Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Possesif


__ADS_3

Pagi yang cerah menyapa dua insan yang masih terlelap karena kelelahan setelah semalam melakukan pergulatan panas. Sean mengerjapkan matanya setelah bias sang mentari masuk melalui celah vitrase yang menyilaukan mata. Ia mencium kening Alexa dan membangunkannya.


"Sayang.. bangun sudah siang loh.. atau kamu mau kita libur sekolah saja ??" kata Sean sembari menciumi pundak Alexa.


"Enggak.. kita harus sekolah sayang.." kata Alexa sambil tersenyum kemudian mencium hidung Sean. Sean pun tersenyum menatap mata Alexa.


"Sayang... aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyayangimu Alexa. Jangan pernah tinggalkan aku sayang.." kata Sean kemudian mencium hidung Alexa.


"Aku juga mencintaimu sayang.. sangat mencintaimu.." jawab Alexa sambil tersenyum kepada Sean.


Alexa hendak mandi terlebih dahulu, akan tetapi Sean meminta agar mandi bersama untuk menyingkat waktu. Alexa pun menuruti permintaan Sean. Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa selesai bersiap dan berangkat ke sekolah bersama.


/////////////////


Samuel sudah menunggu David di dalam mobil. Setiap berangkat ke sekolah, David selalu mengemudikan mobil untuk Samuel agar identitas mereka yang sebenarnya tidak dicurigai orang lain. Beberapa saat kemudian, David selesai bersiap dan keluar dari markas lalu bergegas masuk ke dalam mobil, kemudian berangkat ke sekolah bersama Samuel.


"Sam.. loe beneran suka sama cewek itu ??" tanya David sambil fokus mengemudi.


"Siapa ?? Vallerie ???" tanya Samuel memastikan gadis yang dimaksud David. David pun mengangguk.


"Baru kali ini gue tulus suka sama cewek Vid. Sepertinya dia juga gadis yang baik. Apa di sekolah kita tidak ada gadis yang loe sukai ?? Cewek Einstein Highschool kan cantik-cantik Vid.." tanya Samuel. David hanya menggelengkan kepalanya.


"Semua cewek itu sama Sam. Semua murahan.." kata David asal ceplos.


"Sebenarnya ada satu yang menarik" batin David. Terukir senyuman di bibir David. Samuel terheran melihat David tiba-tiba tersenyum.


///////////


Sean dan Alexa tiba di sekolah. Seperti biasa, Martin, Jonathan dan Kenzo menunggu Sean di parkiran. Jean dan Sally juga menunggu Alexa di parkiran bersama Martin, Jonathan dan Kenzo. Sean dan Alexa turun dari mobil. Alexa merasa ada yang kurang.


"Rose mana guys ??" tanya Alexa.


"Oh.. dia tidak masuk, sakit perut katanya.." kata Sally.


"Jangan-jangan Rose hamil ??" kata Kenzo asal ceplos.


"Hayo loh Jo.. loe harus tanggung jawab.." kata Jean menyudutkan Kenzo.


"Apaan sih.. mana mungkin Rose hamil, kita melakukannya dengan hati-hati kok" elak Jonathan.


"Hei... jika Tuhan sudah berkehendak, loe bisa apa Jo ??" kata Martin sembari menepuk pundak Jonathan.

__ADS_1


"Jadi benar Roje hamil ??" tanya Alexa penasaran.


"gue harap tidak Lex.." kata Jonathan.


Jika teman-temannya saling bercanda dan asyik berbincang, Sean hanya diam dengan wajah dinginnya. Sean masih ingat saat ketiga anak buahnya mengintip kebersamaan dirinya dengan Alexa. Sean pergi ke Taman tanpa meminta Martin, Jonathan dan Kenzo mengikutinya. Akan tetapi, sebagai anak buah yang peka, Martin, Jonathan dan Kenzo tetap mengikuti Sean tanpa Sean memintanya.


