
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, rombongan siswa Einstein Highschool tiba di lokasi. Para siswa turun dari bus dan menempati villa yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Jean, Alexa, Rose dan Sally yang kebetulan menjadi teman sekamar segera bergegas menuju kamar mereka. Sedangkan Martin, Sean, Jonathan dan Kenzo berada dalam satu kamar.
Jean, Rose dan Sally merasa ada yang kurang dengan anggotanya. Mereka baru tersadar jika Alexa tidak ikut bersama mereka. Di sisi lain, Martin, Jonathan dan Kenzo juga baru menyadari bahwa Sean tidak bersama mereka. Kenzo pun mencari Sean di dalam bus. Ia melihat Sean dan Alexa masih tidur.
"King.. bangun.. kita sudah sampai" kata Kenzo membangunkan Sean sembari menepuk pundak Sean. Setelah Sean bangun, Kenzo kembali menuju ke Villa. Sean melihat Alexa tidur dengan nyenyaknya.
"Sayang... bangun..kita sudah sampai loh.." kata Sean sembari mengelus rambut Alexa.
"Sebentar Ma.. aku masih ngantuk.." igau Alexa. Sean tersenyum mendengar igauan Alexa.
"Ayo bangun sebelum Prince diambil wanita lain !!" kata Sean menirukan suara Mama Nessa.
"Nggak boleh !!! Prince milik aku Ma.." igau Alexa. Sean tersenyum senang. Ia bahagia karena Alexa memiliki rasa posesif terhadap dirinya bahkan di alam bawah sadarnya.
Oleh karena gemas dengan Alexa, ia pun memeluk Alexa dengan erat. Ia ciumi wajah Alexa yang masih tertidur. Merasa ada yang mendekap tubuhnya, Alexa pun terbangun. Ia mendorong Sean yang tengah memeluknya dengan erat. Ia takut jika ia mengalami hal yang sama seperti beberapa hari yang lalu. Saat membuka mata, ia terkejut saat melihat Sean di sampingnya.
"Sean ???!! Kam..kamu ngapain ??? Kamu modus yaa ??" tanya Alexa bingung.
"Modus apaan ??? Aku cuma ingin memeluk kamu kok" kata Sean sembari menggenggam tangan Alexa. Alexa tersenyum mendengar perkataan Sean. Sean hendak mencium kening Alexa.
"Ekhm..Ekhm !!!!" seseorang berdehem tepat di depan Sean.
Sean mendongak melihat seseorang yang berdiri di depannya. Ternyata Pak Danang yang lagi-lagi mengganggu kebersamaannya dengan Alexa.
"Brengsekkk !!!!" umpat Sean dengan wajah sangat kesal.
Pak Danang pun melotot kepada Sean karena Sean berani mengumpat padanya. Akan tetapi Pak Danang tidak berani meluapkan amarahnya kepada Sean karena menurut sepengetahuannya, basic keluarga Sean adalah keluarga kaya di negeri ini yang juga sebagai donatur terbesar di Einstein Highschool. Jadi pengaruh Sean cukup berarti di sekolah tersebut.
Oleh karena tidak terlalu berani mengusik Sean, Pak Danang mengingatkan Alexa tentang kelakuan Sean kepadanya.
"Alexa, kamu harus hati-hati !! jaman sekarang banyak lelaki mesum. Susah mencari lelaki yang baik." nasehat Pak Danang sambil melihat ke arah Sean.
Alexa hanya tersenyum kepada Pak Danang. Ia hendak mengucapkan terimakasih kepada Pak Danang karena telah mengingatkan kebaikan kepadanya. Akan tetapi Sean segera mengajak Alexa turun dari bus. Alexa pun hanya menurut kepada Sean. Satu tangan Sean menggandeng Alexa. Tangan satunya membawa botol berisi air minum. Ia melemparkan botol berisi air minum itu kepada Pak Danang. Pak Danang secara refleks menangkap botol berisi air minum yang dilempar oleh Sean.
"Anda selalu berdehem saat bertemu saya. Pasti tenggorokan anda kering!! Suara deheman anda mengganggu saya!!!" kata Sean sembari menggandeng Alexa turun dari bus.
"Seaaannnn !!!!" teriak Pak Danang yang kesal karena perkataan Sean.
