Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Rumah Sakit Negara B


__ADS_3

Setelah Papa Robbert mengakhiri panggilannya, Sean hendak menemui Alexa di Toilet. Saat memasuki area toilet, Sean melihat wanita bersimbah darah tergeletak di toilet. Wajah wanita tersebut penuh dengan darah sehingga Sean sulit mengenalinya. Akan tetapi ia melihat dari pakaian dan aksesoris sama seperti yang dikenakan Alexa malam ini. Betapa terkejutnya Sean saat melihat dari dekat. Kaki Sean lemas seketika saat melihat wajah wanita itu.


"Al..Al..Alexa...!!!! Alexa !!!!" kata Sean tercekat karena menahan tangis saat melihat istrinya tergeletak bersimbah darah. Tangan Sean bergetar meraih tubuh Alexa yang penuh luka memar. Ia letakkan Alexa diatas pangkuannya.


"Sayang... bangun.. !!!!" kata Sean lirih. Dunia, impian dan harapan Sean seakan runtuh saat melihat istrinya terkulai lemah dengan wajah dipenuhi darah.


"Alexa..jang..jangan tinggalkan aku sayang" kata Sean sembari mengusap darah yang menutupi seluruh wajah Alexa.


Sean sangat syok hingga ia tidak tahu harus berbuat apa. Disaat bersamaan Jean dan Sally ke toilet untuk memperbaiki make up mereka yang berantakan. Mereka terkejut bukan main saat melihat Sean duduk memangku Alexa yang bersimbah darah.


"Sean !!!! apa yang loe lakukan kepada Alexa !!!!" bentak Sally. Sean hanya diam dengan tatapan kosong memandang Alexa. Jean menangis seketika saat menyaksikan sahabatnya penuh dengan darah. Ia berlari memanggil Martin, Jonathan dan Kenzo.


"Sean !!!! jawab !!! apa yang loe lakukan kepada Alexa hingga dia seperti ini !!!! hiks..hiks..." kata Sally diiringi tangisan takut dan khawatir. Sean hanya diam dengan posisinya memeluk Alexa.


"Ya Tuhan..!!! hiks...hiks.." kata Sally yang putus asa karena tidak mendapatkan jawaban.


Tak lama kemudian, Martin, Jean, Jonathan, Rose dan Kenzo tiba di toilet. Rose menangis saat melihat Alexa tidak sadarkan diri. Jean pun memeluk Rose untuk saling menguatkan satu sama lain. Martin, Jonathan dan Kenzo menunduk karena tidak tega melihat keadaan Alexa. Martin mencoba mengecek denyut nadi Alexa. Ia masih bisa merasakan denyut nadi Alexa.


"Queen masih hidup king !!! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit !!! atau nyawa queen tidak akan tertolong" kata Martin yang kini sangat panik. Ia meminta Jean segera menghubungi ambulance.


Jonathan menghubungi orang tua Sean yang juga berada di negara B. Martin hendak menggendong Alexa akan tetapi Sean menepis tangan Martin dengan kasar.


"Jangan sentuh istri gue !!!" bentak Sean dengan tatapan tajam kepada Martin.


"Loe jangan egois Sean !!!! Alexa butuh perawatan dan pengobatan !!!" bentak Sally.


"Apa maksud loe berkata seperti itu King!!!! jika loe tidak segera membawanya ke Rumah Sakit, Alexa bisa tiada !!!" bentak Martin kemudian menggendong Alexa dari pangkuan Sean.


"Biarkan gue yang menggendongnya !!" kata Sean lirih kemudian menggendong Alexa menuju pintu gerbang Markas Dragons. Semua orang menyaksikan Sean yang menggendong Alexa termasuk Felix, David, Steve dan Rachel. Mereka terkejut dengan apa yang terjadi kepada Alexa. Bahkan Felix mengikuti Sean yang menggendong Alexa menuju ke pintu gerbang.


"Sean !!! apa yang terjadi kepada Alexa !!! kenapa kondisinya seperti ini ??" tanya Felix. Sean hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Felix.


"Sean jawab gue !!!" kata Felix dengan menatap tajam Sean.


"Sudah Fel..kita tanya kepada Sean setelah keadaan membaik" kata Jean yang ikut serta bersama Sean dan Alexa.


"Apa yang terjadi dengan Alexa ?? kenapa dia terluka parah seperti itu ??" tanya David dalam hati.

__ADS_1


Dari kejauhan Samuel dan Vallerie melihat Sean yang menggendong Alexa. Mereka terlihat puas dengan pekerjaan mereka. David yang sedari mengamati gerak gerik Samuel dan Vallerie mulai curiga. David pun menghampiri Samuel dan Vallerie.