Alexa, Jean dan Sally beranjak dari tempat mereka menuju ke kelas. Mereka berjalan sambil bercanda hingga mereka tidak menyadari jika ada mobil yang masuk ke area parkiran sekolah.


"Ciiiiiiiiiittttt...braaakkkkkk !!!!" seseorang menabrakkan mobilnya dengan mobil yang sudah terparkir. Alexa, Jean dan Sally terduduk di jalan karena shock. Mereka hampir tertabrak mobil. Dari kejauhan Martin melihat Alexa, Jean dan Sally hampir tertabrak mobil.


"Queen..!!!!!!" teriak Martin sambil berlari menghampiri Alexa, Jean dan Sally. Sean dengan sigap berlari sekuat tenaga menghampiri sang istri yang terduduk di jalan. David dan Samuel segera keluar dari mobil dan menolong Alexa, Jean dan Sally.


"Kalian tidak apa-apa ??" tanya David panik. Alexa, Jean dan Sally menggeleng tanpa bersuara. Samuel membantu Jean dan Sally berdiri. Sedangkan David membantu Alexa.


"Buuugghhh..." Tiba-tiba David menerima pukulan yang sangat keras hingga jatuh tersungkur di jalan.


"Jangan pernah sekalipun loe menyentuh Alexa !!!" bentak Sean sambil mengangkat kerah seragam David. Tampak aura menakutkan di wajah Sean hingga membuat David bingung sekaligus heran. Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya ke UKS. Sedangkan David masih terdiam melihat kepergian Sean dan Alexa.


"Lain kali kalau naik mobil hati-hati broo.. ini sekolah, kurangi kecepatan kalian !!! Untung cewek gue tidak kenapa-kenapa. Kalau dia kenapa-kenapa, gue tidak akan melepaskan kalian !!!! ingat itu.. !!!" ancam Kenzo. Martin, Jean, Sally, Kenzo dan Jonathan menyusul Sean dan Alexa.


"What ??!!!! padahal tiga cewek itu yang jalan sembarangan.. kenapa kita yang disalahkan??" protes Samuel.


"Cewek itu selalu benar Sam.." kata David sembari mengusap darah di ujung bibirnya setelah dipukul oleh Sean.


///////UKS///////


Sean hanya diam sambil menggandeng Alexa menuju ke UKS. Alexa pun diam tanpa berkata apapun karena ia masih shock. Sean meminta Alexa duduk di tempat tidur kemudian ia mengambil alkohol dan kapas di lemari P3K. Alexa bingung dengan tindakan Sean, karena ia tidak mendapat luka sedikitpun. Ia bertanya-tanya saat Sean mengambil alkohol dan kapas.


"Mana tangan kamu yang tadi disentuh cowok itu ??" tanya Sean dengan nada dinginnya. Alexa mengulurkan tangannya yang sempat dipegang David. Tanpa mengatakan apapun, Sean mengusap telapak tangan Alexa menggunakan alkohol yang sudah dituangkan dalam kapas.


"Aku tidak suka ada bekas cowok lain di tubuh kamu sayang.." kata Sean sambil mengelus rambut Alexa.


"Kamu posesif banget sih sayang.. jangan gitu lah sayang. Posesif boleh tapi jangan berlebihan." kata Alexa sambil mencubit hidung Sean. Sean tersenyum kemudian mencium kening Alexa.


"I Love You sayang.." kata Sean sambil tersenyum dan mengelus pipi Alexa.


"I Love You more suamiku.." kata Alexa sembari mencubit kedua pipi Sean kemudian berlari menuju kelasnya. Sean tersenyum kemudian mengejar Alexa yang menuju kelas.


/////////Kelas Vallerie/////////


Samuel dan David memasuki kelas mereka. Anna, Yunna dan Angel terkejut melihat wajah tampan David terdapat luka memar. Mereka bertiga mengerumuni David yang sedang duduk di tempatnya.

__ADS_1


"David.. wajah loe kenapa ??" kata Yunna dengan ekspresi khawatir.


