Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Penculikan


__ADS_3

Sean menemui Jean di sekolah. Tampak Jean, Rose dan Sally menangis kebingungan. Mereka tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa. Sean menanyakan orang yang menculik Alexa. Jean, Rose dan Sally mengaku tidak mengenal orang yang menculik Alexa. Akan tetapi Rose masih ingat nomor plat mobil yang digunakan penculik untuk menculik Alexa. Sean mengirimkan nomor plat mobil penculik kepada Kenzo untuk melacak keberadaan Alexa.


Meskipun Rose telah memberitahu mengenai nomor plat mobil, di fikiran Sean hanya Felix yang berani menculik Alexa seperti saat Alexa masih di Negara B. Sean menghubungi Martin, Jonathan dan Kenzo untuk membantu mencari Alexa. Sedangkan Thomas dan Zayn diperintahkan untuk mencari pelaku penyerangan di Markas 666. Sean meminta Martin dan Jonathan segera meluncur ke Markas Dragons. Sementara Kenzo tetap berada di Markas untuk melacak nomor plat mobil penculik Alexa. Sedangkan ia sendiri juga akan kesana untuk menyelamatkan Alexa.


Sean tiba di Markas Dragons terlebih dahulu. Ia memaksa masuk kedalam markas dan mencari keberadaan Felix. Semua anak buah Felix mencoba menghadang langkah Sean agar Sean tidak sembarangan masuk ke markas dragons. Beberapa saat kemudian, Martin dan Jonathan tiba di Markas Dragons. Lucas, Zidane dan Victor menemui Sean untuk membicarakan maksud Sean datang ke Markas dragons.


"Apa maksud loe memaksa masuk ke markas kami ?? Loe jangan berbuat seenaknya Sean!!!" kata Zidane yang sedikit takut karena melihat wajah Sean yang dipenuhi amarah.


"Panggil Felix sekarang juga !!!!!" bentak Sean. Martin dan Jonathan telah berdiri di belakang Sean. Mereka siap menunggu perintah dari King Devils.


"Tuan Felix sedang istirahat, sebaiknya loe kembali nanti setelah Tuan Felix menyelesaikan istirahatnya." kata Zidane mencoba membuat Sean pergi dari Markas Dragons. Akan tetapi, Sean yang sudah diliputi aura membunuh tidak mempedulikan ketiga anak buah Felix. Ia memerintahkan Martin dan Jonathan untuk menghadapi Lucas, Zidane dan Victor.


Setelah mendapat perintah, Martin dan Jonathan mulai beraksi. Mereka mulai mengangkat senjata yang mereka bawa. Martin dengan senyum seringainya mulai memukul Lucas dengan senapan laras panjangnya. Ia menanyakan keberadaan Alexa kepada Lucas, Zidane dan Victor. Jonathan telah bersiap dengan pisau beracun.


"Mana Alexa !!!!" bentak Martin sambil menodongkan pistol ke kepala Lucas.


"Apa maksud kalian ?? Alexa pasti di rumahnya, kenapa kalian mencarinya disini ???" kata Lucas yang bingung karena tidak mengerti akan situasi saat ini.


Jonathan menatap Lucas dengan seksama ia menganggap Lucas berbohong dengan perkataannya. Ia pun memukul dan menendang Lucas dengan keras. Martin memukul Lucas dengan pistol yang ia bawa hingga darah mengalir deras di pelipis Lucas. Melihat temannya di pukuli, Zidane dan Victor merasa sangat marah.


"Brengsek !!!!! Beraninya kalian memukul Lucas !!!!!" bentak Zidane. Tanpa ragu Martin memukul Zidan dengan senapan laras panjang.


"Sekarang katakan dimana Alexa !!!!!!" bentak Martin.


"Kita tidak tahu. Dari pulang sekolah kita langsung pulang ke Markas!!!! Kita melihat Alexa pulang bersama teman-temannya" kata Victor yang sudah sangat kesal dengan tindakan Martin dan Jonathan.