"Apakah loe yang melakukan semua itu Sam ??" tanya David dengan nada dinginnya.


"Mana mungkin Vid, gue sudah berjanji kepada loe untuk tidak berbuat seenaknya kan !!" elak Samuel. Vallerie mengangguk setuju dengan perkataan Samuel. David hanya diam mencoba mempercayai perkataan Samuel. David secara diam-diam mengikuti ambulance yang membawa Alexa.


Merasakan suasana pesta pernikahannya tidak lagi kondusif, Steve pun membubarkan semua tamu termasuk Fire. Tak lama kemudian ambulance tiba. Tim medis segera membawa Alexa ke rumah sakit. Jean, Martin, Rose dan Sean menemani Alexa ke rumah sakit. Sedangkan Jonathan, Kenzo dan Sally masih berada di tempat kejadian untuk mencari bukti yang ditinggalkan. Kenzo berkeliling mencari kamera cctv dengan dibantu Sally.


"Sweety sepertinya tidak ada kamera cctv yang terpasang di toilet." kata Sally menyusuri dinding dan melihat ke arah langit-langit toilet. Saat menyusuri lantai, Jonathan menemukan lencana keanggotaan Fire.


"sepertinya gue tahu pelakunya guys.." kata Jonathan dengan senyuman seringai di bibirnya.


"Apa maksud loe Jo ??" tanya Kenzo.


Jonathan memberikan lencana anggota Fire kepada Kenzo. Disaat bersamaan, Steve dan Rachel menyusul Sally, Jonathan dan Kenzo di toilet. Steve memberitahu bahwa lencana tersebut adalah milik Fire.


"Steve.. kenapa disini tidak ada kamera cctv ?" tanya Kenzo.


"Ada Ken..." kata Steve.


Steve mendekat ke arah pintu toilet. Ia menunjukkan kepada Kenzo dan Jonathan kamera cctv yang tersembunyi di pojok atas pintu toilet.


Kenzo tersenyum setelah ia mengetahui ada kamera cctv yang tersembunyi. Ia pun meminta rekaman cctv untuk mengetahui pelaku penganiayaan Alexa. Sebelum mengcopy rekaman cctv, Steve, Kenzo, Jonathan, Rachel dan Sally memeriksa bersama pelaku penganiayaan Alexa.


Mereka semua terkejut saat melihat Samuel dan Vallerie yang berada disana. Rachel dan Sally menangis histeris saat menyaksikan Alexa dipukuli dengan beringas oleh Samuel dan Vallerie melalui rekaman cctv. Kenzo dan Jonathan menunduk karena tidak tega melihat Alexa dipukuli sedemikian rupa. Melihat istrinya dan Sally menangis, Steve meminta Kenzo menghentikan pemutaran rekaman cctv tersebut.


"cukup Ken.. loe copy semua dan berikan kepada Sean." kata Steve sambil memberikan USB kepada Kenzo. Setelah proses penyalinan rekaman cctv selesai, Kenzo, Jonathan dan Sally berpamitan kepada Steve dan Rachel untuk menyusul Sean dan Alexa ke Rumah Sakit.


"Gue ikut !!!" kata Rachel sembari mengusap air matanya.


"Jangan !!! loe pengantin baru Chel.. loe pasti lelah.. sebaiknya loe ke Rumah Sakit besok" kata Sally.


"Loe dan Steve tetap disini dulu saja Chel.. loe istirahatlah.. biar kita yang menjaga Alexa." kata Jonathan. Steve dan Rachel mengangguk mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.


//////Rumah Sakit Negara B//////


Ambulance tiba di Rumah Sakit. Para medis berlari menghampiri Alexa yang masih terbaring di dalam Ambulance bersama Sean, Jean dan Rose. Di belakang Ambulance Felix dan Martin segera turun dari mobilnya kemudian menghampiri Alexa yang akan diturunkan dari Ambulance.

__ADS_1


Semua petugas medis berlari membawa Alexa ke ruang UGD untuk mengetahui kondisi Alexa. Sean, Martin, Jean, Rose dan Felix berlari mengikuti Alexa. Pintu ruangan ditutup setelah Alexa dibawa masuk. Sean hendak masuk, akan tetapi ia dihalangi oleh petugas medis.


"biarkan saya masuk bersama istri saya dokter !!!" teriak Sean. Felix memegangi Sean yang bersikeras masuk ke dalam ruang UGD.


"Jika loe disana, loe akan mengganggu pekerjaan dokter yang akan memeriksa Alexa Sean !!!!" bentak Felix.


