
Awan mendung menyelimuti pagi dua insan yang masih tidur dengan nyenyaknya. Udara yang sangat dingin membuat dua insan tersebut saling mencari kehangatan. Tidur sambil berpelukan adalah posisi paling tepat bagi kedua insan itu untuk saling berbagi kehangatan. Ponsel Sean berdering berulang kali hingga membuat sang pemilik terbangun untuk menghentikan suara nyaring ponselnya.
Sean mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakas. Ia melihat Kenzo menghubunginya berkali-kali. Oleh karena khawatir ada hal yang penting dan mendesak, Sean menjawab panggilan Kenzo.
"King.. gue mau memberikan informasi bahwa hari ini David dan Samuel sudah bersekolah kembali." kata Kenzo.
"Loe tahu darimana ?!" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"dari sekolah lah.. kita sekarang berada di sekolah King !!!" kata Kenzo.
Sean mengecek jam di ponselnya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 09.00, artinya Alexa sudah sangat terlambat untuk pergi ke sekolah. Sean pun membangunkan Alexa yang masih terlelap.
"Sayang.. sudah jam 9. Apakah kamu masih ingin tidur ?" tanya Sean.
Alexa secara refleks membuka matanya saat mendengar kata jam 9. Ia bergegas bangun dan duduk di tempat tidur.
"Sayang.. aku harus sekolah. Tapi jam segini sudah sangat terlambat" kata Alexa.
"Kalau begitu, kamu bolos saja sayang. Ayo ikut aku ke perusahaan." ajak Sean.
"Siap Bos !!!" kata Alexa sambil tersenyum kemudian berlalu ke kamar mandi.
Sebenarnya Sean tidak ingin Alexa berangkat ke sekolah. Setelah mendapatkan informasi bahwa Samuel dan David kembali bersekolah, Sean menjadi khawatir membiarkan Alexa bersekolah tanpanya. Ia takut David akan mendekati Alexa disaat ia menjalani skorsing. Oleh karenanya ia harus mencari alasan agar Alexa tidak berangkat ke sekolah.
////////Sekolah///////
Samuel menunggu kedatangan Vallerie di Parkiran. Sedangkan David pergi ke kelasnya terlebih dahulu. Saat melewati kelas Alexa, mata David memindai seisi ruang kelas Alexa. Ia hendak mencari Alexa. Ia juga sangat merindukan Alexa setelah 4 hari tidak bertemu dengannya. Akan tetapi ia tidak menemukan keberadaan Alexa. Yang ada hanya Jean, Rose dan Sally yang duduk dan bercanda bersama Martin, Jonathan dan Kenzo. David pun masuk kedalam kelas Alexa.
"Jean !!! dimana Alexa ?? kenapa gue tidak melihatnya ?" tanya David kepada Jean.
"Sepertinya Alexa tidak masuk sekolah Vid" kata Jean.
Martin, Jonathan dan Kenzo menjadi kesal saat orang lain mencoba mengganggu Queen mereka. Mereka tidak bisa membayangkan betapa murkanya Sean saat tahu seorang cowok menanyakan tentang istrinya. Saat Sean murka, semua akan terkena imbasnya termasuk Martin, Jonathan dan Kenzo. Oleh karenanya Martin, Jonathan dan Kenzo memperingatkan David agar tidak lagi mengganggu Queen mereka.
"apakah loe sadar ?? loe menanyakan istri orang bro..!!!" kata Jonathan.
"Gue sarankan yaa.. lebih baik loe jangan mengganggu Alexa. Dia istri Sean, loe jangan coba-coba mencari masalah dengan Sean atau loe tahu sendiri akibat apa yang akan loe terima" saran Kenzo untuk David.
"Kalian kira gue percaya dengan perkataan kalian??? Gue akan percaya jika Alexa sendiri yang bilang ke gue bahwa Sean adalah suaminya." kata David dengan senyum meremehkan.
"Terserah, loe mau percaya atau tidak. Yang penting kita sudah memperingatkan loe !!" kata Martin dengan nada dinginnya. Mendengar ucapan sahabat-sahabat Sean yang ia rasa tidak benar, David pun pergi dengan menatap tajam kepada Martin, Jonathan dan Kenzo.
Setelah menunggu cukup lama. Vallerie dan ketiga sahabatnya tiba di parkiran sekolah. Vallerie bergegas turun dari mobil saat melihat Samuel menunggunya di parkiran sekolah. Samuel juga berlari menghampiri Vallerie kemudian memeluk Vallerie dengan erat.
"Aku kangen banget sama kamu sayang" kata Samuel sambil mengelus rambut Vallerie.
"Aku juga merindukanmu sayang" kata Vallerie sambil membalas pelukan Samuel.
Vallerie menanyakan perkembangan kondisi kesehatan Samuel. Samuel pun memberitahu Vallerie bahwa luka di perutnya mulai mengering. Yunna, Anna dan Angel mengajak Vallerie dan Samuel ke kantin terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas. Belum sempat beranjak dari tempatnya, bel masuk berbunyi. Mereka pun mengurungkan niat mereka pergi ke kantin dan bergegas ke kelas mereka.
