Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Wedding Day


__ADS_3

Sean mempersilahkan sahabat Alexa menemani Alexa. Sedangkan Papa Kevin, Mama Nessa, Papa Robbert dan Mama Ivanka akan mempersiapkan pernikahan Sean dan Alexa besok. Sean berniat menemani Alexa , akan tetapi para orang tua melarangnya.


"Untuk saat ini sebaiknya kamu jangan bertemu Alexa terlebih dahulu Sean. Lebih baik kamu persiapkan dahulu diri kamu untuk besok." kata Mama Ivanka.


"Lalu Alexa bagaimana Ma?? Aku nggak mau dia sendirian Ma.." kata Sean khawatir.


"Kami siap menjaga Alexa kok.." kata Jean dengan semangat. Rose dan Sally mengangguk meyakinkan Sean.


"Loe tenang saja King, biar kami yang menjaga Alexa.." kata Martin yang juga tak kalah semangat dengan Jean.


Sean pun pergi bersama Papa Robbert dan Mama Ivanka. Tak lama kemudian, Alexa mulai sadar dari pingsannya. Ia melihat ke arah langit-langit. Rose yang mengetahui Alexa sudah sadar segera menghampiri Alexa.


"Loe sudah sadar Lex...?? Loe baik-baik saja kan Lex ??" tanya Rose khawatir.


"Rose.. gue takut... hiks...hiks.." kata Alexa sambil memeluk Rose.


Jean dan Sally yang baru tahu jika Alexa sudah sadar turut serta memeluk Alexa. Ketiga sahabat Alexa sangat khawatir padanya. Sally ingin sekali memecahkan suasana kesedihan diantara sahabat-sahabatnya. Ia pun berniat menghibur Alexa.


"Sudah.. jangan menangis lagi guys.. besok calon pengantin kita harus tampil cantik. Jangan sampai mata sembab menghalangi kecantikan calon pengantin kita.." kata Sally.


Mendengar perkataan Sally, Alexa menjadi bingung. Ia tidak tahu siapa calon pengantin yang dimaksud Sally.


"Memangnya siapa yang akan menikah Sal ??" tanya Alexa.


"Loe lah lex... besok loe sama Sean akan menikah.. terkejut kan loe ??!!!" kata Jean.


Bagai disambar petir, seperti kata Jean, Alexa terkejut mendengar kabar pernikahannya sendiri. Ia melihat ke segala arah mencari kedua orang tuanya. Ia ingin memastikan apakah sahabatnya serius atau hanya bercanda. Peka dengan situasi sahabatnya yang kebingungan, Sally pun memberitahu Alexa.


"Om Kevin sama Tante Nessa sedang mempersiapkan pernikahan loe Lex.. Jadi kita yang jagain loe.." kata Sally.


"Ka...kalian ben.. beneran ??? kalian nggak bercanda kan ?? Terus Sean dimana ?? lalu siapa yang menyelamatkan gue ??" tanya Alexa yang di kepalanya penuh tanda tanya.


"Kita serius Lex.. memang wajah kita seperti orang yang sedang bercanda ??!!" kata Jean tidak terima. Sally pun memberikan pembelaan kepada Jean.


"Bener Lex... Jadi yang menyelamatkan loe itu Sean Lex..." kata Sally. "Mmm... apa loe mau tahu bagaimana nasib Briant setelah Sean menyelamatkan loe??" tambah Sally yang memberikan penawaran kepada Alexa.


"Memangnya Briant kenapa ??" tanya Alexa penasaran.


Sally menunjukkan ponselnya kepada Alexa. Alexa terkejut saat melihat Briant dengan kondisi tidak bernyawa dan kondisi mayatnya sangat mengerikan. Perut Alexa terasa mual saat melihat foto mayat Briant. Kenzo yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Alexa segera mengambil ponsel Sally dari tangan Alexa. Ia memberitahu Sally bahwa Sean tidak memperbolehkan Alexa tahu tentang Briant. Akan tetapi usaha Kenzo sia-sia karena Alexa sudah melihat foto yang ditunjukkan Sally.

__ADS_1


///////////////


Matahari mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur yang menandakan pagi mulai tiba. Martin, Jonathan dan Kenzo sudah bangun saat dini hari karena Sean meminta mereka membantunya mempersiapkan hotel, tempat pernikahannya dan Alexa berlangsung. Saat Alexa dan teman-temannya masih tidur di ruang perawatan, Mama Nessa dan beberapa orang masuk ke ruangan Alexa. Mereka membangunkan Alexa dan sahabat-sahabatnya.