"Siapa yang mukul loe Vid ??" sahut Anna yang juga khawatir. Angel mencoba memegang wajah David akan tetapi David menepisnya terlebih dahulu.


"Jangan ganggu gue brengsek !!!!!" bentak David kemudian meninggalkan kelas karena merasa risih dengan perhatian yang berlebihan dari teman-temannya. Ia menuju ke kantin untuk menenangkan fikirannya. David duduk sendiri di kantin. Fikirannya dipenuhi dengan banyak pertanyaan tentang Alexa.


"Siapa cowok itu ? Apa hubungan Alexa dengan cowok itu ? Apakah dia pacar Alexa ??" tanya David dalam hati.


/////////Kelas Sean////////


Semua siswa fokus memperhatikan Pak Danang yang sedang mengajar kecuali Sean. Sean sibuk memainkan game di ponselnya tanpa memperhatikan Pak Danang yang mengajar di depan kelas. Saat pelajaran berlangsung, Sean memang tidak pernah memperhatikan pengajar, akan tetapi disaat ujian akhir ia selalu menjadi juara umum. Oleh karenanya para guru tidak berani menegurnya saat Sean tidak memperhatikan pelajarannya.


Bel Istirahat berbunyi. Seperti biasa Sean dan Alexa meminta teman-temannya ke kantin terlebih dahulu, sedangkan mereka akan menyusul setelah urusan selesai.


"Sayang.. nanti aku mau menjenguk Roje. Kamu mau ikut nggak ??" tanya Alexa.


"Nanti ada meeting dengan PT. Leam sayang.. aku tidak bisa ikut.. maaf ya..? kamu pergi sama Jean dan Sally saja ya ??" kata Sean sembari mengelus rambut Alexa. Alexa mengangguk sambil tersenyum.


////////////////


Bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa berhamburan meninggalkan sekolah. Sean dan Alexa pulang secara terpisah karena Sean ada meeting dengan klien, sedangkan Alexa menjenguk Rose terlebih dahulu.


"Nanti setelah ke rumah Rose, aku ke kantor kamu ya sayang ??" pinta Alexa.


"Nanti kita meeting di luar kantor sayang, kamu nggak perlu ke kantor. Nanti aku jemput kamu ya ?" kata Sean kemudian berlalu setelah mencium kening Alexa.


Sean pulang terlebih dahulu, sedangkan Alexa pergi ke menjenguk Rose bersama Jean dan Sally. Alexa, Jean dan Sally pergi ke parkiran bersama. David yang baru saja keluar dari kelasnya melihat Alexa bersama teman-temannya. Ia baru ingat bahwa ia belum meminta maaf kepada Alexa, Jean dan Sally atas kecelakaan tadi pagi. David menghampiri Alexa, Jean dan Sally untuk meminta maaf.


"Hai... kalian masih ingat gue kan ???" tanya David dengan ramahnya sambil sesekali curi pandang kepada Alexa.


"Ingat kok, loe David kan.. murid baru yang waktu itu berkenalan di Mall." kata Jean. Alexa hanya cuek sembari memainkan ponselnya.


"Gue mau minta maaf atas kejadian tadi pagi.." kata David.


"Nggak papa kok, lagian yang salah itu kita. Karena bercanda, kita nggak melihat ada mobil yang lewat" kata Sally. David masih menatap Alexa, akan tetapi Alexa tetap asyik dengan ponselnya.


"Kalian mau kemana ??" tanya David.


"Kami mau menjenguk Rose, sahabat kami yang sakit." jawab Jean dengan ramah.


"Kalau begitu, gue boleh ikut kan ?? sebagai teman, gue wajib menjenguk teman gue yang sakit" kata David mencoba ikut bersama Alexa dan teman-temannya. Jean memperbolehkan David ikut dengan mereka dengan alasan menjenguk seorang teman. Akhirnya mereka berangkat bersama menuju rumah Rose.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2