Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Tangis Alexa


__ADS_3

Pagi yang dingin menyapa dua insan yang baru bangun dari tidur panjangnya. Sean dan Alexa tertidur hingga pagi menyapa mereka. Alexa melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 07.00. Alexa meminta Sean mandi terlebih dahulu sedangkan dirinya hendak membantu Mbok Dian menyiapkan sarapan.


Saat Sean memasuki kamar mandi, ia mendengar ponselnya berdering. Akan tetapi ia tidak mempedulikannya dan berlalu masuk ke kamar mandi. Saat Sean mengguyur tubuhnya dibawah derasnya shower, ia kembali teringat dengan pernyataan David bahwa David akan merebut Alexa darinya. Ia mengepalkan tangan menahan emosinya, ia pukul tembok kamar mandi dengan tangannya hingga darah keluar dari tangannya.


"Gue tidak akan tinggal diam !!! Loe harus mati di tangan gue Vid !!" gumam Sean sembari membasuh darah di tangannya.


Tiba-tiba Alexa mengetuk pintu kamar mandi. Setelah mendengar Alexa memanggilnya, Sean segera menghentikan ritual mandinya dan membuka pintu. Alexa terkejut melihat Sean keluar dari kamar mandi tanpa menutup juniornya yang menggantung.


"Sean.. kamu sehat kan ??" tanya Alexa sambil melihat Sean dari atas sampai bawah.


"Sehat kok sayang.. coba saja cek tubuh aku !!" kata Sean sembari mengarahkan tangan Alexa ke kening dan juniornya.


"SEAANN !!!! kamu gila.. mesum..!!!" teriak Alexa saat tangannya menyentuh junior Sean.


Alexa segera melepaskan tangannya dari junior Sean kemudian masuk kedalam kamar mandi dengan wajah memerah. Alexa selalu salah tingkah saat Sean memintanya menyentuh juniornya. Itulah yang membuat Sean suka menggoda Alexa. Sean tertawa terbahak-bahak melihat Alexa yang berteriak dan salah tingkah. Ia merasa hidup saat Alexa bersamanya sehingga ia merasa hidupnya tidak berarti tanpa Alexa disisinya.


"Aku tidak akan membiarkan seorangpun merebutmu dariku Alexa. Hidupku bergantung pada kamu. Lebih baik aku mati jika kamu tidak bersamaku" batin Sean.


Saat Alexa hendak menyudahi aktivitas mandinya, ia baru ingat bahwa ia tidak membawa handuk. Sedangkan ia harus segera bersiap ke sekolah karena hari sudah mulai siang. Ia terpaksa keluar dari kamar mandi tanpa ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Ia menengok ke kanan, ke kiri dan ke seluruh penjuru kamarnya.


Setelah memastikan Sean sudah keluar dari kamar, Alexa berjalan mendekati closet room. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Sean masih berada di closet room.


"Se..sean kamu masih disini ???!!" tanya Alexa yang menahan rasa malu. Sean melihat tubuh Alexa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia pun mendekati Alexa yang berdiri dengan tubuh polosnya.


"Kamu mau menggodaku ya sayang ???" tanya Sean sambil meremas kedua gunung indah Alexa.


"Nooo.. hentikan Sean, jangan sekarang !! kita harus sekolah. Kita akan kesiangan jika ini berlanjut" kata Alexa mencoba melepaskan tangan Sean dari dadanya.


Hehehehe...iya..iya sayang.. tapi cium dulu" pinta Sean sambil menunjuk bibirnya.


Tanpa membuang waktu Alexa segera mencium bibir Sean dengan lembut. Sean menutup matanya merasakan kelembutan bibir Alexa. Beberapa saat kemudian ciuman mereka terhenti karena Alexa kehabisan nafas. Alexa meminta Sean menunggunya di ruang makan sementara dirinya akan bersiap. Tak butuh waktu lama, Sean dan Alexa telah selesai bersiap. Mereka bergegas berangkat ke sekolah karena hari semakin siang.