//////SA Company///////
__ADS_1
Sean dan Alexa tiba di perusahaan. Semua karyawan menunduk penuh hormat saat Sean dan Alexa masuk ke dalam kantor. Alexa tersenyum senang saat semua menghormatinya. Lain halnya dengan Sean yang memasang wajah dinginnya di depan karyawan yang menunduk kepadanya.
Sean dan Alexa telah tiba di ruang kerja Sean. Sean meminta Alexa duduk di sofa yang berada di depan meja kerjanya. Alexa pun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Alexa melihat Sean tengah sibuk mondar mandir mempelajari dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.
"Suami gue ganteng banget kalau sedang serius seperti itu" batin Alexa yang kagum dengan ketampanan Sean.
Alexa berdiri menghampiri Sean yang berdiri sambil membaca dokumen. Ia memeluk Sean dengan manja. Sean pun tersenyum saat Alexa memeluknya.
"Kenapa sayang ?" tanya Sean sembari meletakkan dokumen di atas meja kerjanya.
"tidak apa-apa sayang.. aku cuma ingin memelukmu saja" kata Alexa yang semakin mempererat pelukannya. Sean pun mengelus rambut Alexa dengan lembut.
Tiba-tiba Darren masuk ke dalam ruang kerja Sean. Darren melihat Sean dan Alexa sedang berpelukan dengan mesra.
"Please.. jangan lakukan disini King..Queen.." pinta Darren sembari duduk di sofa.
"apaan sih loe Dren !!! Kita tidak melakukan apa-apa !!!" kata Alexa yang segera melepaskan pelukannya dengan Sean.
"Ada apa loe kemari ?" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"gue cuma mau menyampaikan bahwa sekarang kita ada meeting dengan Tuan Leon." kata Darren sembari menunjukan buku agendanya. Setelah menyampaikan jadwal kepada Sean, Darren kembali ke ruangannya.
Sean mengajak serta Alexa meeting bersama Tuan Leon. Sean, Alexa dan Darren berangkat bersama menuju ke Bananas Resto, tempat yang akan digunakan untuk meeting. Oleh karena jarak perusahaan dengan lokasi meeting lumayan dekat, Sean, Alexa dan Darren tidak memerlukan waktu lama untuk menempuh perjalanan.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Bananas Resto. Sean melihat ada dua pemuda duduk bersama Tuan Leon. Sean, Alexa dan Darren menghampiri mereka. Alangkah terkejutnya Sean saat melihat Steve dan Felix duduk bersama tuan Leon. Melihat Sean dan Alexa bersama, Steve pun menyapa mereka.
"Hai.. bro.. gimana kabar loe dan istri cantik loe ?" kata Steve sembari berjabat tangan dengan Sean dan Alexa secara bergantian. Alexa hanya tersenyum dan mewakilkan jawaban kepada Sean.
"Terimakasih Tuan Sean, saya bangga sekali bisa memiliki calon menantu seperti Steve. Steve adalah pasangan yang tepat untuk putri saya" kata Tuan Leon dengan bangga.
"Jadi Steve akan menikah..dengan putri Tuan Leon ??? Rachel ??? Oh my god.. dunia benar-benar sempit.." batin Alexa.
Setelah menyalami Tuan Leon dan Steve, Sean terpaksa menyalami Felix. Senyuman seringai untuk Sean terpampang jelas di wajah Felix saat ia berjabat tangan dengan Sean. Lain halnya dengan Alexa yang tersenyum tulus saat berjabat tangan dengan Felix.
"Hai..Alexa..gue kangen banget sama loe" kata Felix.
Alexa melihat Sean sudah menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Felix sehingga ia hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Felix. Felix pun merasa bahwa Sean tidak menyukai kehadirannya. Oleh karenanya ia ingin sekali menggoda Sean. Felix menghampiri Alexa dan hendak memeluk Alexa. Melihat hal itu Sean segera bertindak. Sean mencoba menghalangi Felix yang hendak memeluk Alexa. Ia memeluk pinggang Alexa dengan posesif.
"Jangan coba-coba menyentuh istri gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.
"Sayang..kamu ngapain sih.. Felix tidak mungkin berbuat buruk kepadaku" kata Alexa.
"Tuh.. istri loe aja faham dengan sifat gue !! Alexa itu sahabat gue Sean !!! atau jangan-jangan loe takut kalau gue akan merebut istri loe lagi ha ??" goda Felix.
"gue akan membunuh loe jika loe berani merebut Alexa dari gue !!!" kata Sean dengan nada dingin dan wajah yang serius.
"sayang..jangan bilang gitu dong.." kata Alexa sembari mengelus lengan kekar Sean. Felix hanya tersenyum melihat tingkah posesif Sean.
Tuan Leon tidak tahu jika Steve dan Sean saling mengenal, bahkan berhubungan sangat baik. Darren meminta kepada semua untuk segera memulai meeting karena hari sudah mulai sore. Tuan Leon mulai memperkenalkan Steve sebagai rekan bisnisnya. Kemudian mereka mulai membahas tentang rencana bisnis mereka.