"Anak itu *tidak pernah ngomong, tapi sekali ngomong menyakitkan*" batin Pak Danang.
Sean bergabung dengan sahabat-sahabatnya setelah mengantar Alexa ke kamarnya. Alexa masuk ke dalam kamarnya dan ikut rebahan bersama Jean. Sedangkan Rose dan Sally rebahan di tempat tidur lainnya. Sambil rebahan mereka saling mengobrol. Jean memperhatikan Alexa yang mendadak diam.
"Lex.. kenapa loe diam saja saat si bunga kentut menggoda Sean di depan Loe ? Kenapa loe tidak melabraknya ??" tanya Jean yang heran dengan sikap sahabatnya.
__ADS_1
"Gue percaya seratus persen sama Sean. Sean tidak mungkin menghianati gue Jean." kata Alexa sambil memainkan rambutnya.
"Lex... tapi Vallerie juga cantik loh.. loe nggak takut Sean tergoda ??" tanya Rose.
"Nggak mungkin Sean akan tergoda sama bunga kentut itu. Gue berani jamin !!!" kata Alexa. "Lagian masih cantikkan gue daripada si bunga kentut itu" imbuh Alexa dengan PeDenya.
"Gue setuju sama Alexa.." sahut Sally. Obrolan antara keempat sahabat itu terus berlanjut hingga mereka semua ketiduran.
Jam menunjukkan pukul 20.00. Pak Danang menginstruksikan kepada semua siswa untuk berkumpul di halaman Villa. Ia memanggil para siswa dengan menggunakan toa.
"Semua siswa dimohon berkumpul sekarang juga di halaman Villa !!! Saya beri waktu 5 menit. Jika ada yang terlambat akan saya beri hukuman" ancam Pak Danang.
Mendengar suara keras Pak Danang, Jean, Rose dan Sally bergegas lari menuju halaman sebelum mereka mendapatkan hukuman. Angel dan Anna pun berlari ke halaman dengan memakai piyama. Tidak butuh waktu lama, semua siswa sudah berkumpul di halaman. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo datang ke halaman dengan malas.
"Apa semua sudah berkumpul.. ??" tanya Pak Danang dengan menggunakan pengeras suara.
"Sud..." kata Rose terpotong karena ia tidak melihat Alexa disampingnya. Di sisi lain, Angel dan Anna melupakan Vallerie yang sedang tidak ada di kamar.
Pak Danang meminta Rose dan Anna memanggil Alexa dan Vallerie. Rose mencoba membangunkan Alexa yang masih tidur dengan nyenyak.
"Lex... cepet bangun. Kita sudah ditunggu Pak Danang loh.." kata Rose sembari menggoyangkan tubuh Alexa.
"Apaan sih Rojeee.. gue masih ngantuk banget niih.." kata Alexa yang masih setengah sadar.
"Gimana nih Rojee.. gue nggak mau dihukum rojee.." kata Alexa panik.
"tidak apa-apa.. ayo kita kesana sekarang" kata Rose sembari mengajak Alexa ke halaman Villa.
Anna bergegas memanggil Vallerie setelah Pak Danang memerintahkannya. Ia mencari Vallerie akan tetapi Vallerie tidak ada di kamar. Ia mencari Vallerie di kamar mandi.
"Vall.. loe dari mana aja sih ?? Semua sudah berkumpul di halaman Villa. Loe dicari Pak Danang Vall" kata Anna dengan nafas ngos-ngosan karena berlar saat menujui ke kamar mandi.
"Gue buang air An.. perut gue mules banget nih.." kata Vallerie sembari membenahi celananya yang belum rapi.
Anna memberitahu Vallerie bahwa Vallerie akan mendapatkan hukuman dari Pak Danang karena terlambat datang ke halaman Villa. Anna dan Vallerie pun bergegas menuju halaman Villa. Pak Danang memberikan pengarahan tentang tugas kelompok yang akan dikerjakan esok hari. Setelah pengarahan selesai, tibalah saat pemberian hukuman kepada Alexa dan Vallerie.
"Pak.. tapi saya tidak sengaja tertidur. Jangan hukum saya pak.." kata Alexa menolak hukuman. Melihat Alexa yang mengelak dari kesalahannya, Sean menjadi semakin gemas. Ia tersenyum sembari melihat Alexa.