////////Sekolah////////


Jean, Rose dan Sally menunggu kedatangan Alexa, sedangkan Martin, Jonathan dan Kenzo menunggu kedatangan Sean. Mereka menunggu Sean dan Alexa bersama.


"Eh.. gue dengar Sean akan dihukum loh.." kata Jean yang selalu update setiap ada gosip yang beredar di sekolah mereka.


"Loe tahu darimana Jean ?" tanya Sally penasaran.


"Dia kan miss julid, ratu gosip dan juga wartawan, dia akan sangat mudah mendapatkan berita dan gosip Sal.." celetuk Rose.


"Lojeee.. loe jangan ngmong sembarangan yaa !!!! sayang jangan percaya sama kata-kata Loje.. dia pembohong !!!" kata Jean kepada Martin sambil menunjuk Rose.

__ADS_1


"Iya baby.. aku tahu kok.." kata Martin sambil mengusap rambut Jean dengan lembut. Jean pun tersenyum bangga karena Martin percaya kepadanya.


"Honey.. apa benar kamu pembohong ??" tanya Jonathan kepada Rose. Rose segera menggeleng.


"Loje orang yang jujur tapi dia terlalu blak-blakan.. yaa.. bisa dibilang mulut ember lah.. hahahahaha..." ejek Sally. Semua tertawa mendengar perkataan Sally kecuali Rose.


"Sallyyyyyyy... !!!!!" teriak Rose.


"makanya, cari pacar yang seperti Sally dong !!! dia sempurna !!!" puji Kenzo sambil memeluk pinggang Sally.


"Sempurna pala loe !!!!! Sally mah sebenarnya seorang pria, tubuhnya doang yang cewek. Mana ada cewek yang hobinya berkelahi !!!" sahut Jean.


"Enak aja loe kalau ngomong Jean !!! gue cewek tulen !!!" celetuk Sally.


"Benarkah ??? bolehkah aku mengeceknya sweety ???" tanya Kenzo yang berniat menggoda Sally. Sally segera meninju lengan Kenzo karena kesal. Semua pun tertawa melihat tingkah kekanakan Sally dan Kenzo.


Tak lama kemudian Sean dan Alexa tiba di sekolah. Mereka turun dari mobil bersama dan menghampiri sahabat-sahabat mereka yang telah menunggu. Jean, Rose dan Sally terkejut saat melihat wajah Sean terdapat luka memar. Alexa tahu bahwa sahabatnya juga mencemaskan Sean. Ia pun memberitahu ketiga sahabatnya bahwa Sean baik-baik saja.


Bel masuk berbunyi, Sean meminta Alexa segera ke kelas sedangkan dirinya akan ke kantin.


"Kamu tidak ke kelas sayang ??" tanya Alexa.


"Tidak, aku sedang tidak ingin belajar bersama Pak Danang. Kamu belajarlah yang rajin yaa..." kata Sean sembari tersenyum dan mengusap rambut Alexa dengan lembut. Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally tersenyum melihat keromantisan dan kemesraan pasangan suami istri di depan mereka


Alexa tahu bahwa membolos bukanlah hal baik, akan tetapi ia juga faham dengan kondisi Sean yang tidak ingin bertemu dengan Pak Danang setelah kejadian perkelahian kemarin. Martin, Jonathan dan Kenzo dengan setia menemani Sean ke kantin. Akhirnya Alexa, Jean, Rose dan Sally bergegas menuju ke kelas mereka. Saat melewati taman, Vallerie dan sahabatnya menghadang langkah Alexa, Jean, Rose dan Sally.


"Gue nggak ada urusan sama loe.." kata Vallerie kemudian mendorong Sally dan Rose hingga mereka tergeser dari tempatnya.


"Heh... loe wanita pembawa sial !!! berani-beraninya loe masuk sekolah setelah menjadi akar segala permasalahan !!!! Dasar tidak tahu malu !!!!" kata Vallerie kepada Alexa.