Semua fokus membicarakan masalah bisnis, sedangkan Alexa memainkan ponselnya karena ia tidak begitu tertarik dengan obrolan tentang bisnis. Lain halnya dengan Felix yang tersenyum sembari melihat Alexa yang memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Alexa..loe semakin cantik dan tubuh loe semakin sexy. Sayang sekali gue tidak bisa memiliki loe" batin Felix.
Pandangan Felix kini terfokus di dada Alexa. Ia menatap dada Alexa sembari menggigit bibir bawahnya karena membayangkan ia menikmati dada Alexa yang semakin berisi. Sean mulai tidak tenang sejak ia tahu bahwa pandangan Felix hanya kepada istrinya. Ia bergegas berdiri dan mengajak Alexa pulang.
"Maaf Tuan Leon, saya dan Alexa pulang terlebih dahulu. Selanjutnya saya serahkan kepada Darren !!" kata Sean berpamitan kepada Tuan Leon.
"Oh.. baiklah Tuan Sean." jawab Tuan Leon.
"Kenapa buru-buru sekali bro ?" tanya Steve.
"Gue harus mengamankan istri gue dari sahabatnya Steve!!" jawab Sean dengan menatap tajam Felix yang masih memandangi Alexa.
Steve melihat Felix kembali berulah dengan Sean. Ia pun memukul kepala Felix dan mengingatkannya pada kejadian beberapa bulan yang lalu.
"kamu jangan coba-coba mencari masalah dengan Sean Fel.." kata Steve memperingatkan adiknya.
"Iya.. iya..kak.. aku cuma menggodanya.." kata Felix dengan wajah kesalnya.
Tuan Leon hanya tersenyum karena ia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya antara Steve, Felix, Sean dan Alexa. Darren pun kembali melanjutkan meeting yang sempat tertunda.
///////Parkiran Resto///////
Sean meminta Alexa naik ke mobil. Alexa pun menuruti semua perintah Sean tanpa berkata apapun. Sean segera melajukan mobilnya menuju ke mansionnya. Alexa melihat di wajah Sean masih ada rasa kesal dan cemburu. Alexa menggenggam jemari Sean yang memegang persneling mobil.
"Sayang.. aku tidak mau pulang. Aku mau kita jalan-jalan terlebih dahulu." kata Alexa. Sean membuang nafasnya dengan kasar.
"Kamu mau kemana sayang ?" tanya Sean.
"Kita ke taman yuk ?!!" ajak Alexa antusias. Sean tersenyum dan mengangguk menuruti keinginan istrinya.
Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di taman. Alexa menggandeng Sean dengan manja dan mengajaknya berkeliling taman dan membeli ice cream. Sean melihat Alexa seperti kelelahan sehingga ia meminta Alexa duduk di bangku taman.
"Sayang.. kamu tahu kan aku sangat mencintaimu. Kamu juga tahu kalau kita saling membutuhkan satu sama lain. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Sean !! Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi." kata Alexa sembari menjilati ice cream di tangannya. Sean tersenyum mendengar ungkapan hati Alexa. Ia mencium bibir Alexa dengan lembut.
"Terimakasih sudah mencintaiku. Kamu adalah istri yang sempurna untukku Alexa. Hanya kamu, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hidupku sayang. Jika kamu tiada, maka akupun akan tiada" kata Sean. Alexa segera menutup mulut Sean dengan bibirnya.
"jangan bilang kamu akan tiada jika aku tiada. Jika kita sudah punya anak, lalu siapa yang akan mengurus anak kita jika kamu tiada sayang. Aku tidak mau anak kita sendirian tanpa orang tua !!! kamu harus tetap hidup untuk anak-anak kita kelak !!" kata Alexa.
"Kenapa hanya aku yang harus hidup ?? kita akan hidup bersama sayang !!! kamu bicara seolah kamu akan tiada. Jangan ulangi bicara seperti itu lagi !!! aku tidak suka !!!" kata Sean kesal. Alexa tersenyum kemudian memeluk Sean dengan erat.
Saat memeluk Sean, Alexa melihat ada odong-odong di tengah taman. Ia meminta Sean menemaninya bermain odong-odong. Sean pun menuruti keinginan Alexa. Alexa merasa tidak asing dengan pemilik odong-odong di depannya. Ia melihat bahwa odong-odong yang digunakan adalah odong-odong yang sama seperti saat ia menaikinya.
"Katanya akan rusak jika aku menaikinya, ternyata odong-odongnya masih baik-baik saja." kata Alexa lirih, namun Sean mampu mendengarnya.
"Kamu ditipu pemilik odong-odong ini sayang ?" tanya Sean. Alexa mengangguk dan pergi meninggalkan odong-odong tersebut.
"Katanya mau main odon-odong ??" tanya Sean.
"Nggak jadi, pemiliknya tukang bohong, aku tidak suka !!!" kata Alexa kemudian menggandeng Sean dan mengajaknya kembali duduk di bangku taman.
~bersambung~
__ADS_1