Beberapa orang tersebut adalah MUA yang akan merias Alexa sebelum pernikahan berlangsung. Sedangkan sahabat Alexa berpamitan pulang kepada Mama Nessa karena mereka juga akan bersiap-siap menghadiri prosesi pernikahan Sean dan Alexa.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Sean pun telah selesai bersiap. Ia bersama kedua orang tuanya menunggu kedatangan keluarga George di Altar pernikahan. Tak lama kemudian Keluarga George tiba di Hotel yang berada dalam naungan Astin Group. Alexa terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang melekat di tubuhnya. Sean tersenyum ke arah Alexa yang berjalan menuju Altar bersama Papa Kevin. Jean, Martin, Rose, Jonathan, Sally dan Kenzo turut menjadi saksi saat Sean dan Alexa mengucapkan ikrar dan sumpah suci pernikahan.


Acara pernikahan pun dimulai. Papa Kevin meletakkan tangan Alexa diatas telapak tangan Sean. Suasana menjadi haru saat Papa Kevin menyampaikan pesannya kepada Sean.


"Sean Astin.. sa..saya percayakan putri kesayangan saya, Alexa Georgia kepadamu. Cin..cintai dan sayangilah Alexa seperti kami mencintai dan menyanginya. Berikanlah kebahagian kepada Alexa seperti kami memberikan kebahagiaan kepadanya. To..tolong jagalah Alexa seperti kami menjaganya." ucap Papa Kevin dengan terbata karena menahan tangis.


Mendengar pesan Papa Kevin untuk Sean, air mata Alexa mulai jatuh. Ia merasakan kesedihan dan kebahagiaan dalam waktu yang bersaman. Papa Kevin segera menghapus air mata Alexa. Sean menggenggam erat tangan Alexa untuk menenangkan pujaan hatinya.


"Papa.. aku sangat mencintai dan menyayangi Alexa. Aku rela mengorbankan nyawaku demi Alexa. Aku berjanji akan membahagiakannya, melindunginya dan menghormatinya seperti yang Papa harapkan." ucap Sean kepada Papa Kevin.


Mama Nessa yang duduk bersama Mama Ivanka tidak kuasa menahan tangisnya. Bahkan sahabat Sean dan Alexa pun juga terlarut dalam suasana haru saat Papa Kevin mengucapkan pesannya.


"Brengsek !!! kenapa gue pengen nangis gini sih !!!!" umpat Martin yang tidak sanggup berada dalam suasana haru. Martin melihat Jonathan dan Rose yang saling berpelukan dan menangis bersama.


"loe mas..masih mending Tin.. hiks..hiks.. gue malah su.. sudah nangis sedari tadi.." kata Kenzo yang tersengal karena menangis. Martin berniat menenangkan Kenzo. Ia pun memeluknya. Akan tetapi bukannya tenang, Kenzo justru menendang dan mengusirnya.


Jean dan Sally menangis bersama sambil berpelukan. Mereka tidak menyangka jika Alexa, sahabat mereka akan melepas masa lajangnya di usia yang masih sangat muda. Akan tetapi mereka turut bahagia karena Alexa menikah dengan orang yang ia cintai.


Setelah Papa Kevin menyampaikan pesannya, dimulailah ikrar dan sumpah bagi kedua mempelai. Di depan para keluarga dan sahabat, Sean dan Alexa telah bersumpah untuk saling mencintai, menyayangi, menghormati, menjaga dan setia kepada pasangannya,. Tak lupa pula Sean dan Alexa saling menyematkan cincin di jari manis mereka.


////////////////////


Steve, kakak Felix, tiba di kota S setelah Victor menghubungi dan memberitahunya bahwa Felix dalam keadaan kritis. Victor menceritakan semua yang dialami Felix kepada Steve. Meskipun kecewa dengan tindakan Sean, Steve tidak sepenuhnya menyalahkan sahabatnya. Menurutnya Felix juga bersalah karena Felix telah mengusik orang yang paling dekat dengan Sean meskipun ia telah memperingatkannya.


Steve bergegas menuju ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi Felix. Saat melihat kondisi Felix, Steve merasa sangat terpukul.


"Seandainya loe mau menuruti perkataan gue Fel.. pasti loe tidak akan menderita seperti ini" kata Steve sembari mengelus rambut Felix.