"jaga mulut busuk loe yaa !!! bukannya loe ya yang jadi akar permasalahan ??? Kenapa loe nuduh gue ??? jangan munafik loe !!!" kata Alexa dengan senyum seringainya.


"Brengsek !!!! loe masih mengelak ?? alasan utama Sean dan David berkelahi adalah karena loe !!! Dan saat Sean menusuk Samuel juga karena dia membantu loe..!!! Loe nggak tahu diri banget yaa.." kata Vallerie yang mulai kesal. Jean menjadi sangat kesal dengan perkataan Vallerie. Ia hendak membela Alexa akan tetapi Alexa mencegahnya.


"Yaaaahh.. gimana yaaa.. beginilah resiko gadis cantik, selalu diperebutkan cowok !!!" kata Alexa penuh percaya diri kemudian meninggalkan Vallerie. Jean, Rose dan Sally tersenyum mendengar jawaban Alexa kemudian mengikuti Alexa dari belakang.


"Bangsat !!!!!" umpat Vallerie kemudian mengajak sahabatnya masuk ke kelas mereka.


Jam pelajaran pertama telah selesai. Papa Robbert tiba di sekolah untuk menghadiri pemanggilan Tuan Bennedict selaku kepala sekolah. Papa Robbert segera menuju ke ruang kepala sekolah. Disana Tuan Bennedict telah menunggunya. Tuan Bennedict memerintahkan salah satu karyawannya untuk memanggil Sean dan Pak Danang sebagai saksi.


Tak lama kemudian, Sean dan Pak Danang tiba di ruang kepala sekolah. Sean terkejut melihat Papa Robbert datang ke sekolah karena Papa Robbert tidak memberitahu dirinya sebelumnya. Tuan Bennedict memulai pembicaraan dengan bertanya kepada Sean tentang kejadian yang sebenarnya.


"hukum saja, tidak perlu tanya kepadaku." kata Sean dengan nada dinginnya. Tuan Bennedict menatap ke arah Papa Robbert seolah meminta jawaban atas permintaan Sean. Papa Robbert mengangguk memberikan isyarat kepada Tuan Bennedict untuk menuruti keinginan Sean.

__ADS_1


"Baiklah.. karena kamu sudah menyatakan bersalah, kamu akan saya skorsing selama 2 minggu dimulai hari ini." kata Tuan Bennedict dengan hati-hati. Ia khawatir jika ia memberikan keputusan yang salah, Papa Robbert akan mencabut kedudukannya di Einstein Highschool.


Setelah mendengar hukuman yang diputuskan oleh kepala sekolah, Sean berlalu pergi meninggalkan ruang kepala sekolah dan menemui Alexa di kelasnya. Saat melewati toilet, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan orang tersebut mengunci dirinya bersama Sean di dalam toilet.


"Lepas !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Sean.. gue kangen banget sama loe. Gue minta maaf karena sudah mempermalukan loe saat pesta ulang tahun gue." kata Vallerie dengan tulus.


"Lepaskan gue !!!!" bentak Sean sambil melepaskan tangan Vallerie yang menyentuh tangannya.


"Sean..gue tahu loe sudah beristri. Tapi gue bersedia jadi kekasih gelap loe Sean. Gue cinta banget sama loe Sean. Tolong terima cinta gue Sean.. please..." kata Vallerie memohon kepada Sean.


"Loe gila !!!" bentak Sean kemudian membuka kunci toilet dan membuka pintu.


Belum sempat membuka pintu, Vallerie menahan Sean agar Sean tidak pergi sebelum menerima cintanya. Vallerie memeluk Sean dari belakang hingga langkah Sean terhenti. Sean yang merasa risih disentuh oleh Vallerie mencoba melepaskan tangan Vallerie dari pinggangnya. Ia mendorong Vallerie cukup keras hinga Vallerie jatuh. Sean pun bergegas pergi dari toilet. Akan tetapi Vallerie masih gigih menahan Sean agar tidak pergi sebelum menerima cintanya.