"Dia enak-enakan tidur Pak, sedangkan saya terkena diare hingga ke berkali-kali ke toilet. Seandainya saya tidak diare pasti saya tidak akan terlambat datang kemari pak" kata Vallerie yang sekaligus ingin membuat Alexa semakin tersudut.
"Saya tidak mau tahu !!!! Kalian tetap akan saya hukum. Kalian bersihkan semua sampah yang ada di halaman ini. Jika plastik ini berisi sampah sampai penuh, kalian boleh kembali ke kamar kalian" perintah Pak Danang.
"Pak.. tapi ini sudah malam pak.." kata Alexa untuk mengelak dari hukuman.
__ADS_1
"siapa yang bilang ini pagi ????? Saya tidak mau tahu, kalian harus selesaikan hukuman kalian malam ini juga." kata Pak Danang tegas.
Vallerie dan Alexa terpaksa menerima hukuman tersebut. Alexa melaksanakan hukuman dengan bibir yang cemberut. Hal itu membuat Sean melihat Alexa dengan tatapan berbeda.
"bibirnya lucu banget siih !!!! Gue jadi pengen menciumnya kan.." batin Sean yang gemas dengan Alexa. Mata Sean mengikuti kemanapun Alexa bergerak. Tak lupa senyuman manis terukir di bibir indahnya.
Alexa dan Vallerie menjalankan hukuman bersama. Dari kejauhan mereka berdua terlihat sangat akur. Sambil memungut sampah, Vallerie mengoceh tentang dirinya dan Sean hingga membuat telinga Alexa panas. Alexa tahu bahwa Vallerie ingin memancing emosinya agar hukuman yang ia terima semakin berat.
"Loe punya pembalut nggak ???" tanya Alexa kepada Vallerie.
"Pembalut untuk apa ?" kata Vallerie dengan nada dingin dan tatapan sinis.
"Untuk di isi di plastik ini biar cepet penuh. Masak iya sih buat menyumpal mulut loe ??? hahahahaha..." kata Alexa sembari tertawa dengan puas.
"Loe jangan buat gue emosi ya.." kata Vallerie sangat kesal.
"Ngapain loe pake emosi segala Tut.. Bikin muka loe boros tauuu.." kata Alexa dengan niat mengejek Vallerie.
"Heh.. kita tidak sedekat itu hingga loe berani memanggil gue tut !! Gue nggak sudi dekat sama loe" kata Vallerie.
"Idiiih.. GeEr banget loe. Siapa juga yang mau dekat sama loe ??? Tut itu Kentut !!! hahahahaha..." kata Alexa mengejek Vallerie.
"Jadi loe memanggil gue kentut ???" tanya Vallerie yang mulai emosi.
"Hah ??? gue nggak pernah memanggil loe kok. Gue asal ngomong aja. Jadiiii... loe ngerasa dipanggil kentut ??? hahahahaha.." kata Alexa tanpa merasa bersalah.
"Brengsekkk loe !!!!! " kata Vallerie sambil melemparkan sampah ke tubuh Alexa.
"Heiii... kondisikan tangan loe.. loe kira loe doang yang bisa melempar ??? gue juga bisa !!!!" kata Alexa sembari melempar sampah ke tubuh Vallerie.
Di sela-sela pertempuran, Alexa melihat mata Vallerie sembab. Ia penasaran dengan apa yang membuat mata Vallerie sembab.
"Eh.. mata loe kenapa ?? loe abis nangis atau ngintip orang mandi ??" tanya Alexa yang penasaran.
"Ini semua gara-gara loe. Loe sudah merebut Sean dari gue... Dasar wanita ****** !!!" kata Vallerie sambil melempar sampah untuk meluapkan emosinya.
"Enak aja.. loe itu yang ****** !!! udah tahu Sean nolak loe tapi loe masih aja ngejar !!!" bantah Alexa sambil melempar sampah.
Alexa dan Vallerie saling melempar sampah hingga tubuh mereka kotor, bau dan penuh dengan sampah. Dari kejauhan, Angel melihat Alexa dan Vallerie saling melempar sampah. Ia pun melaporkannya kepada Pak Danang.
~bersambung~
__ADS_1