Sean yang satu-satunya orang yang pantas bersanding denganku Ma" kata Alexa yang juga kesal karena ia merasa Mama Ivanka ingin memisahkannya dengan Sean. Mendengar ucapan Alexa, Mama Ivanka merasa sangat senang.


"Hanya menantu gue yang menganggap Sean sempurna.." kata Mama Ivanka sambil melihat ke arah Mama Nessa. Mama Nessa pun merasa tidak enak dengan sahabatnya.


"Alexa dan Sean akan sempurna jika mereka bersatu Van.." kata Mama Nessa sembari menggenggam tangan Mama Ivanka.


"Loe bener Nes.." kata Mama Ivanka yang juga menggenggam erat tangan Mama Nessa.


Papa Robbert dan Papa Kevin merasa aneh dengan tingkah aneh dua wanita di depannya. Akan tetapi mereka tidak ambil pusing. Papa Robbert memulai pembicaraan dengan memanggil Alexa dan meminta Alexa duduk di sebelahnya. Alexa pun menuruti perintah Papa Robbert.


"Vin.. loe dan Nessa adalah sahabat baik gue dan Ivanka. Gue ingin persahabatan kita berkembang menjadi keluarga. Kita telah sepakat bahwa kita akan menjodohkan anak kita yang kebetulan mereka juga saling mencintai. Malam ini, kami ingin melamar putri kalian Alexa Georgia untuk menjadi istri putra kami Sean Astin. Tolong terimalah lamaran kami" kata Papa Robbert dengan raut wajah serius.


"Gue dan Nessa sangat menghargai kedatangan kalian kemari. Gue mohon maaf karena telah membuat kalian repot dengan meminta kalian membawa berlian dan perhiasan. Sebenarnya gue sama Nessa hanya ingin tahu seserius apa kalian menganggap perjodohan ini. Tapi setelah kalian menyiapkannya untuk Alexa, kita sangat tersentuh. Kalian begitu menghargai perjodohan ini sehingga kita tidak akan bisa menolak lamaran kalian. Gue sama Nessa dengan senang hati menerima Sean sebagai calon menantu kami" kata Papa Kevin yang juga serius.


"Kita takut jika kalian akan berubah fikiran." kata Mama Nessa sambil tersenyum tulus.


"Kalau begitu, biar perhiasannya kami bawa pulang lagi ya?? boleh kan.. ??!!" tanya Papa Robbert.


"Tentu saja tidak !! kalian sudah memberikannya. Barang yang sudah diberikan tidak boleh diambil kembali. Atau kalian kau mata kalian bisulan ???!!!" kata Papa Kevin.


"Sialll !!!!!!" umpat Papa Robbert yang kemudian disusul gelak tawa dari Papa Kevin, Mama Nessa dan Mama Ivanka.


Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Papa Robbert, Papa Kevin, Mama Ivanka dan Mama Nessa saling bercanda di sela-sela acara makan malam. Lain halnya dengan Sean dan Alexa yang saling curi pandang satu sama lain. Sean menggoda Alexa dengan mengulurkan kakinya yang berada di bawah meja ke arah Alexa.


Tanpa sengaja, ia menyenggol kaki Papa Kevin. Papa Kevinpun menengok kebawah meja. Ia menatap Sean yang tersenyum kepada Alexa.


"Rob.. kayaknya Sean sukanya sama gue deh... kakinya menoel kaki gue nih.." kata Papa Kevin yang sengaja menggoda Sean.


Sean, Papa Robbert, Mama Nessa dan Mama Ivanka segera memastikan perkataan Papa Kevin. Sean segera berdiri agar semua tidak melihatnya melakukan kesalahan.


"Papa Kevin bohong, aku mau ke toilet, tapi saat berdiri tidak sengaja kakiku menyenggol kaki Papa Kevin." kata Sean membela dirinya.

__ADS_1


"Oooh... jadi Papa yang salah ???" tanya Papa Kevin sembari menahan tawa. Tanpa berkata apapun Sean berlalu menuju ke toilet. Semua yang ada di ruang makan menertawai tingkah konyol Sean.