Vallerie segera bangkit dari jatuhnya dan berlari memeluk Sean. Kini kesabaran Sean mulai habis. Ia mendorong Vallerie ke tembok dan mencengkeram rahang Vallerie hingga Vallerie merasa kesakitan.


"Jangan pernah sekalipun loe bermimpi untuk bersama gue !!! loe itu hanya wanita yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Gue jijik dengan wanita seperti loe !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


Mendengar ucapan Sean, hati Vallerie sangat sakit. Air mata mulai membasahi mata indah Vallerie. Vallerie mendengar ada langkah seseorang yang hendak masuk ke dalam toilet. Dengan sekuat tenaga, ia melepaskan tangan Sean yang mencengkeram rahangnya. Saat cengkeraman tangan Sean terlepas, ia mengalungkan tangannya ke pundak Sean dan mencium bibir Sean. Saat itu pula bertepatan dengan seseorang masuk ke dalam toilet. Seseorang tersebut terkejut melihat Vallerie dan Sean berciuman secara langsung.


"Se..Sean !!??!!" kata Alexa dengan mata yang mulai berkaca-kaca seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Mendengar suara Alexa, Sean segera mendorong Vallerie dengan keras hingga Vallerie kembali terjatuh. Darah mulai keluar dari siku Vallerie.


"Alexa !!! Ini tidak seperti yang kamu lihat !! kamu jangan salah faham sayang.." kata Sean yang mulai takut jika Alexa salah faham. Tanpa berkata apapun, Alexa berlari sambil menangis meninggalkan Sean dan Vallerie di dalam toilet.


"Gue akan membunuh loe jika terjadi sesuatu dengan hubungan gue dan Alexa !!!" ancam Sean kepada Vallerie kemudian berlari mengejar Alexa. Vallerie tersenyum penuh kemenangan setelah melihat orang yang masuk ke toilet adalah Alexa. Ia yakin ciumannya dengan Sean akan membuat hubungan Sean dan Alexa renggang sehingga ia memiliki kesempatan dan harapana untuk mendapatkan Sean.


Alexa berlari tanpa tahu arah dan tujuan. Hatinya hancur saat melihat Sean dan Vallerie berciuman di dalam toilet. Tanpa Alexa sadari, ia sudah berada di cafe yang berjarak tidak jauh dari sekolahnya. Oleh karena perutnya terasa mual, ia pun masuk ke dalam Cafe dan meluapkan rasa mualnya di dalam toilet cafe. Setelah memuntahkan semua yang mengganjal di perut, Alexa kembali menangis mengingat Sean dan Vallerie.


"hiks..hiks.. ternyata kamu mengkhianatiku Sean.. hiks..hiks.." gumam Alexa sambil menangis. Hampir 30 menit Alexa menumpahkan tangisnya di dalam toilet cafe.


Sean mencari Alexa ke seluruh penjuru sekolah, akan tatapi ia tidak menemukannya. Sean pun mulai frustasi karena tidak menemukan Alexa. Ia masuk ke dalam kelas untuk menanyakan keberadaan Alexa kepada Jean, Rose dan Sally.


"Dimana Alexa !!!" bentak Sean kepada Jean, Rose dan Sally. Seisi kelas terkejut mendengar bentakan Sean. Jean, Rose dan Sally pun ketakutan saat melihat wajah kacau Sean.


"Di..dia tadi izin ke toilet dan belum kembali sampai sekarang" kata Rose dengan suara gemetar.


"Brengsek !!!!!" umpat Sean sambil menendang meja di depannya.


"Sean !!!!! skorsing kamu berlaku hari ini.. tolong jangan mengganggu aktivitas di kelas ini !!!" kata Pak Danang dengan nada kesalnya. Tanpa berkata apapun, Sean meninggalkan kelasnya. Ia menuju ke parkiran.

__ADS_1


"kamu dimana sayang.." batin Sean. Sean pun menjalankan mobilnya menuju ke Mansion, berharap Alexa ada disana.


~bersambung~


__ADS_2