Martin merasa bahwa perkataan Victor ada benarnya karena yang mengetahui Alexa diculik adalah Jean, Rose dan Sally. Martin berbisik kepada Jonathan tentang pernyataan Victor yang mengatakan bahwa Felix beserta anak buahnya tidak terlibat dalam penculikan Alexa.


Tiba-tiba ponsel Martin berdering. Kenzo menghubungi Martin untuk memberitahu bahwa nomor plat mobil yang di kirimkan Sean adalah mobil milik Briant. Mendengar informasi dari Kenzo, Martin bergegas menghampiri Sean sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi.

__ADS_1


////////////////


Sean menemui Felix di kamarnya. Sean melihat mata Felix sembab, akan tetapi ia tidak mempedulikannya. Tanpa berkata apapun, Sean memukul wajah Felix dengan sangat keras. Felix yang tidak siap menerima serangan pun tersungkur. Ia pun dengan kesal menanyakan maksud Sean memukulnya.


"Dimana Alexa !!!!!!" bentak Sean dengan tatapan mata tajamnya.


"Gue nggak tahu, kenapa loe tanya ke gue ??" kata Felix yang tidak mengerti dengan maksud Sean.


"Loe jangan coba-coba menculik Alexa, karena gue tidak akan membiarkan loe menculik Alexa untuk yang kedua kalinya !!!!" kata Sean sembari mencengkeram rahang Felix.


Felix menjadi marah saat Sean menuduhnya menculik Alexa disaat ia sedang mencoba melupakan cinta pertamanya. Kini Felix tidak tinggal diam ia memukul wajah Sean dengan keras hingga ujung bibir Sean terluka.


"Seharusnya loe tahu dimana keberadaan calon istri loe. Kalau loe nggak bisa menjaganya biar gue yang menjaga Alexa !!!!" teriak Felix hingga suaranya menggema memenuhi ruangan.


Kini amarah Sean sudah berada pada puncaknya. Ia memukul wajah Felix berkali-kali kemudian menusuk perut Felix dengan pisau yang sudah dibalur racun oleh Jonathan. Darah mengalir di lantai tempat Felix berbaring. Tanpa kenal ampun, Sean terus menerus menusuk Felix yang masih dalam keadaan sadar.


Martin bergegas membuka pintu kamar Felix. Jonathan, Lucas, Zidane dan Victor mengikuti Martin dibelakangnya. Ia terkejut saat melihat Sean menusuk Felix dengan brutal. Lucas, Zidane, Victor, Martin dan Jonathan segera menolong Felix. Martin memberitahu Sean bahwa pelakunya bukan Felix melainkan Briant. Mendengar perkataan Martin, Sean segera menghentikan tangannya yang masih menusuk Felix.


"Iya king.. Kenzo sendiri yang memberitahu gue king" jawab Martin.


Sean melihat Felix yang terbaring tidak sadarkan diri di lantai dengan bersimbah darah. Ia mulai merasa bersalah karena tidak mempercayai perkataan Felix. Sean bergegas meninggalkan Markas Dragons. Ia meminta Jonathan memberikan penawar racun yang digunakan untuk membalur pisau kepada anak buah Felix. Kemudian meminta Martin mendampingi anak buah Felix untuk membawa Felix ke rumah sakit.


////////////////


Alexa tersadar dari pingsannya setelah dibius oleh anak buah Briant. Ia melihat di sekitarnya seperti sangat asing. Ia mulai teringat bahwa saat ini dirinya sedang di culik. Ia pun bergegas beranjak dari tidurnya. Ia terkejut saat melihat Briant masuk kedalam ruangan yang ia tempati saat ini.


"Briant ?? Ja..jadi loe yang nyulik gue ??" tanya Alexa seakan tidak percaya. Briant tersenyum manis dengan wajah yang masih memar akibat pukulan Sean kemarin.


"Lex...sebenarnya gue suka sama loe sejak kita masih duduk di Sekolah Dasar. Gara-gara Sean, loe pergi ke Negara B ninggalin gue Lex. Sejak saat itu gue membenci Sean" kata Briant.