Papa Robbert dan Mama Ivanka tiba di rumah sakit. Mereka sangat panik saat Jonathan memberitahu mereka bahwa Alexa sedang terluka. Mama Ivanka segera mendekati Sean. Tanpa ia sadari, air matanya menetes melihat kesedihan Sean. Mama Ivanka tahu benar bahwa saat ini Sean berpura-pura tegar sedangkan dari hatinya sangat hancur. Mama Ivanka memeluk Sean untuk membuat anaknya tenang.


"Mama..hiks..hiks.." tangis Sean pun tumpah di pelukan Mama Ivanka. Mama Ivanka mengelus punggung Sean, sedangkan Papa Robbert mengelus rambut Sean.


"apa yang terjadi dengan Alexa Ma..hiks..hiks.. Bagaimana jika Alexa meninggalkanku.. Aku tidak sanggup hidup tanpanya Ma.. hiks..hiks.." kata Sean diiringi isak tangis.


"kamu jangan bicara seperti itu sayang.. Alexa akan baik-baik saja.. dia akan sembuh seperti sedia kala Sean..kamu doakan dia yaa.." kata Mama Ivanka sambil menangis karena tidak tega melihat putranya bersedih.


Martin, Jean, Rose dan Felix turut prihatin merasakan kesedihan Sean. Felix merasa bersalah dan menyesal telah menyalahkan Sean atas semua yang terjadi kepada Alexa. Dari kejauhan David mencari tahu kondisi Alexa. Saat Sean masih menangis, Dokter dari ruang UGD keluar dan memberitahukan kondisi Alexa saat ini. Sean pun segera melepaskan pelukan Mama Ivanka kemudian menghampiri dokter itu.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya ??" kata Sean sembari mengusap air matanya.


"pasien kehilangan banyak darah, kita membutuhkan darah yang sama dengan pasien. Tulang punggung pasien retak dan luka di kepalanya sangat parah sehingga pasien harus segera menjalani operasi. Saat ini kondisi pasien sangat kritis. Beruntung kandungannya baik-baik saja." kata dokter menjelaskan kepada Sean.


"Ap..apa ??? kandungan apa ??!!!!!" tanya Papa Robbert yang tidak yakin dengan perkataan dokter.


"Pasien sedang hamil tuan.." kata dokter.


Sean terkejut ketika dokter memberitahu bahwa Alexa sedang hamil. Sean sangat bahagia mengetahui kebenaran bahwa ia akan memiliki keturunan. Akan tetapi kebahagiaan itu sirna seketika saat ia teringat kondisi Alexa saat ini. Papa Robbert dan Mama Ivanka sangat senang dengan kabar kehamilan Alexa.


Meskipun pada awalnya Mama Ivanka meminta Alexa menunda kehamilan, tetapi dari dalam hatinya ia ingin segera memiliki cucu. Martin, Jean, Rose dan Felixpun terkejut mendengar perkataan dokter. Mereka hendak memberikan ucapan selamat kepada Sean setelah Alexa sembuh dari sakitnya. David menunduk sedih karena ia merasa sudah tidak memiliki kesempatan untuk memiliki Alexa.


"karena kamu sudah mengandung anak Sean, pupuslah kesempatanku untuk memilikimu Alexa. Tapi aku ikhlas menerima semua ini, kebahagiaan kamu adalah yang paling utama Alexa karena cinta tak harus memiliki " batin David.


Dokter memberitahu bahwa stok darah yang sesuai dengan golongan darah Alexa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Alexa. Dokter memberitahu golongan darah Alexa kepada Sean dan orang tuanya. Sean menunduk sedih karena golongan darahnya berbeda dengan Alexa. Golongan darah Martin, Jean, Rose dan Felixpun juga berbeda dengan golongan darah Alexa. David sedikit mendengar tentang darah yang Alexa butuhkan.


"Sean.. darah gue sama seperti Alexa, biarkan gue mendonorkan darah gue untuk Alexa" kata David yang mulai keluar dari tempatnya bersembunyi.


"tidak !!!! gue yakin penyebab semua ini ada kaitannya dengan loe !!" bentak Sean. Mama Ivanka memegang pundak Sean.


"Sayang, kamu jangan seperti itu !!! saat ini Alexa sangat membutuhkan darah. Lebih baik kamu persilahkan dia mendonorkan darahnya untuk membantu Alexa sayang" kata Mama Ivanka.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Sean setuju jika David mendonorkan darahnya untuk Alexa. Operasi Alexa pun dimulai. David sengaja meminta proses donor darah disamping Alexa untuk mengetahui kondisi Alexa secara langsung. Dokter pun menyetujuinya.


~bersambung~


__ADS_2