Steve berniat ingin meminta maaf kepada Sean karena Felix telah mengusik orang yang ia cintai. Ia pun berangkat ke Mansion keluarga Astin. Saat tiba Mansion, ia terkejut saat Mbok Yeti memberitahunya bahwa saat ini Sean sedang menikah di Hotel R.A. Ia pun bergegas pergi ke hotel tersebut untuk memberikan selamat kepada Sean.


////////////////


Suasana sekolah sangat sepi karena Sean dan sahabatnya tidak masuk sekolah. Teman sekelas mereka, Felix dan teman-temannya juga tidak masuk sekolah. Vallerie dan teman-temannya heran karena Alexa dan sahabatnya juga tidak masuk sekolah.

__ADS_1


"Kenapa si Alexa dan bodyguardnya juga tidak masuk sekolah ya ??" tanya Anna.


"Apa jangan-jangan mereka pergi bersama ??" tebak Angel.


"Tidak !!!! Nggak mungkin.. pasti si Alexa sedang patah hati karena dia sudah tahu Sean telah dijodohkan dengan gadis lain. Hahahahaa.." kata Vallerie sambil menertawakan Alexa.


"Tap..tapi apa loe juga tidak patah hati mendengar kabar itu Vall ??" tanya Yunna.


"Selagi janur kuning belum melengkung, gue akan tetap berusaha mendapatkan Sean. Apapun dan Bagaimanapun caranya.." kata Vallerie dengan senyuman seringai di bibirnya.


////////////////


Prosesi pernikahan telah selesai. Para sahabat Sean dan Alexa memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Sean merasa lega melihat Alexa tertawa bahagia bersama sahabatnya. Ia takut jika trauma Alexa kembali kambuh karena penculikan yang dilakukan Briant. Akan tetapi ia merasa saat ini Alexa mengabaikannya. Alexa tidak bicara sepatah katapun kepadanya. Itulah yang kini menjadi beban di fikirannya.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Sean. Seseorang itu menjabat dan memeluk Sean. Sean pun membalas pelukan orang itu.


"Selamat atas pernikahan loe Sean. Semoga kalian bahagia hingga maut memisahkan kalian" kata Steve.


"Steve... maaf gue tidak sengaja mencelakakan adik loe. Tapi itu semua bukan sepenuhnya salah gue Steve.. Felix selalu berusaha mendekati Alexa dan itu membuat Alexa takut. Jadi gue berupaya melindungi is.. istri gue.." kata Sean dengan nada dinginnya.


"Kenapa loe canggung banget nyebut kata istri.. Gue nggak nyalahin loe Sean. Gue kemari hanya ingin mengucapkan selamat kepada loe dan Gia... Tapi gue kecewa karena loe tidak mengundang gue" protes Steve.


"Acara pernikahan gue harus dirahasiakan Steve.. Gue dan Alexa tidak ingin semua orang tahu tentang pernikahan kita. Jadi kita tidak mengundang siapapun" jawab Sean.


Steve melihat Alexa yang sedang menemani sahabatnya. Sejenak ia terkesima dengan kecantikan Alexa. Namun ia sadar bahwa Alexa adalah istri sahabatnya, Sean.


"pantas saja Felix tergila-gila. Ternyata Gia sangat cantik.." batin Steve. Steve pergi meninggalkan acara setelah mendapat kabar dari Victor bahwa Felix mulai sadar.


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally berpamitan pulang. Kini tinggallah Sean, Alexa dan kedua orang tua mereka. Papa Robbert meminta Sean dan Alexa menginap di Mansion Keluarga Astin. Sedangkan Papa Kevin juga meminta Sean dan Alexa menginap di Mansion Keluarga George.


"Biarkan mereka menginap di Mansion gue Rob.." pinta Papa Kevin.


"Malam ini mereka akan tidur di Mansion keluarga Astin Vin.." tolak Papa Robbert.


"Bener Pa, mereka harus menginap di Mansion keluarga Astin terlebih dahulu." tambah Mama Ivanka.


"Oh... tidak bisa.. mereka harus menginap di Mansion kami" tolak Mama Nessa.


Kedua orang tua mereka ribut sendiri tanpa mempedulikan Sean dan Alexa. Sean memutuskan menginap di hotel. Mau ataupun tidak, kedua orang tua mereka harus menuruti keputusan Sean.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2