__ADS_1


Mendengar cerita Briant, Alexa mulai merasa takut. Ia merasa jika apa yang ia alami saat ini hampir sama dengan yang Felix lakukan kepadanya dulu. Akan tetapi ia mencoba tenang, ia tidak ingin rasa traumanya kambuh.


"Jadi apa tujuan loe membawa gue kemari ?" tanya Alexa.


"Gue ingin menikahi loe Lex.. Loe hanya milik gue, bukan milik Sean ataupun Felix" kata Briant.


"Gue hanya mencintai Sean Briant... dan gue hanya akan menikah dengan Sean bukan dengan yang lain." kata Alexa dengan lembut.


Mendengar Alexa menyebut nama Sean, emosi Briant kini muncul. Ia memperingatkan Alexa agar tidak menyebut nama Sean di depannya. Akan tetapi Alexa masih saja menyebut nama Sean. Briant bergegas mendekati Alexa, ia mencengkeram rahang Alexa hingga Alexa kesakitan.


Sekali lagi loe menyebut nama lelaki brengsek itu, gue nggak segan-segan merenggut kesucian loe." kata Briant memperingatkan Alexa. "Oh.. atau jangan-jangan Sean sudah menikmati tubuh loe Lex ??" kata Briant yang mulai mengelus rambut Alexa.


Tiba-tiba di otak Briant muncul fikiran kotor. Ia akan membalaskan dendamnya kepada Sean melalui Alexa. Menurutnya, Sean sangat mencintai Alexa. Jika Alexa rusak, maka rusak pula hati dan perasaan Sean.


/////////////////


Hari semakin malam. Mama Nessa dan Papa Kevin sangat khawatir karena Alexa belum pulang sejak siang. Mama Nessa menghubungi Mama Ivanka untuk menanyakan keberadaan Alexa kepada Sean. Akan tetapi, belum sempat Mama Nessa menelepon, Mama Ivanka sudah terlebih dahulu menelepon Mama Nessa. Mama Ivanka bertanya keberadaan Sean kepada Alexa.


"Alexa juga belum pulang Van. Kira-kira mereka dimana ya ??? Alexa gue hubungi juga ponselnya tidak aktif." kata Mama Nessa.


"Sean juga tidak bisa dihubungi Ness.. Gue jadi khawatir sama mereka." kata Mama Ivanka.


Mama Nessa baru ingat bahwa Alexa memiliki sahabat. Ia pun meminta Mama Ivanka mengakhiri panggilannya karena ia akan mencoba bertanya kepada Jean. Setelah Mama Ivanka mengakhiri panggilannya, Mama Nessa segera menghubungi Jean.


"Jean.. apa kamu bersama Alexa ?? Kenapa Alexa belum pulang ya ??" tanya Mama Nessa yang terdengar sangat khawatir. Jean menangis saat mendengar suara Mama Nessa. Tanpa pikir panjang, Jean pun memberitahu yang sebenarnya kepada Mama Nessa.


"hiks...hiks...Al..Alexa di culik tante... hiks...hiks.." kata Jean terbata-bata karena menahan tangis.


Mendengar informasi dari Jean, tubuh Mama Nessa menjadi lemas seketika hingga ia terduduk lemas di lantak dan tidak mampu melanjutkan pembicaraannya dengan Jean. Papa Kevin yang melihat Mama Nessa terduduk lemas di lantai segera mengambil alih ponsel Mama Nessa.

__ADS_1


"Jean.. sebenarnya apa yang terjadi ??" tanya Papa Kevin. Jean pun memberitahu Papa Kevin bahwa Alexa diculik. Jean juga memberitahu Papa Kevin bahwa Briant yang menculiknya. Papa Kevin bertanya kepada Jean tentang alamat rumah Briant. Akan tetapi ia tidak tahu, Jean menyarankan agar Papa Kevin menghubungi anak buah Sean.


~bersambung~


__ADS_2