Saat Sean kembali dari toilet, Mama Nessa meminta Sean melamar Alexa didepan semua orang. Sean pun dengan senang hati melakukan perintah Mama Nessa.


"Alexa... aku sangat mencintaimu sejak kita masih kecil hingga sekarang dan sampai mati pun aku hanya mencintaimu Alexa. Maukah kamu menjadi istriku dan Mommy dari anak-anakku ?" kata Sean sembari menggenggam jemari lentik Alexa. Mendengar perkataan Sean yang tulus dari hati membuat mata Alexa berkaca-kaca.


"Stop..!!!! kamu nggak boleh nangis sayang. Kamu cantik banget loh.. nanti bedak kamu luntur.." kata Mama Ivanka mencoba menenangkan Alexa agar tidak menangis.


"Ayo sekarang jawab lamaran dari Sean sayang" kata Papa Robbert sembari mengelus rambut Alexa. Alexa mengangguk dan mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Sean.. kamu pasti tahu alasanku selalu mengikutimu sejak kecil. Kamu juga pasti tahu perasaanku ke kamu. Cintaku ke kamu tidak akan tergantikan oleh siapapun Sean bahkan saat kita terpisah sangat lama pun cuma kamu yang ada di hatiku. Aku sangat mencintaimu Sean. Aku mau menjadi istri dan Mommy dari calon anak-anak kamu" kata Alexa.


Mama Nessa dan Mama Ivanka meneteskan air mata menyaksikan pernyataan cinta yang dramatis antara Sean dan Alexa. Papa Robbert, Papa Kevin, Mama Nessa dan Mama Ivanka memeluk Sean dan Alexa secara bergantian untuk memberikan selamat kepada mereka.


Setelah acara makan malam selesai, Alexa mengajak Sean ke Taman. Alexa hendak bertanya sesuatu kepada Sean. Mereka pun bergandengan dan melangkah menuju ke Taman. Saat berada di dekat danau, mereka duduk di kursi yang tersedia di Taman Mansion.


"Sayang, kata Sally, Felix sudah berada di negara ini ? Apakah itu benar ??" tanya Alexa dengan serius. Senyum di wajah Sean tiba-tiba hilang saat Alexa menyebut nama Felix. Ia pun mengangguk menjawab pertanyaan Alexa.


"Apa benar Felix juga akan bersekolah di sekolah kita ?" tanya Alexa. Lagi-lagi Sean mengangguk dengan wajah datarnya.


"Apa kamu takut sayang ?" tanya Sean dengan serius.


"Jika aku bersamamu, aku tidak akan takut dengan apapun Sean termasuk Felix. Kamu kan calon suamiku dan kamu juga King Devils, jadi aku tidak perlu khawatir." kata Alexa yang sukses membuat ukiran senyum dibibir Sean. Sean memeluk Alexa dengan posesif.


"Aku sangat mencintaimu Alexa. Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyentuh sehelai rambutpun darimu" kata Sean sembari mengelus rambut Alexa kemudian mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa mencoba melepaskan pelukan Sean.


"Sean, nanti orang tua kita tahu" kata Alexa sambil mencoba menjauhkan diri dari Sean.


"Tidak apa-apa sayang. Kan sekarang kita sudah resmi" kata Sean dengan serius.


"Plllttthhhhkkkk !!!!!" Alexa menyentil kening Sean dengan keras.


"Argh !!!! Alexa !!!! sakiit !!!!!" keluh Sean yang kesakitan sambil mengusap keningnya yang memerah.


"Kita belum menikah, jadi kita belum resmi Sean" kata Alexa dengan wajah kesal.


"Jadii.. kamu mau kita segera menikah ??" tanya Sean dengan niat menggoda Alexa. Akan tetapi Sean melihat pipi Alexa bersemu merah saat ia menggodanya. Alexa pun pergi meninggalkan Sean di taman. Sean memanggil Alexa dan mengikutinya dari belakang.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2